akselerasi @ wika, jsmr … 160914_140817

bird

Yogyakarta – Pembangunan infrastruktur menjadi fokus pemerintahan Joko widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK). Untuk mengejar ketertinggalan di tengah waktu yang sempit, pembangunan infrastruktur tidak bisa dilakukan dengan cara biasa.

Terobosan dalam membangun infrastruktur sangat diperlukan. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam bidang infrastruktur, ada lima terobosan yang membuat pembangunan bendungan, jalan dan jembatan, perumahan dan permukiman sebagian besar dapat diselesaikan sesuai jadwal.

Kelima terobosan tersebut menyangkut regulasi pembebasan lahan, inovasi teknologi, pembiayaan, kepemimpinan dan kordinasi antar lembaga.

Demikian disampaikannya pada acara diskusi Teras Kita Refleksi 72 Tahun Indonesia Merdeka yang diselenggarakan oleh Kompas dan Kagama dengan tema “Kerja Bersama untuk Kejayaan Indonesia” yang digelar di Balairung Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (13/8/2017).

Disampaikan Basuki terobosan pertama adalah di bidang regulasi pembebasan lahan. Saat ini sejumlah regulasi yang menyulitkan telah disederhanakan.

Kedua adalah inovasi teknologi. Kementerian PUPR menggunakan inovasi teknologi dari Badan Litbang PUPR. Melalui inovasi tersebut maka pengerjaan 4 jembatan perlintasan kereta api bisa cepat selesai hanya dalam waktu 4,5 bulan, demikian juga dengan pembangunan sekolah dasar sementara di Pidie Jaya, Aceh.

Ketiga adalah inovasi pembiayaan dimana infrastruktur yang layak secara finansial seperti jalan tol dan jaringan perpipaan air minum dilakukan dengan menggunakan dana swasta/investasi murni, kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU), maupun penugasan kepada BUMN.

Sebagai ilustrasi, investasi pembangunan jalan tol dari tahun 2015 hingga 2019 nanti diperkirakan mencapai Rp 260 triliun. BUMN Karya kini sangat aktif dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur, seperti PT Hutama Karya, PT Waskita Karya, PT Jasa Marga dan Perum Perumnas.

Keempat adalah kepemimpinan. Untuk terobosan kepemimpinan ini telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo yang turun langsung melakukan pengecekan lapangan sebanyak dua kali pada titik proyek yang sama.

“Jika Pak Jokowi saja dua kali maka Menterinya harus 4 kali minimal. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua proyek berjalan dengan baik, termasuk jika menemukan kendala untuk dicarikan segera solusinya” katanya.

Kelima adalah menghilangkan hambatan dalam koordinasi antar lembaga dalam membangun infrastruktur. Koordinasi yang efektif dan efisien sangat diperlukan, termasuk untuk mempersingkat perijinan dari yang biasanya membutuhkan 14 hari kerja menjadi hanya 6,5 jam saja.

Koordinasi antar lembaga ini harus dilakukan di pusat dan daerah sehingga sinergi pelaksanaan proyek pemerintah bisa berjalan dengan optimal.

Kementerian PUPR sendiri dibawah kepemimpinan Basuki telah menginstruksikan jajarannya untuk bekerja 7 hari penuh dan tiga shift kerja dengan tambahan peralatan dan tenaga kerja.

Kebutuhan infrastruktur untuk mendukung penyediaan tiga kebutuhan pokok masyarakat (sandang, pangan dan papan) masih terus dibutuhkan. “Dari ketiga kebutuhan tersebut yang tidak pernah lagi didiskusikan adalah sandang, tapi dua hal lainnya yaitu papan dan pangan masih terus dicarikan solusinya,” ujarnya.

Menurut Basuki, bicara soal pembangunan perumahan bersubsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), selama 2015-2016, Kementerian PUPR berhasil membangun 1,5 juta unit rumah. Untuk tahun 2017 sudah terbangun 449 ribu unit rumah sampai dengan Agustus ini dengan anggaran keseluruhan yang dialokasikan sebesar 37.5 Triliun Rupiah.

“Jika dibandingkan dengan periode 2010-2014, rumah yang terbangun sebanyak 1 juta rumah. Kita dalam dua setengah tahun telah membangun rumah dua kali lebih banyak. Pemerintah sangat memberikan perhatian pada perumahan sebagai prioritas dalam rangka mengurangi kekurangan pasokan rumah di Indonesia yang sekarang mencapai 11,4 juta rumah,” tuturnya.

Selain Basuki, pembicara lainnya yakni Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Turut hadir mendampingi Basuki adalah Direktur Jenderal Sumber Daya Air Imam Santoso, Staf Ahli Bidang Teknologi Industri dan Lingkungan M. Khalawi, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Achmad Herry Marzuki, Kepala BBWS Serayu Opak Tri Bayu Aji dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S Atmawidjaja. (dna/dna)

new-chin-year-dragon-02

JAKARTA ID – Setelah mencatatkan pertumbuhan laba sekitar 80% pada semester pertama, emiten sektor konstruksi diproyeksikan terus meraih kenaikan laba semester kedua ini dan tahun-tahun mendatang. Kinerja yang kian menanjak tersebut didukung program pemerintah yang menaikkan belanja infrastruktur besar-besaran.

 

Prospek yang sangat cerah tersebut berpotensi mendorong penguatan harga saham-saham sektor konstruksi pada semester kedua tahun ini hingga tahun depan.

 

Saham emiten unggulan yang berpotensi tumbuh tinggi terutama dari BUMN, yakni PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), dan PT PP Tbk (PTPP). Sedangkan yang dari swasta adalah PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL).

 

Kepala Riset Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menilai, rata-rata pertumbuhan kinerja fundamental atau keuangan emiten sektor konstruksi bagus pada semester I-2017dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Emiten sektor tersebut juga masih memiliki prospek tumbuh tinggi kinerjanya pada semester II ini.

 

“Kalau berbicara mengenai prospek kinerja fundamental dan sahamnya dalam jangka menengah dan panjang, tentu masih sangat bagus dan tinggi pertumbuhannya, terutama semester II-2017. Kami memproyeksikan rata-rata pertumbuhan untuk sektor konstruksi semester kedua masih bisa 18-20%,” ujar Reza di Jakarta, Selasa (8/8). (eld/ant/sumber lain/en)

 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/marketandcorporatenews/sektor-konstruksi-berpeluang-bukukan-kenaikan-eps/163792

Emoticons0051

JAKARTA okezone – Saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) patut dikoleksi pekan ini. Kebijakan sektor infrastruktur akan menjadi faktor pendukung kinerja JSMR terus cerah

“Secara fundamental sangat bagus. Pembangunan tol akan menjadi kebijakan strategis yang jadi prioritas,” ujar Analis Recapital Securities Liga Maradona.

Kabar dari JSMR menargetkan pertumbuhan aset sebesar 40% dari 2016 atau sebesar Rp74,8 Triliun. Dari sisi pendapatan, pendapatan usaha di luar pendapatan konstruksi direncanakan sebesar Rp10,3 triliun, tumbuh 16% dibandingkan pendapatan usaha di luar pendapatan konstruksi pada 2016.

Pada 2017 ini Jasa Marga optimistis dapat mengoperasikan enam ruas tol baru dengan total keseluruhan sepanjang 210 km pada 2017 yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera. Pengoperasian ruas jalan tol baru ini diharapkan bisa meningkatkan kinerja keuangan hingga akhir tahun ini.

Perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp31,5 triliun pada 2017. Jumlah ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp9,58 triliun.

(rzk)

bird

ID: Sejumlah emiten BUMN konstruksi dan turunannya kebanjiran kontrak baru pada kuartal I-2017. Contohnya PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang hingga pertengahan Maret 2017 sudah berhasil mengantongi kontrak baru senilai Rp 13,3 triliun, meningkat 121% dibanding Rp 6,02 triliun pada kuartal I-2016.

Sedangkan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) membukukan kontrak baru Rp 8,6 triliun. Meski itu baru realisasi per akhir Februari, nilainya sudah 6% lebih tinggi dibandingkan realisasi sepanjang kuartal I-2016.

Sedangkan PT PP Tbk (PTPP) meraup kontrak baru senilai Rp 6,6 triliun hingga pertengahan Maret 2017. Realisasi kontrak tersebut sudah naik 10% dibandingkan realisasi kuartal I-2016 yang sebesar Rp 6 triliun.

Sementara itu, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan kontrak baru sebesar Rp 1,5 triliun hingga akhir Februari 2017. Pada kuartal I-2016, nilai kontrak baru Adhi mencapai Rp 2,3 triliun.

Lonjakan kontrak juga dialami oleh emiten yang memproduksi beton pracetak, yang juga anak usaha emiten BUMN konstruksi.

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mengantongi kontrak baru Rp 1,5 triliun pada kuartal I-2017, tumbuh 50% dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai Rp 1 triliun. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) bahkan meraih lonjakan kontrak baru hingga 520% menjadi Rp 4,2 triliun dari Rp 677 miliar. (c01/fik/jn)

Baca selanjutnya dihttp://id.beritasatu.com/home/masih-memiliki-ruang-dapatkan-kontrak-baru/158776

ets-small

JAKARTA kontan. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tahun ini mendapatkan banyak berkah. BUMN tersebut mendapatkan kelebihan kontrak dari target yang sudah ditetapkan.

Tahun 2016 bisa dibilang tahun yang indah. Pasalnya di tengah pelambatan ekonomi yang melanda Indonesia, tahun ini WIKA malah melebihi target kontrak. Tahun 2016 yang belum berakhir, tapi target sudah lewat. Itu sebabnya, emiten di Bursa Efek Indonesia ini akan mematok target kontrak lebih baik di tahun depan.

Kontraktor pelat merah ini menargetkan kontrak pada tahun 2016 sebesar Rp 81,5 triliun. Terdiri dari target kontrak baru Rp 52,8 triliun dan carry over tahun 2015 sebesar Rp 28,678 triliun. Tapi nyatanya, kontrak yang dihadapi WIKA 8% melebihi target yang ada, yakni Rp 82,3 triliun.

Suradi Wongso, Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, mengungkapkan, perusahaannya dapat melampaui target kontrak yang ditetapkan, karena ada beberapa kontrak yang tadinya tak diprediksi dapat, malahan berhasil diperoleh.

“Banyak proyek yang tak direncanakan dan disasar, eh, ternyata malah kita yang menang. Atau juga misalnya kita menargetkan kontrak berapa, eh, malah kita dapat nilai kontraknya lebih besar,” kata Suradi, kepada KONTAN, Rabu (21/12).

Dia mengungkapkan, angka terebut sudah terkunci di nominal tersebut, walaupun bukan Desember ini belum berakhir. Ia bilang, kontrak baru akan dimulai per Januari 2017. “Saya kira sudah tidak ada tambahan kontrak lagi, sampai nanti Januari,” jelas Suradi.

Proyek terakhir yang diperoleh WIKA adalah pembangunan Dry Dam Sukamahi di Kabupupaten Bogor. Di sana WIKA tidak sendirian, melainkan bersama PT Basuki Rahmanta Putra membangun proyek tersebut.

General Manager Departemen Sipil Umum I Wijaya Karya Mursyid menyatakan, proyek bendungan tersebut ditandatangani pada Selasa (20/12). Bendungan tersebut berfungsi mengantisipasi banjir ke Jakarta ini.

“Kami mengharapkan, proyek ini dapat dilaksanakan tepat waktu, tepat kualitas, tepat mutu, dan nol kecelakaan.” ujar Mursyid.

Proyek dengan nilai sekitar Rp 436,9 miliar tersebut ditargetkan selesai pada medio tahun 2019. Bangunan itu sendiri nantinya berfungsi sebagai penampung debit air hujan yang mengaliri hulu Ciliwung.

Jenis bendungan kering atau dry dam ini hanya berisi air kala musim hujan. “Proyek ini memang cukup strategis. Kami akan bekerja semaksimal mungkin, sehingga permasalahan banjir di Jakarta dapat segera teratasi dengan beroperasinya Bendungan Sukamahi ini,” jelas Mursyid.

Suradi menerangkan, tahun depan, perseroan ini menargetkan menambah kontrak baru sebesar Rp 43 triliun. Sedangkan kontrak yang di carry over dari tahun ini sebanyak Rp 58 triliun.

“Jadi kontrak yang kita hadapi di tahun depan, ditargetkan senilai Rp 101 triliun. Naik cukup besar dibandingkan tahun ini,” tegas Suradi.

long jump iconWIKA: Wijaya Karya (WIKA IJ; Rp3,270; Buy) reported net profit of Rp184.8bn in 2Q16, grew 158% qoq with net margin expanded to 5.6% from 2.6%. The growth was supported by revenue and gross profit that posted strong growth of 21% qoq and 50% qoq. Net profit 1H16 came at Rp257bn was largely inline as it formed 31% and 33% of our expectation and consensus. (Bisnis Indonesia)

Comment: We maintain our Buy rating on WIKA with TP of Rp3,900/share as we expect strong earnings growth to continue in 3Q16, when company starts recognize earnings from HSR.
Sumber : IPS RESEARCH

new-chin-year-dragon-02

Jakarta -Pemerintah berencana merenovasi jalur kereta ganda lintas utara Jawa agar dapat dilintasi kereta berkecepatan sedang (medium speed) dengan rute Jakarta-Surabaya. Renovasi dilakukan untuk meningkatkan kecepatan laju kereta api menjadi 150 km/jam.

Dengan kecepatan itu, perjalanan Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dengan waktu 5 jam saja. “Kami sudah usulkan kalau menggunakan kereta medium ini maka Jakarta-Surabaya yang jaraknya cuma 720 km itu kira-kira hanya 5-5,5 jam,” kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro di sela buka puasa bersama awak media di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Perhitungan itu, kata Edi, didasarkan atas kajian yang dilakukan timnya di PT KAI atas permintaan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hasil kajian itu sendiri telah disampaikan kembali kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai dasar perencanaan pembangunan kereta kencang tersebut.

Adapun kajian yang dimaksud sengaja dibuat untuk menjawab pertanyaan, apakah kereta yang ada sekarang bisa dipercepat lajunya sehingga waktu tempuh antar lokasi menjadi lebih singkat.

“Saat itu rapat terbatas Bapak Wapres (Wapres JK) menanyakan kenapa kecepatan kereta api di Jawa tidak bisa di-speed up, atau ditingkatkan? Saya jawab bisa sebenarnya dengan trek yang ada. Trek yang ada sekarang ini kan lebar spoor 1067 mm. Itu bisa dipakai untuk kecepatan sampai 160 km/jam,” jelas dia.

Hanya saja, ada sejumlah kendala yang menyebabkan kereta yang ada saat ini belum bisa melaju secepat itu. “Paling tidak ada 3 hal penting, pertama treknya harus diperbaiki untuk kecepatam medium. Kemudian kedua, saranya juga harus diperbaiki. Nah yang ketiga, itu adalah pembenahan prasarananya,” sambung dia.

Pembenahan prasarana yang dimaksud, lanjut dia, menyangkut masalah perlintasan sebidang yaitu berupa lintasan pertemuan yang saling silang antara rel atau lintasan kereta dengan jalan.

“Perlintasan dari Jakarta sampai Surabaya itu kurang lebihnya ada 1000. Nah yang liar atau tidak resmi ada 500-an. Nah ini harus semua dihilangkan kalau mau keretanya melaju 150-160 km/jam. Kalau ada, nanti ada orang naik sepeda motor dari Cipinang sampe ke Surabaya (karena tertabrak kereta),” kata dia.

Dari kajian itu lah terlahir rencana renovasi jalur kereta lintas utara Pulau Jawa. Renovasi yang akan dilakukan bakal menitikberatkan pada penghapusan lintasan sebidang baik dengan cara membuat lintasan melayang atau pun lintasan underpass pada titik-titik perlintasan sebidang.

Untuk menjalankan program tersebut, Pemerintah telah memberikan penawaran kepada pihak Jepang untuk menggarap proyek tersebut.

(dna/ang)

new-chin-year-dragon-02

JAKARTA kontan. Emiten konstruksi pelat merah, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memperkirakan, akhir Juni ini, perusahaan bakal mengantongi kontrak barusebesar Rp 14 triliun. Jumlah tersebut setara 26,8% dari target yang dipatok tahun ini yakni Rp 52,2 triliun.

Suradi Wongso,Sekretaris Perusahaan WIKA mengatakan, saat ini, pihaknya sedang mengikuti beberapa tender yang dinyatakan sebagai penawar terendah dengan nilai mencapai Rp 3,75 triliun. “Ini termasuk dengan kontrak Tol Manado- Bitung dan Balikpapan-Samarinda, kita akan dapat Rp 14 triliun sampai akhir Juni ini,” ungkapnya, Jumat (17/6).

Sementara, hingga pertengahan Juni ini, WIKA telah mengantongi kontrak barusebesar Rp 10,25 triliun. Adapun proyek baru yang diperoleh perseroan di antaranya pembangunan apartemen, Gedung di Menado, proyek oil & gas di Tanjung Sekong dan di Muara Karang.

Suradi mengatakan, WIKA akan terus membidik proyek-proyek baru untuk bisa mencapai target yang ditetapkan tahun ini. Menurutnya, perseroan akan lebih banyak memperoleh kontrak baru di paruh kedua.

Baru-baru ini, WIKA bersama konsorsium BUMN telah memenangkan konsensi ruas tol Manado-Bitung Sepanjang 39,9 kilometer (km) dan Balikpapan -Samarinda sepanjang 99,35 km. Total investasi kedua ruas tersebut mencapai Rp 26,5 triliun. WIKA memeganng porsi 15% di ruas Balipapan-Samarinda dan 20% di ruas Manado-Bitung.

Dua konsesi ruas jalan tol anyar tersebut menambah deretan konsesi ruas yang telah dimiliki WIKA. Perseroan tercatat telah menggenggam konsesi 20% ruas jalan tol Surabaya-Mojokerto, 2% ruas tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran dan 25% ruas tol Soreang–Pasirkoja.

Setelah menguasai kedua ruas tersebut, WIKA juga tengah membidik satu ruas tol baru yakni Jakarta-Cikampek elavated. Sedangkan sektor kelistrikan, perseroan tengah membidik pembangkit listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 5, PLTU Meulaboh dan PLTU Jawa 7 extention.

 Emoticons0051

JAKARTA kontan. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk memprediksi bisa mengantongi kontrak baru senilai Rp 12 triliun sepanjang semester I-2016. Mereka memprediksi, pada dua minggu terakhir di paruh pertama tahun 2016 ini, masih bisa mendapat tambahan kontrak baru senilai Rp 4 triliun.

Manajemen Wijaya Karya bilang, tinggal menunggu pengumuman hasil lelang yang telah diikuti. “Kalau pengumuman sudah ada sekitar Rp 4 triliun, tinggal teken kontrak saja,” ungkap Suradi Wongso Suwarno, Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk kepada KONTAN, Senin (13/6).

Wijaya Karya bukannya membikin prediksi tanpa dasar. Dasar optimisme mereka adalah, hingga saat ini ada beberapa proyek dengan total nilai Rp 8,6 triliun yang menempatkan Wijaya Karya sebagai peserta lelang dengan nilai pengajuan kontrak terendah dibandingkan dengan peserta lelang lain.

Dus, Wijaya Karya menilai hal itu sebagai peluang besar untuk memenangkan lelang proyek. Proyek-proyek anyar yang Wijaya Karya ikuti tadi berasal dari beberapa jenis pekerjaan. Beberapa di antaranya seperti proyek engineering, procurement, and construction (EPC), proyek pelabuhan, proyek bendungan, proyek jalan dan proyek gedung.

Salah satu proyek jalan yang mereka maksud adalah konsesi ruas tol Balikpapan–Samarinda. Kalau target dekapan kontrak anyar senilai Rp 12 triliun menjadi kenyataan, Wijaya Karya bakal memenuhi 22,73% dari total target kontrak.

Pasalnya, sepanjang tahun ini, perusahaan berkode WIKA di Bursa Efek Indonesia tersebut membidik target kontrak anyar Rp 52,8 triliun. Manajemen Wijaya Karya tak menampik jika proyeksi realisasi kontrak anyar pada semester I-2016 masih jauh panggang dari api.

Namun, mereka tak berkecil hati dengan kemungkinan itu. “Memang siklus kontrak begitu, nanti semester II baru banyak,” ujar Suradi optimistis. Berburu proyek jalan tol Agar target perolehan kontrak anyar 2016 tak meleset, Wijaya Karya pun gencar menambah portofolio ruas jalan tol.

ini, perusahaan tersebut sedang mengincar pekerjaan konstruksi jatah pemerintah atas ruas tol Solo–Kertosono dan ruas tol Cileunyi-Sumedang–Dawuan. Rupanya, Wijaya Karya membidik dua target sekaligus pada proyek jalan tol.

Selain potensi mendapatkan kontrak pekerjaan konstruksinya, perusahaan itu juga mengincar pendapatan berulang dari operasional jalan tol saat beroperasi nanti. Ada dua konsesi ruas tol yang baru saja Wijaya Karya dapat. Keduanya yaitu konsesi ruas tol Balikpapan—Samarinda sebesar 15% dan Manado—Bitung sebesar 20%.

Dua konsesi ruas jalan tol anyar tersebut menambah deret konsesi ruas yang telah Wijaya Karya genggam. Perusahaan itu tercatat telah menggenggam konsesi 0,4% di ruas tol Bali, 20% ruas jalan tol Surabaya—Mojokerto, 2% ruas tol Cengkareng—Batu Ceper—Kunciran dan 25% ruas tol Soreang–Pasirkoja.

Meski memiliki koleksi sejumlah konsesi jalan tol, saat ini bisnis jalan tol baru menyumbang pemasukan 5%-10% terhadap total pendapatan. Manajemen Wijaya Karya beralasan, belum semua jalan tol yang mereka miliki konsesinya tadi, beroperasi.

Selain berburu proyek jalan tol, Wijaya Karya akan menyelesaikan pembangunan proyek jalan layang Simpang Susun Semanggi di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Mulai Senin kemarin (13/6) hingga proyek selesai, Wijaya Karya menutup jalur cepat di sekitar proyek tersebut. “Kira-kira akan selesai Agustus 2017,” ujar Suradi.

Saat ini proses pengerjaan konstruksi proyek simpang susun Semanggi sampai tahap 6%. Wijaya Karya telah memasang tiang pancang sebagai pondasi.

gifi

JAKARTA kontan. Emiten konstruksi pelat merah, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) telah memperoleh hak konsensi di dua ruas tol bersama konsorsium PT Jasa Marga (JSMR). Kedua ruas tersebut yakni Balikpapan-Samarinda dan Manado Bitung.

Berdasarkan keterangan resmi WIKA Rabu (8/6), konsorsium JSMR telah melakukan penandatanganan akta pembentukan perusahaan patungan (Badan Usaha Jalan Tol/BUJT) untuk mengelola dua ruas tol pada 6 Juni 2016. Sebagai penyertaan modal untuk kedua proyek tersebut, WIKA akan menyiapkan dana sebesar Rp 29,4 miliar.

Ruas Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,35 Kilometer (km) dimenangkan oleh perseroan bersama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT PP Tbk (PTPP), PT Bangun Tjipta Sarana (BTS).

Keempatnya telah membentuk perusahaan patungan sebagai BUJT ruas tersebut dengan nama PT Jasamarga Balikpapan Samarinda.

Dengan kepemilikan 15% dalam perusahaan patungan tersebut, WIKA akan melakukan penyertaan modal sebesar Rp 16,8 miliar atau 16.800 lembar saham.

Sedangkan untuk ruas Manado-Bitung sepanjang 39,9 km dimiliki oleh JSMR, WIKA dan PTPP dengan porsi kepemilikan masing-masing 65%, 20% dan 15%. Ketiganya telah membentuk perusahaan patungan untuk mengelola ruas tol tersebut dengan nama PT Jasamarga Manado Bitung.

Penandatangan pembentukan perusahaan patungan untuk ruas Menado-Bitung bersamaan dengan ruas Balikpapan-Samarinda. Dengan kepemilikan 65% dalam BUJT tersebut JSMR melakukan penyertaan modal sebesar Rp 40,95 miliar, WIKA dengan kepemilikan 20% melakukan penyertaan modal Rp 12,6 miliar dan PTPP melakukan penyertaan modal sesuai kepemilikannya yakni 15%.

new-chin-year-dragon-02
Bisnis.com, JAKARTA— Pengelola jalan tol milik negara, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menggenjot investasi untuk anak usaha perseroan menjadi Rp11,34 triliun pada 2016.
Berdasarkan laporan tahunan 2015, biaya investasi pada 2016 itu untuk 13 anak usaha yang mengelola jalan tol di berbagai kota di Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara dan Bali.
Investasi terbesar dialokasikan untuk anak usaha Jasa Marga yang menggarap ruas tol Solo-Ngawi yaitu PT Solo Ngawi Jaya senilai Rp2,86 triliun, diikuti oleh PT Trans Marga Jateng Rp1,54 triliun, PT Ngawi Kertosono Rp1,6 triliun, PT Jasamarga Kualanamu Tol Rp1,44 triliun, PT Marga Trans Nusantara Rp1,4 triliun.
Selain itu, investasi lainnya untuk PT Jasamarga Bali Tol senilai Rp37,35 miliar, PT Marga Lingkar Jakarta Rp20,97 miliar, PT Jasamarga Pandaan Tol Rp930 juta, PT Marga Sarana Jabar Rp106,45 miliar, PT Marga Nujyasumo Agung Rp810 miliar, PT Marga Kunciran Cengkareng Rp299 miliar dan PT Cinere Serpong Rp164,67 miliar.
Sebagai gambaran, ruas Solo-Ngawi sepanjang 90,1 kilometer merupakan bagian dari jaringan tol Trans Jawa yang menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Timur serta melewati wilayah Kabupaten Boyolali, Karanganyar, Sragen dan Ngawi.
Jalan tol tersebut menghubungkan ruas jalan tol Semarang-Solo yang sudah beroperasi sebagian dengan jalan tol Ngawi-Kertosono. Ruas Solo-Ngawi diharapkan rampung seluruhnya pada 2017 setelah proses konstruksi dimulai pada 2015.
Di samping itu, emiten berkode saham JSMR itu menargetkan beroperasinya 3 ruas jalan tol pada 2016 antara lain Semarang-Solo seksi Bawen-Salatiga (17,5 km), ruas Solo-Sragen seksi Kartasuro-Sragen (35,5 km) dan ruas Surabaya-Mojokerto seksi Krian-Mojokerto (18,5 km).

JAKARTA kontan. Emiten pengelola jalan tol, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menargetkan bisa menguasai 1.400 kilometer (km) jalan tol hingga akhir tahun 2016.

Direktur Utama JSMR, Adityawarman mengatakan, perseroan akan terus mendukung program 1.000 km jalan tol baru yang digagas pemerintah. “Tahun ini kita targetkan bisa akuisisi 379 km jalan tol baru tahun ini,” katanya di Jakarta baru-baru ini.

Sementara tahun lalu, JSMR telah berhasil berhasil menambah 187 kilometer jalan tol lewat akuisisi tiga ruas tol baru yakni Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono dan Cinere- Serpong.

Adityawarman bilang, peluang perseroan untuk ekspansi di sektor jalan tol masih sangat besar. Tahun ini perseroan tengah membidik beberapa tol baru baru di antaranya Jakarta- Cikampek elevated dari kilometer 48 sampai kilometer 5 sepanjang 36 km, Jakarta-Cikampek sisi selatan elevated sepanjang 64 km, Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 100 km, Menado- Bitung 39 km dan Pandaan-Malang 40 km.

Baru-baru ini, konsorsium JSMR dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) telah memenangkan proyek tol Batang-Semarang sepanjang 75 km. Selain itu, kata Adityawarman, pihaknya juga akan mengajukan inisiatif ke pemerintah untuk pembangunan jalan tol Kediri-Kertosono sepanjang 27,9 km.

Untuk melanjutkan ekspansi di sektor tol, perseroan berharap mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,2 triliun tahun ini untuk menambah ruang untuk melakukan pendanaan eksternal guna membiayai kebutuhan ekspansi.

Jika parlemen menolak kuncuran PMN tahun ini, JSMR mengajukan untuk tetap right issue maksimal dilusi pemerintah 10% dengan target dana Rp 8 triliun. Saat ini pemerintah masih menggenggam 70% saham JSMR dan 30% sisanya milik publik.

Tahun ini, JSMR menargetkan bisa mengoperasikan tiga ruas tol sepanjang 71 km yakni Tol Surabaya- Mojokerto seksi Krian-Mojokerto 18,47 km, Tol Semarang-Solo seksi Bawen-Salatiga 17,5 km dan Tol Solo-Ngawi seksi Kartasuro-Sragen 35,5 km.

Reporter Dina Mirayanti Hutauruk
Editor Yudho Winarto

doraemon

JAKARTA ID – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) meraih proyek pembangunan pabrik minyak goreng senilai Rp 501,08 miliar dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III. Pabrik dengan kapasitas 600 ribu ton per tahun akan dibangun di kawasan ekonomi khusus Sei Mangke, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya (Wika) Suradi mengatakan, PTPN III telah menetapkan Wika sebagai pemenang tender proyek berjangka waktu 18 bulan kalender kerja. Proyek Engineering, Procurement & Construction (EPC) ini meliputi basic design, detail design for processing plant (ISBL) and utilities (OSBL), procurement, construction, project management, HSE, quality control, commissioning, start up, termasukwarranty.

“Pencapaian kontrak baru hingga pekan terakhir Maret 2016 mencapai Rp 5,32 triliun atau 10,08% dari target kontrak baru 2016 sebesar Rp 52,8 triliun,” kata Suradi dalam keterangan resmi, Senin (28/3).

Tahun ini, kata Suradi, perseroan membidik total kontrak dihadapi Rp 83,05 triliun. Kontrak tersebur terdiri atas perkiraan kontrak baru tahun 2016 sebesar Rp 52,80 triliun dan kontrak lanjutan (carry over) tahun sebelumnya sebesar Rp 30,25 triliun.

Beberapa proyek yang telah diperoleh hingga pekan keempat Maret 2016 antara lain, pembangunan hotel, perkantoran, dan convention hall Grup Puncak, Surabaya, dan rusun atlet Kemayoran.

Selain itu, Wika menangani proyek flyover Semanggi, jaringan gas Prabumulih senilai Rp296 miliarr, proyek strategis Kementerian ESDM yang terdiri dari SPBG Bekasi, Fasilitas penerangan jalan umum, tangki bahan bakar nabati, dan pembangunan pembangkit listrik mini hydro di Papua.

“Perseroan juga menggarap proyek Tol Manado, produksi Box Girder Jalan Layang Kereta Api Medan-Kualanamu, Sudirman Hill, Elevated Road Maros-Bone, dan jala tol Bawen-Solo Seksi 2,” ujar Suradi. (rid)

PT Wijaya Karya Tbk baru saja mengantongi proyek pembangunan pabrik
minyak goreng dari PT Perkebunan Nusantara III.
Perusahaan konstruksi pelat merah itu ditunjuk sebagai pemenang sesuai
dengan Surat Keputusan Direksi No 3.06/SKPTS-SP2/01-S/2016. Pabrik
tersebut akan dibangun di kawasan ekonomi khusus Sei Mangke, Kabupaten
Simalungun, Sumatera Utara.(kontan/ay)read more…

long jump icon

Bisnis.com, JAKARTA-Perusahaan konstruksi milik negara, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mengantongi kontrak baru senilai Rp4,67 triliun pada pekan ketiga Maret 2016 atau 8,84% dari target kontrak baru sebesar Rp52,8 triliun pada 2016.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Suradi memaparkan perolehan kontrak baru tersebut meningkat 37,35% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama 2015.

Sejumlah proyek yang telah diperoleh emiten berkode saham WIKA itu adalah pembangunan hotel, perkantoran serta convention hall milik Grup Puncak Surabaya senilai Rp1,45 triliun, rumah susun atlet di Kemayoran Rp978 miliar, flyover Semanggi Rp313,69 miliar dan sebagainya.

Selain itu, perseroan juga telah mencatatkan beberapa penawaran terendah pada beberapa proyek antara lain proyek bandar udara, jembatan,  pabrik minyak goreng, dan pembangkit listrik.

“Hal tersebut diharapkan dapat berkontibusi meningkatkan nilai kontrak baru menjadi Rp6,62 triliun atau mencapai 12,54% dari target kontrak baru 2016 sebesar Rp52,80 triliun pada bulan Maret ini,” papar Suradi dalam keterangan tertulis seperti dikutip pada Rabu (23/3/2016).

animated-rocket-and-space-shuttle-image-0026

Jakarta -PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menandatangani kontrak kerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkenaan dengan proyek-proyek strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tahun anggaran 2016.

Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian ESDM dan Direksi Perseroan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (29/2/2016).

Turut hadir dalam penandatanganan kerja sama tersebut antara lain Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri ESDM Sudirman Said dan jajarannya, Jaksa Agung Prasetyo, para pemimpin daerah (Gubernur, Bupati, dan/atau Walikota) penerima manfaat serta Direksi Perseroan.

Penandatanganan kontrak kegiatan strategis Kementerian ESDM ini akan menjadi landasan bagi Konsorsium WIKA –Rekind– NK, dengan WIKA sebagai lead consorsiumnya guna mengerjakan Jaringan Gas Prabumulih, Sumatera Selatan.

Dalam konsorsium ini, Perseroan memiliki porsi sebesar 60% dari total nilai proyek atau sekitar Rp 296 miliar. Selain proyek pembangunan jaringan gas tersebut, Perseroan juga mendapat kepercayaan untuk pekerjaan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Bekasi senilai Rp 44,43 miliar; fasilitas penunjang penerangan jalan umum Rp 45,04 miliar; tangki bahan bakar nabati Rp 48,74 miliar serta pembangunan mini hydro di tiga tempat, yaitu masing-masing: Ilaga senilai Rp 31,97 miliar, Oksibil Rp 17,34 miliar, dan Supiori Rp 19,81 miliar.

Pencapaian kontrak baru Perseroan hingga periode 31 Januari 2016 telah mencapai Rp 753 miliar yang terdiri dari kontrak baru Induk sebesar Rp 346,49 miliar dan Anak Perusahaan Rp 407,13 miliar.

Dengan kontrak Rp 503,33 miliar yang ditandatangani pagi ini, maka kontrak Perseroan mencapai Rp 1,256 triliun atau 2,39% dari target kontrak baru 2016 sebesar Rp 52,296 triliun.

(drk/dnl)

reaction_1

Bisnis.com, JAKARTA — Anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. yang telah tercatat di pasar modal PT Wijaya Karya Beton Tbk. mencaplok perusahaan milik warga negara Korea senilai Rp274,95 miliar.

Puji Haryadi, Sekretaris Perusahaan Wika Beton, menjelaskan perseroan telah merampungkan proses akuisisi PT Citra Lautan Teduh tepatnya pada Rabu (10/9/2014).

Keduanya telah menandatangani pemindahan kepemilikan saham perusahaan dari warga negara Korea yang memiliki 91,67% saham dan partner lokal pemilik 8,33% saham kepada Wika Beton dan Wijaya Karya.

“Pemegang saham baru atas CLT terdiri dari Wika Beton sebesar 90% dan Wijaya Karya sebesar 10% dari transaksi senilai US$23,5 juta atau Rp274,95 miliar,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (15/9/2014).

Nilai tersebut selain dari transfer kepemilikan saham juga termasuk kewajiban yang harus diselesaikan oleh pemilik saham lama serta kewajiban perusahaan kepada seluruh pihak ketiga.

PT Citra Lautan Teduh didirikan di Batam pada 1991 yang merupakan perusahaan patungan antara Pumyang Construction Co. Ltd. asal Korea Selatan dengan PT Citra Harapan Abadi dari Indonesia.

Perusahaan yang memiliki kapasitas terpasang 100.000 ton per tahun itu berlokasi di Batu Besar Batam dengan luas 27,5 Hektare. Perusahaan ini bergerak di bidang betong pracetak yang telah beroperasi sejak 1994.

Produk yang dihasilkan a.l tiang pancang dan pracetak beton lainnya. Sejak awal berdiri, CLT telah melakukan penjualan ke wilayah Batam dan sekitarnya serta memenuhi permintaan dari negara sekitar yakni Singapura, Johor Malaysia, serta Brunei Darussalam.

Pabrik yang berada di tepi pantai CLT yang dilengkapi dengan dermaga sendiri memberikan keunggulan berupa kemudahan dalam distribusi produk serta biaya distribusi yang relatif murah karena langsung menggunakan transportasi melalui jalur laut.

Keunggulan-keunggulan komparatif serta peluang pasar yang terbuka lebar ini tentunya akan tetap dimanfaatkan oleh WIKA Beton.

Disamping sejumlah perubahan dalam hal teknologi, budaya kerja serta pola pemasaran yang bakal diterapkan pada perusahaan ini melalui manajemen WIKA Beton. yang mulai bekerja sejak pengambilalihan.

Sebagai pemilik mayoritas, laporan keuangan CLT akan dikonsolidasikan dalam Laporan Keuangan WIKA Beton Group, yang diharapkan dapat segera mencetak laba untuk menaikkan nilai perusahaan mulai tahun ini serta tahun yang akan datang.

WIKA Beton Tbk telah memiliki dua anak usaha yakni PT Wijaya Karya Komponen Beton (WIKA KOBE) pada 2012, dan PT Wijaya Karya Krakatau Beton pada akhir 2013.

Editor : Saeno

long jump icon

detik Jakarta -Pelaku pasar modal berharap ada kejelasan mengenai bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, salah satunya adalah soal harga. Banyak investor berharap harga BBM subsidi bisa naik sehingga lokasi subsidi dialihkan ke sektor lain.

Sektor yang diharapkan bisa dikebut oleh pemerintahan baru pimpinan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) adalah infrastruktur dan konstruksi. Director D’Origin Financial Advisory Cynthia Nadeak CSA menjelaskan, imbas atas pembangunan infrastruktur dan konstruksi akan sekaligus mendukung kinerja banyak emiten terkait di pasar modal.

Bila kinerja emiten meningkat, maka diharapkan dapat mengurangi Current Account Deficit (CAD) dengan meningkatkan ekspor barang jadi tidak hanya bergantung pada komoditas impor.

Selain itu, kenaikan pendapatan masyarakat kelas menengah ke atas yang jumlahnya meningkat pesat sangat dimungkinkan untuk segera memprioritaskan proses kenaikan harga BBM sebelum urusan kelangkaan meningkat dijadikan alasan kerusuhan.

“Setelah tidak tampak cerminan dalam APBN terakhir pemerintahan incumbent SBY untuk menaikkan BBM, pelaku pasar sangat berharap pemerintahan baru dengan pimpinan presiden terpilihnya akan segera melakukan adaptasi APBN,” katanya kepada detikFinance, Rabu (27/8/2014).

Ia menambahkan, adaptasi APBN tersebut dilakukan sesuai dengan program yang telah dicanangkan terutama yang berkaitan dengan proses akselerasi implementasi mega proyek MP3EI yang isinya menyelesaikan banyak pekerjaan infrastruktur dan memotong banyak jalur birokrasi sekaligus memotong banyak celah korupsi yang ujung-ujungnya berdampak besar mempermudah roda perputaran sektor bisnis yang selama ini selalu memakan waktu yang panjang.

Berikut adalah saham yang berpotensi akan diuntungkan dari sektor infrastruktur dan konstruksi:
SMGR, INTP, JSMR, PTPP, WIKA, WSKT, ADHI, WTON

Sektor consumer goods dan kesehatan:
GGRM, UNVR, INDF, AISA, KLBF, KAEF

Sektor minyak dan gas:
ELSA, MEDC, AKRA, PGAS

Sektor mineral:
ANTM, INCO, TINS, PTBA

Sektor perkebunan:
AALI, LSIP, SSMS

Sektor manufaktur:
ASII

Sektor properti (yang terkait dengan industrial estate dan pembangunan rumah/apartemen middle up class):
MDRN, APLN, DILD, PWON, KIJA

long jump icon

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memastikan bahwa peran BUMN dalam proyek masterpPlan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3EI)–khususnya dalam sektor infrastruktur–akan lebih besar. Alasannya adalah keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Dahlan memprediksi BUMN akan semakin banyak diandalkan karena kemampuan pendanaan yang semakin baik. Selain itu, BUMN juga memiliki perusahaan-perusahaan besar di bidang infrastruktur. “Tinggal fleksibilitas bagaimana cara menunjuk dan menugaskannya,” katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat 15 Agustus 2014. (Baca: Jalan Tol Bengkulu-Sumatra Selatan Segera Dibangun)

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengklaim realisasi master plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3EI) sebagai pencapaian yang cukup membanggakan pada masa pemerintahannya. Sejak dicanangkan tahun 2011, MP3EI telah merealisasikan lebih dari 382 proyek yang terdiri dari 208 proyek infrastruktur dan 174 sektor riil dengan nilai Rp 854 triliun. (Baca: Hatta Ingatkan Penggantinya Lanjutkan MP3EI)

Menurut SBY, untuk membuat Indonesia lebih maju pada abad 21, pembangunan seharusnya memang tak hanya berpusat di Jakarta. Alasannya semua daerah dan provinsi sebenarnya memiliki potensi dan dapat dibangun bersama secara produktif. Beberapa bukti lain yang menurutnya patut dibanggakan, misalnya pertumbuhan ekonomi Makassar yang lebih tinggi dari Cina, serta angka kemiskinan Banyuwangi yang mampu dipangkas dari 20 menjadi 9 persen dalam waktu tiga tahun. (Baca: Janji Dua Kandidat Presiden Soal Infrastruktur)

Walaupun begitu, SBY mengakui bahwa masih banyak tantangan dalam bidang infrastruktur di masa mendatang. Misalnya berhentinya proyek infrastruktur karena alasan politik, birokrasi atau logistik. “Dengan MP3EI kita berharap akan lebih banyak lagi muncul pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.”

FAIZ NASHRILLAH

wika pemicu pengembangan infrastruktur LAH … 271211_010817

JELANG 3800 @HARGA saham WIKA neh

Penjajahan atas PERTUMBUHAN EKONOMI kita lewat KEBIJAKAN BI RATE TINGGI

dollar small

JAKARTA kontan. Emiten konstruksi plat merah memperlihatkan kinerja yang baik di semester I 2017. Salah satu pemicunya, lantaran proyek pembangunan infrastruktur banyak dialirkan ke perusahaan konstruksi milik pemerintah.

Meski tak mencolok, pertumbuhan laba masih terlihat di data pertumbuhan kinerja emiten konstruksi semester I 2017. MIsalnya Waskita Karya Tbk. (WSKT ) yang mendulang pertumbuhan laba bersih sebsar 118,70%, Adhi Karya Tbk. (ADHI) dengan pertumbuhan laba bersih 136,40%, dan Jasa Marga Tbk (JSMR) 9,80%.

Menurut pengamat pasar modal Teguh Hidayat, dalam periode tersebut perusahaan besar di bursa mencatat kinerja yang cukup baik tanpa mengenal perusahaan BUMN maupun swasta. “Cuma memang kalau dilihat lagi, konstruksi swasta tidak begitu terlihat karena mereka tidak kebagian proyek yang sifatnya pekerjaan umum,” jelas Teguh.

Dia melanjutkan, perusahaan konstruksi plat merah cenderung dipilih untuk meminimalisir resiko. Selain itu juga mudah diawasi karena direksi dipilih pemerintah dan bisa menjaga kepercayaan yang diberikan pemerintah.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee turut mencermati kucuran proyek yang mengalir kepada perusahaan konstruksi BUMN. Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh modal dan strategi konsorsium. “Proyek diberikan kepada perusahaan yang punya modal besar dan itu dimiliki BUMN dan ini membuat BUMN sulit terkejar swasta,” timpalnya.

ets-small

 

TEMPO.CO, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan pembangunan jalan simpang susun Semanggi merupakan jatah “preman”. “Pemerintah itu preman resmi,” ucap Ahok saat proyek itu dimulai pada April tahun lalu.

Ahok menjelaskan, proyek Simpang Susun Semanggi adalah salah satu wujud “pungutan” atas kompensasi pelampauan koefisien lantai bangunan (KLB) yang diterapkan pemerintah Jakarta saat ini.

Dana kompensasi itu berasal dari pengembang PT Mitra Panca Persada sebesar Rp 369 miliar. Perusahaan ini ingin membangun gedung baru. “Sebagai gantinya, kami minta dibuatkan jalan layang ini,” ujar Ahok kala itu.

Baca: Sebelum Dipakai, Simpang Susun Semanggi Akan Dinilai Kelayakannya

Pada Selasa, 25 April 2017, jalan Simpang Susun Semanggi akhirnya terhubung. Gelagar atau box girder terakhir yang menyempurnakan bentuk simpang susun itu terpasang dengan disaksikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Keduanya dibuat kagum oleh proses pemasangan bentang jalan yang tanpa kolom sepanjang 80 meter itu. Ini adalah metode pembangunan jembatan pertama di Indonesia yang disebut prestige erection segment box girder, terlebih dengan bentang yang melengkung.

“Cara membuatnya sama sekali tidak mengganggu (berdampak kemacetan) dan merusak kawasan Semanggi, tapi justru menambah keindahan Jakarta,” ucap Budi. Pengerjaan yang mulus, bahkan lebih cepat dari target, juga membuat Basuki tak sungkan memuji kontraktor proyek itu, yakni PT Wijaya Karya (Wika). “Dia membuktikan kerja lebih cepat dengan kualitas lebih baik,” tuturnya.

 

Wika mengerjakan proyek jalan layang yang memiliki misi memecah kepadatan kendaraan hingga 30 persen di kawasan Semanggi itu sejak April 2016. Target pengoperasian dimajukan dari rencana awal Oktober menjadi 17 Agustus 2017, bertepatan dengan hari jadi Republik Indonesia. “Saat ini, Komite Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan tengah menilai segala sisi jembatan, dari kualitas beton, konstruksi, penerangan, hingga pernak-pernik lain,” kata Basuki.

AVIT HIDAYAT | JULI

ets-small

detik:Jakarta – Jalan layang busway Ciledug-Blok M-Tendean sudah rampung. Direncanakan, tiga bulan lagi, masyarakat sudah bisa menikmati busway TransJakarta Layang (elevated) Ciledug-Blok M-Tendean.

Penasaran, detikFinance pun menjajal sendiri jalur melayang yang pengerjaannya telah sepenuhnya rampung dikerjakan.

 

Berapa ruas yang dijajal di antaranya, dari mulai sekitar Halte Tirtayasa, yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hingga ke titik pemberhentian terakhir, yakni di Halte TransTv.

Di sepanjang jalur tersebut, kondisi jalan telah diaspal dengan rapi dan rata. Dengan lintasan jalur seperti itu, bus Trans Jakarta nantinya bisa melaju kencang dengan nyaman membawa penumpang hingga sampai ke tujuan.
Jalur layang itu sendiri bakal melalui jalan yang berkelok hingga naik-turun. Saat melintasi jalur melayang itu, penumpang TransJakarta bakal disuguhi pemandangan dari gedung-gedung bertingkat yang ada di Jakarta.

Jika perhatikan, jalur tersebut cukup mirip dengan lintasan balap dengan tersedianya fasilitas penghalang angin di beberapa lokasi dan titik tertentu.

 

Dengan diberikannya sentuhan warna hijau berpadu kuning di sepanjang pembatas jalannya, membuat suasana jalan tidak monoton. Begitu pun dengan halte-halte yang ada di jalan layang tersebut.

Seluruh halte yang ada diberi warna atau motif yang cerah dan memanjakan mata, dengan begitu, kesan modern tampak hadir pada seluruh jalur melayang tersebut.
Seperti diketahui, Secara total, pembangunan Jalan Layang sepanjang 9,3 km tersebut menghabiskan Rp 2,3 triliun. Pembangunan jalan tersebut dikerjakan oleh 8 kontraktor berbeda di 8 titik berbeda, proyek ini diadakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Adapun delapan paket tersebut adalah paket Tendean (1.000 meter) dikerjakan PT Adhi Karya Tbk, paket Santa (1.250 meter) oleh PT Yasa Patrisia Perkasa, paket Trunojoyo (1.375 meter) dikerjakan PT Jaya Kontruksi, paket Taman Puring (1.200 meter) dikerjakan PT Hutama Karya, paket Kemayoran Lama (1.300 meter) dikerjakan PT Pembangunan Perumahan Tbk, Paket Kostrad (1.400 meter) dikerjakan PT Istaka Karya CO bersama dengan PT Agra Budi, Paket Ciledug (1.500 meter) dikerjakan PT Waskita Karya Tbk, dan Paket Seskoal (1.400 meter) dikerjakan PT Wijaya Karya Tbk. (dna/mkj)

ets-small

DETIK Mempawah – Pemerintah terus menunjukkan keseriusannya untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik di Tanah Air. Terkini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu (18/3/2017), meresmikan 8 Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Mobile Power Plant (MPP) dengan total kapasitas 500 Mega Watt (MW) di seluruh Indonesia.
Adapun delapan paket tersebut adalah paket Tendean (1.000 meter) dikerjakan PT Adhi Karya Tbk, paket Santa (1.250 meter) oleh PT Yasa Patrisia Perkasa, paket Trunojoyo (1.375 meter) dikerjakan PT Jaya Kontruksi, paket Taman Puring (1.200 meter) dikerjakan PT Hutama Karya, paket Kemayoran Lama (1.300 meter) dikerjakan PT Pembangunan Perumahan Tbk, Paket Kostrad (1.400 meter) dikerjakan PT Istaka Karya CO bersama dengan PT Agra Budi, Paket Ciledug (1.500 meter) dikerjakan PT Waskita Karya Tbk, dan Paket Seskoal (1.400 meter) dikerjakan PT Wijaya Karya Tbk. (dna/mkj)

Peresmian 8 PLTG MPP dengan total kapasitas 500 MW dan sembilan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan Barat tersebut dipusatkan di PLTG MPP Parit Baru (Pontianak) yang berlokasi di Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.

“Hari ini sudah diresmikan di delapan lokasi pembangkit listrik tenaga gas yang totalnya 500 Mega Watt,” ujar Presiden Jokowi, dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/3/2017).

Presiden Jokowi resmikan 8 pembangkit listrikPresiden Jokowi resmikan 8 pembangkit listrik Foto: Dok. Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Tambahan daya listrik tersebut diyakini dapat memenuhi kebutuhan listrik bagi 100 ribu rumah tangga. Mengingat saat ini pasokan listrik juga sangat dibutuhkan dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi serta pembangunan di Bumi Khatulistiwa.

“Ini memang yang sangat-sangat dikeluhkan masyarakat karena masalah kebutuhan industri, kebutuhan untuk pabrik, kebutuhan untuk hotel, pariwisata dan juga rumah tangga yang antre ingin mendapatkan listrik,” ungkapnya.

Oleh sebab itu dipilih mobile power plant karena proses pembangunannya yang cepat hanya memakan waktu 6 bulan.

“Kalau kita pakai yang batu bara bisa 4 tahun sampai 5 tahun (membangunnya) tapi ini bisa dikerjakan cepat,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi resmikan 8 pembangkit listrikPresiden Jokowi resmikan 8 pembangkit listrik Foto: Dok. Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Bukan hanya Kalimantan Barat, sejumlah provinsi di Indonesia juga dapat merasakan manfaat dari pembangunan PLTG tersebut. Selain menggunakan gas sebagai bahan baku yang murah dan tidak merusak lingkungan, PLTG MPP tersebut bisa berpindah tempat sesuai dengan kebutuhan.

“Perlu saya ingatkan bahwa ini adalah MPP, Mobile Power Plant, yang bisa dipindah-pindah ke tempat lain kalau memang tempat itu sangat membutuhkan,” ucap Kepala Negara.

Presiden juga memuji pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat yang mencapai 5,22 persen dan berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,02 persen.

“Kalau listriknya tidak disiapkan bagaimana investor mau membangun hotel, industri dan pabrik,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi resmikan 8 pembangkit listrikPresiden Jokowi resmikan 8 pembangkit listrik Foto: Dok. Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Padahal, kata Presiden, dengan masuknya investor akan membuka lapangan-lapangan pekerjaan baru bagi penduduk di kota, kabupaten dan provinsi sehingga pertumbuhan ekonomi daerah tersebut akan ikut meningkat.

Adapun PLTG MPP 500 MW yang telah diresmikan, tersebar pada 8 lokasi, yaitu:
1. MPP Jeranjang–Lombok dengan daya 2×25 MW, yang telah beroperasi sejak 27 Juli 2016;
2. MPP Air Anyir–Bangka dengan daya 2×25 MW, mulai beroperasi 13 September 2016;
3. MPP Tarahan–Lampung dengan daya 4×25 MW, mulai beroperasi 29 September 2016;
4. MPP Nias dengan daya 1×25 MW, mulai beroperasi 31 Oktober 2016;
5. MPP Parit Baru (Pontianak) dengan daya 4×25 MW, mulai beroperasi 8 November 2016;
6. MPP Balai Pungut–Riau dengan daya 3×25 MW, mulai beroperasi 13 November 2016;
7. MPP Suge–Belitung dengan daya 1×25 MW (Roll Suge), mulai beroperasi 22 November 2016;
8. MPP Paya Pasir-Medan dengan daya 3×25 MW (Roll Paya Pasir), mulai beroperasi 9 Desember 2016.

Sedangkan sembilan infrastruktur kelistrikan yang berhasil diselesaikan PLN di Kalimantan Barat yakni:
1. PLTU Ketapang dengan daya 2×10 MW
2. SUTT 150 kV Parit Baru–Kota Baru sepanjang 44 kms
3. SUTET 275 kV Bengkayang-Jagoibabang sepanjang 162 kms
4. SUTT 150 kV Singkawang-Bengkayang sepanjang 140 kms
5. SUTT 150 kV Singkawang- Sambas sepanjang 118 kms
6. GI 150 kV Kota Baru dengan daya 30 MVA
7. GI 150 kV Sambas dengan daya 30 MVA
8. GITET 275 kV Bengkayang dengan daya 2×250 MVA
9. GI 150 kV Bengkayang sebesar 30 MVA

2 Syarat Pengerjaan Proyek Mangkrak

Dalam sambutannya, Presiden menjelaskan bahwa saat ini terdapat 34 pembangkit listrik yang mangkrak. Salah satunya adalah pembangkit listrik yang lokasinya bersebelahan dengan PLTG MPP Parit Baru.

Presiden berpesan agar berhati-hati apabila akan meneruskan pembangunan pembangkit listrik yang mangkrak. Selain itu, ada dua syarat yang harus dipenuhi, yaitu masalah hukumnya sudah beres dan pembangkit listrik tersebut harus dibangun sesuai dengan kualitas yang diinginkan.

“Saya tidak mau nanti kapasitasnya hanya 30 persen atau 40 persen, untuk apa? Saya bisa ngecek itu. Jadi jangan main-main dengan hal teknis detil, pasti saya akan lihat karena menyangkut uang yang triliun,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi resmikan 8 pembangkit listrikPresiden Jokowi resmikan 8 pembangkit listrik Foto: Dok. Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Usai meresmikan delapan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Mobile Power Plant (MPP) dengan total kapasitas 500 Mega Watt (MW), Presiden Joko Widodo menyempatkan diri meninjau ke lokasi proyek pembangunan pembangkit listrik yang sudah mangkrak selama beberapa tahun itu.

Didampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Dirut PLN Sofyan Basir, dan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, Kepala Negara berjalan menyusuri bangunan proyek pembangkit listrik tersebut.

Baca juga: Pembangkit Listrik Mangkrak Dilanjutkan, Jokowi: Kalau Main-main, Awas!

Presiden menyatakan telah memerintahkan kepada jajarannya untuk menyelesaikan sejumlah proyek yang terbengkalai.

“Ya ada 34 kan, sudah sering saya sampaikan kalau bisa diselesaikan ya diselesaikan, tidak apa-apa,” tutur Jokowi.

Namun, Kepala Negara berharap agar penyelesaian proyek mangkrak tersebut dikerjakan secara profesional dan transparan.

“Sehingga listrik keluaran betul-betul bisa dipakai masyarakat, untuk pabrik, untuk industri, untuk pariwisata,” pungkas Jokowi.

Turut menyertai Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam peresmian PLTG tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Dirut PLN Sofyan Basir, serta Gubernur Kalimantan Barat Cornelis. (mkj/hns)

ets-small

Jakarta – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mendapat pinjaman sindikasi dari delapan institusi sebesar Rp 5 triliun, dengan tenor tiga tahun dan bunga sekitar 7,8%. Dana tersebut akan digunakan perusahaan untuk modal kerja pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda maupun pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja.

Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo mengatakan, penandatanganan kredit sindikasi antara perseroan dengan delapan institusi keuangan yang baru dilakukan merupakan wujud komitmen untuk merealisasikan program nawacita. Khususnya, melalui pembangunan infrastruktur yang dapat menggerakan roda ekonomi nasional.

Satu dari dua proyek Wijaya Karya yang mengunakan dana pinjaman tersebut merupakan jalan tol yang akan menghubungkan daerah industri dan pertambangan antara Balikpapan dan Samarinda.

“Dengan pembangunan jalan tol itu, kami berharap dapat menekan biaya dan mempercepat proses maupun lalu lintas logistik,” ujar Bintang di Jakarta, Rabu (15/3).

Dari total pinjaman sindikasi kepada Wijaya Karya yang sebesar Rp 5 triliun, pihak yang bertindak sebagai mandated lead arranger adalah Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd (BTMU) Indonesia dengan nilai partisipasi sebesar Rp 1 triliun. Kemudian, Bank of China Indonesia, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII), dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang berperan sebagai lead arranger, masing-masing berkomitmen memberikan pinjaman sebesar Rp 900 miliar.

Senada, PT Bank BNP Paribas Indonesia juga menjadi lead arranger atas pinjaman sindikasi kepada Wijaya Karya, tapi kredit yang bank swasta nasional ini siapkan sebesar Rp 300 miliar. Sementara itu, dari sisi PT Bank Mizuho Indonesia dan PT Bank ICBC Indonesia, keduanya menyiapkan kredit sebesar Rp 375 miliar. Lalu, PT Bank CTBC Indonesia menyiapkan plafon kredit sebesar Rp 250 miliar kepada Wijaya Karya.

Mengenai pinjaman dari tujuh bank asing, satu perusahaan pelat merah, Direktur Keuangan Wijaya Karya Antonius NS Kosasih mengungkapkan, berdasarkan kesepakatan kredit modal kerja yang perseroan terima tidak akan menggunakan aset sebagai agunan. Sebaliknya, ke-8 institusi keuangan yang memberikan pinjaman justru menggunakan dasar tagihan Wijaya Karya kepada pihak badan usaha jalan tol (BUJT) Balikpapan-Samarinda dan Soreang-Pasir Koja sebagai jaminan.

“Adapun, pinjaman sindikasi yang kami terima juga memilili tingkat bunga yang rendah, karena terdiri dari Jibor (Jakarta Interbank Offered Rate) ditambah margin 2%. Dari sisi Jibor kan sebesar 5,8%, sehingga kami hanya mendapat bunga 7,8%,” papar dia.

Seiring dengan hal tersebut, ia mencontohkan, andaikan sebelum tiga tahun pihaknya sudah melunasi jumlah pokok sekitar Rp 1-2 triliun, mereka dapat kembali menarik pinjam dengan nilai yang setara dari pelunasan pokok yang sebelumnya.

“Dengan kondisi ini, jelas bagus untuk cash flow perseroan,” jelas dia.

Perihal identitas kreditor perseroan yang mayoritas bank asing, Antonius menilai hal tersebut menunjukkan kalau dunia internasional memiliki tingkat kepercayaan yang baik kepada Wijaya Karya.

“Namun, selain bank-bank itu, masih ada SMI yang merupakan perusahan pelat merah. Intinya, kami sangat senang mendapat pinjaman yang murah dan tenor pembiayaan yang sama dengan waktu proyek perseroan,” ujar dia.

Pada kesempatan sama Deputy General Manager and EVP Head of Global Corporate Banking and Financial Institution BTMU Indonesia Pancaran Affendi menyatakan, pihaknya mendanai Wijaya Karya karena menilai proyek yang digarap perusahaan tersebut cukup potensial.

Dari sisi emiten, Wika merupakan salah satu perusahaan konstruksi yang memiliki kinerja yang bagus, dan kondisi keuangan yang sehat, ujarnya.

“Proyek jalan tol yang Wijaya Karya kerjakan itu, mendapat jaminan dari pemerintah, sehingga kami siap mendukung melalui pemberian kredit. Adapun, sejalan dengan kredit sindikasi ini, untuk pertama kali BTMU berpartisipasi untuk mendanai konstruksi di Indonesia,” ungkap dia.

 

 

Devie Kania/HA

Investor Daily

ets-small

Jakarta detik- Para supir truk pengiriman barang kini memiliki pilihan lain untuk menyeberang ke Pelabuhan Panjang, Lampung, sejak di bukanya jalur penyeberangan kapal Ro-Ro di Dermaga Ex Presiden, Tanjung Priok. Jalur ini dibuka sejak bulan puasa tahun lalu.

Kini para supir truk mulai berpindah hati menggunakan jalur baru ini. Ada banyak alasan mengapa jalur baru ini dipilih, salah satunya karena bebas dari pungutan liar (pungli).

“Kalau lewat Merak itu banyak banget pungutan. Sekali kena bisa Rp 20 ribu, sehari bisa kena 4-5 kali pungli. Kalau di sini aman,” kata salah satu supir truk Suryasan di Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (26/2/2017).

Hal tersebut bahkan disampaikan langsung saat bertemu dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat datang dermaga Ex Presiden, Tanjung Priok.

Tak hanya itu, menurutnya dengan jalur tersebut dia bisa menghemat bahan bakar hingga 120 liter. Meskipun tarif penyebrangan dari dermaga ini lebih mahal.

“Kalau di Merak tarifnya Rp 1,315 juta, kalau di sini Rp 1,72 juta, selisinya Rp 400 ribu. Tapi di sini hemat solar, enggak ada pungutan, bisa istirahat. Di Merak juga biasanya ngantri, jadi lebih enak disini. Banyak juga teman-teman yang ke sini, di Merak jadi berkurang,” tuturnya.

Suryasan sendiri mengaku sudah berkali-kali menggunakan jalur tersebut. Dia pun berharap agar rute tersebut semakin di maksimalkan dengan menambah lebih banyak kapal.(mkj/mkj)

Sydney detik- Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyebut terlambatnya pembangunan infrastruktur terjadi karena lambannya pengambilan keputusan di tingkat birokrasi. Seperti yang terjadi pada pembangunan transportasi massal di Jakarta, Mass Rapid Transit (MRT).


“Masalah infrastruktur yang berkaitan dengan transportasi massal, waktu saya jadi Gubernur DKI, ada yang namanya MRT. Planning-nya sudah 26 tahun, tapi belum diputus-putus, ya yang namanya pemimpin yah harus putuskan dengan segala risiko yang ada,” ucap Jokowi di depan ribuan WNI yang memenuhi International Convention Center (ICC) Sydney, Australia, Minggu (26/2/2017).

Keterlambatan ibu kota negara membangun transportasi massal, kata dia, berimplikasi semakin mahalnya ongkos yang dikeluarkan untuk membangun infrastrukturnya.

“Begitu sudah putuskan breg, nyatanya yah jalan, dan terus berjalan. Tapi kalau tidak kita putuskan ya semakin hari semakin mahal, infrastruktur semakin mundur semakin mahal, coba kalau diputuskan 26 tahun lalu, harga tanahnya masih Rp 2-3 juta, ini waktu saya putuskan itu harga tanahnya Rp 128 juta per meter, betapa mahalnya karena ga putuskan dulu,” ujarnya.

Belajar dari pengalaman itu, pemerintah bertekad tancap gas membangun transportasi umum sebelum semakin terlambat dengan risiko biaya yang semakin tinggi. Di sisi lain, masyarakat juga harus menanggung kerugian dari kemacetan yang semakin akut.

“Ini putuskan selalu terlambat, LRT sama, tahun lalu sudah dimulai, barangnya kelihatan semua, di Palembang maupun Jabodetabek, 2019 awal selesai semua. LRT dan MRT itu harus diputuskan,” ungkap Jokowi.

Menurut dia, putusan pembangunan yang beberapa kali ditunda pada rezim sebelumnya terjadi karena pembangunan transportasi massal masih saja memperhitungkan untung rugi.

“Kalau dihitung masalah dari tiket penumpang, tapi dihitung macetnya, dari sekarang tidak disiapkan transportasi massal kaya MRT kayak busway, LRT, itu kerugian kita per tahun Rp 28 triliun, bangun LRT dan MRT sekarang yang pertama Rp 15 triliun, kerugian itu setiap tahun akan datang karena macet, pembuangan bahan bakar. Ini yang tidak kita sadari,” papar Jokowi. (idr/mkj)

ets-small

Liputan6.com, Manado – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi Sulawesi Utara untuk sejumlah proyek infrastruktur dan properti.

Kerja sama itu ditandatangani dalam nota kesepahamanan yang ditandatangani pada Jumat (3/2/2017). Selain kerja sama, Wika juga dapat berinvestasi di berbagai daerah di Sulawesi Utara.

“Kami berharap kerja sama ini dapat segera terealisasi untuk membangun ekonomi di Sulawesi Utara dengan cepat dan terpadu,” ujar Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey.

Ia menuturkan, salah satu kerja sama yang dapat segera terealisasi yaitu pembangunan PLTG di Bitung dan Likupang, Sulawesi Utara. “Kami berharap Wika dapat bekerja sama dengan PLN dan BUMD Sulut untuk bersama-sama investasi membangun PLTG di Bitung dan Likupang yang output listriknya sangat dibutuhkan oleh masyarakat Sulawesi Utara,” ujar dia.

Ada pun nota kesepahaman yang ditandatangai menjelang akhir pekan ini antara lain pekerjaan pembangunan, pengembangan dan ivnestasi pada pelabuhan Bitung, pelabuhan-pelabuhan lainnya di Sulawesi utara, pantai, dan kawasan komersial di Manado, Bitung dan Likupang. Termasuk investasi dan pembangunan PLTG 2X100 MW di Bitung dan 2×200 MW di Likupang.

Direktur Utama Wika, Bintang Perbowo menuturkan, pihaknya siap mendukung seluruh program yang dicanangkan oleh pemerintah Sulawesi Utara.

“Kami siap investasi untuk pembangunan PLTG di Bitung dan Likupang. Kami siap kerja sama dengan PLN dan BUMD Sulut. Kami sudah sangat berpengalaman membangun PLTG dan yakin dapat selesaikan PLTG itu kurang dari satu tahun setelah kontrak beres,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga siap untuk membangun kawasan khusus ekonomi termasuk industri dan logistik di Bitung serta kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata di Likupang. Perseroan juga siap untuk investasi jalan tol Manado-Bitung. Selain itu juga pembangunan bendungan Kuwil.

Perseroan juga memiliki kesiapan keuangan untuk mewujudkan berbagai kerja sama itu. “Kami baru saja selesai melakukan rights issue dan peroleh suntikan modal Rp 6,15 triliun. Dari hasil rights issue yang sebagian besar merupakan penyertaan modal negara Rp 4 triliun, serta dari leverage atas dana itu, kami diharapkan memprioritaskan pembangunan mau pun investasi di sektor infrastruktur terutama program prioritas pemerintah,” jelas Direktur Keuangan Wika Steve Kosasih.

Hingga Januari 2017, perseroan telah meraih kontrak baru Rp 5,09 triliun. Pencapaian kontrak baru itu 12 persen dari total target kontrak baru sekitar Rp 102,93 triliun pada 2017.

“Kenaikan terbesar disumbang oleh raihan proyek pembangunan jalan tol Serang-Panimbang dengan nilai kontrak Rp 3,56 triliun,” kata dia.

Selain itu, pembangunan jalan dan jembatan Natar Boa di Timor Leste Rp 171 miliar, pembangunan PLTU Sulsel Baru 1×100 MW Rp253,3 miliar, dan pembangunan jalan dan penataan pantai Kuta Lombok senilai Rp 125,6 miliar.

Pada 2017, PT Wijaya Karya Tbk memproyeksikan target penjualan sebesar Rp 25,75 triliun atau naik 32,81 persen dari target tahun 2016 sebesar Rp 17,29 triliun.

Sementara laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas Induk pada 2017 diproyeksikan sebesar Rp 1,2 triliun atau naik 20 persen dari prognosa tahun 2016 yang diperkirakan
menembus rekor pencapaian elama ini.

“Dari target awal Rp 750 miliar, WIKA membukukan pencapaian laba tahun 2016 minimal 25 persen di atas target atau sekurang-kurangnya Rp 940 miliar,” ujar Steve.

doraemon

Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Bintang Perbowo mengatakan, mengawali 2017 WIKA telah memenangkan tender penataan jalan Pantai Kuta, Mandalika, Lombok senilai Rp 138 miliar. Bintang menuturkan, pengumuman tender itu berdasarkan evaluasi administrasi, teknis, harga, kualifikasi, dan verifikasi yang dilakukan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia/Indonesia Tourism Development. Keputusan WIKA sebagai pemenang tercantum dalam Surat Keputusan bernomor 01/Peng/Dir/ITDC/2017.

Dengan demikian, total kontrak tahun ini terdiri atas target kontrak baru 2017 sebesar Rp 43,24 triliun dan carry over 2016 sebesar Rp 59,69 triliun. (nlt)

gifi

JAKARTA kontan. Komitmen pemerintah membangun berbagai proyek infrastruktur bukan sekadar isapan jempol belaka. Meski belum seluruh proyek yang direncanakan bisa terealisasi, namun sebagian proyek infrastruktur nyatanya sudah jalan.

Dari catatan KONTAN, pemerintah berhasil menyelesaikan beberapa proyek infrastruktur. Antara lain: proyek jalan tol Pejagan-Pemalang seksi I dan II yakni Pejagan-Brebes Timur).

Presiden Joko Widodo meresmikan proyek ini pada Juni 2016. Selain jalan tol, proyek pembangunan pelabuhan Kalibaru tahap I, Bendungan Jatigede, proyek pengembangan Bandara Soekarno Hatta, pembangunan pos lintas batas negara (PBLN) serta sarana penunjang Mota’ain, Balu dan Bandara Sentani, Jayapura juga bisa jadi bukti.

Selain itu, pada tahun yang sama, pemerintah juga mempercepat pelaksanaan beberapa proyek strategis nasional seperti proyek light rail transit (LRT) yang kini masuk tahap konstruksi, proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU Batang) yang kini financial closing, proyek jaringan palapa ring yang sudah diteken kontrak kerjasama pelaksanaan proyek antara pemerintah dan konsorsium kontraktor.

Adapun, tiga proyek jalan tol yakni ruas Balikpapan-Samarinda, Manado-Bitung dan Pandaan-Malang, statusnya telah teken kontrak kerjasama. B

Bagaimana dengan tahun 2017 yang tinggal dalam hitungan hari? Lagi, pemerintah berkomitmen melanjutkan berbagai proyek infrastruktur. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 387,3 triliun.

Meski begitu, dalam rencana investasi infrastruktur yang disusun pemerintah untuk 2017, total rencana pembiayaan konstruksi tahun depan sekitar Rp 500 triliun. Perinciannya: Rp 227 triliun untuk proyek strategis nasional dan Rp 271 triliun untuk proyek non strategis.

Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Wahyu Utomo menjelaskan, dana investasi ini rencananya akan bersumber dari beberapa pos. Yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp 124 triliun, APBD Rp 134 triliun, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rp 85 triliun, BUMD Rp 2,4 triliun dan swasta Rp 154 triliun.

Beberapa proyek yang akan dilaksanakan pada 2017 antara lain membangun 341 kilometer (km) jalan tol. Diantaranya ruas tol Medan-Kualanamu, jalan tol akses Tanjung Priok, ruas Solo-Kertosono, Balikpapan-Samarinda dan Manado-Bitung.

Pemerintah juga akan membangun 828 km jalan baru dan 807 km peningkatan jalan. Pemerintah juga akan membangun bandara baru, jalur kereta api sepanjang 1.687 km, membangun 39 bendungan dan membangun serta merehabilitasi 13 pelabuhan.

“Selain yang akan dibangun, tahun 2017 kami juga akan menyelesaikan beberapa proyek,” kata Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Menurutnya, beberapa proyek yang akan rampung tahun depan antara lain Bendungan Raknamo, jalan tol Palembang Indralaya, Bakauheni- Terbanggi Besar, Medan- Binjai, Solo- Ngawi-Kertosono dan Bawen-Salatiga.

Andalkan duit pensiun

Harus diakui, masalah ketersediaan lahan dan anggaran masih menjadi kendala dalam pembangunan proyek infrastruktur. Makanya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bilang selain sumber pembiayaan yang kini sudah ada, pemerintah juga akan mencari skema pembiayaan baru sebagai alternatif sumber dana infrastruktur.

Terbaru, pemerintah tengah mewacanakan pemanfaatan dana kelolaan jangka panjang seperti dana pensiun untuk membiayai infrastruktur. Menurut Bambang, dalam waktu dekat setidaknya ada sekitar Rp 15 triliun dana pensiun yang akan dimanfaatkan untuk menutupi kekurangan modal PT Waskita Karya dalam membangun 14 ruas jalan tol, diantaranya Kanci- Pejagan, Pejagan- Pemalang, Pemalang- Batang dan Medan – Kualanamu- Tebing Tinggi.

Pemerintah juga akan mengandalkan utang luar negeri untuk membiayai proyek infrastruktur. Dalam revisi Daftar Rencana pinjaman luar negeri Jangka Menengah (blue book) 2015-2019 pemerintah menambah utang pembiayaan proyek dari semula US$ 39,8 miliar menjadi US$ 42,27 miliar.

Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Berly Martawardaya bilang, meski belum seluruhnya rampung namun dampak pembangunan proyek infrastruktur yang digeber pemerintah sudah mulai terasa.

Menurutnya, salah satu indikator yang bisa dilihat adalah adanya penurunan angka kemiskinan dalam beberapa waktu terakhir turun meski ekonomi melambat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2016 angka kemiskinan tercatat 10,34%, turun dari periode yang sama tahun lalu sebesar 10,65%. Sedangkan angka kemiskinan pada September 2015 sebesar 10,62%.

“Artinya, ada tendensi pembangunan infrastruktur mulai berdampak ke ekonomi,” jelas Berly.

Membaiknya infrastruktur akan berdampak besar pada penurunan ongkos logistik dan peningkatan daya saing (competitiveness) Indonesia. Nah pada tahun ketiga nanti yaitu tahun 2017, kata Berly merupakan tahun pembuktian bagi pemerintah.

Artinya pemerintah harus konsisten dalam membangun berbagai proyek infrastruktur. Terutama dalam mengatasi berbagai masalah di bidang infrastruktur. Selama ini, masalah utama dalam proyek infrastruktur adalah soal pembebasan lahan, pendanaan dan perizinan.

Ke depan, kata Berly beberapa masalah pengganjal implementasi proyek infrastruktur nasional harus segera diatasi. Pemerintah juga harus mulai melebarkan sayap ke sektor-sektor lain.

Artinya, selain proyek infrastruktur sektor perhubungan pemerintah juga harus menggenjot proyek infrastruktur listrik. “Karena itu hal dasar yang dibutuhkan investor,” jelasnya.

ets-small

Bisnis.com, JAKARTA—Rancangan Undang-Undang (RUU) Jasa Konstruksi akhirnya disahkan menjadi UU. Gabungan Pelaksana Kontsruksi Indonesia (Gapensi) menyambut baik pengesahan itu. Gapensi berharap, tak ada lagi aksi kriminalisasi terhadap pelaksana konstruksi di Tanah Air.

“Kami sambut baik, semoga tidak ada lagi aksi sepihak berupa kriminalisasi kepada pelaksana konstruksi,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gapensi H.Andi Karumpa, Minggu (18/12).

Andi mengatakan, pihaknya telah mengawal dan memberikan masukan atas RUU ini sejak dua tahun lalu dan kemudian disahkan menjadi UU.UU ini terdiri dari 14 Bab dan 106 pasal dan telah melalui harmonisasi dengan peraturan sektor lain, seperti UU Nomor 11/2014 tentang Keinsinyuran, UU Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, UU Nomor 23/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan aturan terkait lainnya.

Dia mengatakan, terdapat delapan poin penting dalam UU ini. Namun pihaknya, menekankan pentingnya adanya perlindungan hukum kepada pelaksana konstruksi.

“Jadi, dalam UU ini tidak boleh ada lagi pihak-pihak yang berupaya menghambat penyelenggaraan jasa konstruksi lalu mengganggu proses pembangunan. Di sini ada perlindungan bagi pengguna dan penyedia jasa dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi,” pungkas Andi.

Menurutnya, penegak hukum harus memahami bahwa pada UU ini tidak terdapat klausul kegagalan pekerjaan konstruksi, hanya ada klasul kegagalan bangunan. Poin penting lainnya yang digarisbawahi Gapensi adalah pengaturan rantai pasok sebagai pendukung jasa konstruksi dan usaha penyediaan bangunan.”Ketersediaan bahan baku, material konstruksi perlu dirancang ketersediaanya, sebab ini menyangkut daya saing pelaksana konstruksi, utamanya yang usaha kecil dan menengah,” ujar dia.

“Hal ini sebagai perlindungan antara pengguna dan penyedia jasa saat melaksanakan pekerjaan konstruksi, sehingga tidak bisa lagi ada pihak-pihak yang sengaja mencari-cari kesalahan pelaksana konstruksi,” papar Andi.

Memasuki pasar bebas Asean, UU ini juga mengatur badan usaha asing yang beroperasi di Indonesia. Hal ini diarahkan agar pelaksana konstruksi lokal dapat menjadi menjadi pelaku di daerahnya sendiri.

“Kita tidak ingin jadi penonton di kampung kita sendiri, sementara asingnya leluasa membawa modal dan kekuatannya sendiri,” ucap Andi.

Sebab itu, menurut Andi sosialisasi atas UU ini hingga ke daerah-daerah penting diperkuat. Andi menambahkan, revisi UU ini akan terus berjalan, mengingat perkembangan jasa konstruksi di Tanah Air akan berlangsung dinamis ke depan. Misalnya bagaimana menghadapi berbagai perubahan rantai pasok, system delivery dalam sistem pengadaan barang dan jasa serta mutu konstruksi yang terus berkembang.

“Tinggal sosialisasi ke penegak hukum, pengusaha, pemerintah daerah, dan stake holders sampai ke daerah ini penting, agar pengusaha tidak ragu lagi dalam menjalankan tugasnya mengerjakan pengerjaan konstruksi,” tandas Andi.

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membukukan kontrak jasa pemborongan (desain dan bangun)
pekerjaan pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda seksi 2,3 dan 4 senilai Rp6,58 triliun.
Perseroan ditetapkan sebagai pemenang berdasarkan evaluasi administrasi, teknis, harga,
kualifikasi dan verifikasi yang dilakukan oleh Jasa Marga Tbk (JSMR) Balikpapan, Samarinda.
Rencananya proyek ini berlangsung selama 26 bulan kalender kerja. Pencapaian kontrak baru
Wijaya Karya sampai pekan I Oktober 2016, termasuk penawaran terendah, sebesar
Rp40,13 triliun atau 76% dari target kontrak baru sepanjang tahun sebesar Rp52,8 triliun.(ay)

 

ets-small

JAKARTA. Pemerintah mematok anggaran infrastruktur dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun depan sebesar Rp 387,3 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding anggaran infrastruktur dalam APBN Perubahan tahun ini yang sebesar Rp 317,1 triliun.

Anggaran infrastruktur tersebut, terdiri dari anggaran infrastruktur ekonomi sebesar Rp 377,8 triliun, infrastruktur sosial Rp 5,5 triliun, dan dukungan infrastruktur sebesar Rp 4,1 triliun.

Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kemkeu Askolani menyebutkan, anggaran infrastruktur tersebut akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek prioritas. Yaitu, pembangunan jalan 815 kilometer (km), jembatan 9,4 km, jalur kereta api 550 kilometer spoors, pelabuhan laut di 55 lokasi, dan membangun 13 bandara.

“PMN Rp 7,2 triliun juga akan menambah output yang akan digunakan BUMN untuk belanja modalnya dan sangat efektif untuk meningkatkan pembangunan jalan tol,” kata Askolani, Kamis (27/10).

http://nasional.kontan.co.id/news/ini-proyek-infrastruktur-prioritas-tahun-2017
Sumber : KONTAN.CO.ID

ets-small

Jakarta kontan. Pembangunan infrastruktur, khususnya yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sampai dengan tahun kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih dihadapkan pada banyak masalah klasik, yakni anggaran.

Berdasarkan perhitungan Kementerian PUPR tahun 2016 misalnya, total anggaran untuk pembangunan infrastruktur sektor pekerjaan umum dan perumahan yang ideal mencapai Rp 178 triliun. Tapi, pada tahun anggaran ini, kementerian tersebut hanya mendapatkan alokasi anggaran Rp 104 triliun.

Anggaran itu pun, kemudian masih dipangkas Rp 8,4 triliun dan Rp 6,9 triliun karena penerimaan pajak 2016 diperkirakan akan meleset Rp 219 triliun. Permasalahan anggaran itu, harus membuat Kementerian PUPR memutar otak.

Agar pelaksanaan proyek infrastruktur di sektor pekerjaan umum dan perumahan rakyat jalan, mereka menggeser atau mengalihkan pembayaran infrastruktur ke tahun anggaran 2017. Arie Setiadi Moerwanto, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR mengatakan, pembayaran proyek yang perlu penundaan sampai dengan APBN 2017 nanti mencapai sekitar Rp 4 triliun.

Pembayaran proyek jalan yang ditunda tersebut salah satunya untuk Tol Solo- Kertosono. “Karena anggaran untuk mereka belum siap diserap sekarang,” katanya pekan lalu.

Selain anggaran, masalah klasik yang masih menghantui pembangunan infrastruktur adalah lahan. Masalah ini, salah satunya terjadi pada pembangunan sarana irigasi baru. Kementerian PUPR memiliki program pembangunan sarana irigasi baru sebanyak satu juta hektare selama lima tahun pemerintahan Presiden Jokowi. Tapi, pembangunan tersebut terganjal lahan.

Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR mengatakan, kementeriannya kesulitan mendapatkan hamparan lahan seluas lebih dari 3.000 hektare untuk membangun sarana irigasi baru. Luasan hamparan yang ada hanya kecil- kecil.

Sementara itu, masalah klasik ketiga, berkaitan dengan birokrasi. Imam Santosa, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR mengatakan, masalah birokrasi ini terjadi pada rencana pengembangan pembangkit listrik di 18 waduk, antara lain; Batutegi di Lampung, Jatibarang di Jawa Tengah dan Karangkates di Jawa Timur di Jawa Timur.

Walaupun pengembangan PLTA sudah direncanakan sejak awal pemerintahanPresiden Jokowi, sampai saat ini proyek tersebut belum bisa dilaksanakan. Proyek tersebut sampai saat ini masih terkendala oleh ijin pemanfaatan waduk sebagai barang milik negara (BMN) dari Kementerian Keuangan.

Meski masih mendapatkan hambatan klasik, Kementerian PUPR menilai, itu bukan masalah. Permasalahan tersebut tidak menimbulkan sandungan berarti bagi Kementerian PUPR untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur.

Bahkan, menurut mereka, pembangunan infrastruktur yang ditangani Kementerian PUPR saat ini bisa dikatakan melaju cepat. Untuk pembangunan jalan tol misalnya, selama dua tahun pertama pemerintahan Presiden Jokowi, PUPR bersama dengan swasta telah berhasil menuntaskan pembangunan beberapa ruas tol.

Pertama, Tol Cikopo- Palimanan sepanjang 116, 7 kilometer. Kedua, Tol Pejagan- Pemalang Seksi I dan II sepanjang 20 kilometer yang pembangunannya sempat mangkrak sejak 1996.

Kementerian PUPR juga telah berhasil memulai pembangunan beberapa ruas tol yang sebelumnya sempat mangkrak selama bertahun- tahun. Tol tersebut antara lain; Tol Ruas Pemalang- Batang, dan Batang Semarang, Balikpapan- Samarinda.

Kementerian PUPR juga berhasil memulai pembangunan beberapa ruas Jalan Tol Trans Sumatera. Basuki optimis, dengan percepatan pembangunan tersebut, dalam waktu lima tahun, panjang jalan tol bisa bertambah 1.060 kilometer.

Selain tol, untuk menunjang keterhubungan antar wilayah di daerah pinggiran dan perbatasan, Kementerian PUPR pada dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi juga telah melaksanakan pembangunan jalan Trans Papua. Berdasarkan data kementerian tersebut, sampai dengan tahun anggaran 2016 ini akan ada pembangunan jalan Trans Papua baru sepanjang 135, 8 kilometer.

Jalan tersebut merupakan bagian jalan Trans Papua sepanjang 3.031,4 kilometer yang saat ini sudah tersambung penuh sepanjang 2.624 kilometer. Di sektor ketahanan pangan dan air, pada sepanjang dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi, Kementerian PUPR juga telah berhasil memulai dan menyelesaikan pembangunan infrastruktur pangan dan ketahanan air.

Untuk waduk, sampai dengan 2016 ini, Kementerian PUPR sudah menyelesaikan tujuh buah waduk peninggalan pemerintahan Presiden SBY, salah satunya Waduk Jatigede yang sekarang sudah mulai diairi.

Selain itu, mereka juga sudah memulai dan memulai pembangunan 30 waduk baru, atau 57% dari 65 total pembangunan waduk yang ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2014-2019).

Di sektor air minum, Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas mengatakan, pemerintah juga akhirnya berhasil memulai pelaksanaan skema pembangunan kerjasama pemerintah badan usaha dalam Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (Umbulan). Keberhasilan tersebut merupakan prestasi besar, mengingat proyek tersebut sudah digagas sejak 1970 lalu.

“Dengan ini, skema kerjasama pemerintah dan swasta dalam pembangunan infrastruktur, tidak lagi hanya wacana diatas kertas,” katanya.

Adanya percepatan itu pun diakui oleh Ketua Apindo, Hariyadi B Sukamdani. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang ditangani Kementerian PUPR merupakan salah satu yang menonjol di bawah Pemerintahan Presiden Jokowi.

“Kinerja PUPR di bawah Pak Basuki menurut saya yang paling baik,” katanya usai pertemuan dunia usaha dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

ets-small

Jakarta : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menyatakan bertanggungjawab atas munculnya genangan air di sejumlah titik di area kedatangan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta yang terjadi Minggu, 14 Agustus 2016, pukul 16.00 WIB.

Melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (15/8), WIKA merupakan pimpinan konsorsium kerjasama operasi (KSO) Kawahapejaya Indonesia dalam Pembangunan Terminal 3 Ultimate (T3) Bandara Soekarno Hatta.

Berikut pernyataannya:

1. Tim KSO sudah dapat mengatasi genangan air akibat meluapnya buangan air di bak kontrol yang terbuka yang berada di bawah lantai plaza akibat curah hujan yang tinggi pada Minggu (14/8).

2. KSO telah menyiapkan tim kerja yang terdiri dari manajemen teknisi dan pekerja selama 24 jam yang dibagi dalam dua shift untuk siaga mengatasi masalah-masalah yang kemungkinan akan timbul di terminal baru.

3. Tim KSO akan mengajukan usulan membuat sodetan dari bak kontrol untuk dibuang ke sungai terdekat dari masing-masing bak kontrol. Pekerjaan tersebut akan dikerjakan mulai besok malam (dengan persiapan terlebih dahulu) pukul 23.00 WIB-05.00 WIB pagi dan setiap pekerjaan akan dirapikan kembali.

4. Tim KSO akan membuat by pass talang dari atap untuk langsung dibuang ke saluran drainase terbuka di luar, sehingga mengurangi aliran yang masuk ke drainase di bawah lantai.

5. Ditargetkan pekerjaan sodetan dan talang tambahan selesai dalam waktu satu minggu.

“Demikian penjelasan ini dibuat sebagai informasi up to date untuk menghindari kemungkinan kesalahpahaman pemberitaan di kemudian hari,” kata Sekretaris Perusahaan Suradi Wongso melalui keterangan resminya.

http://www.imq21.com/news/read/382794/20160815/080732/WIKA-Buat-Sodetan-dan-Talang-Tambahan-di-Terminal-3.html
Sumber : IMQ21.COM

ezgif.com-resize

 

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasutionmengatakan, kemacetan yang terjadi pada arus mudik lalu khususnya di Brebes Timur menunjukkan infrastruktur jalan Indonesia masih harus digenjot pembangunannya.

Darmin menyatakan, kemacetan ini membuktikan daya tampung jalan di Indonesia belum mampu mengimbangi pertumbuhan jumlah pemudik setiap tahunnya. Oleh sebab itu, infrastruktur jalan menjadi fokus pembangunan pemerintah.

“Ini belum memenuhi, supaya arus orang itu pada mudik dan balik lagi itu tidak macet. Belum menjawab itu,” ujar dia di Jakarta, (7/7/2016).

Dia juga mengungkapkan, kemacetan tersebut bukan masalah baru. Ini merupakan warisan yang harus dibenahi oleh pemerintahan saat ini dan ke depannya.

“Ini warisan lama, yang dibagi-bagi sejak zaman orde baru. Dibagi-bagikan konsesinya. Artinya belum bisa, belum sanggup (mengatasi kemacetan),” kata dia.

Namun, lanjut Darmin, masalah kemacetan ini bukan tidak mungkin bisa teratasi.‎ Seperti Jawa, pembangunan tol trans Jawa yang menyambung dari ujung barat ke ujung timur perlu didorong pembangunannya.

“Tapi bukan tidak bisa, karena semua sudah dimulai dibangun beberapa ruas hanya saja belum nyambung. Kalau orang yang optimis akan bilang ini akan selesai. Lebih baik jadi orang optimis, dari pada pesimis,” ujar dia. (Dny/Ahm)

new-chin-year-dragon-02

Jakarta detik -Pemerintah berencana merenovasi jalur kereta ganda lintas utara Jawa agar dapat dilintasi kereta berkecepatan sedang (medium speed) dengan rute Jakarta-Surabaya. Renovasi dilakukan untuk meningkatkan kecepatan laju kereta api menjadi 150 km/jam.

Dengan kecepatan itu, perjalanan Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dengan waktu 5 jam saja. “Kami sudah usulkan kalau menggunakan kereta medium ini maka Jakarta-Surabaya yang jaraknya cuma 720 km itu kira-kira hanya 5-5,5 jam,” kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro di sela buka puasa bersama awak media di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Perhitungan itu, kata Edi, didasarkan atas kajian yang dilakukan timnya di PT KAI atas permintaan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hasil kajian itu sendiri telah disampaikan kembali kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai dasar perencanaan pembangunan kereta kencang tersebut.

Adapun kajian yang dimaksud sengaja dibuat untuk menjawab pertanyaan, apakah kereta yang ada sekarang bisa dipercepat lajunya sehingga waktu tempuh antar lokasi menjadi lebih singkat.

“Saat itu rapat terbatas Bapak Wapres (Wapres JK) menanyakan kenapa kecepatan kereta api di Jawa tidak bisa di-speed up, atau ditingkatkan? Saya jawab bisa sebenarnya dengan trek yang ada. Trek yang ada sekarang ini kan lebar spoor 1067 mm. Itu bisa dipakai untuk kecepatan sampai 160 km/jam,” jelas dia.

Hanya saja, ada sejumlah kendala yang menyebabkan kereta yang ada saat ini belum bisa melaju secepat itu. “Paling tidak ada 3 hal penting, pertama treknya harus diperbaiki untuk kecepatam medium. Kemudian kedua, saranya juga harus diperbaiki. Nah yang ketiga, itu adalah pembenahan prasarananya,” sambung dia.

Pembenahan prasarana yang dimaksud, lanjut dia, menyangkut masalah perlintasan sebidang yaitu berupa lintasan pertemuan yang saling silang antara rel atau lintasan kereta dengan jalan.

“Perlintasan dari Jakarta sampai Surabaya itu kurang lebihnya ada 1000. Nah yang liar atau tidak resmi ada 500-an. Nah ini harus semua dihilangkan kalau mau keretanya melaju 150-160 km/jam. Kalau ada, nanti ada orang naik sepeda motor dari Cipinang sampe ke Surabaya (karena tertabrak kereta),” kata dia.

Dari kajian itu lah terlahir rencana renovasi jalur kereta lintas utara Pulau Jawa. Renovasi yang akan dilakukan bakal menitikberatkan pada penghapusan lintasan sebidang baik dengan cara membuat lintasan melayang atau pun lintasan underpass pada titik-titik perlintasan sebidang.

Untuk menjalankan program tersebut, Pemerintah telah memberikan penawaran kepada pihak Jepang untuk menggarap proyek tersebut.

(dna/ang)

new-chin-year-dragon-02

 

Bisnis.com, JAKARTA – Korporasi konstruksi dan investasi milik negara, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., kembali bersiap melakukan penerbitan saham baru (right issue) setelah perusahaan kembali diusulkan mendapatkan Penyertaan Modal Negara senilai Rp4 triliun.

Usulan PMN untuk BUMN itu diajukan pemerintah dalam Rancangan APBN Perubahan 2016, setelah usulan dalam Rancangan APBN 2016 ditolak oleh Badan Anggaran DPR.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Suradi memaparkan apabila perusahaan mendapatkan PMN maka perseroan akan melakukan right issue dengan target dana hingga Rp6,1 triliun.

Dengan bertambahnya modal dari kegiatan right issue itu, perusahaan dapat menarik pinjaman dalam berbagai bentuk senilai Rp18 triliun. “Nilai proyek yang bisa digarap bisa sampai Rp24 triliun,” katanya ketika dihubungi, Senin (6/6/2016).

Apabila mendapatkan PMN, emiten bersandi WIKA itu berencana menggunakan sekitar Rp850 miliar untuk menggarap proyek jalan tol Soreang-Pasir Koja, Manado-Bitung dan Samarinda-Balikpapan.

Di samping itu, perusahaan juga berencana menggunakan dana Rp2 triliun dari PMN itu untuk keperluan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Karangkates, PLTA di Lahat, PLT Gas di Jakarta dan PLT Uap di Banten.

Suradi mengatakan tambahan modal tersebut dibutuhkan oleh perseroan untuk mendukung rencana pemerintah dalam pembangunan infrastruktur. Menurutnya, pemberian PMN itu dapat menimbulkan efek berganda.

Salah satu efeknya adalah terbukanya lapangan kerja di proyek yang digarap oleh perseroan. “Dan kita juga akan mengembalikan kepada pemerintah dalam bentuk dividen dan pajak,” kata Suradi.

bisnis.com: Proyek pembangkit listrik dengan total kapasitas 35.000 megawatt (MW) mendapatkan sorotan beberapa pekan terakhir.

Sikap tegas dan konsisten dari  PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebagai badan usaha pelaksana proyek menjadi faktor penentu tercapainya megaproyek tersebut.

Jangan sampai muncul suara di luar, soal adanya peran si A atau si B yang katanya mampu mengendalikan atau mempengaruhi proses tender pembangkit. Bahkan, ada kabar misalnya si A sudah mengeluarkan dana besar untuk memenangkan tender, sehingga ketika PLN menetapkan perusahaan lain sebagai pemenang, si A langsung melobi ke berbagai pihak.

Sorotan terhadap PLN mulai muncul ketika perseroan itu menghentikan proses tender Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 5. Lelang pembangkit yang berlokasi di Banten dengan kapasitas 2×1.000 MW itu tinggal menyisakan dua peserta yaitu konsorsium China Oceanwide, Shanghai Electric, dan PT Pembangkitan Jawa Bali serta konsorsium PT Sumber Segara Prima Daya (SSPD), CNEC, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

PLN beralasan ada kejanggalan dalam lelang tersebut.

Persoalan kembali muncul dalam lelang pembangkit jumbo lainnya yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa I di Bekasi. Para calon peserta lelang pembangkit berkapasitas 2×800 MW itu merupakan perusahaan kakap.

Pada awalnya, PLN menyatakan tender tersebut terintegrasi antara pembangkit dan bahan bakarnya (gas). Namun, di tengah jalan, PLN mengubah skema lelang, yaitu memisahkan pembangkit dan pasokan gas. Perubahan sikap PLN ini tentu menimbulkan ketidakpastian bagi investor.

Proyek jumbo lainnya adalah PLTU Jawa 7 di Serang, Banten dengan kapasitas 2×1.000 MW. PLN sudah mengumumkan pemenang lelang tersebut yaitu PT China Shenhua dan PT Pembangkitan Jawa Bali. Namun, hingga saat ini konstruksi proyek tersebut belum juga dimulai. Terhambatnya proyek disebabkan adanya rencana reklamasi di sekitar lokasi pembangkit.

Terlepas dari ada rencana reklamasi, perlu diselidiki soal kesiapan dana atau penuntasan dana (financial close) dari pemenang proyek PLTU Jawa 7.

Berbagai persoalan tersebut perlu segera diselesaikan agar target proyek 35.000 MW dapat tercapai pada 2019. Apalagi, progres pembangunan pembangkit hingga saat ini relatif rendah.

Hingga saat ini, pembangkit yang sudah beroperasi secara komersial baru 0,3% atau sekitar 397 MW. Proyek masuk tahap konstruksi sekitar 10,9% atau 3.862 MW, tahap penandatanganan jual beli listrik dan penuntasan pembayaran 10.941 MW (30%).

Sementara itu, proyek yang baru masuk tahap perencanaan masih signifikan 12.226 MW (34,4%), sedangkan tahap pengadaan atau lelang 8.338 (23,6%).

Padahal, untuk mencapai target tersebut, seluruh tender proyek pembangkit 35.000 MW harus selesai tahun ini.

PLN bisa berkaca pada proyek fast track program (FTP) tahap I dan II yang kurang berjalan mulus.

Berdasarkan data PLN, terdapat 34 proyek pembangkit yan mangkrak bertahun-tahun dengan berbagai penyebab seperti sulitnya pembebasan lahan.

Dari seluruh pembangkit yang mangkrak itu merupakan proyek milik PLN, bukan pengembang listrik swasta. Mangkraknya proyek pembangkit tersebut otomatis menyebabkan kerugian hingga triliunan rupiah.

Dirut PLN Sofyan Basir, yang sempat santer diisukan akan diganti, pun berkomitmen untuk segera menyelesaikan pembangkit yang mangkrak tersebut dengan dana dari internal perseroan melalui skema cost benefit. Padahal, proyek-proyek mangkrak tersebut terjadi saat PLN di bawah komando pendaulunya.

Bahkan, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dalam program FTP I & II persoalan pembebasan lahan menjadi faktor penghambat terbesar. Selain itu, persoalan kualitas pembangkit juga cukup mendominasi dalam proyek tersebut.

Ke depan, PLN diharapkan bisa menghindari kejadian seperti pada lelang PLTU Jawa 5. Sikap tegas dan konsisten PLN akan berpengaruh terhadap kepastian bagi para investor.

Apalagi, proyek dengan total dana Rp1.127 triliun itu membutuhkan peran serta investor hingga Rp615 triliun.

Selain itu, PLN harus memastikan pembangunan transmisi yang akan melalui lokasi pembangkit sehingga tidak terulang kejadian proyek mangkrak. Persoalan lahan seharusnya tidak lagi terjadi karena pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 4/2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan.

Selain independen, PLN perlu memperketat calon peserta lelang, terutama dari sisi finansial atau kesiapan dana, sehingga ketika diputuskan jadi pemenang, perusahaan bisa lansung menerjakan proyek.

Tender proyek yang menawarkan profit menggiurkan, tentu berbagai cara ditempuh para peserta lelang untuk menjadi pemenang.

Perseroan perlu menyeleksi secara ketat untuk memastikan perusahaan yang menjalankan proyek ketenagalistrikan benar-benar kompeten.

PLN sebaiknya jangan hanya melihat dari sisi harga termurah, tetapi juga kualitas secara teknis.

reaction_1

ikon analisis gw

Per tgl 25 Mei 2016, ekspektasi tren harga saham WIKA mulai rebound dari 2200 k 2400an … selanjutnya resistensi 2477 menanti guna masuk gerbang area BULLISH jangka pendek lage:

wika BEARISH menuju REBOUND 250516

Per April 2016, tren harga saham WIKA mase tenggelam dalam kondisi BEARISH aka TURUN

tren wika dekat bullish jangka panjang lage 010416_2962_2655

… tren SMA 200D n 50D TURUN terus, mendekati TREN HARGA SAHAM wika @ 2600-an … 2655 akan menjadi UJI PERTAMA tembus bullish JANGKA MENENGAH @ harga saham WIKA … well, slanjutnya 2743 makin dekat seh menuju bullish jangka panjang … liat aza 🙂

dollar small

INILAHCOM, Jakarta – Saat baru dilantik, Presiden Joko Widodo sudah menyatakan tekad untuk membangun infrastruktur di tanah air. Ini bukan perkara proyeknya, namun dananya dari mana?

Untuk merealisasikan cita-cita mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI di bidang infrastruktur, perlu dana jumbo. Lantaran, Jokowi menggagas sejumlah pembangunan jalan tol, pelabuhan, kereta api dalam lima tahun yang nilainya Rp 5.500 triliun.

Misalnya, Jokowi menggagas Tol Trans Jawa yang terdiri dari 9 ruas yakni Cikampek-Palimanan (Cipali) yang sudah beroperasi. Dilanjutkan dengan Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Jombang-Mojokerto dan Mojokerto-Surabaya.

Proyek tol yang tak kalah hebring-nya (baca hebat) adalah Tol Nontrans Jawa, terdiri dari delapan ruas yakni Ciawi-Sukabumi, Gempol-Pandaan, Gempol-Pasuruan, Pasuruan-Probolinggo, Waru-Wonokromo-Tanjung Perak, Bali Mandara (Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa), Cileunyi-Sumedang-Dawuan, serta Serang-Panimbang.

Adapula Tol Trans Sumatera yang menghubungkan Bakauheni sampai Aceh. Panjangnya tak kurang dari 2.000 kilometer. Ditambah lagi sejumlah proyek tol di Kalimantan dan Sulawesi Utara.

Daerah perbatasan juga tak luput dari perhatian Presiden Jokowi. Proyek pembangunan jalan trans di perbatasan Kalimantan-Malaysia sepanjang 771 kilometer, perbatasan NTT-Timor Leste sepanjang 171,56 kilometer, Trans Papua sepanjang 4.325 kilometer.

Untuk transportasi laut, Presiden Jokowi membangun lima pelabuhan berkonsep deep sea port di Kuala Tanjung (Medan), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), Makassar, dan Sorong.

Khusus transportasi wong cilik yakni kereta api, Jokowi cukup agresif. Dirinya menggagas proyek pembangunan rel kereta di empat provinsi di luar Pulau Jawa, sepanjang lebih dari 3 ribu kilometer. Dengan anggaran Rp 234 triliun.

Untuk Pulau Jawa, Presiden Jokowi menetapkan pembangunan rel dua jalur alias double track. Melintasi sebelah barat hingga timur Pulau Jawa.

Tentu saja, itu baru sebagian dari mega proyek infrastruktur yang diimpikan Jokowi. Gagasan ini diyakini Jokowi bisa menarik investor untuk nyemplung ke Indonesia. Selain itu, kualitas infrastruktur di tanah air, memang layak dibenahi.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution saja mengakui bahwa infrastruktur di Indonesia, tertinggal. Boleh dibilang, sejak 1998, pembangunan infrastruktur sudah mandek.

“Kita mencatat pemerintah betul-betul berusaha mengundang investor, pertama-tama di bidang infrastruktur. Kenapa infrastruktur? Banyak alasannya. Di area ini, kita memang sangat tertinggal setelah krisis besar tahun 1998,” ungkap Darmin di Jakarta, Rabu (25/05/2016).

Darmin menyebut, kebijakan pembangunan infrastruktur di tanah air, harus dilakukan dengan jangka panjang dan jangan dilihat jangka pendek, dengan mengundang investor sebagai partner pemerintah.

“Infrastruktur karena keputusan melakukan investasi di bidang infrastruktur, tidak didasarkan kepada keputusan jangak pendek, sehingga kita masih lebih terbuka mengundang investasi di bidang infrastruktur,” papar Darmin.

“Selama punya prospek, baik jangka menengah maupun panjang, dan upayanya berjalan walaupun hasilnya belum semua. Kita melihat, investasi di bidang pelabuhan, jalan tol, dan sebagainya, mulai berjalan dengan baik,” lanjut mantan Gubernur BI ini.

Yang ingin dikatakan Menko Darmin, posisi pemerintahan Jokowi-JK sudah benar. Bahwa, pembangunan infrastruktur berdampak bagi peningkatan kapasitas ekonomi secara menyeluruh.

Ya, Darmin benar. Realisasi proyek infrastruktur yang sebagian besar berlangsung di daerah, pastilah membawa berkah bagi masyarakat di sana. Minimal bisa menyerap tenaga kerja, serta menumbuhkan daya beli. Alhasil, roda perekonomian bisa bergulir cepat.

Sumber Dana Infrastruktur
Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli sempat menawarkan gagasan tentang sumber pendanaan mega proyek infrastruktur. Caranya, terbitkan obligasi khusus infrastruktur setelah seluruh BUMN direvaluasi asetnya.

Sayangnya, tak semua tim ekonomi di Kabinet Kerja sepemahaman dengan Menko RR, sapaan anyar Rizal Ramli. Hal ini tergambar karena tak seluruh BUMN yang diperintahkan melakukan revaluasi aset.

“Hanya beberapa BUMN menangkap ide ini melakukan revaluasi aset. Asetnya naik Rp 800 triliun. Tapi kalau seluruh BUMN melakukan ini, asetnya akan naik Rp 2.500 triliun. Sehingga kita menerbitkan financing 100 miliar dolar AS mempercepat pertumbuhan ekonomi,” kata Rizal.

Rizal bilang, apabila gagasan ini dijalankan maka akan membangkitkan kepercayaan investor. Sehingga mereka akan merebut memborong obligasi tersebut. Selanjutnya, dana masuk itu bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur di seluruh Indonesia, sisanya untuk mendorong berkembangnya sektor riil.

Mega proyek infrastruktur Jokowi yang digarap selama lima tahun, dan memerlukan dana Rp 5.500 triliun itu, masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Diperkirakan, kebutuhan dana untuk proyek infrastruktur sebesar Rp 5.500 triliun, berasal dari APBN sebesar Rp 2.215,6 triliun (40,14%), APBD Rp 545,3 triliun (9,88%), BUMN Rp 1.066,2 triliun (19,32%), dan swasta senilai Rp 1.692,3 triliun (30,66%).

Hanya saja, pelaksanaan proyek infrastruktur Jokowi yang berbiaya mahal sedikit tercoreng dengan adanya kasus suap yang menyeret mantan kader PDIP, Damayanti Wisnu Putranti. Bahkan, tersiar kabar adanya aliran dana haram yang masuk ke kocek petinggi Fraksi PDIP dan Komisi X DPR. [ipe]

– See more at: http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2298125/jokowi-bangunkan-tidurnya-infrastruktur-sejak-1998#sthash.4tabQVKL.dpuf

new-chin-year-dragon-02

Jakarta beritasatu- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji peranan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) serta Kementerian Perhubungan (Kemhub) yang telah berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2016 yang tercatat 4,92 persen.

Pujian itu disampaikan Kepala Negara saat memimpin rapat paripurna Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/5). Rapat yang dihadiri Wapres Jusuf Kalla secara khusus membahas penetapan besaran angka asumsi dasar ekonomi makro dan arah kebijakan makro, dan fiskal dalam kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF), serta pertumbuhan ekonomi kuartal I Tahun 2016 dan Strategi Industri Indonesia.

“Di proyek-proyek infrastruktur, baik di Kempupera sejak 1 Januari langsung bergerak pelelangannya. Kemudian, ada di Kementerian Perhubungan, dan kementerian-kementerian yang di bulan Januari sudah memulai,” kata Kepala Negara.

Dia menyebutkan, pada kuartal I-2016 pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 4,9 persen dimana kontribusi Kempupera dan Kemhub pada pertumbuhan itu sebesar 7,9 persen. “Kita tahu semuanya bahwa growth (pertumbuhan) ekonomi di kuartal I mencapai 4,92 persen. Seperti yang sudah saya ingatkan pada bulan Desember, awal Januari agar yang namanya belanja, pembelanjaan itu ditarik ke awal-awal tahun, di Januari dan Februari, terutama yang berkaitan dengan belanja modal, belanja barang, tetapi prioritas di belanja modal,” jelas dia.

Di sisi lain, dia menyesalkan adanya sejumlah Kementerian/Lembaga (K/L) yang masih terperangkap dalam rutinitas sehingga mengesampingkan aktivitas yang berkaitan dengan belanja modal. “Ini sudah saya ulang-ulang terus, tetapi kelihatannya pada awal-awal tahun lalu, yang bergerak itu hanya satu-dua-tiga kementerian, yang lainnya saya tidak tahu. Apakah lupa atau memang terjebak pada rutinitas yang ada. Sekali lagi, kalau kita masih terjebak pada rutinitas yang mau tidak mau tiap hari kita jalani karena persoalannya banyak ya, kejadiannya kan begini terus,” kata Presiden Jokowi.

Presiden mengatakan, aktivitas belanja modal wajib dilakukan pada setiap awal tahun agar dapat men-trigger pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

 

Novy Lumanauw/WBP

Investor Daily

doraemon

JAKARTA kontan. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tetap berencana rights issue lantaran penyertaan modal negara (PMN) dibatalkan. Emiten konstruksi pelat merah tersebut akan mengusulkan kepada Kementerian BUMN untuk melakukan rights issue dengan target perolehan dana sekitar Rp 2 triliun.

Bintang Perbowo, Direktur Utama WIKA, mengatakan, penguatan modal ini perlu untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pemerintah. “Pekan depan kami akan meminta izin kepada pemegang saham mayoritas terkait rencana rights issue sekitar 9%-10% dilusi jika PMN tidak jadi,” kata Bintang, Kamis (28/4).

Dengan penambahan ekuitas Rp 2 triliun, WIKA akan memiliki ruang mencari tambahan pendanaan eksternal sebesar Rp 6 triliun tahun ini. Artinya, perseroan bisa mengantongi dana sekitar Rp 8 triliun untuk membidik proyek kelistrikan, jalan tol dan lain-lain. Rasio utang terhadap ekuitas WIKA akhir 2015 mencapai 2,5 kali.

WIKA telah mengajukan PMN sebesar Rp 4 triliun pada tahun ini. Tapi, pembahasan pemberian PMN ini masih tertunda dan akan dibahas kembali dalam APBNP 2016. Pemerintah memiliki 65,05% saham WIKA dan publik 34,95%.

Jika rencana rights issue mendapat lampu hijau, maka porsi kepemilikan pemerintah turun menjadi sekitar 55%. Tahun ini, WIKA menyiapkan belanja modal sebesar Rp 6,98 triliun. Ini turun dari rencana semula yakni Rp 10,6 triliun karena ketidakpastian PMN.

Sekitar Rp 1 triliun belanja modal akan dianggarkan dari kas internal dan Rp 5 triliun berasal dari pinjaman bank. Tahun ini, WIKA masih membidik proyek jalan tol, yakni ruas Manado-Bitung dan Balikpapan-Samarinda.

WIKA juga membidik proyek -proyek kelistrikan, baik sebagai kontraktor maupun investor. WIKA tengah mengerjakan proyek engineering, procurement and construction (EPC) dengan Mitsubishi Coporation dengan total nilai kontrak Rp 2,4 triliun.

Hingga pertengahan pekan terakhir April, WIKA mengantongi kontrak baru Rp 8,76 triliun atau sekitar 16,7% dari target tahun ini, yakni Rp 52,2 triliun. Perolehan kontrak baru tersebut di luar beberapa kontrak baru yang akan diperoleh pekan ini. “Ada beberapa yang tinggal penandatangan SPK,” ujar Bintang.

Dia bilang, pada Mei WIKA akan memperoleh kontrak baru dari pengerjaan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung Rp 17 triliun. Sehingga WIKA akan mengantongi kontrak baru Rp 25 triliun pada semester pertama.

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri, mengatakan, WIKA membutuhkan penambahan ekuitas untuk menggarap proyek-proyek infrastruktur. Jika tidak ada penambahan ekuitas, ruang pinjaman perbankan akan semakin tipis.

Menurut Hans, jika usulan PMN maupun rights issue dengan dilusi pemerintah tetap ditolak, WIKA tidak bisa leluasa ekspansi, meski peluang cukup besar.

doraemon

Jakarta detik -PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dinobatkan sebagai pemenang design and build pekerjaan pengembangan Simpang Susun Semanggi atau New Semanggi di Jakarta dengan total nilai Rp 345,067 miliar pada 7 Maret 2016 sesuai dengan surat penunjukan pemenang Nomor: 038/MPP/III/2016.

Pengumuman pemenang tender tersebut berdasarkan evaluasi administrasi, teknis, harga, kualifikasi, dan verifikasi.

Pasca pengumuman itu, hari ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi ini mulai melaksanakan proses dimulainya pembangunan atau groundbreaking.

Dalam groundbreaking proyek pengembangan Simpang Susun Semanggi di sisi timur-utara Jembatan Semanggi, Jumat (8/4/2016), turut hadir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Moechgiyarto, Pangdam V Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana, Kepala Dinas di Lingkungan Pemprov DKI Jakarta, dan Direksi WIKA.

“Proyek ini rencananya berlangsung selama 540 hari kalender kerja yang terdiri dari 90 hari perencanaan dan 450 hari waktu pelaksanaan. Lingkup pekerjaan perseroan dalam proyek ini meliputi: Detail Engineering Design (DED), persiapan, pergeseran loop, dan Pelaksanaan Konstruksi (Design-Build) pada struktur atas dan bawah, serta pekerjaan lain (drainase, marka, mechanical electrical/ME, pengembalian kondisi),” tulis WIKA dalam keterangan persnya, Jumat (8/4/2016).

Ada pun urutan pekerjaan dari pekerjaan pengembangan Simpang Susun Semanggi ini dimulai dari pekerjaan persiapan dan penanganan utilitas (survey dan stacking out, penyelidikan tanah, test pit penanganan utilitas), traffic management (pengalihan lalu-lintas, pembuatan jalan kerja), pergeseran loop (box traffic, perkerasan jalan, retaining wall), struktur bawah (bore pile, pile cap, kolom pier), struktur atas (box girder, parapet) yang di-supply oleh WIKA Beton, perkerasan tanah (aspal, marka), dan ME, perlengkapan jalan lalu lintas serta pengembalian kondisi (rambu-rambu, lampu, landscape, dan taman).

(feb/ewi)

dollar smallTEMPO.CO, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok mengatakan akan segera melakukan ground breaking jalan layang Semanggi pada April mendatang. “Tanggal 8 April, Jumat groundbreaking, langsung jadi, swasta yang bangun,” kata Ahok di kantor Gubernur, Jakarta, Kamis, 31 Maret 2016.

Proyek ini merupakan salah satu proyek ambisius pemerintah provinsi DKI Jakarta. Menurut Ahok, jalan layang ini merupakan sejarah pertama teknik sipil di Indonesia dengan panjang 80 meter. “Sejarah sipil pertama indonesia yang memasang bridgecase membentang sepanjang 80 meter panjangnya di atas Semanggi,” ujar Ahok.

Menurut Ahok, jalan layang ini akan mengurangi kemacetan di Jakarta. Ahok juga memamerkan video simulasi setelah jalan layang ini berfungsi. Proyek ini akan dikerjakan oleh Wijaya Karya.

Berbeda dengan estimasi biaya sebelumnya. Pemerintah provinsi awalnya memperkirakan anggaran sekitar Rp 540 Miliar. Namun, saat lelang ternyata biayanya hanya Rp 300 Miliar. “Lebih 200 miliar itu kita mau bikin ducting di Sudirman Thamrin,” ujar Ahok.

Jalan ini akan dibangun dari arah Grogol, Jakarta Barat, menuju Blok-M di Jakarta Selatan dan dari arah Cawang, Jakarta Timur, menuju Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Sementara itu, kendaraan menuju Blok M dari arah Cawang juga bisa melintas di jalan layang itu. Termasuk bagi kendaraan dari arah Grogol menuju Jakarta Pusat.

Pembangunan jalan layang ini merupakan kompensasi tambahan koefisien lantai bangunan dari PT Mitra Panca Persada. Koefisien lantai bangunan adalah presentase perbandingan luas seluruh lantai bangunan gedung dengan luas lahan perencanaan tata ruang wilayah. Dengan adanya jalan layang ini diharapkan dapat mengurai kemacetan.

MAWARDAH NUR HANIFIYANI

bird

Bisnis.com, JAKARTA- Pertumbuhan laba bersih empat emiten BUMN sektor konstruksi sepanjang tahun lalu mencapai yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Prospek sektor konstruksi bakal berlanjut tahun ini sejalan dengan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah.

Laba bersih empat emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi seperti PT Adhi Karya Tbk., PT Waskita Karya Tbk., PT Wijaya Karya Tbk., dan PT Pembangunan Perumahan sepanjang 2015 mencapai Rp2,88 triliun atau naik 45,21% dibandingkan dengan kinerja 2014 senilai Rp1,98 triliun.

Waskita Karya mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 104,68% menjadi Rp1,04 triliun pada 2015 atau satu-satunya BUMN konstruksi yang mampu membukukan laba bersih di atas Rp1 triliun dalam kurun waktu 2011-2015.

Kendati demikian, kontribusi laba bersih BUMN konstruksi itu masih relatif kecil. Dari 20 emiten BUMN yang telah menyampaikan laporan keuangan 2015,
total laba bersih BUMN konstruksi hanya 3,19% dari seluruh laba yang mencapai Rp90,34 triliun.

BUMN sektor perbankan masih menjadi penopang utama. Empat bank pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., PT Bank Mandiri Tbk., PT Bank Negara Indonesia Tbk., dan PT Bank Tabungan Negara Tbk. mengumpulkan laba sebesar Rp56,65 triliun atau lebih dari 60% laba yang dihimpun.

Laba bersih emiten perbankan itu tumbuh tipis dibandingkan dengan pencapaian pada 2014 yang tercatat Rp56,01 triliun. Dari sisi kinerja secara keseluruhan, BRI masih menjadi pendulang laba tertinggi dengan menghimpun Rp25,39 triliun diikuti Bank Mandiri dengan nilai Rp20,33 triliun, dan PT Telekomunikasi Indonesia sebesar Rp15,49 triliun.

Selain kinerja yang moncer, ada sejumlah emiten BUMN yang merugi seperti PT Krakatau Steel Tbk. dan PT Aneka Tambang Tbk. Krakatau Steel merugi hingga Rp4,41 triliun, sedangkan Aneka Tambang mencatat kerugian sebesar Rp1,44 triliun.

Sementara itu, PT Garuda Indonesia Tbk. yang pada 2014 mengalami kerugian, mampu memperbaiki kinerja hingga berhasil membukukan laba bersih US$76,48 juta pada 2015.

Analis PT Ciptadana Securities Zabrina Raissa mengatakan kinerja BUMN sektor konstruksi dan perbankan cukup menarik perhatian dari investor karena tetap mampu membukukan pertumbuhan kinerja di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Melihat kinerja sepanjang tahun lalu, setiap kuartal emiten-emiten itu mampu membukukan kinerja meyakinkan. Menurutnya, kinerja positif BUMN konstruksi bakal berlanjut mengingat pemerintah tengah menggenjot pembangunan infrastruktur pada 2016. Proyek-proyek infrastruktur yang disiapkan pemerintah bakal berdampak terhadap kinerja emiten konstruksi.

“Untuk saham, top pick kami adalah Waskita Karya dan BRI,” katanya ketika dihubungi, Senin (28/3/2016).

Kinerja BRI, menurut Zabrina, bakal kembali ditopang oleh pembiayaan mikro pada 2016. Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) juga bakal berdampak positif terhadap kinerja perseroan.

Dihubungi terpisah, Kiswoyo Adi Joe, Analis PT Investa Saran Mandiri, juga memiliki keyakinan serupa terhadap kinerja BUMN sektor konstruksi. Salah satu BUMN yang dianggap memiliki kinerja menarik adalah Wijaya Karya.

Menurutnya, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung diharapkan dapat mendongkrak kinerja perseroan karena kebutuhan beton bakal menyerap beton yang diproduksi oleh anak usaha Wijaya Karya yaitu PT Wijaya Karya Beton Tbk.

Salah satu perkembangan yang ditunggu oleh investor terkait Wijaya Karya, katanya, adalah rencana rights issue atau penerbitan saham baru. Kepastian dari rencana tersebut dianggap dapat berpengaruh terhadap kinerja saham WIKA. Selain itu, Kiswoyo juga mencatat sektor semen sebagai sektor kuda hitam di tengah pembangunan infrastruktur.

“Kalau infrastruktur berjalan terus, kebutuhan semen akan meningkat, kinerja semen akan naik. Saham emiten semen juga akan naik,” katanya.

SESUAI PROYEKSI

Melihat kinerja secara keseluruhan, pertumbuhan laba bersih tertinggi dibukukan oleh perusahaan farmasi PT Indofarma (Persero) Tbk. sebesar 465% menjadi Rp6,56 miliar pada 2015 dibandingkan dengan Rp1,16 miliar pada 2014. Sebelumnya, emiten berkode saham INAF ini mengalami kerugian pada 2013.

Sebelumnya, Kementerian BUMN memperkirakan seluruh BUMN membukukan laba bersih sebesar Rp150 triliun pada 2015 atau mengalami penurunan 5% diban
dingkan dengan Rp159 triliun pada 2014.

Dari jumlah tersebut, 18 emiten BUMN membukukan laba bersih senilai Rp90,33 triliun pada 2015 atau turun dibandingkan dengan Rp91,59 triliun pada 2014 atau
sejalan dengan prediksi dari pemerintah.

Pada 2016, kuasa perwakilan pemegang saham memperkirakan laba bersih seluruh BUMN mencapai Rp172 triliun atau meningkat 14,6% dibandingkan dengan realisasi pada 2015.

BUMN dengan laba besar lainnya belum menjadi perusahaan terbuka seperti PT Pertamina (Persero) atau PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Dua BUMN itu selama ini juga mencatat laba bersih yang besar.

bird

Jakarta -Jembatan Kapuas Tayan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, telah selesai dibangun. Uji coba jembatan untuk dilewati kendaraan sudah berlangsung sejak 19 Februari 2016.

“Jembatan Tayan sudah selesai, malah sudah uji coba traffic sekarang. Sudah dari tanggal 19 (Februari) kita buka untuk kendaraan lewat,” ujar Kepala Pelaksana Satuan Kerja Jembatan Kapuas Tayan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Yudha Hadita kepada detikFinance, Selasa lalu.

Total panjang jembatan ditambah jalan akses mencapai 5,3 kilometer (km). Sedangkan panjang jembatan mencapai 1,42 km dan terdiri dari 2 bagian jembatan.

Bagian pertama sepanjang 280 meter dengan lebar 11,5 meter, dan bagian kedua sepanjang 1,14 km dengan lebar 11,5 meter. Jembatan ini menjadi yang terpanjang di Kalimantan.

“Dibilang terpanjang iya dari segi bangunannya. Artinya, bagian jembatan yang melayang memang yang terpanjang,” kata Yudha.

Jembatan Kapuas Tayang menghubungkan Provinsi Kalimantan Barat dengan Kalimantan Tengah melalui Desa Tayan dan Desa Piasak, di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau. Selain itu, jembatan ini sangat penting karena menghubungkan jalan trans selatan Kalimantan yang belum tersambung.

Jembatan ini digarap oleh 2 kontraktor yaitu China Road and Bridge Corporation dengan PT Wijaya Karya Tbk. Proses pembangunan berjalan sejak September 2012 dengan total biaya mencapai Rp 1,023 triliun.

Yudha menambahkan, konstruksi Jembatan Kapuas Tayan selalu dievaluasi setiap 2 minggu. Rencananya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan beroperasinya jembatan ini.

(hns/wdl)

reaction_1

PT Wika Realty, anak usaha Wijaya Karya Tbk (WIKA), menargetkan Nilai
marketing sales tahun 2016 mencapai Rp 2,4 triliun. Untuk mencapai target
tersebut, Wika Realty mempersiapkan berbagai strategi, antara lain melakukan
kerjasama operasi (KSO) dengan pemilik lahan, investor, dan asing.
PT Wika Realty melakukan KSO untuk lahan di Antapani Bandung, melakukan
pembentukan anak perusahaan melalui akuisisi dan pembentukan JV yaitu PT
Wika Realty Minor Development untuk proyek di Ubud Bali.(britama/ay)read more…

reaction_1

JAKARTA detik. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk sejumlah menteri dan pejabat negara untuk menggotong rame-rame proyek pemerintah. Titah Presiden Jokowi itu tertuang dalam instruksi presiden (inpres) dan peraturan presiden (perpres) tentang percepatan pelaksanaan proyek yang baru saja dirilis.

Dua aturan tersebut berupa Inpres No 1/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Presiden juga merilis Peraturan Presiden (Perpres) No 3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Tujuan dua aturan itu jelas, proyek infrastruktur yang strategis harus jalan dan tak boleh terhambat masalah administrasi dan birokrasi. Beleid yang diteken Presiden Jokowi bulan ini menyebutkan sepuluh instruksi bagi para penyelenggara negara untuk mempercepat pelaksanaan pelaksanaan proyek strategis nasional.

Instruksi ini berlaku kepada para menteri, kepala lembaga, jaksa, kepolisian, hingga gubernur dan bupati/walikota. Poin utama inpres itu adalah para penyelenggara negara diminta menyelesaikan masalah dan hambatan proyek strategis nasional.

Beleid ini juga memberi peluang para penyelenggara negara mengambil diskresi untuk mempercepat pelaksanaan proyek strategis (lihat infografik). Bahkan di urusan penegak hukum, sebagai contoh, Jaksa Agung boleh “mengabaikan” dulu penyalahgunaan wewenang dan tindak pidana korupsi pelaksana proyek.

Jaksa tak boleh langsung menangani setiap laporan masyarakat tentang penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan proyek infrastruktur. Laporan tersebut dilimpahkan lebih dulu kepada pengawas internal pemerintah.

Jika ditemukan tindak pidana, jaksa dapat memproses penyimpangan itu secara terbatas, berdasarkan Standar Operasional dan Prosedur (SOP). Mengacu Inpres No 1/2016, Presiden Jokowi menugaskan Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan sebagai koordinator penyusunan SOP.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Sofyan Djalil menuturkan, beleid ini diterbitkan untuk mempercepat pelaksanaan proyek infrastruktur prioritas.

Sebab, selama ini pelaksanaan proyek infrastruktur kerap terganjal hal-hal yang bersifat administratif termasuk perizinan, terutama di daerah. Dalam percepatan proyek ini, pemerintah pusat melibatkan kepala daerah.

Para gubernur dan bupati/walikota dititahkan untuk mendukung percepatan proyek strategis di wilayahnya, dan mengevaluasi serta merevisi peraturan daerah yang menghambat pelaksanaan proyek nasional.

“Kalau bupati tak memberi izin, pemerintah yang lebih tinggi akan memberi izin, biar cepat,” kata Sofyan Senin (25/1). Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Eddy Hussy menyambut baik aturan ini.

“Bila ada percepatan proyek, pertumbuhan ekonomi juga terdorong,” ujarnya. Ketua Asosiasi Jalan Tol Indonesia Fatchur Rochman menilai, aturan percepatan pelaksanaan proyek strategis ini menjadi payung hukum dalam pelaksanaan proyek, termasuk dalam penegakan hukum.

“Penegak hukum diikutsertakan dalam pengadaan lahan,” katanya.

 

reaction_1

JAKARTA. PT Wika Realty, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. optimistis bisa meraih target lebih baik dari target tahun sebelumnya. Pengembang pelat merah tersebut akan terus menggenjot pembangunan dan penjualan proyek yang sedang berjalan dan tetap ekspansif membangun dan mempersiapkan beberapa proyek baru tahun ini.Â

Direktur Utama PT Wika Realty Imam Sudiyono menyampaikan hal itu pada ulang tahun ke-16 Wika Realty di Jakarta, Rabu (20/1/2016) lalu. Tahun lalu, Wika telah menyelesaikan beberapa proyek apartemen dan sudah diserahterimakan kepada konsumen, antara lain apartemen Tamansari Papilio, Surabaya, sejak Maret 2015 dan Tamansari La Grande, Bandung, sejak Juni 2015.

Untuk produk kondotel, pada Agustus tahun lalu di Tamansari Papilio juga telah dilakukan Grand Opening Best Western Papilio Hotel, Surabaya, dan Grand Opening Best Western Premier La Grande Hotel, Bandung, pada November 2015.Â

“Secara keseluruhan marketing sales kami tahun lalu mencapai Rp 1,4 triliun,” ujar Imam.

Adapun proyek-proyek yang berkontribusi besar pada penjualan 2015 itu antara lain Tamansari Parama senilai Rp 184 miliar, Tamansari Jivva sebesar Rp 150 miliar, serta Tamansari Hive Office senilai Rp 172 miliar.
Â
Imam mengakui, 2015 merupakan titik terendah siklus bisnis properti. Namun, pihaknya optimistis tahun ini bisnis properti akan kembali tumbuh walau tantangannya masih cukup tinggi.Â

“Kami membutuhkan dukungan pemerintah, khususnya yang berhubungan dengan kebijakan-kebijakan yang dapat menstimulasi sektor properti sehingga dapat kembali menumbuhkan daya beli masyarakat,” kata Imam.

Tahun ini Imam mengaku yakin Wika dapat menargetkan marketing sales sebesar Rp 2,4 triliun. Angka itu naik 71 persen dibandingkan pencapaian perusahaan pada 2015 lalu.

Untuk mencapai target itu, Imam memaparkan beberapa strategi telah dipersiapkan, antara lain kerjasama operasi dengan pemilik lahan, investor, dan asing. Hal terbaru adalah KSO untuk lahan di Antapani, Bandung dan pembentukan anak perusahaan melalui akuisisi dan pembentukan JVCo.Â

“Kami telah membentuk anak perusahaan baru, yakni PT Wika Realty Minor Development untuk proyek di Ubud Bali. Kami juga sedang mempersiapkan akuisisi untuk proyek di Jakarta,” jelas Imam.

Strategi lainnya, Wika akan membidik penguasaan produk komersial untuk meningkatkan porsi reccuring income. Sementara untuk perkuatan likuiditas, perusahaan BUMN tersebut akan melakukan pendanaan berbasis proyek (Bank Loan per Project) dan pelaksanaan IPO.

Adapun pada 2016 ini Wika Realty akan mengembangkan 7 proyek baru yang meliputi rumah tapak, hunian vertikal (apartemen), serta hotel dan vila. Investasi proyek rumah tapak Tamansari Sepinggan, Balikpapan, misalnya, Wika menyiapkan investasi senilai Rp 460 miliar. Sementara untuk proyek hunian vertikal Tamansari Cendekia, Semarang, perusahaan telah menyiapkan investasi Rp 647 miliar.Â

Wika Realty menyiapkan belanja modal (capex) di tahun 2016 sebesar Rp 1,5 triliun yang akan dipergunakan antara lain untuk melanjutkan pembangunan beberapa proyek yang sedang dikembangkan di tahun sebelumnya dan  membangun beberapa proyek baru yang akan diluncurkan di tahun 2016.

“Untuk meningkatkan recurring income, kami perbanyak properti investasi. Persentase recurring income-nya saat ini adalah 10 persen berbanding dari total penjualan,” kata Imam.

Saat ini Wika memiliki cadangan tanah (land bank) yang sedang dikembangkan seluas 39 hektar dan land bank belum dikembangkan seluas 215 hektar.

http://industri.kontan.co.id/news/tahun-ini-wika-siapkan-7-proyek-baru
Sumber : KONTAN.CO.ID

reaction_1

Merdeka.com – Presiden Joko Widodo ( Jokowi) meninjau pengerjaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kabupaten Majalengka. Bandara ini ditargetkan selesai pada tahun 2017.

“Bandara Internasional Jawa Barat yang ada di Kecamatan Kertajati Majalengka, ini sudah 6 tahun pembebasan tanah dimulai, dan dimulai konstruksi runway tahun kemarin, sudah menghabiskan uang APBN Rp 375 miliar,” kata Jokowi di lokasi, Kamis (14/1).

Tahun ini, lanjut Presiden, APBD Jawa Barat menganggarkan Rp 500 miliar untuk pembangunan bandara ini dari total anggaran yang dibutuhkan adalah Rp 2,5 triliun. “Sehingga ada sisa Rp 2 Triliun,” ucap Presiden.

Semula kekurangan anggaran ini ditawarkan ke PT Angkasa Pura, tapi pemerintah memutuskan akan diambil alih oleh Kementerian Perhubungan dengan menggunakan APBN.

“Karena saya berikan target tahun depan sudah harus selesai, sudah 6 tahun. Tambah 2 tahun jadi 8 tahun, jangan lama-lama,” jelas Jokowi.

Untuk pembangunan runway, saat ini panjangnya adalah 2.500 meter dan lebarnya 60 meter. Rencananya runway sepanjang 3.000 meter dan dua runway.

Jokowi menjelaskan, mengenai pembebasan lahan untuk tahap pertama telah dibebaskan seluas 1.000 hektar dari 1.800 hektar yang akan dibebaskan. Sisa 800 hektar akan menjadi dibebaskan kemudian oleh Pemprov Jawa Barat.

Presiden menggarisbawahi bahwa pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat harus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Baik itu masyarakat umum Jawa Barat ataupun masyarakat sekitar.

Tampak hadir mendampingi Presiden, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Jawa Barat.

BIJB dibangun dengan didasarkan pada Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KM 34 Tahun 2005 tentang Penetapan Lokasi Bandara di Jawa Barat (diubah menjadi KP 457 tahun 2012 tentang Penetapan Lokasi Bandara Baru di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat Sebagai Pengganti KM 34 tahun 2005 tentang Penetapan Lokasi Bandara di Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat), serta Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KM 5 Tahun 2007 tentang Rencana Induk Bandar Udara di Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat.

 

Mentawai beritasatu- Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kepulauan Mentawai Elfi mengatakan, percepatan proyek pembangunan jalan raya Trans Mentawai membutuhkan anggaran lebih kurang Rp3 triliun.

“Itu baru sebatas pembangunan jalan yang panjangnya kebih kurang 600 kilometer, terbagi di tiga pulau besar di Kabupaten Kepulauan Mentawai, namun belum termasuk pembuatan jembatan dan pengembangan Bandara Rokot,” kata Elfi di Tuapejat, Kabupaten Mentawai, Selasa.

Ia menjelaskan, sejauh ini pembangunan jalan Trans Mentawai berjalan cukup baik, meskipun ada beberapa kendala terutama pasokan material akibat cuaca yang tidak menentu, namun hal itu masih dapat diatasi.

Seperti dikutip dari Antara, Elfi menyebutkan, pada 2015 lalu, pembangunan jalan Trans Mentawai di Pulau Sipora, yang menghubungkan Tuapejat dengan Bandara Rokot sepanjang 2,5 kilometer sudah bisa dinikmati masyarakat di pulau tersebut.

“Dengan bertambahnya penyelesaian proyek di ruas jalan Tuapejat-Rokot sepanjang 2,5 kilometer, tinggal menyisakan tiga kilometer lagi untuk bisa menuntaskan jalan menuju Bandara Rokot, progresnya sudah bisa dikatakan 90 persen,” katanya.

Pada 2016 ini, Elfi menyebutkan, pembangunan jalan Trans Mentawai dengan anggaran dari APBN dengan panjang lebih kurang 10 kilometer akan segera dilakukan, dan sejauh ini proses lelang terhadap proyek tersebut sudah dilaksanakan.

“Proyek jalan 10 kilometer tersebut terbagi di tiga titik, yakni Sipora Utara, Sipora Selatan, dan Pulau Siberut,” katanya.

Ia menambahkan, untuk Trans Mentawai di Pulau Siberut sejauh ini progresnya pembangunannya masih sekitar delapan persen dari total panjang sejauh 23 kilometer. Tahun ini dari APBN, panjang jalan yang dikerjakan hanya sejauh 1,8 kilometer yang terletak di titik tujuh kilometer Kecamatan Siberut Tengah.

Percepatan pembangunan Trans Mentawai, katanya, selain mempermudah akses masyarakat juga berdampak pada peningkatan perekonomian serta mendukung promosi dan pertumbuhan objek wisata Mentawai.

“Tentunya ada sisi lain dari dampak pembangunan Trans Mentawai termasuk bagi masyarakat pedalaman yang saat ini terkesan belum bisa menikmati pembangunan di daerah itu,” katanya.

Kepala Bidang Bina Marga PU Mentawai Asmen Simanjurang menyebutkan, pembangunan Trans Mentawai terbagi di empat pulau besar yakni Pulau Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan.

Untuk Pulau Siberut total panjang Trans Mentawai yang akan dibangun sejauh 170 kilometer, Pulau Sipora dengan panjang 105 kilometer, Pagai Utara 110 kilometer dan Pagai Selatan 85 kilometer.

Ia mengharapkan dengan adanya dukungan pemerintah melalui APBN dan APBD, percepatan pembangunan Trans Mentawai dapat berjalan lancar.

 

Herry Barus/HRB

Investor Daily

reaction_1

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah menargetkan  Jembatan Meran Putih di Ambon senilai Rp772,9 miliar  dapat beroperasi pada Februari tahun ini, mundur dari target semula yang ditetapkan pada Desember 2015.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono mengungkapkan tertundanya operasi jembatan tersebut disebabkan oleh gempa berkekuatan 5,3 SR yang mengguncang  Kota Ambon pada  Rabu (29/12/2015). Gempa tersebut menyebabkan terjadinya pergeseran terhadap deck jembatan pada bentang tengah sepanjang 9 cm.

Sejalan hal itu, pihaknya meminta kepada PT Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan selaku  kontraktor agar tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam menangani proyek ini. Menurutnya, seperti halnya pada bendungan, kemungkinan terjadinya gempa sudah harus diperhitungkan saat menggarap jembatan.

“Kami lebih memilih safety ketimbang harus dipaksakan cepat selesai namun berisiko tinggi,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (03/01/2015).

Menteri Basoeki menegaskan pergeseran tersebut tidak akan berpengaruh pada pendanaan, tetapi hanya berdampak pada mundurnya target operasi. Dia menargetkan jembatan yang dibangun sejak 2011 ini dapat rampung pada Januari 2016 dan mulai beroperasi pada pertengahan Februari.

Sementara itu, Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan keberadaan jembatan sangat berpengaruh terhadap aktivitas perekonomian di Maluku. Jembatan ini dapat menunjang pengembangan fungsi kawasan di Teluk Ambon sesuai dengan Tata Ruang Kota Ambon, di mana Poka-Rumah Tiga sebagai kawasan pendidikan dan Durian Patah-Telaga Kodok sebagai kawasan Permukiman.

“Jembatan Merah Putih diharapkan dapat mempersingkat jarak dan waktu tempuh dari kota Ambon menuju Bandara Pattimura yang berkisar 35 Km dan sebaliknya, sehingga biaya operasi kendaraan dapat berkurang,” ujarnya,

Menurutnya, selama ini perjalanan tersebut  harus ditempuh selama 60 menit dengan memutari Teluk Ambon. Alternatif lain adalah dengan menggunakan kapal penyeberangan (ferry) antara Poka dan Galala dengan waktu tempuh sekitar 20 menit, ditambah waktu antri.

Jembatan sepanjang 1.140 meter ini  membentang di Teluk Dalam Pulau Ambon, menghubungkan Desa Rumah Tiga/Poka, Kecamatan Sirimau pada sisi utara dan Desa Hative Kecil/Galala, Kecamatan Teluk Ambon pada sisi selatan. Jembatan ini nantinya akan menjadi ikon Kota Ambon dan merupakan bangunan kebanggaan Masyarakat Maluku.

Secara teknis, panjang Jembatan Merah Putih terbagi  ke dalam tiga bagian yaitu: Jembatan Pendekat di sisi Desa Poka sepanjang 520 m, Jembatan Pendekat di sisi Desa Galala sepanjang 320 m, dan jembatan utama sepanjang 300 m yang merupakan tipe jembatan khusus. Jembatan khusus ini memiliki  sistem beruji kabel atau cable stayed, dengan jarak antar pilon sepanjang 150 m.

JAKARTA ID-Emiten konstruksi milik BUMN, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memenangkan proyek pembangunan Jembatan Pulau G. Pluit City di Jakarta Utara dengan nilai kontrak mencapai Rp300 miliar milik PT Muara Wisesa Samudra, anak usaha PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN).

Corporate Secretary WIKA, Suradi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (30/12) mengatakan proyek tersebut rencananya dibangun selama 22 bulan kalender kerja (2015-2017), dimana perseroan ditunjuk sebagai kontraktor utama.

“WIKA nantinya akan mengerjakan pekerjaan bore pile, pile cap, pier, pier head, box G girder cast in situ, I Girder, oprit dengan masa pemeliharaan 12 bulan,” katanya.

Dijelaskan, jembatan tersebut nantinya akan menghubungkan Baywalk Pluit ke Pulau G yang saat ini masih dalam tahap reklamasi.

Pulau G merupakan pulau buatan seluas 161 hektar, dimana pada salah satu wilayahnya akan diberi nama Pulau Golf yang merupakan bagian dari Pluit City.

Adapun Pluit City akan menjadi kota mandiri baru yang menawarkan properti komersial apartemen, vila tepi laut dan lain-lain.

“Khusus dalam pembangunan jembatan, WIKA telah banyak berkontribusi dalam pembangunan berbagai jembatan berskala besar dan berteknologi tinggi di tanah air maupun luar negeri,” terangnya.

Beberapa proyek jembatan yang telah dibangun perseroan antara lain Jembatan Layang Sudirman dan KS Tubun dengan menggunakan teknologi Incremental Launching Method (ILM), serta Jembatan Suramadu yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia.

“Proyek jembatan lainnya yang akan rampung dalam waktu dekat ini adalah Jembatan Merah Putih Ambon yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia Timur dan Jembatan Tayan yang menghubungkan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah,” ujar Suradi.(imq/hrb)

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berhasil terpilih sebagai pemimpin konsorsium dalam
pembangunan terminal penumpang Bandara Internasional Jawa barat.

Wika akan memimpin Paket Konstruksi Sisi Darat Tahap 1A Bandara Internasional
Jawa Barat, Kertajati, Majalengka, paket II atau bangunan utama penumpang
senilai Rp 1.395 triliun.

Kepastian ini didapat setelah penetapan pemenang tender pada proyek tersebut
berdasarkan evaluasi administrasi, teknis, harga, kualifikasi, dan verifikasi yang telah
dilakukan oleh PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB).(kontan/az)read more…

Jakarta detik-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memakai Rp 105 triliun atau 87,3% dari total alokasi anggaran dalam APBN Perubahan 2015 sebesar Rp 118 triliun. Anggaran sebesar antara lain telah dipakai untuk program pembangunan fisik yang mencapai 91%.

Lalu, program pembangunan apa saja yang dijalankan Kementerian PUPR dengan dana sebesar itu?

Pembangunan pertama adalah sektor sumberdaya air. Setidaknya, ada 5 bendungan yang mulai beroperasi tahun ini.

“Pertama Jatigede di Jawa Barat, Nipah dan Bajulmati di Jawa Timur, Rajui di Aceh dan Titab di Bali yang kemarin baru diresmikan penggenangannya,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengawali paparannya dalam paparan hasik kerja 1 Tahun Kementerian PUPR di Kantornya, Selasa (22/12/2015).

Kelimanya adalah bendungan-bendungan yang sudah lama terbengkalai pembangunannya dan diselesaikan tahun ini sehingga baru bisa dioperasikan. Selain 5 bendungan yang beroperasi, di 2015 ini Kementerian PUPR juga telah berhasil membangun 13 bendungan atau waduk baru.

Bukan hanya itu, Basuki dan Kementerian PUPR pun telah berhasil membangun irigasi baru untuk mengairi sekitar 186.430 ha areal persawahan. Ia pun telah membangun sekitar 67,02 km pengaman pantai, 304,71 km pengendali banjir dan 52 buah pengendali sedimen atau lahar sepanjang tahun 2015.

Di sektor jalan dan jembetan, di 2015 ini Kementerian PUPR lewat Direktorat Jenderal Binamarga telah membangun sedikitnya 497 km jalan baru dan 705 km jalan di perbatasan.

Dibangun juga jembatan baru sepanjang 7.653 meter, penggantian jembatan sepanjang 6.616 meter hingga pembuatan Fly Over, Underpass dan perlintasan tak sebidang Kereta Api sepanjang 2.544 meter.

Selanjutnya, Direktorat Jenderal Cipta Karya membangun sanitasi di sedikitnya 686 kawasan, pembangunan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) regional di 4 kabupaten dan kota‎ dan pembuatan drainase di 61 kabupaten Kota.

Bukan hanya itu, masih oleh Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR telah melakukan penanganan terhadap 560 kawasan kumuh. Selain itu ada penataan terhadap 1.307 hektar kawasan pemukiman dan perkotaan.

“Tantangan penanganan kawasan kumuh itu bukan semata-mata mengurangi kawasan kumuhnya saja. Tapi juga mempertahankan kawasan yang sudah diperbaiki agar tidak kembali kumuh. Ini butuh penanganan total,” tegas Direktur Jenderal Cipta Karya Andreas Suhono.

Di sektor perumahan, sedikitnya 667.668 rumah telah terbangun dari target pemerintah sebanyak 1 juta rumah terbangun setiap tahunnya.

“Tahun ini memang tantangan yang berat sekali bagi sektor perumahan. Namun kami optimistis hasil yang lebih baik bisa dicapai tahun depan. Berbagai terobosan terutama terkait regulasi akan‎ kami perbaikan sehingga penyediaan rumah murah tahun depan bisa lebih optimal,” pungkas Direktur Jenderal Penyediaan Rumah Syarif Burhanudin.

(dna/hns)

Bisnis.com, JAKARTA—Lembaga riset PT BCI Asia Indonesia memperkirakan realisasi pasar konstruksi nasional hingga Oktober 2015 mencapai Rp393,77 triliun.

Jumlah tersebut terdiri dari  sektor gedung dan bangunan senilai Rp 192, 73 triliun dan sektor sipil senilai Rp201,04 triliun.

Country Manager PT BCI Asia Agus Dinar mengatakan, realisasi pasar konstruksi tersebut masih minus 2,03% dibandingkan realisasi pada  tahun lalu yang  mencapai Rp401,93 triliun.

Namun, dia meyakinkan nilai tersebut belum final, mengingat masih ada beberapa proyek konstruksi yang baru akan diteken kontraknya pada akhir tahun ini.

“Minus tersebut muncul karena terpukul sektor commercial building yang minus 14,8% dibandingkan tahun lalu, sedangkan civil itu meningkat 14%. Terpukulnya commercial building ini karena properti menggunakan produk impor sedangkan dolar sempat naik, sehingga terjadi penundaan dan rekalkulasi,” ujarnya

Dia menambahkan pada tahun lalu, sektor gedung dan bangunan berkontribusi 56% terhadap total realisasi pasar konstruksi, atau senilai Rp226,31 triliun, sedangkan sektor sipil menyumbang 44% atau senilai Rp175,62 triliun.

Namun, kondisi itu berbalik pada tahun ini di mana sektor konstruksi menyumbang lebih besar yakni sebesar  51%.

Menurutnya, hal ini merupakan imbas dari pembangunan infrastruktur yang tengah digalakkan pemerintah.

Meski demikian, pihaknya masih akan terus memperbarui data tersebut hingga akhir tahun guna mengetahui dampak deregulasi dan paket kebijakan ekonomi yang terhadap pasar konstruksi.

“Tergantung kepastian bagaimana dolar bisa ditekan di bawah dan deregulasi pemerintah kan banyak. Itu semua kalau dilakukan memang bisa berdampak pada naiknya pasar konstruksi nasional 2016, bisa tembus Rp400 triliun,” ujarnya.

Di sisi lain, dalam sektor konstruksi sipil, realisasi proyek infrastruktur yang tercatat hingga Oktober ini mencapai Rp95,51 triliun, masih minus 6% dibanding realisasi total pada 2015 yang mencapai Rp101,92 triliun.

Di sisi lain, dalam sektor utilities tercatat capaian  proyek pembangkit listrik melonjak 43,18% menjadi Rp105,52 triliun dari tahun lalu senilai Rp73,7 triliun.

Dari sisi demografis, laporan tersebut mencantumkan  proyek konstruksi nasional  terbanyak berada  di Sumatra sebesar 32%, disusul Jakarta 28%, Kalimantan 19%, Jawa Barat 17%, Bali-Nusa Tenggara 11%, Jawa Tengah dan Yogyakarta 10%, Jawa Timur 3% dan Sulawesi-Maluku-Papua 3%.

Construction sector: President Joko Widodo has instructed several ministries including Public Works and Housing, Transportation, Energy and Mineral Resources and Agriculture, to accelerate 2016 the tender for projects before end of this year. The Minister of Public Works and Housing, Basuki Hadimuljono, stated that its ministry has started the tender for projects since September 2015. Basuki stated that around 90% of its 2016 allocated budget of Rp97tn would have been tendering before end of this year. The Minister of Agriculture will accelerate its 2016 budget spending amounting of Rp31tn. (Kontan)

Comment: The acceleration of project tender would benefit SOE construction within our coverage, providing better new contracts secured in early 2016.

JAKARTA— Rencana penawaran saham baru (right issue) 4 BUMN dengan target dana sekitar Rp13 triliun pada tahun depan dipastikan tersendat karena DPR dan pemerintah memutuskan untuk menunda pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN.

Seperti diketahui, DPR dan pemerintah sepakat untuk menunda pemberian PMN kepada 23 BUMN senilai Rp34,32 triliun dalam APBN 2016. Pemberian tambahan modal kepada BUMN diusulkan ditunda hingga pembahasan Rancangan APBN Perubahan 2016.

Dari 23 BUMN tersebut, 4 BUMN di antaranya merupakan perusahaan yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Jasa Marga (Persero) Tbk., PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Empat BUMN itu diusulkan memperoleh PMN senilai Rp9,03 triliun dimana Wijaya Karya diusulkan memperoleh tambahan modal Rp4 triliun, Pembangunan Perumahan Rp2,25 triliun, Jasa Marga Rp1,25 triliun dan Krakatau Steel Rp1,5 triliun.

Penambahan modal dari negara kepada BUMN biasanya disertai proses right issue agar saham pemerintah tidak terdilusi. Dengan ditundanya pemberian PMN maka proses right issue dipastikan bakal tidak sesuai rencana semula.

Sekretaris Perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Iip Budiman mengatakan pihaknya akan mengikuti proses yang telah ditetapkan oleh DPR dan pemerintah yaitu pembahasan kembali dengan komisi terkait di DPR.

Dengan demikian, menurut Iip, pihaknya akan mengikuti kembali pembahasan PMN dalam APBN Perubahan 2016. Selain itu, Iip mengatakan sejauh ini belum terdapat pembahasan perubahan RKAP di Krakatau Steel.

“Untuk rencana investasi yang terkait dengan PMN, sedang kami lihat kembali prosesnya. Namun untuk investasi yang berkaitan dengan lender yang sudah siap tentu akan tetap dipertimbangkan,” katanya, Senin (2/11).

Sekretaris Perusahaan Jasa Marga Mohammad Sofyan mengatakan pihaknya masih menanti arahan dari kuasa pemegang saham terkait penundaan pemberian PMN tersebut. “Kami menunggu arahakan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN.

Emiten berkode saham JSMR itu kini tengah menggarap 13 ruas jalan tol baru dengan nilai investasi sekitar Rp40 triliun dengan panjang 460 km. Sekitar 60 km telah beroperasi dan sisanya sekitar 400 km sedang dalam tahap pembangunan hingga 2019.

Terkait 13 ruas yang sebagian besar berada di pulau Jawa tersebut, Sofyan mengatakan pembangunan itu untuk mendukung program pemerintah terkait percepatan pembangunan jalan tol. “Untuk ruas-ruas itu telah ada pendanaannya,” kata Sofyan.

http://finansial.bisnis.com/read/20151102/309/488136/pmn-2016-ditunda-right-issue-4-bumn-terhambat
Sumber : BISNIS.COM

JAKARTA – Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepertinya butuh kejelasan mengenai proyek kereta cepat yang akan dilakukan oleh BUMN dan investor China (Tiongkok). Pasalnya, hal ini menimbulkan banyak pertanyaan khususnya mengenai anggaran proyek tersebut.

Menteri BUMN Rini Soemarno menjelaskan, untuk proyek kereta cepat, pihaknya memastikan tidak ada anggaran dari Pemerintah maupun jaminan untuk pembangunan kereta tersebut. Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Perlu dijelaskan mengenai kereta cepat memang bapak Presiden menekankan tidak adanya anggaran dari Pemerintah maupun jaminan untuk pembangunan kereta cepat. Jadi kami menekankan memang sama sekali tidak ada menggunakan dana pemerintah termasuk PMN,” jelas Rini di Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (5/10/2015).

Rini menambahkan, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) selaku BUMN yang akan mengerjakan proyek tersebut memang mengusulkan untuk peningkatan modal. Akan tetapi, dana itu bukan digunakan untuk kereta cepat.

“Itu akan terlihat gamblang dari persentasenya berikut laporannya. Karena WIKA ini juga Tbk, maka penggunaan dananya akan terlihat jelas. Penyertaan modal oleh WIKA ini sama sekali tidak akan dimanfaatkan untuk kereta cepat,” tambah Rini.

Nantinya, proyek kereta cepat itu, lanjut dia, memang diserahkan kepada WIKA dan BUMN lainnya serta perusahaan China. Kemudian, untuk konsorsium akan lebih didominasi oleh BUMN sebesar 60 persen.

“Memang dari BUMN lebih besar, 60 persen konsorsium kita dari Tiongkok 40 persen. Ini masih finalisasi,” kata dia.

http://economy.okezone.com/read/2015/10/05/320/1226308/wika-cs-bakal-kuasai-60-saham-kereta-cepat

Sumber : OKEZONE.COM

Bisnis.com, JAKARTA— Perusahaan konstruksi milik negara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. menambah proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ke dalam daftar proyek yang bakal didanai dari hasil penawaran saham baru (right issue) pada tahun depan.
 
Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Suradi memaparkan PLTU yang bakal digarap oleh Wijaya karya antara lain PLTU Jawa V dan PLTU Jawa VII. “Yang merupakan bagian dari Mega Proyek 35.000 MW,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (7/9).
 
Sebelumnya, proyek PLTU tersebut tidak masuk ke dalam daftar proyek yang bakal didanai dari hasil right issue pada tahun depan, seperti yang pernah dipresentasikan manajemen perusahaan kepada Komisi VI DPR.
 
Seperti diketahui, emiten berkode saham WIKA itu berencana melakukan right issue pada tahun depan dengan target pengumpulan dana Rp4,7 triliun yang berasal dari investor publik dan tambahan modal negara.
 
Right issue itu bakal dilakukan apabila Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diusulkan oleh pemerintah dalam Rancangan APBN 2016 disetujui oleh DPR. Dalam paparan di Komisi VI DPR, manajemen Wijaya Karya telah mengusulkan sejumlah proyek yang bakal memperoleh manfaat dari right issue tersebut.
 
Proyek tersebut antara lain pembangunan Kawasan Industri Kuala Tanjung, pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja, jalan tol Manado-Bitung, jalan tol Samarinda Balikpapan, sistem penyediaan air minum (SPAM) Jatiluhur 5.000 liter per detik dan kereta cepat.
 
Namun, beberapa hari setelah pemaparan manajemen Wijaya Karya kepada anggota Komisi VI DPR tersebut, Menteri BUMN Rini Soemarno selaku kuasa pemegang saham perusahaan menyatakan bahwa Wijaya Karya tidak akan menggunakan PMN untuk keperluan kereta cepat.
 
Keputusan itu dibuat setelah pemerintah menyatakan proyek kereta cepat tidak akan didanai oleh APBN dan tidak akan dijamin oleh pemerintah. Proyek kereta cepat akan digarap oleh konsorsium BUMN dimana Wijaya Karya menjadi pemimpinnya bersama sejumlah perusahaan milik negara lainnya.
 
Suradi mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur yang sedang digenjot pemerintah, diharapkan akan berdampak  positif terhadap kinerja perseroan.

Jakarta —  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menyatakan, minat membangun pelabuhan Sorong, Papua Barat.

“Kami ingin ikut menggarap pelabuhan Sorong,” kata Direktur Keuangan Adji Firmantoro ditemui di kantor Kementerian BUMN kemarin.

Menurut dia, ketertarikan pada proyek pelabuhan tersebut sebab perseroan telah memulainya di terminal peti kemas Belawan, Sumatera Utara. Hingga akhir tahun ini, proyek yang diperoleh dari pemerintah dan BUMN dapat mencapai 50%.

Menyoal nilai investasi rencana pembangunan Pelabuhan Sorong, ia menegaskan belum mengetahuinya.

“Tergantung konsorsium sama siapa. Proyek ini bukan tender, jadi kita ikut investasi. Berapa porsinya belum,” ujarnya.

Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, diakuinya, perseroan telah mengantongi proyek baru sekitar Rp14 triliun. Jumlah tersebut telah mencapai 44,25% dari kontrak baru WIKA 2015 sebesar Rp31,64 triliun.

Pada tahun ini, WIKA akan memperoleh total kontrak dihadapi sebesar Rp54,39 triliun, yang terdiri dari target kontrak baru 2015 sebesar Rp31,64 triliun dan carry over 2014 sebesar Rp22,75 triliun. Adapun komposisi perolehan kontrak baru ditargetkan berasal dari pemerintah sebesar 52,02%, BUMN 22,17% dan swasta 25,21%.

Menyoal pendanaan untuk investasi pada tahun ini, ia membeberkan perseroan masih memiliki dana hasil penerbitan surat utang jangka menengah (MTN) sebesar Rp1 triliun. Rencananya, perseroan akan melakukan penyelesaian MTN dengan penerbitan obligasi di atas Rp1 triliun.

http://www.imq21.com/news/read/316261/20150814/110724/WIKA-Incar-Proyek-Pelabuhan-Sorong.html
Sumber : IMQ21.COM

Jumat, 07/08/2015 NERACA

Jakarta- Guna mensukseskan pembangunan proyek pembangunan kereta api cepat meniru negara-negara maju yang sudah ada, kedepan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sebagai kontraktor pembangunan infrastruktur proyek tersebut bakal membikin usaha patungan bersama PT KAI (Persero) untuk mengoperasikan pembangunan kereta cepat rute Jakarta-Bandung.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Mariani Soemarno mengatakan, WIKA bersama PT KAI akan bikin perusahaan patungan (joint venture) untuk mengoperasikan rencana pembangunan kereta cepat rute Jakarta-Bandung,”Pastinya KAI akan dilibatkan dan mungkin mereka bisa membuat anak usaha sebagai operatornya,”ujarnya di Jakarta, Kamis (6/8).

 

http://www.neraca.co.id/article/57235/wika-rambah-bisnis-kereta-api-gandeng-pt-kai
Sumber : NERACA.CO.ID

JAKARTA – Kinerja PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mulai terkerek oleh program pemerintah mempercepat pembangun infrastruktur pemerintah. Oleh karena itu, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idA+ untuk perusahaan WTON.Analis Pefindo, Martin Pandiangan, mengatakan outlook stabil untuk Wika Beton ini berlaku untuk periode 3 Juli 2015 sampai 1 Juli 2016.

“Akan diuntungkan oleh program percepatan program infrastruktur, walaupun realisasi anggaran infrastruktur masih sedikit,” ucapnya, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (29/7/2015).

Lebih lanjut dia mengatakan, struktur permodalan serta proteksi arus kas yang kuat membuat kinerja perusahaan menjadi positif. Sementara itu, dia mengingatkan, peringkat bisa saja turun jika perseroan gagal mencapai target order book dan pendapatan secara signifikan.

“Jika kinerja dari ekspansi usaha tidak memberikan kontribusi signifikan sebagaimana yang diharapkan atau jika tambahan nilai utang lebih tinggi dari pada diproyeksikan akan memperburuk profil keuangan perusahaan,” ucapnya.

http://economy.okezone.com/read/2015/07/29/278/1187297/banyak-dapat-proyek-pemerintah-wton-naik-kelas
Sumber : OKEZONE.COM

JAKARTA kontan. Konsorsium PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) bersama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) dan PT Jasa Sarana memperoleh tender investasi pembangunan jalan tol ruas Soreang-Pasir Koja (Soroja).

Konsorsium tersebut akan membentuk Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk menjadi pemegang konsesi ruas tol Soroja selama 45 tahun. “Porsi kepemilikan sahan WIKA 25% dan selebihnya dimiliki anggota konsorsium lainnya,” ujar Gandiri Gutawa, Direktur Operasi I PT Wijaya Karya Tbk dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/6).

Menurutnya proyek senilai Rp 1,5 triliun ini akan dimulai pengerjaan fisiknya pada akhir tahun 2015. Konsorsium menargetkan ruas tol Soroja ini bisa selesai sebelum perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. Hal ini dilakukan karena sejumlah venues PON berada di wilayah Soreang, Bandung.

Tol Soroja memiliki panjang 8,15 kilometer yang menghubungkan ruas tol Padalarang-Cileunyi. Ruas ini memiliki 3 pintu keluar jalan tol antara lain yaitu di Marga Asih, depan Stadion Jalak Harupat, dan Kantor Pemkab Bandung.

Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), mengincar kontrak pengadaan beton pracetak (precast) untuk proyek Jalan Tol Lintas Sumatera. Potensi nilai kontrak mencapai Rp 30 triliun.

Sekretaris Perusahaan Wika Beton Puji Haryadi mengatakan, total nilai proyek jalan tol sepanjang 2.700 kilometer (km) yang membentang dari Aceh ke Lampung tersebut mencapai Rp 360 triliun.

“Untuk proyek jalan tol ini komposisi beton precast-nya mencapai sekitar 30%. Namun, karena biasanya digarap konsorsium BUMN, artinya precaster-nya tidak hanya Wika Beton. Kami berharap paling tidak mendapat porsi 30% dari semua precaster atau sekitar Rp 30 triliun,” kata Puji di Jakarta, Rabu (20/5).

Namun, menurut dia, pengerjaan proyek tol tersebut memakan waktu sekitar 5-10 tahun. Selain proyek jalan tol, perseroan juga mengincar proyek-proyek infrastruktur pemerintah lainnya, seperti jalan non-tol dan pelabuhan.

Kemungkinan besar dana infrastruktur dari pemerintah cair Juni, sehingga pada semester II tahun ini ekspansi bisnis perseroan akan mulai melaju.

Saat ini, Wika Beton sudah mengantongi kontrak baru sebesar Rp 1 triliun atau 25% dari target kontrak baru tahun ini senilai Rp 4 triliun. Sepanjang kuartal I-2015, perseroan membukukan kontrak Rp 550 miliar.

Menurut Puji, proyek-proyek yang baru didapat perseroan di antaranya pembangunan tiang pancang pabrik kimia di Riau senilai Rp 51 miliar dan proyek jembatan Ciledug-Blok M senilai Rp 42 miliar. Perseroan juga menyediakan precast untuk proyek jalur kereta api di Kalimantan dan Sulawesi.

“Untuk proyek kereta api di Sulawesi saat ini kami sudah dapatkan untuk jalur Makassar-Pare Pare sepanjang 20 km senilai 80 miliar. Rencananya akan dikembangkan sampai Manado,” ujar dia.

Sementara itu, proyek kereta api di Kalimantan masih dalam tahap perizinan dan pembebasan lahan, sehingga dia belum bisa menjelaskan potensi nilai kontrak.

Selain itu, Wika Beton tengah menggarap proyek pembangunan sodetan kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur, Jakarta. Proyek dengan total lahan seluas 5.000 meter persegi (m2) itu diperkirakan menghabiskan dana Rp 492 miliar. Pengerjaan proyek ini sudah dimulai Januari 2015 dan ditargetkan selesai dalam 14 bulan.

“Progres pengerjaan sudah sekitar 30%. Saat ini kami masih terkendala pembebasan lahan,” jelas Ismu Sutopo, manajer proyek sodetan Kali Ciliwung.

Tahun ini, Wika Beton menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 550 miliar. Sumber dana berasal dari sisa dana penawaran umum perdana (IPO) saham yang sekitar Rp 600 miliar.

Direktur Keuangan Wika Beton Entus Asnawi menjelaskan, capex tersebut akan digunakan untuk penyelesaian pabrik di Lampung. Pabrik itu berkapasitas 250 ribu ton per tahun. Produksi massal dari pabrik tersebut ditargetkan pada Juni 2015.

Selain itu, capex juga akan digunakan untuk maintenance dan pengembangan pabrik yang sudah ada. Saat ini, Wika Beton memiliki 10 pabrik di Indonesia dengan kapasitas produksi 2,2 juta ton per tahun.

Dengan selesainya pabrik di Lampung, perseroan menargetkan kapasitas produksi mencapai 2,3 juta ton per tahun pada 2015. “Pada 2018, kami targetkan kapasitas produksi mencapai 3,3 juta ton per tahun,” ujar Entus.

Sementara itu, pada perdagangan kemarin, saham WTON ditutup menguat 3,14% pada harga Rp 1.150. Harga tersebut mencerminkan price to earning ratio (PER) 28,61 kali. Adapun return on assets (ROA) sebesar 0,45%, return on equity (ROE) sebesar 0,76%, dan debt to equity ratio (DER) 0,7 kali. (ID)

 

TEMPO.CO, Jakarta -PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) pada tahun 2015 melebarkan sayap ke luar negeri dengan masuk ke Arab Saudi. WIKA membuka kantor cabang di Arab Saudi untuk mengerjakan proyek pembangunan hotel di kawasan Masjidil Haram, Mekkah, dengan nilai kontrak sekitar US$ 40 juta.

“Tahun ini WIKA sudah mulai mendapatkan kontrak proyek di Arab Saudi. Sebelumnya kami sudah masuk di empat negara yaitu Aljazair, Myanmar, Malaysia dan Timor Leste,” kata Direktur Operasi WIKA Destiawan Soemardjono, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan WIKA, di Jakarta, Rabu 22 April 2015.

Menurut Destiawan, pembukaan cabang WIKA di Arab Saudi sejalan dengan banyaknya permintaan dari negara tersebut untuk pembangunan properti maupun infrastruktur jalan. “Mulai akhir tahun 2015, WIKA akan membangun beberapa menara hotel, dengan masa pengerjaan sekitar 2 tahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain itu WIKA juga mendapat tawaran di Arab Saudi membangun “mass rapid transportation” (MRT) di sana. Perseroan sudah mempersiapkan pendaftaran pembuatan perusahaan atas izin badan penanaman modal Arab Saudi. WIKA juga sudah menjajaki pembangunan pabrik beton pracetak (precast) banyak pendapatkan tawaran proyek di negeri tersebut.

Hal yang sama juga sedang dilakukan WIKA di Myanmar untuk membangun menara dengan nilai proyek investasi sekitar US$ 120 juta. Di Timor Leste juga merupakan negara yang sudah dimasuki WIKA dengan menyasar pembangunan bandara, pembangunan empat jembatan dengan nilai proyek berkisar US$ 30-40 juta. Adapun di Malaysia, sudah dalam tahap negosiasi ulang proses tender pembangunan 9 menara apartemen.

“Saya rasa ekspansi WIKA di enam negara untuk sementara sudah cukup. Peluang sangat besar tapi WIKA memilih menjalankan sikap kehati-hatian, jangan sampai proyek tersebut justru membuat rugi perusahaan,” kata Destiawan.

Proyek lainnya yang sedang digarap, yaitu pembangunan tiga menara rumah susun di Aljazair dengan nilai investasi sekitar Rp 1 triliun.

Ia menjelaskan, kontribusi WIKA cabang luar negeri selama ini masih relatif kecil atau berkisar 5 persen terhadap pendapatan perusahaan pada tahun 2014. “Tahun ini (2015) target kontribusinya tetap 5 persen, namun kapasitas bisnisnya yang diperbesar,” ujarnya.

Pada tahun 2015 WIKA menargetkan total kontrak yang dihadapi sebesar Rp 54,9 triliun, terdiri atas target kontrak baru Rp 31,64 triliun, dan carry over proyek dari 2014 sebesar Rp 22,75 triliun. Komposisi perolehan kontrak baru WIKA 2015 tersebut berasal dari proyek pemerintah sebesar 52,02 persen, BUMN 22,17 persen dan swasta 25,21 persen.

Sementara hingga pekan III April 2015, pencapaian kontrak baru WIKA mencapai Rp 4,43 triliun atau 13,99 persen dari target kontrak baru 2015 sebesar Rp 31,64 triliun.

AGUSSUP | ANTARA

PT Wijaya Karya (WIKA) menyatakan kesiapannya dalam menggarap proyek pembangunan infrastruktur rel kereta api di luar Jawa seiring dengan pemerintah yang berencana melakukan percepatan pembangunan infrastruktur moda transportasi masal berbasis rel diluar pulau Jawa.
Sumber : IPS RESEARCH

JAKARTA kontan. Sampai bulan Februari 2015, realisasi kontrak baru untuk emiten-emiten konstruksi masih minim. Padahal sektor kontruksi diperkirakan akan tumbuh gemilang tahun ini mengingat pemerintah gencar mendorong pembangunan infrastruktur.

Lihat saja emiten kontruksi pelat merah, rata-rata baru bisa merealisasikan target kontrak anyar di bawah 15% dalam dua bulan 2015. Pencapaian yang paling bagus diraih PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang mengantongi kontrak baru Rp 3,44 triliun. Artinya, WIKA telah merealisasikan 10,87% dari target Rp 31,64 triliun.

Sementara PT Waskita Karya Tbk (WSKT) baru meraih kontrak baru Rp 691 miliar atau 3,3% dari target  Rp 20,8 triliun, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) merealisaikan 8,5% atau Rp 1,3 triliun dari target Rp 15,2 triliun, dan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) mengantongi Rp 1,13 triliun atau 4,1% dari target.

Adapun PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), emiten  konstruksi swasta telah mengantongi Rp 700 miliar kontrak anyar dari target yang dipasang hingga akhir tahun Rp 4,1 triliun. Sementara PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) hingga saat ini belum berhasil mendapatkan kontrak baru, padahal perseroan memasang target Rp 3 triliun.

Kontrak baru yang diperoleh WIKA bersumber dari proyek  luar negeri negeri yakni  pembangunan bandara Oe-cusse airport Timor Leste senilai US$ 92 juta. Sementara dalam negeri antara lain proyek bendungan Keureto Aceh, Proyek Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) tahap I, proyek jalan layang non tol (JLNT) Ciledung, proyek Funtasy Island di Pulau Manis Batam dan proyek pembangunan Bandara Samarinda Baru.

Kontrak baru WSKT didapat dari pekerjaan penambahan akses Jalan Kali Baru, penambahan Fly Over Pegangsaan, penambahan jembatan Tulur Aji Jelangkat Kalimantan Timur, pembangunan gedung RS Stella Maris Makassar, proyek jalan di Makassar, jalan tol Kanci Pejanggan lanjutan, serta menggarap proyek joint operation lansekap dan akses ducting utilitas Bandara Soekarno-Hatta.

Sementara realisasi kontrak baru ADHI didominasi oleh proyek swasta yakni sebesar 64%, BUMN sebesar 18% dan pemerintah tercatat sebesar 18%. Realisasi kotrak baru PTPP mayoritas disumbang oleh proyek swasta yakni sebesar 90% dan sisanya dari proyek pemerintah dan BUMN. Padahal, PTPP berharap raihan proyek pemerintahnya bisa berkontribusi 65% terhadap total kontrak baru.

Analis First Asia Capital David Nathanael Sutyanto memandang saham-saham kontruksi saat ini sudah terlalu tinggi karena dibangun di atas ekspektasi bukan karena didasarkan kinerja yang bagus. “Harganya terlalu mahal karena estimasi pasar yang terlalu tinggi,” kata David pada KONTAN, Rabu (11/3).

Menurut David, ekpektasi pasar yang besar terhadap pembangunan infrastruktur di era pemerintahan Jokowi  membuat harga saham kontruksi melambung. Pasalnya, laporan keuangan emiten-emiten ini tahun 2014 di bawah ekspektasi analis sehingga masih dalam tren bearish sampai laporan kinerja kuartal pertama tahun ini keluar.

Jika laporan keuangan kuartal pertama tercatat positif, maka kata David, saham-saham kontruksi akan bergerak ke tren bullish. Tapi jika sebaliknya, akan kembali melanjutkan tren bearish sampai pembangunan infrastruktur pemerintah terelisasi.

David masih merekomedasikan hold terhadap saham kontruksi sepanjang kuartal I sampai ada dukungan dari kinerja yang positif. Sebab menurutnya, saham konstruksi memiliki resiko yang besar karena sebagian besar modal emiten kontruksi bersumber dari utang bukan equity.

Namun sampai akhir tahun, David percaya prospek saham kontruksi masih cukup bagus. “Masih bergerak naik sampai akhir tahun apalgi jika proyek pemerintah sudha mulai terealisasi,” ujar David.

Direktur Investa Saran Madiri Hans Kwee juga menilai harga saham kontruksi sudah terlampau tinggi, Dia bilang, sejak awal tahun harganya kenaikannya terlalu besar karena terdorong ekspektasi  yang sangat tinggi terhadap pembangunan infrastruktur. “Namun kinerja tahun lalu tidak memuaskan lantaran tekanan tahun politik dan pelemahan rupiah,” kata Hans.

Hans memperkirakan, saham konstruksi akan cenderung turun sepanjang semester satu. Meskipun Presiden Jokowi memajukan pelaksanan pembangunan infrastruktur mulai April namun realisasinya baru akan optimal setelah memasuki semester II.  Itu sebabnya, Hans memadang wajar jika realisasi kontrak baru emiten kontruksi dua bulan pertama ini masih minim.

Selain itu, lanjut Hans, pasar modal domestik juga akan tertekan karena ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Dia memperkirakan kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga antara bulan Juni –Juli sehingga menjelang kebijakan tersebut akan terjadi outflow yang besar. “Tekanan terhadap kontruksi ditambah lagi dari pelemahan rupiah karena banyak kompenen infrastruktur berbasis impor,”terang Hans.

Namun, Hans melihat prospek saham kontruksi akan mulai cerah di semester II karena realisasi pembangunan infrastruktur akan optimal dan dana asing akan kembli masuk ke pasar saham. Dia memprekirakan saham kontruksi masih akan tumbuh 15% hingga akhir tahun.

 

Editor: Uji Agung Santosa

TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah melelang sejumlah pekerjaan infrastruktur senilai Rp 40,23 triliun dari pekerjaan kontraktual sebesar Rp 94,57 triliun. Sedangkan proyek yang belum dilelang sebesar Rp 45,26 triliun dan yang sudah siap tanda tangan kontrak sekitar Rp 7 triliun.

“Nah, kami tinggal tunggu pengesahan DIPA 13 Maret nanti. Begitu DIPA disahkan oleh Kemenkeu, kontrak yang ditandatangani sudah Rp 7,1 triliun ditambah kontrak multiyears Rp 9,1 triliun,” kata Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui keterangan pers, Sabtu, 7 Maret 2015.

Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp 118,5 triliun ini terdiri atas kontraktual Rp 94,5 triliun, yang terbagi atas pekerjaan tahun jamak sebesar Rp 9,1 triliun dan pekerjaan kontrak tahun 2015 Rp 85,47 triliun. Sisa dari anggaran tersebut akan dipergunakan untuk kebutuhan swakelola, seperti rehabilitasi dan perbaikan jalan sebesar Rp 12,8 triliun dengan rincian tanah Rp 3,4 triliun serta administrasi umum 4,3 triliun.

Kementerian Pekerjaan Umum telah memulai pelaksanaan lelang sejak Oktober tahun lalu. Kementerian saat ini sedang mengevaluasi agar percepatan tender dapat dilakukan, mengingat lonjakan anggaran yang besar berpengaruh terhadap persiapan dokumen maupun lahannya.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Hasanuddin mengakui pengelolaan anggaran tahun ini sebesar Rp 118,5 triliun sebagai tantangan besar. Setiap direktur jenderal diharapkan mempersiapkan percepatan proyek di masing-masing direktorat.

ALI HIDAYAT

 

TEMPO.CO, Jakarta– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang melakukan proses tender terhadap tiga pembangunan jalan tol senilai Rp 19,38 triliun untuk tahun ini. Ketiga ruas tersebut adalah tol Soreang-Pasir Koja, tol Balikpapan – Samarinda dan tol Malang – Pandaan.

“Ruas tol Soroja (Soreang-Pasir Koja) di Bandung saat ini tengah dalam tahap pra-kualifikasi. Selain tol Soroja, kami juga akan melakukan tender bagi pembangunan dua proyek tol lainnya,” kata Achmad Ghani Ghazaly, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui siaran press pada akhir pekan ini.

Tercatat tiga investor yang lolos dalam pra kualifikasi pembangunan tol Soreang – Pasir Koja. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah PT Bangun Tjipta Sarana, konsorsium PT Citra Marga Nusaphala Persada, PT Wijaya Karya dan PT Jasa Sarana, serta konsorsium PT Jasa Marga, PT Waskita Karya, dan PT PP.

Nilai investasi ruas tol Soreang-Pasir Koja sepanjang 10,57 kilometer ini sebesar Rp 1,9 triliun. Sedangkan untuk investasi tol Balikpapan – Samarinda dengan panjang 99 kilometer sebesar Rp 14,5 triliun dan proyek tol Malang – Pandaan dengan panjang 37,62 kilometer sebesar Rp 2,98 triliun.

Untuk ruas Balikpapan-Samarinda, pembebasan lahannya sudah mencapai 80 persen dengan bantuan dukungan dari pemerintah daerah untuk pembebasan tanahnya. Sedangkan ruas Pandaan-Malang pembebasan lahannya sendiri baru sebesar 25 persen.

Menteri PUPR Basuki Hadimujono mengaku akan tetap memantau proyek-proyek tol yang masih mangkrak. Bahkan, jika pembangunan-pembangunan tersebut tak segera dijalankan setelah lahannya dibebaskan, maka pemerintah tak akan segan memutus kontrak dengan pemenang tender.

Basuki berharap proyek tol yang termasuk di dalam proyek tol Trans Jawa sepanjang 1.088 km ini akan selesai dalam waktu yang lebih cepat dari yang dijadwalkan, yakni tiga tahun mendatang. Di sepanjang proyek tol Trans Jawa, Basuki mengaku ada permasalahan pembebasan lahan Pemalang-Batang dan Batang-Semarang. Dia membenarkan saat ini progres pembebasan lahan baru mencapai 3 persen.

“Kalau pembebasan lahan selesai dan tidak segera direalisasikan pembangunannya, mending kita lepas saja dan kita cari partner yang lain. Jika pembebasan lahan ini selesai, semoga proyek tol Trans Jawa segera selesai dalam waktu dua atau tiga tahun saja,” katanya.

ALI HIDAYAT

TEMPO.CO, Jakarta– Deputi Fiskal dan Moneter Kementerian Koordinator Perekonomian Bobby Hamzah Rufinus mengatakan impor tahun ini berpotensi meningkat karena adanya pembangunan infrastruktur dalam skala besar. Tahun ini, pemerintah menganggarkan Rp 290,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur. Jumlah ini setara 20 persen dari anggaran belanja negara yang mencapai Rp 1.984,1 triliun. Untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan dan neraca pembayaran tetap berada di kisaran yang aman, maka ekspor harus ditingkatkan.

Ia mengatakan ekspor berpotensi ditingkatkan dengan membaiknya ekonomi Amerika Serikat dan Asia. “Yang perlu dilakukan adalah mendorong diversifikasi komoditi ekspor sesuai permintaan pasar,” kata Bobby saat dihubungi, Sabtu, 28 Februari 2015. Selain itu, capital inflow juga perlu dijaga dengan menarik foreign direct investment, portofolio, dan pinjaman luar negeri. Hal ini diupayakan dengan memberi fasilitas insentif pajak tax holiday dan tax allowance untuk penanaman modal langsung dengan persyaratan tertentu.

Ekonom The Development Bank of Singapore Gundy Cahyadi mengatakan pembangunan infrastruktur yang ingin digenjot oleh pemerintag Joko Widodo harus mewaspadai pelemahan rupiah yang masih terus terjadi. Ia mengatakan pelemahan rupiah tak bisa dihindari karena penguatan dollar kepada seluruh mata uang. Beberapa negara bahkan sengaja melemahkan mata uang untuk memperkuat ekspornya. “Tapi jangan sampai pelemahan rupiah ini jadi boomerang untuk pertumbuhan ekonomi kita,” kata Gundy.

Pekan lalu, kurs rupiah merosot tajam 101 poin (0,79 persen) ke level 12.932 per dolar AS. Rupiah bergerak liar sejak awal perdagangan dan sempat menembus level terendah di angka 12.960 per dolar AS. Bank Indonesia bahkan mengimbau Indonesia harus siap dengan depresiasi rupiah. Sebab, nilai tukar dolar Amerika Serikat masih terus menguat dan ekonomi negara itu benar-benar tengah membaik dibanding negara lain.

Menurut Gundy, pelemahan rupiah akan membengkakkan pembayaran impor. Apalagi tahun ini belanja infrastruktur tengah dikebut oleh pemerintah Jokowi. Bank Indonesia, kata dia, bahkan mengoreksi defisit transaksi berjalan dari 2,5 ke 3-3,1 persen karena melihat banyaknya infrastruktur yang akan dibangun pada tahun ini. Meski begitu, ia melihat impor kali ini akan lebih berkualitas karena mendatangkan barang-barang modal yang akan menghasilkan produk.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter Bank Indonesia Solikin M. Juhro mengatakan peningkatan impor dapat dipahami selama itu untuk keperluan produktif. “Dampaknya ke defisit transaksi berjalan bisa dipahami selama itu untuk infrastruktur dan membangun fundamental,” kata dia.

Ekonom dari Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono membenarkan pelemahan rupiah akan menambahbeban impor. Namun hal ini akan bersifat sementara. Sehingga, pemerintah tak perlu mengerem pembangunan infrastrukturnya. “Toh belum tentu terserap juga, anggarannya sangat besar lho,” kata dia.

Tony memprediksi pelemahan rupiah tak akan menembus level 13.000 dan akan kembali ke level normal 12.700. Ia mengatakan Amerika Serikat tak akan membiarkan dollarnya terus menguat karena menurunkan daya saing produk-produk negara tersebut. “The Fed juga masih menunda untuk menaikkan suku bunga,” kata dia.

Melihat kondisi ini, ia mengatakan Bank Indonesia belum perlu mengubah BI rate. “Toh percuma, penguatan dollar disebabkan sentimen global yang tak bisa dicegah,” kata dia. Tony mengatakan, dana juga masih terus masuk ke Indonesia tercermin dari IHSG yang menguat ke 5.450.

Ia mengimbau Bank Indonesia dan pemerintah untuk tenang dan menjelaskan kondisi global kepada masyarakat. Ia optimistis pertumbuhan ekonomi akan tercapai setidaknya 5,5 persen. Defisit transaksi berjalan juga akan membaik dengan turunnya impor dan peningkatan ekspor. “Impor infrastruktur memang kana naik, tapi impor miyak turun drastis karena harga anjlok,” kata dia.

TRI ARTINING PUTRI

JAKARTA kontan. Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengumbar dana untuk pembangunan infrastruktur di daerah. Hasil pembahasan anggaran menyepakati nilai Dana Alokasi Khusus (DAK) di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2015 menjadi Rp 58,82 triliun, bertambah Rp 23 triliun dari APBN 2015 warisan era Susilo Bambang Yudhoyono Rp 35,82 triliun.

Sebenarnya, di RAPBNP pemerintah hanya mengusulkan DAK Rp 55,82 triliun. Namun hasil rapat Panitia Kerja (Panja) Badan Anggaran (Banggar) DPR menyepakati penambahan lagi sebesar Rp 3 triliun. Tambahan dana ini berasal dari bujet tambahan belanja yang Rp 20,9 triliun.

Dirjen Perimbangan Keuangan Teguh Boediarso menjelaskan, dari total kenaikan dana DAK yang mencapai Rp 23 triliun itu, sebagian besar dialokasikan untuk Program Pendukung Prioritas Kabinet Kerja (P3K2) dengan anggaran Rp 20 triliun.

Dana P3K2 tersebut, pertama,  untuk infrastruktur irigasi sebesar Rp 9,3 triliun. Untuk menjadi penerima DAK infrastruktur irigasi, syaratnya ialah menjadi daerah sentra produksi padi dengan jaringan irigasi mengalami rusak sedang dan berat.

Kedua, dana ke sektor pertanian Rp 4 triliun. Daerah kabupaten/kota yang mendapatkan dana ini adalah daerah yang memiliki luas sawah irigasi minimal 700 hektar berdasarkan data luas sawah Badan Pusat Statistik (BPS).

Ketiga, untuk pembangunan jalan sebesar Rp 4,9 triliun, terutama bagi daerah tertinggal. Keempat, sarana perdagangan Rp 256 miliar, yakni  membangun pasar rakyat. Kelima, program kesehatan rujukan untuk Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS). Bujet ini untuk membangun sarana kesehatan sebesar Rp 1,45 triliun.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati berpendapat, peningkatan DAK sudah cukup bagus. Kini, pemerintah pusat perlu mengawasi lebih ketat agar penggunaan dana itu tepat sasaran. Bila perlu, pemerintah membuat aturan penyaluran DAK bersamaan dengan target yang diinginkan.

 

Editor: Barratut Taqiyyah

 

wika bullish 4yr 070115 FLDTNwika k 3800 160115 5yr tek

Jakarta detik -Rapat tertutup soal Penyertaan Modal Negara (PMN) ke BUMN, antara Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Komisi VI DPR-RI berlangsung lebih dari 5 jam. Rapat yang dimulai pukul 20.40 WIB (Selasa) berakhir pukul 02.00 WIB dini hari (Rabu) menghasilkan beberapa keputusan strategis.

Wakil Ketua Komisi VI DPR  Azam Azman Natawijaya membacakan keputusan rapat yang dihadiri juga oleh para deputi BUMN dan direksi BUMN calon penerima usulan Penyertaan Modal Negara (PMN) dan para anggota Komisi VI di ruang Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta.

Komisi VI hanya setuju suntikan modal ke BUMN sebesar Rp 37,276 triliun, dari usulan yang diajukan oleh 35 BUMN sebesar Rp 48 triliun. Hal ini karena beberapa BUMN seperti PT RNI, Bank Mandiri, dan PT Djakarta Lloyd tak disetujui dapat PMN. Selain itu, ada BUMN yang usulannya tak dipenuhi seluruhnya.

Berikut keputusan rapat pagi ini:

1. Komisi VI DPR dapat menyetujui Anggaran Kementerian BUMN RI Tahun 2015 yang belum termasuk Anggaran Tunjangan Kinerja Tahun 2016 sebesar Rp 133.809.782.000 sebagaimana telah ditetapkan dalan UU Nomor 27 Tahun 2014 tentang APBN Tahun 2015.

2. Komisi VI DPR dapat menyetujui sebagian usulan PMN dalam RAPBNP Tahun Anggaran 2015 dengan catatan:

A. Merekomendasikan tindak lanjut dan penyelesaian temuan BPK RI untuk 14 BUMN.
B. Merekomendasikan Kementerian BUMN untuk meningkatkan fungsi pembinaan kepada BUMN penerima PMN untuk memenuhi pengaturan dan tata kelola keuangan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan
C. PMN tidak digunakan untuk membayar utang perusahaan penerima PMN.
D. Pelaksanaan right issue tidak mengurangi kepemilikan saham pemerintah saat ini pada BUMN terkait.
E. Penggunaan PMN dilakukan dan dicatat dalam rekening terpisah.
F. BUMN penerima PMN harus menerapkan GCG.
G. Perlu Pengawasan secara ketat atas pengunaan PMN agar sesuai dengan rencana bisnis yang diajukan
H. Komisi VI DPR RI akan melakukan pengawasan penggunaan PMN BUMN.
I. Dalam hal pengadaan barang dan jasa, dalam menggunakan dana PMN meminta kepada Kementerian BUMN untuk mengutamakan produk dalam negeri dan sinergi BUMN.
J. Dalam melaksanakan PMN Kementerian BUMN sebagai pembina BUMN memperhatikan catatan-catatan yang telah disampaikan dalam Raker Komisi VI membahas persetujuan PMN sebagaimana terlampir

3. Komisi VI menyetujui besaran PMN pada BUMN dalam RAPBNP TA 2015 untuk disampaikan ke Badan Anggaran sesuai peraturan perundang-undangan:

  1. PT Angkasa Pura II Rp 2 triliun
  2. PT ASDP Rp 1 triliun
  3. PT Pelni Rp 500 miliar
  4. PT Djakarta Lloyd tidak disetujui (usulan Rp 350 miliar)
  5. PT Hutama Karya Rp 3,6 triliun
  6. Perum Perumnas Rp 2 triliun
  7. PT Waskita Karya Rp 3,5 triliun
  8. PT Adhi Karya Rp 1,4 triliun
  9. PT Perkebunan Nusantara III: Rp 3,5 triliun.
  10. PTPN VII 0
  11. PTPN IX 0
  12. PTPN X 0
  13. PTPN XI 0
  14. PTPN XII 0
  15. PT Permodalan Nasional Madani Rp 1 triliun
  16. PT Garam Rp 300 miliar
  17. PT Rajawali Nusantara Indonesia tidak disetujui (usulan Rp 280 miliar)
  18. Perum Bulog Rp 3 triliun
  19. PT Pertani Rp 470 miliar
  20. PT Sang Hyang Seri Rp 400 miliar
  21. PT Perikanan Nusantara Rp 200 miliar
  22. Perum Perikanan Nusantara Rp 300 miliar
  23. PT Dirgantara Indonesia Rp 400 miliar
  24. PT Dok Perkapalan Surabaya Rp 200 miliar
  25. PT Dok Kodja Bahari Rp 900 miliar
  26. PT Industri Kapal Indonesia Rp 200 miliar
  27. PT Aneka Tambang Rp 3,5 triliun
  28. PT Pindad Rp 700 miliar
  29. PT KAI Rp 2,750 triliun
  30. PT Perusahaan Pengelola Aset Rp 2 triliun
  31. PT Pengembangan Pariwisata Rp 250 miliar
  32. PT Bank Mandiri tidak disetujui (usulan Rp 5,6 triliun)
  33. PT Pelindo IV Rp 2 triliun
  34. PT Krakatau Steel Rp 956 miliar
  35. PT BPUI Rp 250 miliar

Total PMN disetujui Rp 37,276 triliun

*Catatan:
Pada PMN PTPN III digunakan untuk:
1. PTPN VII Rp 175 miliar
2. PTPN IX Rp 1 triliun
3. PTPN X Rp 975 miliar
4. PTPN XI Rp 650 miliar
5. PTPN XII Rp 700 miliar

“Terima kasih atas rapat kerja ini, selesainya rapat kerja permohonan PMN. Kami sudah katakan kepada bapak pimpinan jumlah yang disetujui dan diusulkan masih ada ruang. Kami sudah kirim surat ke kementerian keuangan untuk dibahas kembali jika diperbolehkan. Terima Kasih selamat pagi,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno menjelang rapat berakhir, Rabu dini hari (11/2/2015)

 

JAKARTA–Rencana penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)., yakni PT Wika Realty akan dilakukan pada September tahun ini.

Adji Firmantoro, Direktur Keuangan Wijaya Karya, mengatakan perseroan merencanakan Wika Realty akan melantai di pasar modal sesuai target pada tahun ini.

“Kami masih mempersiapkan segala sesuatu karena kami harus memperkuat permodalan Wika Realty untuk menambah landbank,” ungkapnya dalam konferensi pers, Kamis (29/1/2015).

Dia menyebutkan emiten berkode saham WIKA itu telah menyuntik modal wika Realty pada akhir 2014 sebesar Rp150 miliar. Ditargetkan pada semester I/2015, WIKA akan kembali menyuntik modal Rp150 miliar untuk Wika Realty.

WIKA sebagai induk usaha, sambungnya, telah menunjuk penasehat keuangan untuk gelaran IPO Wika Realty. Selanjutnya, WIKA akan menunjuk penjamin pelaksana emisi atau underwriter dalam waktu dekat untuk proses go public Wika Realty.

Ditargetkan, saham Wika Realty akan dilepas kepada publik maksimum 40% dari total saham. Saat ini, WIKA memiliki saham 85% dan karyawan Wika Realty menggenggam 14% saham. Target dana yang diincar dalam IPO mencapai Rp1 triliun.

http://market.bisnis.com/read/20150129/192/396501/ipo-wika-realty-ditargetkan-september-2015
Sumber : BISNIS.COM

 

JAKARTA – Rencana pemerintah untuk membangun pelabuhan di Sorong, Jayapura, sepertinya harus memperhatikan pola yang berbeda dari pelabuhan sebelumnya. Pasalnya, membangun pelabuan di daerah timur tersebut sedikit berbeda dari daerah lainnya.

“Di Sorong, mereka harus mencari pola lain. Karena Sorong, kalau kita bikin pelabuhan di sana, bisa-bisa kapalnya ke Sorong mau pulang lagi kosong, kan rugi,” kata Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo saat ditemui di Hotel JW Marriott Jakarta, Rabu (21/1/2015).

Indroyono mengatakan, Sorong disepakati menjadi kawasan industri. Hal ini sesuai rencana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bahwasanya Sorong dijadikan kawasan industri.

“Digabungkan di sana, kawasan industri dengan pembangunan pelabuhan, pembangunan pembangkit listrik, dengan pembangunan galangan kapal,” kata dia.

Selain itu, Indroyono menambahkan di sana ada daerah wisata raja ampat, industri perikanan, termasuk politeknik ada di sana. Dengan penetapan Sorong sebagai kawasan industri maka harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai.

“Ibaratnya kalau tol laut yang akan ada di Sorong nanti, kalau kapal ke sana mengangkut semen, pulangnya harus ada isinya. Kalau enggak kan sayang ya,” tutup dia.

http://economy.okezone.com/read/2015/01/21/20/1095083/sorong-jadi-kawasan-industri-akan-dibangun-pelabuhan
Sumber : OKEZONE.COM

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah mengkaji ulang 20 proyek infrastruktur. Tiga di antaranya berpeluang dibatalkan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Andrinof Chaniago membenarkan hal ini. Ketika dikonfirmasi, ia mengatakan, salah satu yang dibatalkan adalah proyek kereta super cepat Jakarta-Surabaya.

“Iya batal, karena belum layak. Itu sudah dikeluarkan dari daftar,” sebut Andrinof ditemui usai rapat Badan Anggaran DPR-RI, Jakarta, Selasa (20/1/2015).

Salah satu pertimbangan ‘layak’ adalah pendapatan perkapita pengguna kereta super cepat, yang berkisar 10.000 dollar AS. Saat ini, pendapatan perkapita masyarakat Indonesia baru 4.700 dollar AS. Kendati dikeluarkan dari proyek prioritas pemerintah, Andrinof menambahkan kereta super cepat Jakarta-Surabaya masih berpeluang diteruskan, jika ada swasta yang berminat. Syaratnya, pihak swasta itu memiliki kecukupan finansial dan tidak menggangu lahan publik.

“Namanya membangun infrastruktur pasti ada pembebasan lahan, dan pasti (sebagian besar) dari lahan publik,” imbuh Andrinof.

Lebih lanjut dia bilang, jika berminat, pemerintah bisa mempermudah soal perizinan dan AMDAL. Hanya saja, dia berpesan agar swasta yang berminat betul-betul memperhitungkan untung-ruginya.

“Modal kembali bisa 30 sampai 40 tahun (lagi),” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, meski menggeber pembangunan infrastruktur, tapi pemerintah tak mau asal-asalan dalam merealisasikan investasi yang masuk ke dalam negeri. Buktinya, kini pemerintah telah mengkaji sekitar 20 proyek yang dikerjakan oleh investor Jepang.

Dari jumlah itu, pemerintah berencana untuk membatalkan tiga proyek. Menteri PPN Andrinof mengatakan, pemerintah masih mengkaji kelanjutan tiga proyek yang dikerjakan bersama Jepang.

“Menurut kami ada yang tidak lanjut dari rencana. Salah satu proyeknya adalah proyek kereta api super cepat, lainnya nanti,” katanya, Rabu (14/1/2015).


Penulis : Estu Suryowati
Editor : Hindra Liauw

JAKARTA investor daily – PT Wijaya Karya Tbk (Wika) berencana masuk ke proyek pembangkit listrik berkapasitas 2×600 megawatt (MW) yang ditaksir bernilai US$ 1,4 miliar-1,8 miliar di Palembang, Sumatera Selatan, tahun ini. Perusahaan asal Jepang, Mitsubishi Corporation diperkirakan turut masuk ke dalam konsorsium proyek tersebut.

Sekretaris Perusahaan Wika Suradi mengungkapkan, emiten bersandi saham WIKA itu mengincar kepemilikan 5-10% pada pembangkit listrik tersebut. Perseroan memperkirakan investasi untuk 1 MW berkisar US$ 1,2 juta-1,5 juta. Selain Mitsubishi, ada perusahaan lain yang akan masuk ke proyek tersebut.

“Sedikitnya dua sampai tiga perusahaan dalam negeri dan negara lain di Asia yang tertarik bergabung ke proyek pembangkit listrik ini,” kata dia kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (15/1).

Suradi menjelaskan, perusahaaan-perusahaan tersebut bakal menjadi vendor strategis, penyedia teknologi, dan penyedia jasa pemeliharaan pembangkit listrik. Perseroan menargetkan kesepakatan tersebut terealisasi pada 2015. Proses konstruksi akan memakan waktu hingga tiga tahun.

Dia menambahkan, Wika optimistis mampu bergabung bersama konsorsium proyek besar tersebut.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php


PT Wijaya Karya Tbk (Wika) berencana masuk ke proyek pembangkit listrik berkapasitas
2×600 megawatt (MW) yang ditaksir bernilai US$ 1,4 miliar-1,8 miliar di Palembang, Sumatera
Selatan, tahun ini. Perusahaan asal Jepang, Mitsubishi Corporation diperkirakan turut masuk ke
dalam konsorsium proyek tersebut.
Sekretaris Perusahaan Wika Suradi mengungkapkan, emiten bersandi saham WIKA itu mengincar
kepemilikan 5-10% pada pembangkit listrik tersebut. Perseroan memperkirakan investasi untuk
1 MW berkisar US$ 1,2 juta-1,5 juta. Selain Mitsubishi, ada perusahaan lain yang akan masuk ke
proyek tersebut.(investor/hla)
read more…

����

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah mulai menacapkan tiang perdana (groundbreaking) dua bendungan baru akan dimulai Januari ini. Kedua bendungan tersebut adalah Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri dan Bendungan Logung di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pemerintah telah menetapkan rencana tanggal kontrak dan groundbreaking 13 bendungan yang akan dibangun tahun ini. Rencananya, Juli tahun ini kontrak 13 bendungan sudah ditandatangani semua, sedangkan groundbreaking ditargetkan selesai semua pada Agustus 2015.

Di antara 13 bendungan tersebut, hingga Desember 2014 pemerintah baru menandatangani tiga kontrak, yakni Bendungan Raknamo di Kupang, NTT dan Pidekso serta Logung. Sementara itu, baru Bendungan Raknamo yang memasuki tahap groundbreaking.

“Yang sudah dikontrak ini ya harus segera groundbreaking,” katanya Jumat (9/1).

Bendungan Logung dikerjakan oleh PT Wijaya Karya Tbk. dalam kerja sama operasi (KSO) dengan PT Nindya Karya, sedangkan PT PP mengerjakan Bendugan Pidekso. Biaya konstruksi untuk kedua bendungan ini ditarget masing-masing Pidekso Rp469,6 miliar dan Logung Rp641 miliar.

Sementra itu, kapasitas tampung keduanya masing-masing Pidekso 27,15 juta m3 dan Logung 20,15 juta m3. Kedua bendungan ini masing-masing akan mendukung jaringan irigasi seluas 1,500 ha untuk Pidekso dan 2,821 untuk Logung. Pidekso akan mendukung penyediaan air baku 300 liter/detik, sedangkan Logung 200 liter/detik.

JAKARTA kontan. Kendati pencapaian kinerja tahun lalu tidak gemilang, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) optimistis bisnis mereka bisa kembali menggeliat tahun 2015. Hal itu dibuktikan WIKA dengan memasang target kontrak baru sebesar Rp 31,6 triliun. Sekitar Rp 21,5 triliun ditargetkan dari induk perusahaan dan Rp 10,1 dari anak perusahaan. Dengan kontrak carry overtahun lalu, maka tahun ini WIKA bisa mengantongi Rp 49,1 triliun.

Adji Firmantoro, Direktur Keuangan WIKA mengatakan kebijakan pemerintah untuk mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk dialihkan ke pembangunan infrastruktur akan menjadi cahaya terang bagi perseroan untuk mencapai kinerja yang lebih gemilang. “Disitu pasti ada sektor-sektor yang bisa kita garap,” kata Adji saat dihubungi KONTAN, Rabu (7/1).

Dia menambahkan, pihaknya juga sudah mempelajari situasi bisnis sepanjang tahun 2014 sehingga bisa memperbaiki segala kekurangan yang terjadi. Adji bilang, WIKA juga melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki Sumber Daya Manusia (SDM) dan teknologi guna mencapai kinerja yang lebih baik tahun ini.

WIKA Menargetkan kontrak dari pihak swasta dan BUMN tumbuh lebih kencang mengingat kondisi ekonomi dan politik yang sudah mulai stabil.  Kontrak dari pemerintah di perkirakan tidak akan lebih dari 25%, sedangkan sisanya dari pihak swasta dan BUMN. “Kami sudah menjalin kerjasama dengan beberapa BUMN untuk beberapa proyek,” ujarnya.

Sekitar 25% kontrak baru akan menyasar sektor minyak  dan gas.  Tahun lalu kontrak baru di departemen energi yang mengelola sektor ini mencapai Rp 3,3 triliun dan tahun ini ditargetkan mencapai Rp 4 triliun.

Sepanjang tahun 2014, WIKA hanya mampu mengumpulkan kontrak baru sebesar Rp 17,5 Triliun atau hanya 67,75% dari kontrak baru yang ditargetkan di awal tahun sebesar 25,83 triliun.

Adji mengatakan, target tidak tercapai lantaran  situasi tahun politik yang membuat banyak pihak swasta menahan berbagai proyek serta pemangkasan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2014 untuk kementerian Pekerjaan Umum sebesar   Rp 22 triliun.

Tekanan tahun politik ini membuat banyak sejumlah rencana kontrak mundur ke tahun 2015 seperti proyek pembangkit listrik mini hydro di Sumatera, proyek pengolahan air di Jatiluhur dan proyek-proyek pembangkit listrik tenaga surya. Itu sebabnya, memasuki bulang Januari WIKA sudah mengantongi kontrak baru sebesar Rp 1,9 trliun. “Sepanjang bulan Januari ini, kami estimasikan bisa mencapai Rp 2,5 triliun–Rp 3 triliun,” ungkap Adji.

WIKA juga menargetkan pendapatan di luar joint venture Rp16,5 triliun atau meningkat meningkat 10% dari pencapaian pendapatan tahun 2014 sebesar Rp 12,7 triliun atau naik 17,1 % dari target tahun lalu. Laba bersih ditargetkan naik 27% dari pencapaian laba bersih 2014 menjadi Rp 764 miliar atau naik 12,6% dari target awal tahun lalu Rp 678,5 miliar.

Editor: Barratut Taqiyyah

JAKARTA kontan – Pemerintah memperkirakan hingga 2019 dibutuhkan investasi Rp400 triliun untuk pembenahan sumber daya air dan irigasi.

Donny Azdan, Direktur Pengairan dan Irigasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), menjelaskan dana ini dibutuhkan untuk membangun 30 waduk irigasi, 33 waduk yang khusus melayani Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) serta pembangunan 1 juta hektar lahan irigasi serta rehabilitasi 3,3 juta hektar jaringan irigasi.

“Jadi totalnya 63 waduk , yang didesain PLTA maka irigasinya adalah tambahan, demikian juga 30 waduk yang akan selesai pada 2019 yang didisain untuk irigasi maka pembangkit listriknya setelah kepentingan irigasinya terpenuhi,” jelas Donny kepada Bisnis.com di Jakarta, Senin (24/11/2014).

Donny menambahkan PLTA yang didesain merupakan pembangkit yang sudah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang disusun oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Bappenas menargetkan rencana jangka panjang PLN ini seiring dengan bertambahnya kemampuan modal dapat ditarik sehingga dapat dibangun hingga 2019.
Namun lokasi 33 PLTA akan dimatangkan dengan pertemuan antara pihak Kementerian PU-Pera, Bappenas dan PLN.

http://industri.bisnis.com/read/20141125/45/275234/bappenas-rancang-33-waduk-khusus-plta
Sumber : BISNIS.COM

 

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah akan memulai pembangunan lima bendungan pada tahun depan sebagai upaya untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur irigasi selama lima tahun ke depan.

Direktur Bina Program, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Widiarto menyatakan pihaknya akan segera memulai proses pembangunan pada lima proyek bendungan dengan total nilai proyek mencapai Rp5,59 triliun.

“Kami tengah mengupayakan agar pembangunan pada kelima proyek bendungan ini bisa berjalan tepat waktu agar bisa mendukung program swasembada pangan sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo,” kata Widiantoro, Minggu (23/11/2014).

Dia menyebutkan lima proyek bendungan yang rencananya akan segera dimulai pembangunannya tahun depan antara lain adalah Bendungan Keureto di Aceh Utara dengan nilai proyek Rp1,68 triliun, dan Bendungan Karian di Lebak, Banten senilai Rp1,68 T.

Kemudian, Bendungan Logung di Kudus, Jawa Tengah dengan kebutuhan anggaran Rp620 miliar. Selanjutnya, Bendungan Raknamo di Kupang, Nusa Tenggara Timur senilai Rp760 miliar dan terakhir adalah bendungan Lolak di Sulawesi Utara dengan nilai proyek Rp850 miliar.

Menurutnya, untuk mendukung visi misi di bidang kedaulatan pangan, Presiden Joko Widodo telah menugaskan Kementerian PU-Pera untuk membangun setidaknya 25 bendungan selama lima tahun kedepan.

Dalam mencapai target tersebut, sambungnya, Kementerian PU-Pera telah memiliki target pembangunan 50 bendungan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Waduk tahun 2014-2019. Berdasarkan data Ditjen SDA, hingga saat ini ada 16 proyek bendungan yang statusnya masih dalam proses pembangunan (on going). Kemudian 5 proyek dalam proses lelang di tahun ini, 5 proyek siap dibangun di tahun 2015.

Selanjutnya, 7 proyek akan dibangun pada 2016, 6 proyek bendungan pada 2017, 5 proyek bendungan pada 2018 dan enam proyek bendungan akan dibangun pada 2019.

“Kami optimistis bisa mencapai target ini, apalagi pemerintahan baru dibawah kepemimpinan Jokowi-JK juga sangat menaruh perhatian besar terhadap infrastruktur irigasi,” tuturnya.

 

Editor : Sepudin Zuhri

Jakarta detik  -Pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempercepat sejumlah proyek pembangunan infrastruktur terutama yang berkenaan dengan peningkatan kualitas pertanian dan kelautan.

Salah satu yang menjadi fokus adalah pembangunan bendungan yang masuk dalam program Kementerian Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum (Pera-PU)

Kemenpera-PU merencanakan pembangunan 11 bendungan pada tahun 2015. Dari 11 bendungan tersebut, 5 di antaranya akan mulai pencanangan ataugroundbreaking pada awal 2015.

“Itu program 2014 sudah proses tender. Target kita tender Desember selesai. Kalau itu selesai, bisa Januari-Februari groundbreaking,” ujar dia di Ruangan Kerjanya, Selasa (4/11/2014).

Waktu pengerjaan bendungan sekitar 2 sampai 3 tahun dan akan menelan biaya Rp 5,6 triliun dan telah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2014. Sementara 6 proyek sisanya yang masuk tahun anggaran 2015 akan menelan biaya Rp 2,6 triliun.

“Total untuk yang 5 saja karena besar-besar nilainya Rp 5,6 triliun untuk 5 bendungan. Ada uang muka. Kalau yang 6 di 2015 karena kecil-kecil cuma Rp 2,6 triliun, jadi total Rp 8,2 triliun,” pungkasnya.

Adapun lokasi pembangunan bendungan tersebut akan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. “Untuk yang 5, lokasinya di Kerto-Aceh, Karian-Banten, Logung-Kudus, Laknamo-NTT, Lolak-Sulawesi Utara. Nanti saya cek lokasi-lokasi ini. Harus dilihat,” tutur dia.

Keberadaan bendungan memang sangat diperlukan oleh petani di seluruh Indonesia untuk menjamin keberlanjutan usaha pertanian dan kedaulatan pangan nasional.

Tanpa ada infrastruktur bendungan, para petani sangat rentan terhadap bencana kekeringan. Akibatnya, produksi petani akan terganggu dan harga komoditi pertanian juga akan meroket manakala terjadi bencana kekeringan.

Sejumlah produk pertanian mengalami lonjakan harga yang sangat signifikan. Kenaikan tertinggi dialami komoditas Labu yang melonjak hingga 500%.

“Labu ini naik gila-gilaan. Dari normalnya Rp 20-25 ribu. Sekarang tembus Rp 100 ribu per kantung,” ujar pedagang Pasar Blok A, Samsul kepada detikFinance, Selasa (4/11/2014).

Ia menuturkan, harga tersebut adalah harga yang berlaku di pasar Induk Kramat Jati. “Kalau di pasar yang kecil atau di tingkat pengecer lebih mahal lagi harganya,” sambung dia.

Selain Labu, kenaikan harga signifikan juga dialami cabai rawit merah dari yang semula Rp 20 ribu per kg menjadi Rp 40 ribu per kg. Begitu juga rawit hijau dari yang semula Rp 20 ribu per kg menjadi Rp 45 ribu per kg. Nasib yang sama dialami pula oleh cabai keriting yang naik dari semula Rp 27 ribu per kg menjadi Rp 44 ribu per kg.

Selain itu, komoditi lain yang tak luput dari kenaikan harga adalah timun dari yang semula Rp 3 ribu per kg menjadi Rp 7 ribu kg, buncis dari semula Rp 6 ribu per kg menjadi Rp 11 ribu per kg, kacan panjang dari semula Rp 6 ribu menjadi Rp 12 ribu per kg, sawi dari semula Rp 2 ribu menjadi Rp 6 ribu.

Jakarta detik -Dirjen Penataan Ruang Kementerian PU Basuki Hadimuljono telah hadir di Istana Merdeka, siang ini jelang pengumuman nama-nama menteri. Nama Basuki Hadimuljono disebut-sebut bakal menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Saya diundang sekali, ditanya soal bendungan, irigasi, bagaimana programnya,” kata Basuki di Istana Merdeka, Minggu (26/10/2014)

Basuki mengaku tadi malam dihubungi untuk datang siang ini. Lalu diminta mengambil seragam kemeja putih di Istana pagi tadi. “Nggak ada undangan. Hanya pemberitahuan,” katanya.

Ia mengaku tak melalui proses seleksi dan tak melalui tes kesehatan soal posisi menteri. Menurutnya dirinya hanya sempat berdiskusi dengan Presiden Jokowi soal pembangunan bendungan.

“Nggak ada gebrakan. Nawa cita, saja yang kita terapkan, bendungan dan irigasi,” katanya.

Basuki lahir 5 November 1954 di Surakarta, Indonesia. Menjabat sebagai Komisaris Utama PT WIKA sejak 1 Mei 2012.

Ia meraih gelar Sarjana (S1) Teknik Geologi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Meraih gelar Magister (S2) dan gelar Doktor (S3) Teknik Sipil dari Colorado State University, USA.

Basuki pernah menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum periode 2005 – 2007, menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum periode 2007 – 2013, serta menjabat sebagai Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum periode 2013 sampai dengan sekarang.

(mpr/hen)

 

INILAHCOM, Jakarta – Emiten WIKA miliki banyak aksi korporasi. Antara lain, penerbitan surat utang dan tender proyek tol Balikpapan-Samarinda. Berapa target harga sahamnya?

Pada perdagangan Senin (6/10/2014) saham PT Wijaya Karya (WIKA) ditutup stagnan di Rp2.490 per saham.

Pengamat pasar modal Sinarpo Suria mengatakan, emiten PT Wijaya Karya (WIKA) berencana menerbitkan surat utang jangka menengah (MTN) alias medium-term note (MTN) sebesar Rp1 triliun di akhir 2014. “Hasil penerbitan akan dipergunakan untuk merestrukturisasi profil kas dan utang,” katanya kepada INILAHCOM.

Selain itu, Wika Realty, anak usaha emiten WIKA mengembangkan proyek perkantoran di Jakarta Pusat. Investasinya diperkirakan mencapai Rp300 milliar. “Pasar perkantoran Jakarta menunjukkan kinerja yang baik dan diharapkan akan tumbuh positif di masa mendatang,” ujarnya.

WIKA juga tengah mengikuti tender proyek jalan tol Balikpapan-Samarianda. Diharapkan dapat memenangi salah satu paket dari lima paket yang tersedia dari tender tersebut. “WIKA memiliki sejumlah proyek tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri seperti kawasan Myanmar, Arab Saudi, Timor Leste, dan Malaysia,” ungkap dia.

Proyek yang telah diperoleh adalah proyek Pray Tower & Residences Myanmar, proyek pipa Gresik-Semarang, proyek conveyor system PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA). “WIKA menargetkan, hingga akhir 2014 bisa menggarap kontrak Rp49,97 trilun,” ucapnya.

WIKA memacu pembangunan proyek residensial di Myamar dengan menggandeng perusahaan properti asal Singapura.

Pasca akuisisi perusahaan beton pracetak PT Citra Lautan Teduh, PT Wijaya Karya Beton (WTON) akan menguasai 90% dan sang induk WIKA mengempit 10%. “WIKA tengah ancang-ancang untuk melepaskan anak usaha PT Wika Karya Realty untuk IPO di tahun 2015,” tuturnya.

Laju saham WIKA pada 19 September 2014 mencapai level tinggi di Rp2.920. Sinarpo menargetkan harga saham WIKA di Rp3.200 dalam 12 bulan. “Apalagi, WIKA juga menambah dana bisnis properti,” imbuhnya.

Sementara itu, investor independen AM Saepul Islam menilai, posisi harga saham WIKA saat ini sudah kemahalan. “Sebab, berdasarkan hitung-hitungan fundamental, harga wajar saham ini berada di Rp1.193 per saham,” imbuhnya. [jin]

JAKARTA kontan . PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tak mau ketinggalan merasakan manisnya bisnis tol. Saat ini, perseroan tengah mengikuti tender proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda.

“Kami tengah mengikuti tender, diharapkan dapat memenangi salah satu paket dari lima paket yang tersedia,” tandas Destiawan Soewardjono, Direktur Operasional WIKA, (18/9).

Perlu diketahui, panjang keseluruhan tol ini sekitar 99 kilometer (km). Pembangunannya dibagi kedalam lima segmen, sehingga masing-masing pemenang tender mengerjakan jalan tol antara 10 km hingga 20 km.

Destiawan menambahkan, pada umumnya dalam pembangunan jalan tol membutuhkan investasi sekitar Rp 100 miliar per 1 km. Jadi, WIKA bakal menyiapkan investasi sekitar Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun jika nanti perseroan memenangkan salah satu segmen pengerjaan jalan tol tersebut.

Sebesar 20% pertama untuk investasi proyek tersebut diambil dari kas perseroan. Berikutnya, manajemen bakal memanfaatkan instrumen yang lain. Yang jelas, karena pengerjaannya dibagi ke dalam segmen-segmen tertentu, maka WIKA akan mengerjakan sendiri segmen yang dimenangkan nanti.

“Tendernya sedang berjalan, kami harapkan bisa segera selesai sehingga awal tahun depan proses konstruksinya bisa dikerjakan,” pungkas Destiawan.
Editor: Sanny Cicilia

Bisnis.com, JAKARTA–Empat emiten konstruksi pelat merah menggenjot perolehan kontrak baru dari proyek-proyek pemerintah pada akhir tahun 2014 seiring dengan pencairan anggaran.

Sekretaris Perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Haris Gunawan mengatakan sebagai perusahaan badan usaha milik negara (BUMN), pihaknya menggenjot perolehan kontrak baru dari proyek-proyek pemerintah pada akhir tahun.

“Kontrak baru hingga akhir tahun segmentasi untuk proyek pemerintah akan mencapai 50%-60% dari total kontrak. Sisanya proyek BUMN dan swasta,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (16/9/2014).

Dia menyebutkan, hingga Agustus 2014, emiten berkode saham WSKT ini meraup kontrak baru sebesar Rp10,76 triliun atau sekitar 58%-59% dari total target sepanjang tahun Rp18,7 triliun.

Kontrak baru tersebut terdiri dari 50% proyek pemerintah, 20% proyek BUMN dan BUMD, dan 30% proyek swasta. Dia optimistis, target kontrak baru dapat diraih di sisa periode kuartal IV tahun ini.

Kontrak baru yang didapat hingga Agustus terdiri dari pekerjaan jalan tol Pejagan-Pemalang seksi 1 dan 2 sebesar Rp1,6 triliun. Lalu stadion Balikpapan sebesar Rp545 miliar dan perpustakaan nasional sebesar Rp400 miliar.

Perseroan mencatat perolehan kontrak baru tersebut meningkat dari nilai kontrak delapan bulan pertama tahun lalu mencapai Rp7,6 triliun. Kebutuhan modal kerja Waskita Karya hingga akhir tahun mencapai Rp500 miliar.

BUMN konstruksi lainnya, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. juga optimistis dapat meraup target kontrak baru di akhir tahun. PTPP membukukan kontrak baru sebesar Rp10,78 triliun pada Januari-Agustus 2014 atau 45% dari total target hingga kahir tahun.

Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo mengatakan, hingga akhir tahun ini, perseroan membidik target perolehan kontrak baru mencapai Rp24 triliun. “Sampai saat ini, perseroan masih optimistis dapat mencapai target kinerjanya di akhir 2014,” paparnya baru-baru ini.

Emiten berkode saham PTPP itu mencatat perolehan order book hingga akhir Agustus mencapai Rp32,71 triliun termasuk kontrak baru Rp10,78 triliun.

Dia menyebutkan, sepanjang tahun ini, target perolehan order book mencapai Rp45 triliun. Target tersebut meningkat 30% dibandingkan periode 2013 yang mencapai Rp35 triliun.

Perusahaan konstruksi pelat merah berikutunya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp11,5 triliun hingga Agustus 2014.

Bintang Perbowo, Direktur Utama Wijaya Karya, mengatakan perolehan kontrak baru perseroan mencapai 44,5% dari total target raihan sepanjang tahun sebesar Rp25,83 triliun. “Kontrak baru sampai Agustus sebesar Rp11,5 triliun,” katanya.

Dia memerkirakan pada paruh kedua tahun ini, kontrak baru yang akan dicapai oleh emiten berkode saham WIKA itu akan didominasi oleh proyek-proyek milik pemerintah.

Adapaun PT Adhi Karya (Persero) Tbk. membukukan perolehan kontrak baru senilai Rp3,5 triliun pada paruh pertama tahun ini. Kontrak baru tersebut didominasi oleh proyek-proyek gedung sebesar 59,4%, jalan dan jembatan 19,8%, dan sisanya adalah proyek infrastruktur lainnya.

Editor : Nurbaiti

Undang-undang Pengadaan Lahan yang baru saja disahkan diyakini bisa mempercepat pertumbuhan industri manufaktur seiring dengan majunya pembangunan infrastruktur. Industri manufaktur di Indonesia merupakan salah satu sektor yang berpotensi menyerap tenaga kerja terbesar.

Ekonom Center for Information and Development Studies (CIDES) Umar Juoro mengatakan, industri manufaktur sepanjang 2011 cukup baik dengan kisaran enam persen. Namun hasil ini akan melambat pada tahun mendatang.

“Sektor manufaktur diperkirakan akan melemah karena dampak melemahnya perekonomian dunia,” ujarnya dalam diskusi di Hotel Ambhara, Jakarta, Selasa 27 Desember 2011.

Namun, lanjutnya, perbaikan infrastruktur akan menggairahkan kembali pertumbuhan sektor ini. Perpindahan industri manufaktur dari China menuju Indonesia akan terus berlangsung selama perbaikan infrastruktur.

“Sekali pun sektor manufaktur telah mulai menunjukkan pertumbuhan cukup tinggi, namun keberlanjutannya masih dipertanyakan,” tuturnya.

Umar mengakui, selama ini pertumbuhan sektor manufaktur masih kurang bersaji dibandingkan sektor non-traded seperti telekomunikasi, perdagangan dan perumahan. Selain infrastruktur, tambahnya, perbaikan pada industri Usaha Kecil Menengah juga akan memperluas kesempatan kerja Tanah Air.

http://bisnis.vivanews.com/news/read/275182-2012–industri-manufaktur-melemah

Sumber : VIVANEWS.COM

beban operasi – laba = jsmr : 311013_270717

1460597016474id772129

 

new-chin-year-dragon-02

Bisnis.com, JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mengantongi laba bersih Rp960,2 miliar dalam laporan keuangan yang berakhir Juni 2017. Keuntungannya meningkat tipis dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp874,31 miliar.

Pencapaian cuan tersebut dikontribusikan dari pendapatan tol dan usaha lainnya sebesar Rp4,53 triliun meningkat dari sebelumnya Rp4,21 triliun. Hasil usaha yang melonjak signifikan adalah dari pendapatan konstruksi yang melesat ke angka Rp8,57 triluun dari sebelumnya hanya Rp2,49 triliun.

Dengan pencapaian itu membuat total pendapatannya juga meningkat pesat dari Rp6,71 triliun menjadi Rp13,09 triliun pada periode yang sama Juni 2016-2017.

Sementara itu, beban usaha juga naik tajam menjadi Rp10,62 triliun dari sebelumnya Rp4,42 triliun. Sejalan dengan ekspansi bisnisnya, beban konstruksi ditanggung cukup besar mencapai Rp8,51 triliun, serta beban tol dan usaha lainnya sebesar Rp2,1 triliun.

Pada posisi Juni 2017, Jasa Marga mencatatkan pertumbuhan aset ke posisi Rp65,81 triliun, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp53,50 triliun. Rinciannya aset lancar sebesar Rp17,34 triliun dan aset tidak lancar mencapai Rp48,47 triliun, berupa piutang dan terutama dalam bentuk Hak Pengusahaan Jalan Tol Rp43,54 triliun.

Dari sisi liabilitas, beban utang perseroan terlihat meningkat pada posisi Juni 2017 mencapai Rp47,95 triliun dari sebelumnya Rp37,16 triliun pada Juni tahun lalu. Kewajiban perseroan tol ini didominasi utang jangka panjang mencapai Rp32,77 triliun, sedangkan utang jangka pendeknya sebesar Rp15,18 triliun.

Posisi ekuitas Jasa Marga berada di level Rp17,86 triliun meningkat dari setahun sebelumnya Rp16,34 triliun pada periode Juni 2016-2017.

Adapun kinerja sahamnya, BUMN jalan tol ini mencatatkan laba per saham di angka 140,01 naik dari sebelumnya 136,10 untuk periode tersebut di atas.

ets-small

Bisnis.com, JAKARTA – Berikut ini ulasan teknikal dan fundamental saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dari riset Mandiri Sekuritas dengan tajuk PT Jasa Marga Tbk: Key Takeaways from Meeting with CFO.

Analis Mandiri Sekuritas Bob Setiadi dalam risetnya memprediksi JSMR akan menggelontorkan total investasi Rp80 triliun dalam 3 tahun ke depan untuk mengembangkan tambahan jalan tol sepanjang 660 Km. Jumlah itu juga mencerminkan rencana JSMR mengakuisisi tambahan ekuitas Rp24 triliun dengan asumsi 30% ekuitas dan 70% kredit untuk setiap proyek.

JSMR meyakini kondisi arus kas perusahaan masih aman hingga 2019 terkait implementasi contractor pre financing (CPF). Meskipun demikian, JSMR akan memulai penggalangan dana melalui sekuritisasi aset, obligasi proyek, serta obligasi dan sukuk global pada 2017.

Ke depannya, JSMR berencana menggabungkan dan menyambung jalan tol mereka menjadi beberapa sub-holding (seperti Trans Jawa, Jabodetabek). Hal itu sudah dimulai dengan membentuk perusahaan cangkang bernama Jasamarga Transjawa Tol yang akan mengoperasikan jalan tol dari Jakarta hingga Pasuruan (11 milik JSMR dan empat milik PT Waskita Karya Tbk-WSKT, Rp2.240, BUY, TP Rp3.250).

Meskipun demikian, perusahaan masih memfinalkan detail kepemilikan ketika menjelaskan perihal tersebut kepada seluruh stakeholder.

Di sisi operasional, perusahaan dapat berlanjut mendorong rencananya untuk meningkatkan tingkat penetrasi e-toll (kuartal I/2017-1Q17: 28%), meregenerasi tenaga kerja, dan menaikkan efisiensi pegawai.

Menghadapi periode kenaikan belanja modal (capex) tinggi yang tidak dapat dihindari, kami meyakini JSMR mulai melakukan pendekatan yang lebih aktif untuk menurunkan beban pendanaan dengan semakin mengincar pendanaan dari pasar modal dan mulai mengurangi ketergantungan dari kredit bank.

Saat ini kami sedang mengkaji rekomendasi karena TP kai sekarang Rp5.400 hanya menyediakan ruang kenaikan harga saham 7% dari posisi saham JSMR di pasar saat ini. ((JSMR, Rp5.050, Buy, TP Rp5.400)

ets-small

Liputan6.com, Jakarta PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyelesaikan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dalam RUPST tersebut diputuskan dua hal, yaitu pembagian dividen dan perubahan pengurus perusahaan.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan, dari tahun buku 2016, RUPST memutuskan untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham‎ sebesar Rp 566,7 miliar.

“Jumlah itu sama dengan 30 persen dari laba bersih perseroan 2016 yang saat itu kita mencatatkan laba Rp 1,89 triliun,” kata dia di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembayaran dividen dilakukan paling lambat 30 hari setelah pelaksanaan RUPST.

Selain pembagian dividen, Jasa Marga juga memiliki manajemen baru. Pergantian terjadi baik di level komisaris hingga beberapa direksi.

Untuk Direksi, RUPST memutuskan pergantian pada Direktur Operasi I, Direktur Keuangan, dan Direktur SDM dan Umum.

Saat ini Direktur Operasi I Jasa Marga dijabat Mohammad Sofyan, yang menggantikan Muh Najib Fauzan. Sedangkan Direktur Keuangan saat ini dijabat Donny Arsal, yang menggantikan Anggiasari. Dan Direktur SDM dan Umum saat ini dijabat Kushartanto Koeseiranto menggantikan Christianto Prihambodo.

Sementara di jajaran Dewan Komisaris, RUPST mengangkat Sugihardjo seba‎i Komisaris menggantikan Taufik Widjoyono.

Berikut susunan Dewan Direksi dan Komisaris Jasa Marga:

Komisaris Utama/Independen : Refly Harun
Komisaris : Boediarso Teguh Widodo
Komisaris : Sugihardjo
Komisaris : Sigit Widyawan
Komisaris : Muhammad Sapta Murti
Komisaris : Agus Suharyono

Direktur Utama : Desi Arryani
Direktur Pengembangan : Husanudin
Direktur Operasi I : Mohammad Sofyan
Direktur Operasi II : Subakti Syukur
Direktur SDM dan Umum : Kushartanto Koeswiranto
Direktur Keuangan : Donny Arsal

ets-small

PURWAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meyakini perbaikan Jembatan Cisomang km 100+700 Tol Cipularang, bisa selesai sesuai target.

Berdasarkan hasil evaluasi, perbaikan sudah hampir selesai dan diprediksi akhir Maret lalu lintas kembali normal. “Ya, dalam waktu dekat kendaraan besar angkutan barang bisa kembali melewati Jembatan Cisomang. Tapi untuk pertengahan Maret ini masih dibatasi, hanya kendaraan kecil dan bus saja yang boleh melewati,”kata dia saat berkunjung ke Purwakarta.

Pihaknya datang dan memantau langsung perkembangan perbaikan Jembatan Cisomang. Kunjungan itu untuk pastikan perbaikan jembatan yang mengalami retak dan bergeser akibat pergerakan tanah tersebut berjalan sesuai rencana. “Pengerjaan yang dilakukan sudah sesuai dengan rencana.

Insya Allah kami dapat selesaikan semua 31 Maret mendatang. Saat ini berdasarkan hasil pengukuran dan pengamatan di lapangan, pergerakan tanah (di lokasi jembatan) sudah bisa dihentikan. Pilar P2 sudah stabil, sedangkan pilar P1 sedang dalam penguatan akhir,” ujar Basuki. Perbaikan Jembatan Cisomang sengaja dikebut.

Kementerian PUPR telah menugaskan PT Jasa Marga untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan bekerja 24 jam nonstop setiap harinya. Hal itu mengingat tingginya kebutuhan penggunaan lalu lintas pada jalan tol yang menghubungkan Jakarta- Bandung itu.

“Kami akan lakukan evaluasi menyeluruh menjelang akhir masa perbaikan, untuk menjamin sepenuhnya bahwa Jembatan Cisomang sudah kembali normal, sehingga kendaraan bermuatan berat seperti truktruk logistik bisa kembali melintas,” kata dia. Seperti diketahui, pergerakan tanah yang terjadi membuat pilar jembatan bergeser akibat fondasi yang terletak pada lapisan tanah lunak mudah bergerak bila terkena rembesan air.

Dalam proses perbaikan, petugas sudah pasang 37 bored piles di sekitar pilar P2 dan 25 bored piles di sekeliling pilar P1. Selain itu ground anchor dan strutting baja sepanjang 30 meter antara P1 dan P2. “Kini sedang dilakukan pekerjaan pembuatan selimut (jacketting) untuk penguatan akhir pilar P1.

Pekerjaan pembuatan selimut pilar jembatan menggunakan teknologi fiber reinforced pollymer setebal 25 cm. Ini berfungsi untuk memperkuat struktur pilar. Selain itu tengah dilakukan pengurangan beban vertikal antara pilar P1 dan P0 dengan membuang tanah timbunan dengan volume 11.000 meter kubik,”jelas dia.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, mengatakan, pihaknya sangat bahagia mendengar jalan nasional itu sedang diperbaiki. Pasalnya, selama ini pihaknya kebanjiran keluhan mengenai kerusakan dan kemacetan di ruas jalur arteri Purwakarta-Bandung.

(rzk)

 animated-rocket-and-space-shuttle-image-0026

NERACA

Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mengaku kehilangan pendapatan sekitar Rp350 juta per hari sejak Jembatan Cisomang di KM 100+700 pada Jalan Tol Purwakarta – Bandung – Cileunyi (Purbaleunyi) Jawa Barat tidak dapat dilalui pada akhir tahun lalu karena mengalami pergeseran.”Potensi kehilangan pendapatan sekitar Rp350 juta per hari, terutama dari golongan kendaraan II hingga V yang jumlahnya per hari dalam situasi normal mencapai 5.000 kendaraan. Sejak kejadian itu, mereka kan harus keluar melalui Sadang Purwakarta,” kata GM PT Jasa Marga Tbk Tol Purbaleunyi, Ricky Distawardhana di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (23/2).

Menurut Ricky, potensi kehilangan pendapatan sebesar itu karena pada saat kondisi normal lalu lintas harian di Tol Purbaleunyi mencapai 180 ribu kendaraan atau total pendapatan harian Rp3,3 miliar per hari dan dari jumlah ini mayoritas atau sekitar 95% adalah kendaraan golongan I.”Selama proses perbaikan itu, kami juga membuka akses darurat bagi kendaraan yang dilarang masuk seperti truk dan angkutan berat, termasuk bus di KM 99+400 arah ke Bandung dan KM107 arah ke Jakarta,”ujarnya.

Namun, Ricky menggarisbawahi bahwa akses tersebut sifatnya hanya darurat dan ketika nanti perbaikan Jembatan Cisomang sudah selesai pada akhir Maret 2017, maka akses tersebut akan ditutup kembali. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono sebelumnya pernah menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan di lapangan dan pengalaman empiris lainnya, anggaran untuk penanganan Jembatan Cisomang diperkirakan berkisar Rp70 miliar.

Sebagai informasi, tahun ini PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengalokasikan belanja modal sebesar Rp26 triliun. Jumlah anggaran ini lebih tinggi 136,36% dari rencana belanja modal sepanjang 2016, yakni Rp11,620 triliun. Namun, realisasi penyerapannya sekitar Rp9,576 triliun selama tahun lalu. Rencana anggaran belanja modal pada tahun ini untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur. Pada 2017, Jasa Marga akan mengoperasikan jalan tol sepanjang 210 kilometer yang berasal dari enam ruas tol baru, yakni jalan tol Semarang-Solo (Bawean_Salatiga) sepanjang 17,50 km, Surabaya-Mojokerto (Sepanjang-Krian)) sepanjang 15,50 km, Gempol-Pasuruan sepanjang 20,5 km, Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (Perbarakan-Sei Rampah) sekitar 41,69 km, Solo-Ngawi sepanjang 90,25 km, dan Ngawi-Kertosono (Ngawi-Caruban) sepanjang 25 km.

Perseroan optimistis bahwa seiring dengan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, volume transaksi juga akan terus meningkat. Manajemen menargetkan pertumbuhan volume transaksi selama 2017 sekitar 2%. Pada 2019, perseroan bakal memiliki hak konsesi 2.000 km jalan tol dan mengoperasikan 1.260 km jalan tol dengan nilai aset Rp112 triliun. Dari sisi pengembangan usaha lain, Jasa Marga optimistis dapat meningkatkan pendapatan usaha jasa layanan pemeliharaan, jasa pengoperasian jalan tol, dan pengelolaan properti dan rest area melalui anak usaha.

Perseroan memproyeksikan pendapatan tol dan usaha lainnya sebesar Rp10 triliun. Dengan demikian, total aset perseroan sepanjang 2017 diperkirakan mencapai Rp72 triliun atau 30,90% lebih tinggi dari rencana tahun lalu sebesar Rp55,4 triliun. (bani)

ets-small

Jakarta – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatat total aset sebesar Rp53,5 triliun di tahun 2016. Jumlah tersebut tumbuh sebesar 46% dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp36,7 triliun.

Pertumbuhan aset yang signifikan tersebut merupakan cerminan dari meningkatnya aktivitas konstruksi Perseroan terutama di Jalan Tol Semarang-Solo dan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi.

Hal ini sejalan dengan strategi Perseroan untuk mempercepat pembangunan jalan tol dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan nilai Perseroan dalam jangka panjang.

Hingga tahun 2016, Perseroan telah mengoperasikan 593 Km jalan tol. Perseroan berkomitmen untuk menumbuhkan angka jalan tol operasi menjadi 1.260 km pada akhir tahun 2019, atau berarti tumbuh dua kali lipat dari panjang jalan tol operasi pada saat ini.

Dalam rangka mencapai target tersebut, pada tahun 2017 ini Perseroan menargetkan pengoperasian 235 Km Jalan Tol baru, yang terdiri dari :
1. Jalan Tol Semarang-Solo (Bawen-Salatiga) sepanjang 17.50 Km.
2. Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sepanjang-Krian) sepanjang 15.50 Km, melengkapi ruas yang terlebih dahulu telah beroperasi yaitu Waru-Sepanjang dan Krian-Mojokerto sehiingga Jalan Tol Surabaya-Mojokerto beroperasi secara penuh.
3. Jalan Tol Gempol-Pasuruan sepanjang 20,5 Km.
4. Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (Perbarakan-Sei Rampah) sepanjang 41.69 Km.
5. Jalan Tol Solo Ngawi sepanjang 90,25 Km beroperasi secara penuh.
6. Jalan Tol Ngawi-Kertosono (Ngawi-Saradan) sepanjang 49.51 Km.

Sepanjang tahun 2016 Perseroan juga menambah hak konsesi 5 (lima) ruas jalan tol dengan total panjang jalan tol 288,27 Km.

Berikut adalah konsesi ruas jalan tol yang diperoleh Perseroan pada tahun 2016 :
1. Jalan Tol Semarang Batang sepanjang 75 Km
2. Jalan Tol Pandaan Malang sepanjang 37,62 Km
3. Jalan Tol Manado Bitung sepanjang 39,9 Km
4. Jalan Tol Balikpapan Samarinda sepanjang 99,35 Km
5. Jalan Tol Jakarta Cikampek II Elevated sepanjang 36,4 Km

Dengan bertambahnya lima ruas tersebut, saat ini total konsesi Jasa Marga adalah 1.260 Km atau tumbuh 27,6% dibanding tahun 2015.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2358661/inilah-penopang-pertumbuhan-aset-pt-jsmr-capai-46
Sumber : INILAH.COM

ets-small

 

JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali akan mengurangi porsi kepemilikan saham mayoritas pada dua ruas jalan tol yang berada di pulau Jawa.

”Intinya, kita mau kurangi jumlah kepemilikan mayoritas,” kata Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani di Jakarta.

Saat ini, Jasa Marga tengah melakukan divestasi dua asetnya dengan cara mengurangi porsi kepemilikan saham mayoritas di jalan tol JORR W1 (Kebon Jeruk-Penjaringan) dan PT Trans Marga Tengah (TMJ) yang dimiliki sekitar 74,2%.

Menurutnya, perseroan telah menerima lima peminat dari dua jalan tol tersebut. Lima peminat ini terdiri dari empat pihak luar dan satu pemegang saham eksisting.“Saat ini, dua ruang yang akan dilepas dalam proses valuasi yang dilakukan oleh Danareksa dan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Nilainya belum tahu. Intinya, siapa yang nawar paling tinggi,” paparnya.

Dia menambahkan, perseroan tengah fokus menyelesaikan pembangunan beberapa ruas jalan tol sepanjang 235 kilometer (km) pada 2017. Dengan demikian, total panjang ruas jalan tol hingga akhir tahun ini mencapai 820 km. Saat ini yang sudah beroperasi 593 km dan sampai 2019 nanti, panjangnya akan menjadi 1.260 km.

Sementara Direktur Keuangan Jasa Marga, Anggiasari Hindratmo menambahkan, divestasi dua ruas tol akan rampung pada kuartal I 2017. Asal tahu saja, saat ini Jasa Marga telah menguasai total 17 konsesi jalan tol sepanjang 1.259 kilometer (km). Selain itu, kata Anggiasari, perseroan juga berencana menurunkan jumlah emisi obligasi yang diterbitkan pada tahun ini menjadi Rp4,5 triliun dari semula Rp6 triliun.

”Kadang-kadang ada perubahan sebab kalau saya mau sekuritisasi aset, maka tidak semua harus diterbitkan,” ujarnya.

Kata Anggiasari, nantinya, penggunaan dana hasil penerbitan obligasi tersebut untuk pembayaran kembali (refinancing) utang jatuh tempo dan mendukung pembiayaan proyek. Saat ini, utang jatuh tempo diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun. Kemudian soal penggunaan dana hasil penerbitan saham baru atau rights issue, perseroan optimistis penyerapannya dapat dilakukan maksimal atau sekitar 50% pada tahun ini.

Salah satu alokasi dana hasil aksi korporasi tersebut untuk mendanai proyek jalan tol Batang-Semarang sepanjang 75 kilometer. Seperti diketahui, untuk menyelenggarakan pembangunan ruas tol Barang-Semarang, Jasa Marga melalui anak usahanya PT Jasa Marga Semarang Batang (JMSB) menggunakan skema pembiayaan Contractor Pre Financing (CPF). PT JMSB merupakan entitas usaha yang dimiliki oleh Jasa Marga sebesar 60% dan 40% oleh PT Waskita Toll Road.

(dni)

doraemon

 

JAKARTA kontan. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) is in need of a huge amount of funds. After obtained Rp 1.8 trillion from the rights issue, JSMR will sell two toll road lanes, namely JORR W1 and Trans Marga Jateng toll road lanes.

JSMR is planning to sell a 10%-15 % of the company’s shares in the lane of Trans Marga Jateng toll road. As of 30 September 2016, this state owned toll road operator secured 73.9% of Trans Marga Jateng’s shares.

JSMR is also planning to sell its entire stakes in JORR W1. To date, JSMR owns 195 of JORR W1 shares. “In total, we hope to book more than Rp 1 trillion,” Said Financial Director of JSMR Anggiasari Hindratmo, Monday (19/12).

However, she refused to mention the transaction value of each toll road. Anggia only mentioned that JORR W1 has major contribution for JSMR.

Aside of selling the two toll roads, JSMR will launch the sustainable public offering in 2017. JSMR will allocate the obtained funds to cover the refinancing and cost reduction. Actually, JSMR is planning to launch a worth of Rp 19 trillion of sustainable public offering. However, JSMR needs to reduce the target of sustainable public offering. “From Rp 6 trillion along 2017 to the minimum of Rp 4 trillion,” Anggiasari said.

In 2017, JSMR will be pursuing larger capital expenditures, or doubled from Rp 10 trillion in 2016. During the same period, the toll road revenues are predicted to grow by 16% on year on year (YoY) basis.

JSMR will take contractor refinancing scheme as investment instrument in the next year. The company will also avoid the cash loans and cash investment.

“We fill focus on collecting funds in 2017 and improving the financial balance. Therefore, in 2019 we can acquire assets with a value up to Rp 113 trillion,” Anggiasari said.

JSMR has ambition to control the concession rights of a length of 2,000 kilometer (km) toll roads by 2019. To date, the issuer has just controlled 1,261 km toll road. JSMR also expects to operate as long as 1,261 km toll roads in 2019 by increasing the assets from Rp 55 trillion to Rp 113 trillion.

Analyst at Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada estimates that the sales of the toll roads will lead to efficiency in JSMR performance in some aspects, such as operational costs.

Meanwhile, Analyst at BNI Securities Maxi Liesyaputra said, some corporate actions, such as rights issue will boost JSMR revenues in 2017. The rights issue funds will be allocated to settle some toll road projects, such as Semarang-Batang, Jakarta-Cikampek II, and Pandaan-Malang lanes.

Reza recommends ‘hold’ for JSMR with a target price of Rp 4,600 per a share. Meanwhile, Maxi recommends ‘buy’ with a target price of Rp 6,400 per a share. The price of JSMR shares dropped by 1.77% to Rp 4,430 per a share on Monday (19/12). (Muhammad Farid/Translator)

 ets-small

Liputan6.com, Jakarta – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melaporkan kinerja periode sembilan bulan sepanjang 2016. Perseroan mencatatkan pertumbuhan laba sekitar 30,27 persen hingga September 2016.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 1,30 triliun dari periode sembilan bulan pertama 2015 sebesar Rp 1 triliun.

Laba itu didorong dari pendapatan naik 71,45 persen menjadi Rp 10,73 triliun hingga September 2016. Pendapatan itu dikontribusikan dari pendapatan tol dan jasa lain naik menjadi Rp 6,42 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,47 triliun.

Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan kontruksi naik 446,02 persen dari Rp 787,96 miliar hingga September 2015 menjadi Rp 4,30 triliun hingga September 2016.

Perseroan mencatatkan total beban naik Rp 7,23 triliun selama sembilan bulan pertama 2016 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,40 triliun. Laba usaha naik menjadi Rp 3,01 triliun hingga September 2016.

Dengan melihat kinerja itu, laba per saham perseroan naik menjadi Rp 191,72 hingga September 2016 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 147,16. Total liabilitas naik menjadi Rp 28,69 triliun pada 30 September 2016 dari periode 31 Desember 2015 sebesar Rp 24,35 triliun. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp 13,89 triliun pada 30 September 2016.

Analis PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo menuturkan ada sejumlah faktor yang mendukung kinerja PT Jasa Marga Tbk. Pertama, penjualan ritel otomotif. Kedua, fundamental perseroan yang didukung dari kebijakan pemerintah yang menggenjot sektor infrastruktur.

“Kontributor utama masih jadi kegiatan usaha jalan tol dan didukung sektor infrastruktur yang up tren jadi alasan kuat,” ujar Lucky saat dihubungi Liputan6.com.

Lucky menilai saham PT Jasa Marga tbk juga masih menarik. Hal itu lantaran harga saham PT Jasa Marga Tbk di kisaran Rp 4.580 menurut Lucky masih murah. “Secara fundamental harga saham PT Jasa Marga Tbk di kisaran Rp 4.800. Target price Rp 4.850-Rp 5.000 dalam dua bulan ini. Rekomendasi beli,” ujar dia.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa 25 Oktober 2016, saham PT Jasa Marga Tbkturun 0,65 persen ke level Rp 4.580 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.621 kali dengan nilai transaksi Rp 85,2 miliar.

 ets-small

INILAHCOM, Jakarta – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) meraih laba bersih per 30 Juni 2016 menjadi Rp874,3 miliar dari Rp571,7 pada periode yang sama tahun 2015.

Peningkatan laba tersebut seiring dengan peningkatan pendapatan perseroan menjadi Rp6,7 triliun dari Rp4,1 triliun. Pendapatan tersebut terdiri dari pendapatan tol dan usaha lainnya menjadi Rp4,2 triliun dari Rp3,6 triliun. Pendapatan konstruksi menjadi Rp2,4 triliun dari Rp475,7 miliar.

Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Jumat (9/9/2016). Pada periode ini perseroan membayar beberapa beban seperti beban tol dan usaha lainnya menjadi Rp1,9 triliun dari Rp1,7 triliun. Beban konstruksi menjadi Rp2,4 triliun dari Rp470,7 miliar. Jadi total beban perseroan menjadi Rp2,2 triliun dari Rp1,8 triliun.

Sementara untuk penghasilan keuangan menjadi Rp115,6 miliar dari Rp112,6 miliar. Beban pajak penghasilan keuangan menjadi Rp23,1 miliar dari Rp21,8 miliar. Untuk beban administrasi menjadi Rp443,3 miliar dari Rp403,5 miliar. Penghasilan lain-lain menjadi Rp34,3 miliar dari Rp68,3 miliar. Beban lain-lain menjadi Rp19,2 miliar dari Rp17,1 milair. Jadi laba usaha menjadi Rp1,9 triliun dari Rp1,6 triliun.

Sementara untuk beban keuangan menjadi Rp744,9 miliar dari Rp675,9 miliar. Laba sebelum pajak menjadi Rp1,2 triliun dari Rp929,4 miliar. Tangguhan menjadi Rp59,1 miliar dari Rp61,4 miliar.

Beban pajak penghasilan menjadi Rp334,8 miliar dari Rp357,9 miliar. Dengan demikian laba bersih menjadi Rp874,3 miliar dari Rp571,7 miliar.

Untuk total utang perseroan menjadi Rp26,8 triliun per 30 Juni 2016 dari Rp24,3 triliun per 31 Desember 2015. Sementara total aset perseroan menjadi Rp40,2 triliun dari Rp36,7 triliun.

Saham JSMR hari ini dibuka di harga Rp4.790 per saham. Saham JSMR tertinggi di harga Rp5.675 pada penutupan 24 Maret 2016. Untuk harga terendah di Rp4.760 per saham pada penutupan 8 September 2016.

– See more at: http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2323378/jasa-marga-raih-laba-jadi-rp8743-m#sthash.4gXenHbs.dpuf

doraemon

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah memenangkan 4 (empat) tender proyek jalan tol baru yaitu Jalan Tol Batang-Semarang sepanjang 75 kilometer, Jalan Tol Pandaan-Malang (37,62 kilometer), Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (99,35 kilometer) dan Jalan Tol Manado-Bitung (39,9 kilometer).

Dengan dimenangkannya tender 251,87 kilometer jalan tol baru tersebut menjadikan hak konsesi Jasa Marga naik 24 persen menjadi 1.224 kilometer.

Menurut AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk Diwmawan Heru, sebelumnya Jasa Marga memiliki hak konsesi sepanjang 987 kilometer sampai akhir 2015.

Empat proyek jalan tol baru tersebut memiliki total biaya investasi sebesar Rp 32,1 triliun.

Masing-masing dibagi atas Jalan Tol Batang-Semarang senilai Rp 11,04 triliun, Jalan Tol Pandaan-Malang senilai Rp 5,97 triliun, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda senilai Rp 9,97 triliun dan Jalan Tol Manado-Bitung Rp 5,12 triliun.

“Biaya investasi tersebut termasuk dalam 17 Proyek Jalan Tol Jasa Marga yang mencapai Rp 74,42 triliun,” kata Heru di Jakarta, Selasa (7/6/2016).

Untuk Ruas Tol Batang-Semarang, Konsorsium Jasa Marga dengan Waskita Toll Road telah mendirikan anak perusahaan baru yaitu PT Jasamarga Semarang Batang dengan komposisi kepemilikan Jasa Marga 60 persen dan Waskita Toll Road 40 persen.

Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Batang-Semarang tersebut telah ditandatangani pada tanggal 27 April 2016.

Sementara itu untuk PPJT Pandaan-Malang, Balikpapan-Samarinda dan Manado-Bitung masih dalam proses persiapan penandatanganan dengan tetap mempertahankan Jasa Marga sebagai pemegang saham mayoritas.

Dengan ekspansi yang saat ini terus dilakukan, Jasa Marga menargetkan kepemilikan aset pada tahun 2019 mencapai Rp 100 triliun.

Penulis: Hilda B Alexander

new-chin-year-dragon-02

Jakarta berita1- PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menyimpan potensi pertumbuhan berkelanjutan, seiring agresifnya penyelesaian ruas tol dalam dua tahun ke depan. Target pemerintah untuk mempercepat proyek pembangunan infrastruktur menjadi satu alasan agresifnya perseroan dalam menyelesaikan pengembangan ruas tol.

CIMB Securities menyebutkan perseroan berpotensi merealisasikan komisioning ruas tol sepanjang 313 kilometer (km) hingga 2017. Perseroan juga telah memasukkan empat pengembangan ruas tol baru sepanjang 250 km dalam pipeline yang diharapkan mulai konstruksi paling lambat tahun depan.

Analis CIMB Securities Laura Taslim dan Erindra Krisnawan mengungkapkan, Jasa Marga menyimpan potensi pertumbuhan kinerja keuangan lebih pesat dalam jangka panjang. Hal ini tidak lepas dari agresifnya penyelesaian ruas tol dengan total penyelesaian sepanjang 394 km untuk periode 2016-2019.

Komisioning ruas tol sepanjang 72 km diharapkan terealisasi tahun ini dan sepanjang 313 km ditargetkan komisioning tahun 2017, dan sepanjang 10 km komisioning pada 2018. “Pesatnya pengembangan ruas tol membuat anggaran belanja modal perseroan bakal melonjak dengan target hingga Rp 13 triliun tahun ini atau terbesar sepanjang perseroan mencatatkan sahamnya di bursa efek,” tulis Laura dan Erindra dalam risetnya, baru-baru ini.

Beberapa proyek tol yang sedang digarap perseroan adalah, Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi, Gempol-Pasuruan, Surabaya-Mojokerto, Semarang-Solo, Cengkareng-Kunciran, Kunciran-Serpong, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, dan beberapa proyek tol lainnya. Perseroan juga baru saja memasukkan empat proyek tol baru dalam prioritas pipeline, yaitu Semarang-Batang, Pandaan-Malang, Manado-Bitung, dan Balikpapan-Samarinda.

Agresivitas penambahan ruas tol tersebut mendorong CIMB Securities untuk mempertahankan rekomendasi add (potensi return di atas 10%) untuk saham JSMR dengan target harga Rp 7.600. Target harga tersebut juga merefleksikan lonjakan pertumbuhan kinerja keuangan dalam jangka panjang dengan CAGR laba bersih sekitar 21% dalam tujuh tahun ke depan.

Target harga tersebut juga mencerminkan pertumbuhan trafik kendaraan bermotor di seluruh ruas tol yang dikelola perseroan. Perseroan mencatatatkan pertumbuhan trafik sejak awal tahun hingga saat ini sebesar 6,4%. Peningkatan trafik terbesar terjadi pada ruas tol Jakarta-Cikampek sekitar 8%, Palikanci mencapai 29%, dan Jakarta Inner Ring Road mencapai 4,4%.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan penurunan pendapatan perseroan dari Rp 9,84 triliun menjadi Rp 8,41 triliun tahun ini. Laba bersih diperkirakan naik tipis dari Rp 1,46 triliun menjadi Rp 1,47 triliun. Sedangkan pendapatan dan laba bersih tahun depan diharapkan masing-masing mencapai Rp 9,19 triliun dan Rp 1,58 triliun.

Kenaikan Beban
Meski mendapat berkah dari kemenangan tender pengembangan ruas tol dalam skala besar, Laura dan Erindra menjelaskan bahwa Jasa Marga justru menghadapi tantangan berat terutama pada arus kas keuangan dalam jangka pendek. Perseroan akan mengalami kekurangan arus kas sebesar Rp 10 triliun tahun ini dan Rp 6 triliun tahun depan.

Sedangkan total utang obligasi yang jatuh tempo tahun ini mencapai Rp 1,4 triliun. Seluruh kebutuhan dana ini kemungkinan dari pinjaman masing-masing proyek yang sudah dimenangi perseroan.

“Kami memperkirakan beban bunga perseroan akan mengalami peningkatan seiring perampungan ruas tol sepanjang 317 kilometer hingga 2017. Peningkatan tersebut akan berdampak negatif terhadap penurunan EPS perseroan dalam jangka pendek,” ungkap Laura dan Erindra.

Sebelumnya, Jasa Marga telah memenangi tender tiga ruas tol sepanjang 175,62 km senilai total Rp 24,76 triliun. Ketiga ruas tol itu adalah Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,02 km, Manado-Bitung sepanjang 39 km, dan Pandaan-Malang sekitar 37,62 km. Di luar tiga ruas tol tersebut, Jasa Marga telah mempunyai hak pengusahaan 1.047 km jalan tol. Sedangkan ruas tol yang sudah dioperasikan perseroan mencapai 593 km.

Perseroan menggarap tol Balikpapan-Samarinda melalui konsorsium perseroan-PT Wijaya Karya Tbk (Wika)-PT PP Tbk-PT Bangun Tjipta Sarana. Sedangkan ruas tol Manado-Bitung digarap melalui konsorsium perseroan-Wika-PP. Di ruas tol Pandaan-Malang, perseroan membentuk konsorsium dengan konsorsium perseroan dengan PP dan PT Sarana Multi Infrastruktur.

Berdasarkan data BPJT, penandatanganan PPJT tiga ruas tol tersebut direncanakan pada 28 Juli 2016, atau sekitar dua bulan dari jadwal penetapan pemenang pengusahaan jalan tol oleh menteri PUPR pada 26 Mei 2016.

 

Parluhutan/MHD

Investor Daily

 new-chin-year-dragon-02

Jakarta. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) siap membantu pemerintah dalam proses pengadaan lahan tol. Jasa Marga akan menalangi dana pembebasan lahan di proyek jalan yang mereka kerjakan.

Dirut Jasa Marga, Adityawarman mengatakan, akan mengucurkan dana Rp 3,8 triliun tahun ini untuk dana talangan itu. “Itu untuk semua ruas yang kami kerjakan,” katanya di Jakarta Rabu (28/4).

Anggaran pengadaan lahan untuk proyek jalan tol yang dialokasikan dalam APBN 2016 mencapai Rp 1,4 triliun. Hediyanto W Husaini, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan anggaran tersebut sudah habis sejak beberapa bulan lalu.

Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan, untuk menambal kekurangan dana tersebut pemerintah akan menempuh beberapa cara. Salah satunya, menambah anggaran pengadaan jalan tol sebesar Rp 16 triliun dalam APBNP 2016 nanti.

Anggaran tersebut rencananya akan dialokasikan di BLU kementerian bernama, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Namun, karena anggaran tersebut belum bisa digunakan, Basuki mengatakan, pihaknya menggunakan mekanisme dana talangan swasta.

Dengan mekanisme ini, swasta yang menjadi kontraktor jalan tol diminta untuk menalangi pengadaan lahan tol yang mereka kerjakan, setelah nanti LMAN dan anggaran Rp 16 triliun bisa difungsikan, dana talangan tersebut akan diganti.

Heri Trisaputra Zuna, Kepala Badan Pengaturan Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan, penggantian tersebut juga akan disertai bunga. “Bunga sesuai BI Rate,” katanya.

http://nasional.kontan.co.id/news/talangi-pembebasan-lahan-jsmr-rogoh-rp-38-t
Sumber : KONTAN.CO.ID

 doraemon

JAKARTA. Persaingan di industri jalan tol semakin ketat. Jika sebelumnya emiten berkode JSMR, yakni PT Jasa Marga Tbk (JSMR). cukup dominan berperan dalam pembangunan jalan tol, kini bermunculan pesaing baru sesama BUMN, seperti PT Waskita Karya Tbk. (WSKT), PT Hutama Karya, dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Untuk mengetahui pengaruh keberadaan pesaing baru terhadap kinerja JSMR, Bisnis mewawancarai Direktur Keuangan JSMR Reynaldi Hermansjah,pekan lalu. Berikut petikannya.

Apakah kehadiran pesaing baru menggerus pasar JSMR?

Kalau kita liat, kuenya masih besar. Proyek jalan tol di Sumatra belum habis, masih ada Sulawesi, juga Kalimantan. Hal kedua adalah bisnis modelnya berbeda. Kalau kami ini kan memang perusahaan jalan tol. Mulai investasi dari awal, membangun hingga mengoperasikannya. Ini kami lakukan untuk keberlangsungan usaha sehingga kami sangat concern dengan proyeksi IRR , tingkat pengembalian modal.

Di mana letak perbedaan dengan BUMN Karya lainnya, seperti WSKT dan Hutama Karya?

Kontraktor bisnis jalan tolnya berbeda. Salah satu tujuan dia meng ambil jalan tol adalah supaya contractual business-nya dapat. Kan langsung dapat kontraknya. Konstruksinya langsung dari mereka. Berbeda dengan kami yang harus melakukan tender ( konstruksi).

Bagi kontraktor mungkin mengenai sustainability belum terlalu penting. Namun, sebagai investasi kan karakteristik jalan tol, misalnya, Waskita dan Jasa Marga tak ada bedanya. Dalam arti, yang pasti pada tahun-tahun pertama atau dalam tiga tahun pertama pasti (aliran kas) negatif. Sekarang tinggal bagaimana teman-teman kontraktor itu harus memiliki strategi dan kiat-kiat untuk mengisi cash flow negatif ini.

Karena investasi yang sangat besar, kapan titik kembali modal di bisnis jalan tol?

Iya, jalan tol memang capital intensive. Untuk membangun satu kilometer saja plus minus diperlukan investasi Rp100 miliar. Jumlah itu untuk membangun jalan tol yang flat. Tidak termasuk jembatan atau elevated.

BEP (break even point) di industri jalan tol 25 tahun. Tiga tahun pertama bleeding. Secara bisnis bagus karena pendapatan lebih besar dari ongkos operasi sehingga dapatlah laba operasi. Namun, kan bangun jalan tol minjem. Minjem ada bunga sehingga jadi minus. Tidak mungkinlah bangun jalan tol pakek dana sendiri.

Bagaimana dengan investasi JSMR sendiri?

Sejak 2007 hingga 2018 investasi yang telah kami keluarkan sebesar Rp40,30 triliun dengan perincian 30% berasal dari ekuitas dan 70% melalui pinjaman.

Besarnya angka pinjaman untuk pendanaan proyek, berpengaruh terhadap beban finansial yang sangat signifikan. Beban bunga yang ditanggung perseroan pada 2015 adalah Rp1,40 triliun, sedangkan laba bersih Rp1,46 triliun.

Latar belakang pekerjaan Anda adalah finansial khususnya di bidang pasar modal. Dengan beban utang dan bunga yang sebegitu besar, apa yang Anda lakukan sehingga perusahaan bisa memperoleh keuntungan?

Kami telah melakukan beberapa langkah restrukturisasi utang, baik dari aspek besaran bunga maupun jangka waktu utang obligasinya. Perseroan juga telah menerbitkan zero coupon bond beberapa tahun yang lalu untuk mengurangi beban cash flow yang dialami perseroan.

Ke depannya, perseroan berencana untuk menerbitkan obligasi infrastruktur di level anak perusahaan, di mana ruas-ruasnya telah beroperasi penuh untuk merestrukturisasi utang perbankan menjadi utang obligasi atau jangka panjang.

Saat ini JSMR memiliki belasan anak perusahaan di industri jalan tol, seberapa besar kepemilikan perseroan di anak-anak usaha tersebut?

Kepemilikan kami di anak perusahaan harus mayoritas, 55% sampai dengan 95%. Kayak di Semarang—Solo. Awalnya, kami 60:40. Pelan-pelan kami nge-top up karena dana teman-teman BUJT (badan usaha jalan tol) terbatas. Kami ambillah porsi mereka karena kami berkepentingan jalan ini harus jadi. Yang 95% itu di Gempol—Pasuruan.

Tidak tertutup kemungkinan strategi menengah panjang kami nantinya akan IPO (initial public offering)-kan anak perusahaan itu. IPO prinsipnya, balik ke induk sebagai modal induk, untuk ekspansi lagi jauh ke depan.

http://industri.bisnis.com/read/20160323/45/530827/bisnis-jalan-tol-jsmr-tiga-tahun-pertama-bleeding
Sumber : BISNIS.COM

bird

JAKARTA. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menegaskan pengalihan konsesi Jalan Tol Lingkar Luar sektor Selatan (JORR S) ruas Pondok Pinang-Jagorawi kepada PT Hutama Karya (Persero) tidak akan mempengaruhi kinerja perusahaan.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Adityawarman menyatakan pengalihan konsesi ini tidak akan berpengaruh pada kinerja keuangan perusahaan. Pasalnya, sejak 2013 emiten berkode saham JSMR ini sudah tidak mencantumkan pendapatan dari ruas ini sebagai pendapatan perseroan.

“Sejak 25 Februari 2013 pendapatan JORR S itu sudah kita taruh di escrow. Di dalam RKAP 2016 pun itu sudah tidak ada,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (16/03)

Escrouw Account adalah rekening penampungan sementara hingga ditetapkannya badan usaha yang mengelola ruas ini oleh Menteri PUPR. Adapun pendapatan dari pengelolaan ruas tol ini sejak ditampung dalam escrouw account adalah senilai Rp1,1 triliun.

Dana ini kemudian disetorkan JSMR kepada Kejaksaan Agung untuk selanjutnya diserahkan menjadi kas negara.

Dia menambahkan, tol JORR S memang mengalami peningkatan trafik setiap tahunnya. Pendapatan rata-rata per hari ruas tol ini sejak 2016 bisa mencapai Rp1,6 milliar per hari, dengan rincian Rp1,2 milliar berupa uang tunai dan sisanya pembayaran elektronik dengan e-toll card.

“Sejak 2013 kita sudah serahkan ke menteri pu untuk diserahkan ke kejaksaan. Kita kan dapat tugas dari menteri pu untuk melaksanakan, memelihara dan mengoperasikan tol tersebut. Tugas itu kita anggap sudah selesai,” ujarnya.

Jalan Lingkar luar Jakarta atau lebih dikenal dengan Jakarta outer ring road ruas Selatan (JORR S) membentang sepanjang 14,25 kilometer. Ruas ini awalnya diusahakan oleh oleh PT Marga Nurindo Bhakti milik Djoko Ramiadji dan Merinda Rubiyanti, anak pengusaha kosmetik Mooryati Soedibyo pada tahun 1994 dan PT Hutama Karya bertindak sebagai kontraktor.

Ruas ini dibangun dengan mengajukan pinjaman dari Bank Negara Indonesia senilai Rp2,5 triliun. Krisis 1998 membuat perusahaan tidak mampu mengembalikan pinjaman sehingga diambil alih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Sejak 2001, PT. Jalan Tol Lingkarluar Jakarta (PT. JLJ) bentukan PT. Jasa Marga dan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) menangani seluruh ruas JORR.

Jalan tol itu kemudian dikelola PT. Jalan Tol Lingkar Luar (PT. JLL), anak perusahaan Jasa Marga. Ruas ini merupakan ruas jalan yang paling produktif diantara seluruh ruas yang terdapat di JORR dengan bobot volume kendaraan terbanyak, yakni 40% dari jumlah total kendaraan yang melintas di tol JORR setiap harinya.

Hal tersebut dikarenakan JORR Seksi S terbentang antara beberapa sentra perekonomian dan tempat wisata di wilayah Jakarta Selatan sampai sebagian wilayah di Jakarta Timur, seperti Kawasan perkantoran di jalan TB. Simatupang, Cilandak Town Square, Kebon Binatang Ragunan serta Taman Mini Indonesia Indah.

Sengketa kasus ini menemukan kepastian hukum setelah Kejaksaan Agung dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat secara resmi menyerahkan pengelolaan Jalan Tol Lingkar Luar sektor Selatan (JORR S) ruas Pondok Pinang-Jagorawi kepada PT Hutama Karya (Persero) pada Rabu (16/03).

Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Agung Nomor 720K/Pid/2001 tanggal 11 Oktober 2001 atas nama Thamrin Tanjung yang menyatakan hak pengelolaan tol JORR S diserahkan kepada negara, yang dalam hal ini adalah PT Hutama Karya (Persero) selaku BUMN konstruksi yang sahamnya 100% dimiliki pemerintah.

http://industri.bisnis.com/read/20160317/45/528834/kehilangan-jorr-s-keuangan-jasa-marga-tak-terpengaruh
Sumber : BISNIS.COM

reaction_1

JAKARTA okezone – Pasca-robohnya atap Gardu Tol Cikunir 2, yang merupakan akses untuk jalur dari Bekasi ke Pondok Indah, saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) ikut ambruk pagi ini. Saham Jasa Marga, turun di tengah menguatnya pasar saham Indonesia.

Saham JSMR turun Rp150 poin atau 2,4 persen menjadi Rp6.025. Saham JSMR dibuka di Rp6.100 dengan frekuensi perdagangan sebesar 565. Pagi ini, saham BUMN pengelola jalan tol ini mencatat volume perdagangan sebesar 2,154 juta dengan total transaksi sebesar Rp13 miliar.

Sekadar informasi, meski kemarin malam sempat ditutup lantaran ambruk, namun pagi ini Gerbang Tol Cikunir 2 di Bekasi, sudah dibuka dan bisa digunakan kembali.

Berdasarkan informasi dari akun twitter resmi PT Jasa Marga, enam gardu sudah disediakan untuk transaksi pembayaran jalan tol. Jasa Marga dalam akun Twitternya menyebutkan, Tol_Japek GT Cikunir 2 dibuka kembali dengan lima gardu transaksi bayar di lajur gardu kanan dan satu GTO di lajur gardu kiri.

Sebelumnya, PT Jasa Marga berencana memperkirakan proses perbaikan gerbang tol tersebut berlangsung selama dua hari. Namun lebih cepat dari perkiraan.

(mrt)

 valentineEVERYsmall

Berita Rekom

Jasa Marga Untung Rp 1,02 Triliun, Turun 15%
Rois Jajeli – detikfinance
Kamis, 31/10/2013 18:42 WIB

Surabaya -BUMN operator tol yaitu PT Jasa Marga Tbk (JSMR) meraih laba bersih Rp 1,02 triliun pada periode Januari-September 2013. Laba ini turun 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 1,21 triliun.

Turunnya pendapatan ini dikarenakan peningkatan pelayanan lalulintas, penyesuaian upah minimum regional (UMR), serta kenaikan harga BBM. Ini menyebabkan beban operasi perusahaan naik 17% menjadi Rp 2,77 triliun pada Januari-September 2013.

“Konsekuensi peningkatan pelayanan lalu lintas ini juga meningkatkan beban operasi, termasuk didalamnya peningkatan jumlah SDM,” kata Direktur Keuangan Jasa Marga Reynladi Hermansjah saat jumpa pers di acara Investor Summit and Capital Market Expo 2013 di Grand City Surabaya, Kamis (31/10/2013).

Meski begitu, pendapatan Jasa Marga periode Januari-September 2013 naik 6%, untuk pendapatan di luar konstruksi.

Pendapatan di luar konstruksi pada Januari-September 2013 mencapai Rp 4,47 triliun. Sedangkan pada periode yang sama tahun lalu mencapai Rp 4,23 triliun.

Pendapatan tersebut terdiri dari, pendapatan tol mencapai Rp 4,08 triliun atau meningkat 3,45%, dari periode yang sama tahun lalu Rp 4,08 triliun. Sedangkan pendapatan usaha lainnya meningkat 70% dari Rp 148 miliar menjadi Rp 258 miliar di Januari-September 2013.

Januari-September 2013, pendapatan konstruksi Jasa Marga juga mencapai Rp 2,6 triliun. Naik dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,16 triliun.

“Secara keseluruhan pendapatan usaha hingga triwulan III-2013 ini sebesar Rp 7,07 triliun, meningkat 31,2% dari periode yang sama tahun lalu Rp 5,39 triliun,” jelas Reynaldi.
(roi/dnl)

pem1l1k AMRT … 101214_090717

dollar small

tren harga saham AMRT: bullish @ 695

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah akan membatasi ekspansi ritel modern terkait pembatasan rasio atau persentase kepemilikan gerai minimarket.

Tujuannya, untuk membatasi monopoli kepemilikan dari satu grup korporasi atau beberapa investor saja dalam sebuah jaringan minimarket diminta dikaji dengan bijak.

Aturan baru tersebut termaktub dalam Revisi Peraturan Presiden (Perpres) tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Aturan tersebut terus digeber penyelesaiannya.

Pembatasan ekspansi ritel modern jadi salah satu poin penting yang akan tercantum di dalam revisi Perpres tersebut.

Tjahya Widayanti Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan, untuk waralaba ritel modern, ke depannya akan dibatasi threshold kepemilikannya.

Peritel modern wajib mewaralabakan 40 persen dari penambahan gerai yang ada. Namun untuk aturan ini tidak berlaku untuk cafe dan restoran.

Tjahya bilang, untuk peritel makanan cepat saji threshold-nya akan berbeda. “Tapi angka ini masih dalam pembahasan,” kata Tjahya, Senin (3/7/2017).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, pembatasan rasio persentase kepemilikan korporasi untuk mencegah perkembangan kepemilikan gerai minimarket secara berlebihan.

Dengan pembatasan tersebut, pemerintah ingin perekonomian masyarakat ikut berkembang.

Dengan demikian, grup korporasi tetap bisa saja menambah gerai minimarketnya, asal rasionya tidak lebih dari yang ditetapkan oleh pemerintah nantinya.

“Jadi mereka (korporasi ritel) harus berkembang bersama investor kecil,” tuturnya.

Darmin mengakui pihaknya saat ini masih menunggu Kementerian Perdagangan untuk merampungkan aturan tersebut.

Namun ia menargetkan revisi Peraturan Presiden Nomor 112 tahun 2007 itu akan bisa diterbitkan secepatnya.

“Kami berharap jangan lama, kami berharap sebulan ini bisa selesai,” tuturnya. (Ramadhani Prihatini)

ets-small

JAKARTA. Taipan Djoko Susanto menambah kepemilikan saham di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), pemilik ritel Alfamart, dengan suntikan modal Rp1,54 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan yang dikutip dari PT Bursa Efek Indonesia, Kamis (14/5/2015), disebutkan AMRT berencana untuk menambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Emiten berkode saham AMRT tersebut akan menerbitkan 2,91 miliar saham baru atau 7,54% dari modal ditempatkan dan disetor penuh melalui private placement. Perseroan akan meminta persetujuan private placement dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), Senin (18/5/2015).

Penerbitan saham baru dipatok pada harga Rp530 per lembar dengan total perolehan dana Rp1,54 triliun. Pemegang saham utama perseroan, PT Sigmantara Alfindo dan PT Amanda Cipta Persada akan mengambil bagian masing-masing 1,42 miliar saham dan 1,48 miliar saham baru tersebut.

Perjanjian pemesanan saham telah diteken pada 14 April 2015. Sigmantara akan menyerap saham baru senilai Rp754,62 miliar dan Amanda senilai Rp787,81 miliar.

Setelah private placement, kepemilikan saham AMRT terdiri dari PT Sigmantara Alfindo (52,54%), PT Amanda Cipta Persada (4,53%), Solihin (0,0004%), dan publik (42,91%).

Seperti diketahui, Djoko Susanto merupakan pemilik AMRT dan tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia ke-18 versi majalah Forbes 2015. Kekayaan yang dimiliki Djoko ditaksir mencapai US$1,22 miliar setara dengan Rp15,86 triliun.

http://market.bisnis.com/read/20150514/192/433330/taipan-djoko-susanto-suntik-modal-alfamart-rp154-triliun
Sumber : BISNIS.COM

 

JAKARTA PT Sigmantara Alfindo dan PT Amanda Cipta Persada masing-masing bakal mengeksekusi 48,9 persen dan 51 persen dari total saham baru yang bakal diterbitkan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Perseroan rencananya bakal menerbitkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau non-HMETD (private placement) senilai Rp 1,48 triliun.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Sumber Alfaria Trijaya, Tomin Widian mengungkapkan, berdasarkan perjanjian pemesanan saham yang ditandatangani pada 14 April tahun ini, Sigmantara akan mengambil bagian 1,42 miliar saham dan Amanda mengambil 1,48 miliar saham.

“Dari 2,9 miliar saham baru yang akan dikeluarkan oleh perseroan,” tutur Tomin dalam keterangan resminya, Selasa (21/4).

Berdasarkan prospektur perseoran beberapa waktu lalu, Alfaria berencana menerbitkan 7,5 persen saham baru dari total modal ditempatkan dan disetor penuh atau sebanyak 2,91 miliar saham. Adapun harga pelaksanaan ialah sebesar Rp 510 per saham.

“Berdasarkan harga rata-rata penutupan 25 hari bursa berturut-turut sebelum pengumuman RUPSLB maka harga pelaksanaan sekurang-kurangnya Rp 506,84. Mengingat fraksi harga perdagangan di BEI jika dibulatkan menjadi sekurang-kurangnya Rp 510,” ujar manajemen.

Sesuai rencana, dana yang diperoleh dari transaksi tersebut akan digunakan untuk mengurangi utang kreditur pihak ke tiga. Adapun, tanggal jatuh tempo kewajiban tersebut bervariasi.

“Diharapkan dapat mengurangi beban dan resiko keuangan perseroan terhadap kreditur pihak ketiga perseroan. Sehingga nantinya perseroan dapat mengembangkan usaha perseroan,” tulis manajemen.

Sepanjang tahun lalu, total liabilitas kelompok usaha Alfaria Trijaya tercatat meningkat 31,43% menjadi Rp 10,98 triliun. Sebelumnya, pada 2013 total liabilitas masih berada di posisi Rp 8,36 triliun.

Peningkatan tersebut terjadi karena adanya peningkatan utang usaha pihak ketiga sebesar Rp 1,03 triliun terutama karena adanya peningkatan pembelian barang dagang. Selain itu, utang bank jangka pendek juga tercatat naik sebesar Rp 211,50 miliar, utang bank jangka panjang sebesar Rp 182,68 miliar, serta penerbitan obligasi berkelanjutan tahap I yang naik Rp 995,4 miliar.

Manajemen memproyeksikan tranaksi tersebut dapat meningkatkan jumlah ekuitas hingga 49,37% dari Rp 3 triliun menjadi Rp 4,49 triliun. “Dengan peningkatan ekuitas perseroan, rasio kewajiban terhadap ekuitas (debt to equity ratio) perseroan akan membaaik dari 1,63 kali menjadi 1,09 kali,” terang manajemen.

Alfaria Trijaya akan meminta persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 18 Mei 2015. (ID/muhammad rausyan fikry/fer)

Jakarta —  PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) telah membeli saham PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) dari Lawson Asia Pasific Holding Pte. Ltd sebanyak 864 juta lembar atau setara 30% dari modal disetor dan ditempatkan.

“Transaksi pembelian saham dilakukan pada 5 Desember 2014,” ujar Sekretaris Perusahaan MIDI Suantopo Po dalam keterangan resmi di BEI, Rrabu (10/12).

Sekretaris Perusahaan AMRT Tomin Widian menuturkan, transaksi pembelian saham MIDI dilakukan pada harga Rp600 per saham. Artinya, total transaksi pembelian saham mencapai Rp518,82 miliar.

“Setelah rampungnya proses pembelian saham ini, maka kepemilikan perseroan di MIDI meningkat menjadi 86,72%, dari sebelumnya 56,72%,” ujar Tomin melalui pernyataan resminya.

Transaksi ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan Share Purchase Agreement tertanggal 9 September 2014 yang ditandatangani oleh AMRT, Lawson Inc, dan Lowson Asia Pasific.

Sesi pertama perdagangan saham hari ini, harga saham AMRT stagnan di level Rp505, sedangkan saham MIDI juga stagnan di level Rp560.

http://www.imq21.com/news/read/271992/20141210/120143/AMRT-Kuasai-30-Saham-Alfamidi.html
Sumber : IMQ21.COM

 

JAKARTA kontan. Lawson Asia Pasific Holdings Pte. Ltd akan melepas seluruh sahamnya di PT Midi Utama Tbk (MIDI). Sebagai gantinya, Lawson akan menyerap saham private placement pengendali MIDI, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

AMRT akan menerbitkan saham baru tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 864,7 juta saham atau 2,24% dari modal disetor penuh. Harga pelaksanaan private placement itu sebesar Rp 600 per saham. Artinya, nilai transaksi itu mencapai Rp 518,82 miliar.

Lawson akan menyerap seluruh saham baru AMRT. Di sisi lain, AMRT akan membeli 30% saham MIDI dari Lawson dari dana hasil private placement tersebut. Meski Lawson tak lagi menggenggam saham MIDI, kinerja MIDI diyakini masih akan sesuai target.

“Transaksi ini tak berpengaruh terhadap kinerja MIDI. Namun, dampaknya akan signifikan untuk AMRT,” ujar Tomin Widian, Direktur Keuangan AMRT kepada KONTAN, Selasa (7/10).

Meski Lawson tak memiliki saham MIDI secara langsung, Tomin bilang, MIDI tetap akan mengoperasikan gerai Lawson, sesuai dengan perjanjian lisensi.

MIDI berencana menambah 150 gerai sampai akhir 2014. Untuk merealisasikan ekspansi ini, pihaknya sudah menganggarkan belanja modal sebanyak Rp 500 miliar. Sebanyak Rp 400 miliar dari belanja modal bakal dipakai untuk ekspansi penambahan gerai. Sedangkan sisanya untuk membangun pusat distribusi atau distribution channel (DC) di Samarinda.

Selain mengoperasikan Lawson, MIDI juga mengoperasikan Alfa Midi dan Alfa Express. Investasi satu gerai Alfamidi dipatok sekitar Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar dengan luas areal antara 200-400 meter persegi. Sedangkan untuk gerai Lawson, nilai investasinya sekitar Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar.

Kini AMRT sudah mengapit 56,72% saham MIDI. Usai transaksi ini, perseroan bakal menggenggam 86,72% saham MIDI. Dengan menggenggam saham MIDI sebesar itu, AMRT akan mendapatkan tambahan profit dari MIDI.

Tomin menjelaskan, selama ini, MIDI menyumbang pendapatan ke AMRT sekitar 13% hingga 14%. “Dampaknya akan cukup positif ke bottom line. Ada tambahan sebesar 30% kontribusi MIDI ke laba AMRT,” ujarnya.

Namun, Tomin masih belum memberikan proyeksi berapa tepatnya target pendapatan dan laba bersih AMRT usai transaksi ini. Yang jelas total aset AMRT per 31 Desember 2013, akan naik dari Rp 10,9 triliun menjadi Rp 11,48 triliun. Sementara ekuitasnya naik dari Rp 2,6 triliun menjadi Rp 3,1 triliun.

Menurut Tomin, MIDI selama ini terus membukukan pertumbuhan kinerja yang tinggi. Hingga Semester I 2014, pendapatan MIDI naik 22,7% dari Rp 2,2 triliun menjadi Rp 2,7 triliun. Lalu, laba bersihnya melejit hingga 62%% menjadi Rp 14,93 miliar dari sebelumnya Rp 9,17 miliar.
Editor: Hendra Gunawan

      Summary

Name Age Since Current Position

Budiyanto Djoko Susanto

31 2012 President Commissioner

Feny Djoko Susanto

36 2006 President Director, Merchandising Director

Fernia Rosalie Kristanto

47 2009 Finance Director, Corporate Secretary

.. Pudjianto

59 2011 Vice President Director

Gara Hans Prawira Ang

41 2011 Managing Director

Maria Theresia Velina Yulianti

52 2007 Marketing and Business Development Director

Bambang Setyawan Djojo

50 2002 Information and Technology Director

Theignatius Agus Salim

55 2011 Internal Audit Director

Soeng Peter Suryadi

48 2011 Franchise Director

Djoko Susanto

63 2012 Commissioner

Imam Santoso Hadiwidjaja

68 2008 Independent Commissioner

Ahwil Loetan

65 2011 Independent Commissioner

.. Sudrajat

64 2011 Independent Commissioner

Biographies

Name Description

Budiyanto Djoko Susanto

Mr. Budiyanto Djoko Susanto serves as the President Commissioner of PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk since June 14, 2012. He was Company’s Commissioner from 2010 to June 14, 2012. He obtained a Bachelor of Business Administration and Master of Business Administration from San Francisco State University, USA, in 2003 and 2005, respectively. He has served as Chairman of Supervision of Bunda Mulia Foundation since 2008. He started his career at Northstar Pacific from 2007 to 2009.

Feny Djoko Susanto

Ms. Feny Djoko Susanto has been President Director and Merchandising Director of PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk since 2006. She was appointed as President Director in 2006. She has served as President Director of PT Alfa Mitramart Utama. She holds a Bachelor of Science in Business Administration from Ohio State University in 1997 and Master’s degree in Business Administration from Cleveland State University in 1998.

Fernia Rosalie Kristanto

Ms. Fernia Rosalie Kristanto serves as Finance Director and Corporate Secretary of PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk since 2009. She graduated with a degree in Economics majoring in Management from Universitas Surabaya in 1988 and attended study of CGA in Certified General Accountant Association of British Columbia-Vancouver, BC, Canada (2006-2008). She started her career as Accounting Manager of PT Perusahaan Dagang dan Industri Panamas (1989-1996), Financial Controller of PT Taman Dayu (1996-2000), Financial Controller of PT Alfa Mitramart Utama (2000-2002), Financial Controller of PT Sumber Alfaria Trijaya (2002-2005) and Accountant of Ondine Biopharma Corporation, Vancouver, BC, Canada (2007-2009).

.. Pudjianto

Mr. Pudjianto has been Vice President Director of PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk since 2011. He was Company’s Managing Director and Operation Director from 2002 to 2011. He served as Financial Controller of New Armada Group, Assistant Manager at Management Information System Department of PT Inti Salim Corpora, Operation Executive of PT Indomarco Adi Prima, Executive Director of PT Inti Cakrawala Corporation and Managing Director of PT Alfa Mitramart Utama. He holds a Bachelor’s degree in Economics major in Accounting from Universitas Gadjah in 1979.

Gara Hans Prawira Ang

Mr. Ang Gara Hans Prawira has been Managing Director of PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk since 2011. He was Company’s Director from 2002 to 2008 and Deputy Managing Director from 2008 to 2010. He has worked with Prasetio Utomo & Co., Arthur Andersen as a Consultant and as Finance Director of PT Alfa Mitramart Utama. He holds a degree in Economics major in Accounting from Trisakti University in 1995, Master’s degree in Management from IPMI Business School in 2001 and Master of Business Administration from Monash University in 2001.

Maria Theresia Velina Yulianti

Ms. Maria Theresia Velina Yulianti serves as Marketing and Business Development Director of PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk since 2007. She graduated from Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta in 1982 and has studied at Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta from 1983 to 1986. She started her career as Chief Accounting of PT Marga Nusantara Jaya, Konimex Group Solo (1982-1988), and served in several positions at PT Alfa Retailindo Tbk, including Chief Accounting, Operation Manager, Deputy Operation Director, Deputy Merchandising Director, Merchandising Director, and Marketing & Merchandising Director.

Bambang Setyawan Djojo

Mr. Bambang Setyawan Djojo has been Information and Technology Director of PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk since 2002. He has worked with PT HM Sampoerna Tbk, PT Perusahaan Dagang dan Industri Panamas and PT Alfa Mitramart Utama. He holds a degree in Electrical Engineering from Universitas Kristen Satya Wacana in 1988 and a degree in Economics from Universitas Airlangga in 1999.

Theignatius Agus Salim

Mr. Theignatius Agus Salim serves as Internal Audit Director of PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk since June 9, 2011. He holds a degree in Management from Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya in 1985. He started his career as Senior Accountant of PT Centronix (1980-1991), Sales & Operation Manager of PT Bentoel Indonesia (1984-1991), Field Operation Manager of PT Philip Moris Indonesia (1992-1994), Merchandising of PT Indolink First Pacific, General Manager Marketing and Sales Operations of PT Excelkomindo Pratama and General Manager of PT Persada Komindo (1994-1997), Sales Director (Indonesia Cigarette Business Unit) of PT Panamas/PT HM Sampoerna Tbk (1997-2003), Country Head of Sampoerna Taiwan Corporation (2003-2004) and Commissioner of PT Global Bangun Sukses since 2005.

Soeng Peter Suryadi

Mr. Soeng Peter Suryadi has been Franchise Director of PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk since 2011. He was Company’s Corporate Development and Audit Director from 2007 to 2011. He was Assistant Advertising Manager of Hero Group, Sales Supervisor of PT Astra International, Manager of PT Federal Internasional Finance, Assistant Vice President of PT Bank Universal and Mortgage Advisor of The Loan Market in Australia. He holds a degree in Economics major in Management from Universitas Atmadjaya in 1989 and Master of Business Administration degree from University of Western Australia in 2001.

Djoko Susanto

Mr. Djoko Susanto serves as Commissioner of PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk since June 14, 212. He was Company’s President Commissioner from 2001 to June 14, 2012. He previously served as Director of PT HM Sampoerna Tbk (1989-2005), President Director of PT Panamas (1989-2005), President Director of PT Atri Distribusindo (1995-2002), President Director of PT Alfa Retailindo Tbk (1989-2004), and Commissioner of PT Sigmantara Alfindo (2005-2007). He has served as President Commissioner of PT Atri Distribusindo since 2002 and Director of PT Sigmantara Alfindo since 2008. He graduated from PAH-CHUNG Junior High School, Jakarta, in 1965 and attended PAH-CHUNG Senior High School in 1966. He holds a Bacehlor of Arts degree in Economics from Universitas Gadjah Mada in 1979, Master of Science degree in Accounting from University of Arkansas in 1989 and Doctorate in Philosophy in Accounting from University of Arkansas in 1992.

Imam Santoso Hadiwidjaja

Mr. Imam Santoso Hadiwidjaja has been Independent Commissioner of PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk since 2008. He has served as General Affairs Manager of PT Bentoel and Managing Dean of Education Foundation at Universitas Bunda Mulia. He holds a Bachelor of Arts in Law from Universitas 17 Agustus 1945 in 1969. He is the Chairman of Company’s Audit Committee.

Ahwil Loetan

Gen. (Retd.) Drs. Ahwil Loetan serves as Independent Commissioner of PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk since June 9, 2011. He holds a degree in Law from Universitas Pancasila in 1993, Master of Business Administration from De La Salle University (formerly Gregorio Araneta University), Philippines in 1995, Master of Management from Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi in 1997 and graduated from Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian in 1975. He has served as Governor of Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Executive Head of BKNN (now BNN), Experts Panel Coordinator of Kapolri, Secretary of National Central Bureau Interpol Indonesia, Secretary of Direktur Reserse Polri, Jakarta, Head of Sub Directorate Reserse Umum Polri, Head of Pusat Pendidikan Reserse Polri, Megamendung, Chief of Sub Directorate Reserse Narkotik Dit Serse Polri, Operation Head of Pendidikan dan Pengajaran Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Commander of Satuan Reserse Polda Riau, Head of Reserse Polres Kepulauan Riau, Inspektur Dinas Komres Jakarta Timur. He ended his career as Indonesian Ambassador for Mexico, Panama, Honduras and Costarica.

.. Sudrajat

Maj. Gen. (Retd.) Sudrajat serves as Independent Commissioner of PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk since June 9, 2011. He graduated with a degree of Master in Public Administration from Harvard University, USA, in 1993 and attended several Military Academy in domestic and overseas (1971-2001). He has served in Diplomatic and Military Department as Platoon Commander (1971), Company Commander (1973), Technical Officer of Indonesian Battalion, UNEF, Egypt (1974-1975), Company Commander Airborne Brigade (1976), Defense Attache Assistant, Washington, USA (1980), Head of American Bureau, GI, Dept. of Defense (1983), Secretary of Military Supreme Commander (1983), Defense Attache of Indonesian Ambassador, London (1994), Defense Attache of Indonesian Ambassador, Washington, USA (1997), Head of Military Information Central, General Director Defense Strategy (2001), and as Indonesian Ambassador to People Republic of China (2005).

tren BULLISH … bearish … @mapi, pgas, wika, n jsmr : 120414_090717

analisis ekonomi mikro n fundamental @WIKA menuju 4K, moga2 seh

tren harga saham MAPI pasca krisis 2008: + 1800%, bo 🙂

ets-small

JAKARTA kontan. Saham emiten sektor konstruksi masih belum menunjukkan kenaikan signifikan. Sejak awal tahun hingga kemarin atawa year to date (ytd), indeks sektor properti, real estate, dan konstruksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat turun 4,2%.

Angka ini jauh di bawah pencapaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tumbuh 9,78%. Padahal, perolehan kontrak baru emiten konstruksi lumayan.

Ini sekaligus menjadi kinerja indeks sektoral terburuk di BEI. Hanya sektor ini dan sektor perkebunan yang masih memerah di pasar saham domestik. Sektor finansial mencetak kenaikan tertinggi indeks sektoral di bursa.

Analis melihat penurunan sektor konstruksi dan properti sebagai sebuah anomali. Kinerja saham sektor konstruksi yang turun tidak sejalan dengan kontrak-kontrak baru yang diperoleh emiten-emiten sektor ini. Nah, penurunan itu jadi peluang untuk akumulasi beli secara selektif.

Saat ini, memang banyak proyek konstruksi yang masih harus didanai oleh perusahaan konstruksi. Misalnya, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang pendanaan proyeknya harus tertahan lantaran pembebasan lahan yang belum kunjung usai. China Development Bank (CDB) disebut-sebut enggan mencairkan dana hingga pembebasan lahan rampung. Alhasil, emiten konstruksi harus punya arus kas/setara kas yang sehat.

Sebenarnya, perusahaan-perusahaan ini memiliki kas/setara kas yang cukup baik. Per kuartal I 2017, WIKA memiliki kas/setara kas mencapai Rp 8 triliun. Jumlah itu naik dibandingkan dengan kas/setara kas perusahaan tiga tahun terakhir.

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mempunyai kas/setara kas Rp 9,1 triliun. PT PP Tbk (PTPP) punya kas/setara kas Rp 6,5 triliun. Sedang PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memiliki kas/setara kas terkecil, yakni Rp 2,24 triliun.

Reza Priyambada, Analis Binaartha Parama Sekuritas, mengatakan, kas/setara kas emiten konstruksi memang menjadi salah satu perhatian dari pelaku pasar. “Tapi bobotnya tak terlalu besar, fokus pelaku pasar lebih kepada kinerja dan kemudian pendapatan,” kata Reza kepada KONTAN, Jumat (7/7).

Menurut Reza, jika dilihat dari maraknya proyek yang diperoleh, emiten konstruksi harus mempunyai cashflow kuat. Ini menjadi semacam syarat wajib lantaran mereka akan menggunakan arus kas tersebut untuk belanja lahan dan konsesi jalan tol.

Oleh karena itu, berbagai usaha harus dilakukan untuk mempertahankan cashflow seperti dengan menerbitkan obligasi. Saat ini, beberapa emiten konstruksi gencar mencari pendanaan, baik lewat rights issue maupun dengan menawarkan obligasi. Reza menilai, beberapa saham emiten konstruksi masih layak dikoleksi, semisal WIKA, WSKT, juga PTPP.

 

doraemon

JAKARTA — Sejumlah BUMN yang telah melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dulu atau rights issue pada 2016 akan segera menggunakan dana tersebut pada 2017.

Empat BUMN yakni PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., PT Jasa Marga (Persero) Tbk., PT PP (Persero) Tbk., dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., telah menggelar rights issue dengan perolehan dana lebih dari Rp14,1 triliun pada 2016.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Suradi mengatakan, pihaknya tengah melakukan proses perincian alokasi penggunaan dana pada 2017. Salah satu rencana penggunaan dananya antara lain untuk tiga proyek jalan tol.

“Yang sudah proses jalan tol Soreang-Pasir Koja, Manado-Bitung dan Samarinda-Balikpapan. Total ketiganya bisa menyerap equity sebesar Rp1 triliun,” paparnya ketika dihubungi, Kamis (19/1).

Selain itu, ujar Suradi, perusahaan berencana menggunakan dana hasil rights issue untuk sistem penyediaan air minum (SPAM) Jatiluhur serta pembangunan kawasan sekitar Rp500 miliar.

Pada 2017, Suradi mengatakan, perusahaan menganggarkan belanja modal sekitar Rp12 triliun. “Tentunya sebagian besar akan dari dana rights issue,” kata Suradi.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh emiten berkode saham WIKA itu kepada Bursa Efek Indonesia, dana hasil rights issue itu rencananya juga akan digunakan untuk proyek jalan tol lainnya, dermaga, pembangkit listrik dan pembangunan kawasan industri.

Selain itu, perusahaan juga berencana menggunakan dana hasil rights issue itu untuk modal kerja pengembangan usaha di bidang infrastruktur senilai Rp1,78 triliun. Secara keseluruhan, dana hasil rights issue yang diperoleh Wijaya Karya sebesar Rp6,1 triliun.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan perseroan optimistis dapat menggunakan separuh dari dana hasil rights issue senilai total Rp1,78 triliun pada 2017. ‘’Paling banyak nanti untuk proyek Semarang-Batang,’’ katanya ketika ditemui di Gedung Kementerian BUMN.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh emiten berkode saham JSMR itu kepada Bursa Efek Indonesia, dana hasil rights issue itu sebagian besar atau senilai Rp886,06 miliar itu akan digunakan oleh perseroan untuk kontribusi modal anak perusahaan, PT Jasamarga Semarang Batang, untuk konstruksi jalan tol ruas Semarang-Batang.

Selain itu, dana hasil rights issue lainnya akan digunakan untuk kontribusi modal anak perusahaan, PT Jasamarga Pandaan Malang, untuk modal konstruksi jalan tol ruas Pandaan-Malang senilai Rp531,63 miliar serta untuk kontribusi modal anak perusahaan dalam konstruksi jalan tol Cikampek II senilai Rp354,42 miliar.

PROYEK PRIORITAS

BUMN lainnya, PTPP telah melakukan penambahan modal dengan cara rights issue dengan perolehan dana sekitar Rp4,4 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,25 triliun di antaranya berasal dari PMN yang dianggarkan dalam APBN Perubahan 2016.

Sekitar 76% dana dari rights issue akan digunakan untuk kebutuhan belanja modal untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur prioritas pemerintah antara lain kebutuhan investasi pembangunan kawasan pelabuhan, jalan tol, apartemen menengah dan hunian, kawasan industri dan pembangkit listrik.

Secara rinci, proyek itu antara lain Terminal Multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung, jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, jalan tol Depok-Antasari, jalan tol Balikpapan-Samarinda, jalan tol Pandaan-Malang, jalan tol Manado-Bitung, apartemen menengah, kawasan industri Kuala Tanjung, PLTU Meulaboh 2 x 200 MW.

Selain itu, Krakatau Steel juga memperoleh dana sekitar Rp1,87 triliun dari proses rights issue yang diselenggarakan pada kuartal IV/2016. Perusahaan berencana menggunakan sebagian besar dana itu dengan porsi 66% sebagai ekuitas untuk memenuhi kebutuhan modal kerja proyek pembangunan Hot Strip Mill No.2 (HSM#2).

BUMN yang Menggelar Rights Issue

Emiten             Perolehan Dana (Rp miliar)

 

WIKA               6.149

KRAS               1.850

JSMR                1.785

PTPP                4.411

 

Sumber: BEI

reaction_1

Saham PT.Jasa Marga Tbk (JSMR) disarankan “BUY” (BUY
Rating) dengan target harga di Rp 6150

Hal itu dikutip dari hasil riset analis Chandra Pasaribu, PT Indo Premier Securities
Sumber : IPS RESEARCH

ets-small

ID: Dihubungi terpisah, Kepala Riset Reliance Securities Robertus Yanuar Hardy menjelaskan, mayoritas indeks saham Asia ditutup turun pada akhir pekan lalu, karena sejumlah sentimen negatif.

Sentimen itu adalah bencana alam yang dilaporkan melanda sebagian wilayah Asia, seperti badai di Hong Kong dan Filipina serta gempa bumi di Jepang. Meski Bank Sentral Eropa (ECB) telah mempertahankan suku bunga dan program stimulusnya, lanjut dia, pada akhir pekan lalu, investor global masih menantikan pernyataan dari beberapa anggota bank sentral AS (The Fed).

Pernyataan itu diharapkan dapat memberi petunjuk mengenai kelanjutan rencana kenaikan suku bunga acuan Fed funds rate (FFR), terutama menjelang pemilu presiden AS.

“Untuk pekan ini, investor global masih akan menantikan data unemployment claims dan GDP AS yang diumumkan Kamis (27/10) dan Jumat (28/10) malam, serta pengumuman data stok minyak mentah AS,” ujarnya.

Ia memprediksi, IHSG masih akan bergerak mixedcenderung melemah, dengan support pada level 5.270. Namun, apabila IHSG berbalik menguat, maka resisten terdekat akan berada pada level 5.510.

“Selain laporan keuangan emiten, pelaksanaan rights issue PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga masih patut dicermati investor. Ini salah satu aksi korporasi yang dapat memengaruhi pergerakan indeks. Pergerakan harga komoditas seperti batubara dan minyak kelapa sawit yang masih positif juga bisa meningkatkan sentimen positif bagi sektor terkait,” imbuhnya.

Meski ada kemungkinan pelemahan indeks, dia melihat ada beberapa emiten kategori second liner yang masih menarik untuk dicermati. Ini terutama menyusul penurunan suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate.

“Kami melihat pergerakan beberapa emiten di sektor properti cukup menarik. Ini antara lain MDLN dan DILD,” kata dia.

Dia merekomendasikan untuk mengambil posisi trading buy dengan target harga Rp 400–435 untuk saham MDLN dan Rp 600–620 untuk DILD. Di sisi lain, investor disarankan stop loss apabila break support di Rp 370 untuk MDLN dan Rp 570 untuk DILD. Beberapa emiten sektor perbankan seperti BJTM dan BBTN juga menarik untuk dicermati.

“Kami rekomendasikan trading buy dengan target Rp 600 untuk BJTM dan stop loss apabila break support Rp 525. Selain itu, trading buy dengan target Rp 2.000 untuk BBTN dan stop loss apabila break support pada Rp 1.900,” kata dia.

Sementara itu, Adi Joe merekomendasikan saham ROTI, ICBP, BBNI, BMRI, dan BBRI. (bersambung)

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/akhir-tahun-ini-ihsg-tembus-5500/151666

ets-small

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah berencana melakukan privatisasi empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui penerbitan saham baru atau rights issue.

Keempat BUMN tersebut yakni PT Wijaya Karya, PT Pembangunan Perumahan, PT Krakatau Steel, dan PT Jasa Marga.

Lantas untuk apa saja dana hasil rights issue tersebut? “Hasil rights issue ini akan sangat bermanfaat bagi keempat BUMN,” ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution saat rapat dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (3/9/2016).

Ia menuturkan dana itu akan digunakan untuk pengembangan bisnis keempat BUMN. Investasi yang dilakukan yakni pembangunan infrastruktur dan pembangunan pabrik baja.

Selain itu kata Darmin, dana hasil right issue juga akan dipergunakan untuk membangun infrastruktur pembangkit listrik, serta rumah susun sederhana milik (Rusunami).

Right issue ini akan menghasilkan total dana Rp 14,3 triliun yang terdiri dari Rp 9 triliun dana penyertaan modal negara, dan Rp 5,3 triliun dana masyarakat,” kata Darmin.

Meski rencana right issue merupakan bagian dari privatisasi BUMN. Darmin menegaskan bahwa kepemilikan mayoritas saham keempat BUMN tetap ada di tangan pemerintah.

Rencananya, right issue akan dilakukan pemerintah pada pertengahan Desember 2016 nanti. Berdasarkan APBN 2016, dana PMN yang dialokasikan untuk 4 BUMN tersebut mencapai Rp 9 triliun.

Rinciannya yakni PT Wijaya Karya persero tbk Rp 4 triliun, PT Pembangunan Perumahan Persero Tbk Rp 2,25 triliun, PT Krakatau Steel Persero Tbk Rp 1,5 triliun, dan PT Jasa Marga persero Tbk Rp 1,25 triliun.

long jump icon

Jakarta GLOBE. State-controlled construction company Wijaya Karya has set a price range of Rp 1,525 to Rp 2,505 per share for its rights issue next month, whose proceeds will be used to fund more infrastructure projects.

At the higher price range, the company would likely raise as much as Rp 6.1 trillion, Bintang Perbowo, the company’s president director, said.

Wijaya Karya, commonly known as Wika, said they will use proceeds from the issuance to fund the Soreang-Pasir Koja, Manado-Bitung and Balikpapan-Samarinda toll road development, a 2,000-megawatt power plant in Banten, a 400-megawatt power plant in Aceh, a water treatment plant at the Jatiluhur dam in West Java and the Kuala Tanjung Industrial Complex.

Wika shares opened 3.6 percent lower on Friday to trade at Rp 2,630 a piece at the IDX — the Indonesia Stock Exchange, trailing the benchmark index that was also down by 0.2 percent.

Other state construction companies also plan rights issues this year, including Pembangunan Perumahan and Jasa Marga. They are set to raise Rp 4.4 trillion and Rp 1.8 trillion respectively.

new-chin-year-dragon-02

 

Saham PT.WIJAYA KARYA Tbk (WIKA) disarankan “Buy” (Buy
Rating) dengan target harga di Rp 4300

Hal itu dikutip dari hasil riset analis ARMANDO MARULITUA, Danareksa
Sumber : IPS RESEARCH

bird

per tgl 26 Agustus 2016: Saham PT.MITRA ADIPERKASA Tbk (MAPI) disarankan “Buy” (Buy
Rating) dengan target harga di Rp 5900

Hal itu dikutip dari hasil riset analis LAURA TASLIM, Mandiri Sekuritas
Sumber : IPS RESEARCH

bird

 

Jakarta–Analis pasar modal Andrianus Bias menilai, rencana akuisisi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk oleh PT Pertamina (Persero) akan berdampak negatif.

“Secara keseluruhan, rencana tersebut bisa berdampak negatif baik bagi PGN sendiri maupun negara,” katanya di Jakarta, Selasa (21/6/2016).

Menurut analis dari Samuel Sekuritas itu, rencana akuisisi PGN oleh Pertamina itu bakal berimbas negatif bagi neraca keuangan perusahaan berkode saham PGAS.

Ia mengatakan, saat ini, peringkat utang PGAS versi Moody’s adalah AAA (idn) dengan “outlook” stabil.

“Sementara, peringkat utang Pertamina di bawah itu, sehingga PGAS akan terkena dampak negatifnya” katanya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat PGAS yang sebelumnya berstatus BUMN, mudah mendapatkan kepercayaan pemberi pinjaman, akan menjadi lebih sulit setelah berada di bawah Pertamina.

“Penggabungan PGN ke dalam Pertamina akan menurunkan kepercayaan publik terhadap PGN yang dapat mempengaruhi keyakinan ‘potential lender’ untuk memberikan pinjaman dengan bunga yang kompetitif,” ujarnya.

Sedang bagi negara, tambah Andrianus, distribusi dividen tidak lagi langsung ke kas negara, akan tetapi dikonsolidasikan sebagai “revenue” Pertamina, sehingga porsi yang akan masuk ke negara bisa lebih kecil dibandingkan PGN masih berstatus BUMN.

“PGAS selama ini memberikan setoran dividen cukup besar ke negara. Namun, ke depan, setoran bakal lebih kecil, karena digunakan untuk keperluan lainnya,” ujarnya.

Ia melanjutkan lagi, dengan tidak lagi berstatus sebagai BUMN, maka PGAS tidak lagi dapat melaksanakan fungsi kewajiban pelayanan umum (public service obligation/PSO), tidak dapat bertindak sebagai perintis kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan swasta, dan tidak lagi memperoleh prioritas alokasi gas bumi.

Pemerintah berencana membentuk “holding” BUMN energi melalui pengalihan saham negara di PGN sebesar 56,96 persen ke Pertamina.

Rencana tersebut tercantum dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina yang ditargetkan terbit pada Juni 2016.

Dengan skenario tersebut, berarti Pertamina akan mengakuisisi PGN dan menjadikannya sebagai anak perusahaan. Artinya lagi, PGN tidak lagi berstatus BUMN, namun perusahaan swasta.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2304776/akuisisi-pgn-ditengarai-berdampak-negatif
Sumber : INILAH.COM

Emoticons0051

Saham PT.WIJAYA KARYA Tbk (WIKA) disarankan “Overweight” (Overweight
Rating) dengan target harga di Rp 3100

Hal itu dikutip dari hasil riset analis FELICIA TANDIYONO, J.P. Morgan
Sumber : IPS RESEARCH

new-chin-year-dragon-02

Saham PT.MITRA ADIPERKASA Tbk (MAPI) disarankan “Neutral” (Neutral
Rating) dengan target harga di Rp 4225

Hal itu dikutip dari hasil riset analis JUNE ZHU, Goldman Sachs
Sumber : IPS RESEARCH

new-chin-year-dragon-02Emoticons0051

JAKARTA kontan. Kinerja sektor ritel pada kuartal pertama tahun ini variatif dengan kecenderungan lesu dibanding periode yang sama tahun 2015 lalu.

Salah satu emiten ritel yang berhasil mencatatkan kinerja positif adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Asal tahu saja, MAPI mengalami kenaikan pendapatan tipis 7% menjadi Rp 3,2 triliun pada kuartal I-2016. Alhasil, laba bersih kuartal I-2016 naik 49% sebesar Rp 15 miliar.

Berbeda dengan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Meski penjualannya naik menjadi Rp 4,85 triliun, namun labanya turun 21,08% pada kuartal I-2016 menjadi Rp 59,5 miliar.

Christian Saortua, Analis Minna Padi Investama mengatakan, sektor ritel memang mengindikasikan kinerja yang kurang memuaskan sejak beberapa waktu lalu. Hal ini juga terkonfirmasi dari data Bank Indonesia yang menunjukkan penjualan ritel MoM turun 1,6%. Hal ini memberikan sinyal bahwa sektor ritel masih akan tertekan oleh lemahnya penjualan.

“Saya menilai, consumer confident masih menjadi faktor yang mempengaruhi lemahnya penjualan di kuartal pertama tahun ini,” kata Christian.

Dia juga menjelaskan, masyarakat saat ini cenderung untuk menunda konsumsi dan cenderung menyimpan uangnya. Rendahnya consumer confident secara tidak langsung tentu dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi yang terjadi di tahun lalu.

Kendati demikian, Christian optimistis tingkat penjualan di kuartal dua akan membaik terutama pada Juni dan Juli menjelang hari raya Idul Fitri. Selain itu, langkah pemerintah untuk menekan inflasi harus juga diperhatikan. “Hal ini diharapkan dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat,” kata Christian.

Terkait hal itu, Christian merekomendasikan buy saham RALS. Sebab, perusahaan memiliki rencana untuk meningkatkan pendapatan dengan penambahan gerai dan pergerakan sahamnya pun stabil. Saham RALS juga dinilai defensif menahan gempuran sentimen negatif.

Kinerja pendapatan RALS pada kuartal I-2016 sebetulnya turun 2,6% menjadi Rp 1,09 triliun. Namun labanya naik 42,37% pada kuartal I-2016 menjadi Rp 8,4 miliar. Christian menargetkan beli pada target harga Rp 880.

Selain itu, lanjut Christian, bagi investor jangka panjang dapat mengkoleksi saham ACES dengan target harga Rp 1.100.

JAKARTA kontan. Kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di tahun lalu lesu. Tahun ini prospek emiten berkode PGAS ini bakal terdorong aktivitas industri yang kembali menggeliat, sehingga volume distribusi gas perusahaan pelat merah ini bisa naik.

Sepanjang 2015, PGAS mencetak laba bersih US$ 401,19 juta atau Rp 5,53 triliun. Adapun pendapatan bersihnya US$ 3,07 miliar dan EBITDA sebesar US$ 941,08 juta. Laba bersih PGAS turun 43,5% dibandingkan laba 2014.

Sementara pendapatannya menyusut 5,68% year-on-year (yoy). PGAS juga mulai ekspansif menambah jaringan pipa gas. Mulai tahun ini hingga 2019 nanti, PGAS akan menambah jaringan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 1.680 km.

1460597016474id772129

Hingga kini total panjang pipa yang dibangun dan dioperasikan PGAS setara 7.026 km. Angka itu setara 76% total pipa gas bumi hilir di Indonesia. Analis Bahana Securities Arandi Ariantara mengatakan, purchasing managers index (PMI) Indonesia mulai meningkat.

Lalu penjualan listrik PLN mencetak pertumbuhan volume di dua bulan pertama 2016. Ini menandakan aktivitas bisnis meningkat dan bisa mendorong volume distribusi PGAS tahun ini. Mengacu data historis, volume distribusi PGAS sejalan PMI Indonesia.

“Sebagai distributor gas utama di dalam negeri, tahun ini volume distribusi PGAS bisa naik 8% jadi 867 juta kaki kubik per hari (mmscfd),” ujar Arandi, Rabu (13/4).

Pada 2017, dengan tambahan penyaluran gas sepanjang 110 km yang terdapat di pipeline baru, Arandi memprediksi volume penjualan PGAS bisa meningkat 9% dari tahun ini jadi 942 mmscfd.

Franky Kumendong, analis UOB Kay Hian Securities, menilai, laba bersih PGAS di 2015 masih sejalan ekspektasi. “Tahun ini, volume distribusi PGAS masih naik seiring peningkatan konsumsi listrik,” prediksi dia dalam riset per 23 Maret 2016.

Menurut Franky, PLN memperkirakan konsumsi listrik akan meningkat 11,2% (yoy) di 2016. Karena segmen pembangkit listrik menyumbang 41% volume gas PGAS, dia menilai PGAS akan mendapat keuntungan dari peningkatan demand tersebut.

Franky menghitung, laba bersih PGAS akan naik menjadi US$ 452 juta dengan pendapatan US$ 3,14 miliar. Sementara Arandi memprediksi laba bersih PGAS pada 2016 sebesar US$ 420 juta. Tahun ini, PGAS menyiapkan dana belanja modal (capex) hingga US$ 500 juta atau Rp 6,6 triliun.

Dana itu untuk ekspansi PGAS dari hulu hingga ke bisnis hilir.

Analis Samuel Sekuritas Adrianus Bias Prasuryo mengatakan, volume distribusi gas mulai meningkat pada kuartal IV-2015 karena membaiknya demand dari segmen industri dan PLN.

Mulai beroperasinya pipa transmisi Kalimantan-Jawa (Kalija) juga mendorong volume transmisi gas tahun lalu. Arandi meningkatkan rekomendasi PGAS dari reduce menjadi buy karena ada peningkatan outlook jangka menengah, dengan target harga Rp 3.200 per saham.

Adrianus dan Franky juga merekomendasikan buy, dengan target masing-masing Rp 3.400 dan Rp 3.300 per saham. Harga saham PGAS pada transaksi kemarin ditutup meningkat 0,55% menjadi Rp 2.735 per saham.

dollar small

Saham PT.WIJAYA KARYA Tbk (WIKA) disarankan “Buy” (Buy
Rating) dengan target harga di Rp 3900

Hal itu dikutip dari hasil riset analis RAYMOND PUTRA, Yuanta Securities Investment Consulting
Sumber : IPS RESEARCH

valentineEVERYsmall

Bisnis.com, JAKARTA – Sektor perbankan dan ritel dianggap memperberat pemulihan kinerja pasar saham. Oleh karena itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) hanya akan pulih terbatas tahun depan.

Credit Suisse melihat tekanan marjin masih akan mewarnai kinerja perbankan Tanah Air dan bakal memberikan sentimen negatif bagi saham di sektor itu.

Perlambatan ekonomi dan pertumbuhan kredit yang tinggi dalam 5 tahun terakhir dapat diartikan sebagai risiko kenaikan kredit bermasalah (nonperforming loans/NPL).

“Ini berarti pertumbuhan pendapatan perbankan jatuh dari rata-rata historis di atas 20% ke single digit,” kata Kepala Riset Ekuitas Credit Suisse Jahanzeb Naseer, Senin (21/12/2015).

Sektor ritel juga dianggap penahan akselerasi IHSG, terutama emiten dengan kandungan impor banyak, seperti PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI).

Emiten-emiten itu, lanjut Naseer, akan berjuang melindungi marjin dengan mengerek harga untuk menyiasati depresiasi rupiah.

Credit Suisse memperkirakan IHSG menyentuh 5.300 tahun depan, meningkat hampir 20% dari level saat ini, seiring pertumbuhan terbatas pendapatan korporasi dan dampak stimulus ekonomi yang memberikan sentimen positif terhadap pasar saham Indonesia.

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sepanjang periode bulan November lalu kembali merealisasikan pembelian kembali (buyback) sahamnya sebanyak 2.839.700 lembar. Corporate Secretary MAPI, Fetty Kwartati dalam keterbukaan informasi, Jumat mengatakan rata-rata saham perseroan tersebut dibeli kembali dengan harga berkisar Rp3.343 hingga Rp3.490 per saham. Secara keseluruhan dana yang telah dikeluarkan oleh perseroan untuk membeli kembali sahamnya disepanjan bulan November lalu yakni sebesar Rp9,78M. Dengan demikian, MAPI sejak awal pelaksanaan pembelian kembali pada awal Oktober lalu telah berhasil melakukan buyback sahamnya sebanyak 6.308.200 lembar dengan total dana yang dikeluarkan sebesar Rp20,86M.
Sumber : IPS RESEARCH

ikon analisis gw

… tren 5 taon-an WIKA maseh OKE, karena dari awal taon 2011 ke awal taon berikutnya s/d 2015 ternyata maseh melesat (walo ada koreksi imut pada awal taon 2012) +565% (s/d 5 Januari 2015)… well, sayang sejak awal 2015, harga saham wika terkoreksi tajam (setidaknya -21%) … namun ekspektasi tren naek maseh ada karna proyek infrastruktur pemerintah tetap dijalankan n makin banyak yang direncanakan! well, liat aza

Saham PT. WIJAYA KARYA Tbk (WIKA)  disarankan “Hold” (Hold
Rating) dengan target harga di Rp 3100

Hal itu dikutip dari hasil riset analis ARIEF BUDIMAN, Ciptadana Sekuritas
Sumber : IPS RESEARCH

wika 5yr 650_2875

INILAHCOM, Jakarta – Harga saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berpeluang ditransaksikan dengan Price Earning Ratio (PER) 31 kali setahun ke depan. Harga sahamnya ditargetkan mencapai Rp6.300 per saham.

David Sutyanto anlis riset First Asia Capital, mengatakan harga saham JSMR untuk Selasa (18/8/2015) memiliki support Rp5.300 dan resisten Rp5.700 per saham.

Setelah koreksi hingga Rp5.150 (12/8) terimbas sentimen negatif pasar, harga saham emiten operator jalan tol Jasa Marga Tbk (JSMR) berhasil rebound dalam dua sesi perdagangan terakhir pekan lalu tutup di Rp5.500.

“Harga saham JSMR saat ini relatif murah baik secara technical maupun fundamental. Dari sisi kinerja, tahun ini proyeksi pendapatan usaha mencapai Rp8,28 triliun atau turun 9,7% dari 2014 lalu sebesar Rp9,17 triliun,” kata David kepada INILAHCOM di Jakarta, Selasa (18/8/2015).

David menambahkan, penurunan terutama disebabkan turunnya pendapatan konstruksi hingga 57%. Hingga paruh pertama 2015 pendapatan usaha mencapai Rp4,1 triliun atau mencerminkan 49,39% dari proyeksi tahun ini.

Sedangkan di bottom line, laba bersih diperkirakan hanya mencapai Rp1,38 triliun atau turun tipis 1,41% dari 2014 lalu sebesar Rp1,40 triliun. Hingga semester pertama 2015, laba bersih mencapai Rp670 miliar atau 48,5% dari proyeksi laba tahun ini.

Earnings per Share (EPS) tahun ini diperkirakan Rp203,48. Pada harga saat ini di Rp5.450 saham JSMR ditransaksikan dengan Price Earning ratio (PER) 26,8 kali berdasarkan estimasi 2015. Harga saham JSMR diperkirakan berpeluang ditransaksikan dengan PE 31 kali atau mencapai Rp6.300.

Penurunan pendapatan usaha dan laba bersih tahunini hanya bersifat sementara mengingat sejumlah proyek jalan tol yang akan beroperasi mulai akhir tahun ini. Akhir Juli lalu perseroan mulai mengoperasikan ruas tol baru GempolPandaan (12km).

Selain itu, pada akhir tahun ini akan dioperasikan dua ruas tol baru yakni ruas tol GempolRembang (13,9 km) dan ruas tol KrianMojokerto (18,5 km).

Secara teknikal level support saat ini di kisaran Rp5300 hingga Rp5400. Sedangkan level resisten kembali menguji kisaran Rp5.600 hingga Rp5.700. Saat ini harga sahamnya bergerak dalam pola bullish reversal.

Kinerja perseroan pada paruh kedua diperkirakan akan tumbuh lebih baik dibandingkan paruh pertama tahun ini menyusul beroperasinya sejumlah ruas tol baru. “Saya rekomendasikan harga saham JSMR, trading buy. Level stop loss berada di Rp5.200,” kata David.

Pada perdagangan sesi I Selasa (18/8/2015) pada pukul 11.12 WIB, harga saham JSMR ditransaksikan turun Rp150 (2,73%) ke Rp5.350. [jin] – See more at: http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2230484/target-harga-fundamental-saham-jsmr#sthash.grKtW1Qw.dpuf

doraemon

INILAHCOM, Jakarta – Harga saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), berpeluang ditransaksikan dengan Price Earning Ratio (PER) 32 kali setahun ke depan. Harga sahamnya ditargetkan mencapai Rp4.000 per saham.

David Sutyanto anlis riset First Asia Capital, mengatakan, harga saham WIKA untuk Selasa (18/8/2015) memiliki support Rp2.720 dan resisten Rp2.850per saham.

Harga saham emiten jasa konstruksi Wijaya Karya Tbk (WIKA) dalam dua hari perdagangan terakhir pekan kemarin berhasil rebound tutup di Rp2760 atau menguat 3,6% dan 3,4% bila dilihat selama sepekan. Rebound ini sejalan dengan membaiknya kondisi pasar setelah sempat dilanda koreksi hingga Rp2465 (12/8).

“Sektor jasa konstruksi merupakan salah satu sektor yang akan bergerak bullish tahun ini di tengah iklim pasar yang kurang kondusif ditandai dengan perlambatan ekonomi domestik dan kekhawatiran depresiasi rupiah atas dolar AS yang pekan kemarin merosot hingga mendekari level Rp13.800,” kata David kepada INILAHCOM di Jakarta, Selasa (18/8/2015).

David menambahkan, jika diamati dari sisi kinerja, Perseroan hingga pekan pertama Juli ini telah meraih kontrak baru sebesar Rp10,59 triliun atau 33,5% dari target perolehan kontrak baru tahun ini Rp31,64 triliun. Sedangkan kontrak carry over tahun lalu Rp22,75 triliun. Sehingga total kontrak tahun ini mencapai Rp54,39 triliun.

Dibandinkan dengan proyeksi kontrak baru tersebut, merujuk pada target manajemen, proyeksi penjualan dan laba bersih tahun ini menjadi masingmasing Rp21,43 triliun dan Rp764,53 miliar. Angka penjualan tersebut yang mencapai Rp21,43 triliun mencerminkan pertumbuhan 72% dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp12,46 triliun.

Sedangkan proyeksi laba bersih tahun ini Rp764,53 miliar mencerminkan pertumbuhan 24,27% dari pencapaian tahun lalu Rp615 miliar. Earnings Price per Share (EPS) proyeksi tahun ini sebesar Rp125,12 naik dari 2014 lalu Rp100,19.

Pada harga Rp2.760 harga saham WIKA ditransaksikan dengan Price Earning ratio (PER) 27,5 kali berdasarkan estimasi 2014 dan PE 22 kali berdasarkan estimasi 2015. Pada kondisi pasar bullish pergerakan harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 32 kali atau mencapai Rp4.000.

Secara teknikalpeluang penguatan lanjutan akan menguji resisten sederhana di Rp2850. Sedangkan level support saat ini bergeser ke Rp2.720. Pergerakan harga sahamnya membentuk pola bullish continuation.

“Saya rekomendasikan saham WIKA, trading buy. Level stop loss berada di Rp2.650,” kata David.

Pada perdagangan sesi I Selasa (18/8/2015) pada pukul 11.28 WIB, harga saham WIKA turun Rp60 (2,17%) ke Rp2.700. [jin] – See more at: http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2230479/target-harga-fundamental-saham-wika#sthash.mJ0cY3rN.dpuf

Saham PT. WIJAYA KARYA Tbk (WIKA)  disarankan “Hold” (Hold
Rating) dengan target harga di Rp 2990
Hal itu dikutip dari hasil riset analis TARUN BHATNAGAR, HSBC

 

Saham PT. WIJAYA KARYA Tbk (WIKA)  disarankan “Hold” (Hold
Rating) dengan target harga di Rp 3200

 

Hal itu dikutip dari hasil riset analis PANDU ANUGRAH, Maybank Kim Eng
Sumber : IPS RESEARCH

INILAHCOM, Jakarta – Di industri jalan tol, saham PT Jasa Marga (JSMR) dinilai jadi favorit baik untuk trading maupun investor. Bagaimana dengan saham jalan tol lainnya.

Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah, research analyst dari PT Reliance Securities memberikan rincian penjelasan teknikal saham-saham jalan tol. Secara umum, untuk jangka pendek di saham-saham jalan tol kurang menguntungkan. Sebab, JSMR yang menjadi leader di sektor ini sedang terkonsolidasi  di area tinggi setelah mengalami kenaikan.

“Sementara itu, saham CMNP dan META kurang begitu menarik. Di sektor ini, yang favorit adalah JSMR baik untuk trading maupun investasi,” katanya kepada INILAHCOM. Berikut ini rincian penjelasannya:

– See more at: http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2185061/inilah-rekomendasi-teknikal-saham-jalan-tol#sthash.mgYuNZi9.dpuf

Pada perdagangan Jumat (6/3/2015), saham PT Jasa Marga (JSMR) ditutup menguat Rp100 (1,4%) ke Rp7.150 per saham.

Saham PT Jasa Marga (JSMR), secara teknikal memiliki tren jangka panjang yang masih oke, masih tren bullish. Hanya saja, untuk jangka menengah, saham JSMR punya peluang untuk tren bearish karena lajunya sudah terkonsolidasi dalam beberapa bulan terakhir.

Untuk sepekan ke depan, indikator-indikatornya menunjukkan sinyal yang cukup negatif. Indikator stochastic pada Kamis (5/3/2015) juga menunjukkan dead cross. Indikator The Relative Strength Index (RSI) juga menunjukkan bearish momentum.

Indikator lain seperti Moving Average Convergence-Divergence (MACD) juga menunjukkan pergerakan yang negatif karena histogramnya melemah.

Dalam sepekan ke depan, JSMR punya support di Rp6.900 dengan resistance di Rp7.175. Sekarang, saham JSMR sedang menguji Moving Average (MA) 50 di Rp7.050. Jika MA50 ditembus, mengonfirmasi pergerakan sahamnya yang cenderung negatif sepekan ke depan. Lakukan stop loss di Rp7.050 atau di support Rp6.900.

Saya rekomendasikan, mulailah profit taking di saham JSMR karena harganya sudah terlalu tinggi. Jika di level support Rp6.900 ternyata mantul ke atas, sudah bisa dikoleksi.

– See more at: http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2185061/inilah-rekomendasi-teknikal-saham-jalan-tol/21201/1-pt-jasa-marga-jsmr#sthash.JBI72288.dpuf

Saham PT. JASA MARGA Tbk (ERAA)  disarankan “Buy” (Buy
Rating) dengan target harga di Rp 8100

Hal itu dikutip dari hasil riset analis STEVEN GUNAWAN, PT Batavia Prosperindo Sekuritas
Sumber : IPS RESEARCH

Saham PT. JASA MARGA Tbk (JSMR)  disarankan “Buy” (Buy
Rating) dengan target harga di Rp 8200

Hal itu dikutip dari hasil riset analis JOKO SOGIE, Danareksa

 

Saham PT. JASA MARGA Tbk (JSMR)  disarankan “Buy” (Buy
Rating) dengan target harga di Rp 7900

Hal itu dikutip dari hasil riset analis MICHAEL RAMBA, PT Buana Capital
Sumber : IPS RESEARCH

Saham PT. JASA MARGA Tbk (JSMR)  disarankan “Buy” (Buy
Rating) dengan target harga di Rp 8500

Hal itu dikutip dari hasil riset analis PANDU ANUGRAH, Maybank Kim Eng
Sumber : IPS RESEARCH

 

Saham PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA Tbk (PGAS)  disarankan “Underperform” (Underperform
Rating) dengan target harga di Rp 3000

Hal itu dikutip dari hasil riset analis LYALL TAYLOR, Macquarie
Sumber : IPS RESEARCH

 

Saham PT. WIJAYA KARYA Tbk (WIKA)  disarankan “Buy” (Buy
Rating) dengan target harga di Rp 4400

Hal itu dikutip dari hasil riset analis NATALIA SUTANTO, Indo Premier Securities
Sumber : IPS RESEARCH

 

Saham PT. MITRA ADIPERKASA Tbk (MAPI)  disarankan “Outperform” (Outperform
Rating) dengan target harga di Rp 7000

Hal itu dikutip dari hasil riset analis LYALL TAYLOR, Macquarie
Sumber : IPS RESEARCH

 

WIKA (3.025)Rekomendasi: Buy on Weakness—Candle Wijaya Karya (WIKA) bertahan di atas EMA5 atau masih berada dalam tren bullishnya danmembentuk pola spinning top yang merupakan sinyal indecision, sementara itu stochastic golden cross dan MACD berada di area positif. Level masuk disupport 3.000 sementara resist di 3.060, cut loss jika break 2.985.
Sumber : IPS RESEARCH

PT Wijaya Karya (WIKA)

inilah.com : Pada perdagangan Jumat (21/11/2014) saham PT Wijaya Karya (WIKA) ditutup stagnan di Rp3.005 per saham.

Saham PT Wijaya Karya (WIKA) untuk jangka menengah dan panjang cenderung uptrend. Hanya saja, harga saat ini sudah cenderung terlihat mahal. Indikator stochastic sudah dead cross pada Rabu (19/11/2014). Pada Jumat (21/11/2014) cenderung konsolidasi di area overbought (jenuh beli) sehingga berpotensi mengalami penurunan.

Momentum The Relative Strength Index (RSI) juga menunjukkan bearish reversal. Jadi, secara teknikal, saham ini sudah terlihat cukup mahal. Saham ini memiliki support di Rp2.990 dengan resistance terdekat di Rp3.140 yang merupakan level upper bollinger band-nya. Karena itu, laju saham ini cenderung konsolidasi karena belum menembus support.

Saya rekomendasikan hold terlebih dahulu untuk saham ini. Sebab, masih ada kemungkinan kembali menguji resistance di Rp3.140 tadi.

Jual saham ini jika menembus support karena ada peluang melemah ke Rp2.800-2.700. Rp2.800 merupakan MA50 dan Rp2.700 merupakan support dari tren bullish-nya.

PT Wijaya Karya Beton (WTON)

Pada perdagangan Jumat (21/11/2014) saham PT Wijaya Karya Beton (WTON) ditutup menguat Rp10 (0,83%) ke Rp1.210 per saham.

Saham PT Wijaya Karya Beton (WTON), masih menunjukkan uptrend untuk jangka menengah. Jumat (21/11/2014), saham ini bergerak konsolidasi. Dari sisi indikator stochastic juga sudah dead cross di area overbought sehingga potensial terkoreksi.

Indikator RSI juga menunjukkan bearish momentum. Saham ini juga berada di area upper band dan berbalik arah untuk arah penurunan. Support WTON di Rp1.190 dengan resistance terdekat di Rp1.240. Pergerakan saham ini terlihat mulai terkoreksi dan jika menembus support di Rp1.190, bisa turun ke Rp1.140 yang merupakan Moving Average (MA)50 dan Rp1.110 yang merupakan support dari bullih trend jangka panjang.

Saya rekomendasikan hold juga untuk saham WTON karena masih ada kemungkinan menguat tapi terbatas menguji resistance-nya. Jadi, hold dulu lalu jual di harga atas, sell on strength, untuk saham-saham konstruksi. [jin]

 

Saham PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA Tbk (PGAS)  disarankan “Hold” (Hold
Rating) dengan target harga di Rp 6000

Hal itu dikutip dari hasil riset analis PANDU ANUGRAH, Maybank Kim Eng
Sumber : IPS RESEARCH

 

Saham PT. JASA MARGA Tbk (JSMR)  disarankan “Overweight” (Overweight
Rating) dengan target harga di Rp 7500

Hal itu dikutip dari hasil riset analis FELICIA TANDIYONO, JPMorgan
Sumber : IPS RESEARCH

 

WIKA (2.895)Rekomendasi: Sell On Strength —Harga Wijaya Karya (WIKA) mampu rebound dari support EMA5 setelah tertekan. Namun denganstochastic yang overbought maka rawan profit taking meskipun MACD positif. Target harga di level 2.900, sementara support 2.800.
Sumber : IPS RESEARCH (28 Oktober 2014)

WIKA Menuju Rp 2.500?
Jumat, 11 April 2014 | 7:04 investor daily

Saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) diprediksi bakal menembus Rp 2.500 dalam waktu dekat dan menengah. Kabarnya, kenaikan itu didorong prospek anak usaha perseroan, PT Wika Beton Tbk, pasca IPO. Wika Beton diperkirakan berkontribusi 21% pendapatan CAGR pada 2014-2015. (ely)

… secara teknikal: jika tren harga saham berada DI ATAS TREN 200 day MOVING AVERAGE n EXPONENTIAL MA, maka tren bullish (naek) akan berlangsung terus setidaknya 6 bulan … jika tren harga di BAWAH TREN 200 day MA n EMA maka tren bearish sekira 6 bulan … jika tren harga di ATAS TREN 20 d MA, maka kemungkinan bullish jangka pendek sekira 2-4 minggu … well, faktor fundamental dan psikologi pasar harian TETAP BERLAKU:
tren 3m JSMR 200dMA 20d ema 280214

tren 3m MAPI 200dMA 20d ema 280214

tren 3m pgas 200dMA 20d ema 280214

tren 3m WIKA 200dMA 20d ema 280214

tren 200dEMA ihsg 190214 bullish jangka panjang

kereta cepat @wika, jsmr … 191015_060717

reaction_1

Kereta Cepat jkt_bdg

bird

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung akan dimulai 7 Juli mendatang. Budi Karya mendengar rencana ini langsung dari Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno.”Menurut Ibu Rini mulai konstruksi tanggal 7 (Juli) ini,” kata Budi Karya di ruang rapat Komisi V DPR, Jakarta, Rabu, 5 Juli 2017.

Budi Karya menuturkan Rini Soemarno segera mengecek lokasi pembangunan sebelum konstruksi dikerjakan. Sementara Kementrian Perhubungan akan melakukan upaya-upaya agar proyek cepat dilaksanakan. Misalnya saja penyelesaian masalah tanah, meski pun pengerjaan konstruksi bisa dilakukan berbarengan dengan pembebasan lahan. “Pembangunan akan dilakukan tanpa harus pembebasan tanah seluruhnya,” kata dia.

Sebelumnya, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mendapatkan komitmen pinjaman dari China Development Bank senilai US$4,5 miliar. Penandatanganan dilakukan antara Direktur Utama PT KCIC Hanggoro Budi Wiryawan dan Direktur Utama China Development Bank, Hu Huaibang

Cairnya pinjaman tersebut dilakukan usai pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Cina Xi Jinping di Great Hall of People pada 14 Mei 2017.

Hanggoro mengatakan fasilitas pinjaman itu setara 75 persen dari kebutuhan pembiayaan proyek kereta cepat US$6 miliar. Sisanya, kata Hanggoro, adalah modal dari para pemegang saham dari kedua sisi, baik dari Indonesia maupun Cina.

DIKO OKTARA

 

ets-small

Bisnis.com, BEIJING — PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) akhirnya mendapatkan komitmen pinjaman dari China Development Bank senilai US$4,5 miliar.

Penandatanganan tersebut dilakukan usai pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping di Great Hall of People, Minggu (14/5/2017) malam.

Selain disaksikan oleh kedua kepala negara, penandatanganan MoU ini juga disaksikan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong.

Penandatanganan dilakukan antara Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China Hanggoro Budi Wiryawan dan Direktur Utama China Development Bank, Hu Huaibang

Hanggoro mengatakan fasilitas peinjaman itu setara 75% dari kebutuhan pembiayaan proyek kereta cepat US$6 miliar. Sisanya, kata Hanggoro, adalah modal dari para pemegang saham dari kedua sisi, baik dari Indonesia maupun China.

“Jadi tadi sudah ditandatangani MoU yang merupakan tindak lanjut kerja sama kedua negara untuk membangun kereta cepat Jakarta-Bandung,” kata Hanggoro.

Dia menambahkan, dengan diteken kesepakatan pembiayaan ini, maka semua persyaratan yang tertuang dalam perjanjian pinjaman sudah dipenuhi.

new-chin-year-dragon-02

Beijing (ANTARA News) – Pemerintah China merasa yakin mampu mengerjakan proyek kereta berkecepatan tinggi dengan rute Jakarta-Bandung akan selesai tepat waktu pada akhir 2019.

“China sepenuhnya percaya diri dalam penyelesaian awal pembangunan dan pengoperasian kereta api. Ketika kami datang untuk menimbang proyek ini, maka lebih baik untuk mendengar kata-kata dari peserta proyek, yaitu kami dan Indonesia,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang dalam pernyataan pers yang dikeluarkan di Beijing, Jumat.

Pernyataan tersebut untuk menanggapi salah satu pemberitaan kantor berita asing bahwa proyek yang sempat menjadi rebutan antara China dan Jepang tersebut berjalan lambat.

Menurut sepengetahuannya, pekerjaan persiapan untuk pembangunan semua bagian proyek tersebut terus berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah China, pemerintah Indonesia, dan perusahaan yang terlibat.

“Kereta api berkecepatan tinggi Jakarta-Bandung merupakan proyek sistematis yang besar. Prosedurnya berawal dari negosiasi kontrak, studi kepatuhan, desain rute, pembebasan lahan, survei lapangan, dan persiapan konstruksi. Untuk pembangunan semua bagian, penyelesaian dan pengoperasian, semua memakan waktu,” paparnya.

Menurut dia, bisa saja timbul masalah dari salah satu tahapan berikut yang sedikit menghambat pekerjaan.

“Namun sejak pembangunan bagian penting proyek itu dimulai tahun lalu, China dan Indonesia telah bekerja sangat erat untuk mendorong semua pekerjaan sebagai upaya terbaik mereka,” katanya menambahkan.

Lu menjelaskan bahwa kedua belah pihak saat ini saling berkonsultasi terkait kontrak dan perjanjian pinjaman untuk pengadaan teknis konstruksi (EPC).

“Sejauh yang kami tahu, kedua belah pihak akan segera menandatangani perjanjian ini dalam waktu dekat,” ujarnya.

Ia melihat proyek tersebut akan menjadi kereta api berkecepatan tinggi pertama di Indonesia dan bahkan di Asia Tenggara yang merupakan hasil kerja kerja sama praktis kedua negara.

“Proyek tersebut bermanfaat bagi kedua belah pihak. Kedua belah pihak bertekad untuk bekerja sama. Perusahaan dan lembaga keuangan dari kedua negara telah menjalin hubungan sangat dekat,” kata Lu menambahkan.

ets-small

Jakarta detik – Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142 km telah memiliki perkembangan yang cukup baik. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Bintang Perbowo.

“Kita sudah soil test (tes tanah) lebih dari 500 titik dari 2.000 titik konstruksi,” kata Bintang di Komplek Istana, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Bintang menyebutkan, hingga saat ini PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) telah membangun sepanjang 26 km. Padahal, dari awal pengajuan izin konstruksi, hanya 5 km yang disetujui. “Itu (posisinya) di dalem Walini yang PTPN VIII,” jelasnya.

PT KCIC merupakan perusahaan gabungan antara China Railway International Co. Ltd dengan PT Pilar Sinergi yang di dalamnya PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya, PT Kereta Api Indonesia, PT Jasa Marga, dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII.

Bintang menyebutkan, pembangunan sepanjang 26 km pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sampai saat ini masih menggunakan modal sendiri. Sebab, pinjaman dari China Development Bank (CDB) masih belum cair atau belum masuk tahap financial close.

“Pakai equity kita dulu, Rp 1,2 triliun ditambah Rp 1,2 triliun lagi, jadi Rp 2,4 triliun untuk 26 km dulu,” jelasnya.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142 km akan dimulai pembangunannya dari Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur sampai Tegalluar di Bandung.

Kereta cepat akan melalui 4 stasiun yakni Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar. Proyek ini ditargetkan beroperasi pada tahun 2019.

(mkj/mkj)

new-chin-year-dragon-02

JP: State-owned construction firm Wijaya Karya (Wika) plans to sign the engineering, procurement and construction (EPC) contract for the Indonesia-China high-speed railway connecting Jakarta and Bandung, West Java next week.

The contract will be signed with the Indonesia-China joint firm Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), which oversees the project.

“There will be us and two Chinese contractors. We have 30 percent stake,” Wika president director Bintang Perbowo said on Thursday.

The contract, valued at Rp 16.8 trillion (US$1.2 billion), is part of the construction of the $5.2 billion project that will span 142.3 kilometers across the two cities.

(Read also: Jakarta-Bandung high speed railway to get Chinese loan)

The contract is also necessary for a financial agreement between KCIC and Chinese Development Bank (CDB), he said, adding that CDB was slated to cover three-fourths of the funding through a loan.

“They want to have the contract signed before going over the financial closing. I think it’s normal as there is no state guarantee for this project,” Bintang added.

The firm would only have to hand over the contract and land procurement documents to the bank, among others, as the remaining technicalities, to receive the loan.

Land procurement stands at 93 percent, with the remaining land around Karawang and Purwakarta, West Java, in the industrial and real estate area. (bbn)

ets-small

TEMPO.COJakarta – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika) tetap optimistis pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bisa selesai dalam waktu 35 bulan, terhitung dari Juli 2016 hingga pertengahan 2019.

Pengerjaan proyek ini terlambat karena beberapa hal, di antaranya proses pembebasan lahan hingga pencairan pinjaman dari China Development Bank (CDB) yang cukup memakan waktu.

“Kami akan coba ngebut supaya selesainya on time walaupun mulainya telat,” ujar Direktur Keuangan Wika Steve Kosasih saat ditemui di kantornya di Cawang, Jakarta, Kamis, 22 Desember 2016.

BacaLuhut: Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Gunakan Teknologi Listrik

Steve menuturkan pihaknya berkomitmen menambah alat dan sumber daya manusia untuk bisa menyelesaikan proyek itu dalam kurun waktu sisa 30 bulan. “Kontraktor Cina juga sudah komit dalam 2,5 tahun ke depan selesai,” ucapnya.

Dalam proyek ini, total ada tujuh kontraktor yang berpartisipasi. Enam kontraktor asal Cina dan satu kontraktor Indonesia, yaitu Wika. “Wika mendapatkan 30 persen pengerjaan sipil, dengan kontrak mencapai Rp 16,8 triliun,” kata Steve.

SimakPersaingan Kereta Cepat Jepang Vs Cina Berlanjut

Adapun pencairan komitmen pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Steve mengatakan, ditargetkan selesai sebelum akhir tahun ini. Pihak Wika bersama PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) dalam waktu dekat akan terbang ke Beijing, Cina, untuk menyelesaikan proses komitmen pembiayaan proyek.

“Kami akan ada rapat satu kali lagi untuk finalisasi financial closure di Cina, baru kita tanda tangan,” tuturnya. Setelah itu, menurut Steve, proses pencairan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pengerjaan proyek.

GHOIDA RAHMAH

ets-small

JAKARTA kontan. Pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung masih berjalan lambat. Walaupun sudah dicanangkan pembangunannya, pelaksanaan proyek tersebut masih terganjal sejumlah masalah.

Salah satu ganjalan datang dari proses pembebasan lahan. Presiden Joko Widodo mengatakan, sampai saat ini proses pembebasan lahan proyek tersebut belum selesai.

“Masih kurang dari 40%,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Sabtu (3/9).

Meskipun masih belum selesai, Jokowi meminta kepada China Railway selaku pelaksana proyek tersebut untuk terus melaksanakan proyek tersebut. “Sebab masalah hanya di lahan yang akhir tahun ini sudah selesai,” katanya

 gifi

 

 

Jakarta detik -Stasiun pertama Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan dibangun di sekitar Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Bintang Perbowo mengatakan pembangunan stasiun dan lintasan di sekitar lokasi ini akan menggunakan penanganan khusus.

Lintasan menuju Stasiun Halim akan dibangun di bawah tanah atau underground.

“Lintasannya kita akan buat terowongan bawah tanah. Jadi nggak eleveted (melayang) seperti yang lain,” kata Bintang ditemui di Kantor WIKA, Jakarta, Senin (22/8/2016).

Hal ini dilakukan untuk menghindari zona operasi penerbangan yang ada di sekitar Lapangan Udara Angkatan Udara Halim.

Seperti diketahui, saat ini Bandara Halim Perdanakusuma merupakan salah satu obyek vital penunjang operasi militer nasional, selain itu, saat ini bandara tersebut juga mulai dimanfaatkan untuk kegiatan penerbangan sipil.

Bangunan yang terlalu tinggi di sekitar lokasi tersebut dapat mengganggu aktivitas lepas landas dan pendaratan pesawat.

“Supaya nanti nggak berbenturan dengan zonanya KKOP (Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan),” tutur dia.

Diakui Bintang, pihaknya saat ini tengah menunggu izin pemanfaatan lahan Bandara Halim Perdanakusuma yang direncanakan sebagai titik awal proyek kereta cepat pertama di Indonesia.

“Kalau sudah dapat persetujuannya, kita akan buat ganti tempat dulu, seperti model tukar guling gitu. Baru setelah itu kita lakukan pembangunan di Halim,” jelas dia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan dimulainya pembangunan alias groundbreaking Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung 142 kilometer (km) pada 21 Januari 2016 silam. Proyek ini akan jadi yang pertama di tanah air.

(dna/feb)

new-chin-year-dragon-02

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan akan mengeluarkan semua izin pembangunan proyekkereta cepat Jakarta-Bandung meski proses pembebasan lahan belum rampung.

Rencananya, izin tersebut akan keluar pekan depan. Lantas apa pertimbangan Menhub mengeluarkan izin mega proyek senilai 5,13 miliar dollar AS, atau Rp 67 triliun itu (kurs Rp 13.117).

Di sela-sela kunjungannya ke Yogyakarta pada Sabtu (6/8/2016), ia menuturkan bahwa pemberian seluruh izin pembangunan KA cepat atas dasar semangat pembangunan.

“Kalau saya (melihatnya) semangat membangun, memberikan kesempatan swasta itu bagaimana mencari persamaan jangan mencari perbedaan,” ujar Budi.

“Kalau cari perbedaan, enggak jadi-jadi (proyeknya). Enggak bisa menjadi bangsa pemenang (nanti),” lanjut menteri yang belum genap sebulan dilantik itu.

Menurut ia, proyek pembangunan KA cepat bisa meniru proyek pembangunan tol. Izin pembangunan tol selalu diteken meski pembebasan lahannya belum rampung.

Selama ini, proses pembebasan lahan memang kerap menjadi momok proyek-proyek infrastruktur mulai dari jalan, bandara, hingga pembangunan rel KA.

Lantaran masalah itu, proyek pembangunan kerap molor. Menhub mengatakan bahwa percepatan pemberian seluruh izin pembangunan KA cepat murni atas dasar pertimbangan dan cara pandangnya untuk mempercepat pembangunan nasional.

“Enggak (ada instruksi Presiden). Pokoknya saya melihat maknanya aja bahwasanya swasta itu harus didukung ya kita cari konsepnya itu apa. Kalau kita bisa mencari format yang bisa memberikan dorongan kepada swasta, ya kenapa tidak,” kata mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu.

Ia menegaskan, meski konsorsium KA cepat diisi oleh empat perusahaan BUMN, tetapi secara pendanaan proyek itu murni dibiayai swasta lantaran tidak menggunakan APBN.

“Yang penting jalan dulu proyeknya, (teknis) sambil berjalan. Kalau enggak ada izin kan enggak ada confident untuk memulai,” ucap Budi Karya.

Ia berharap, keluarnya seluruh izin pembangunan KA cepat bisa dijadikan momentum percepatan pengucuran pendanaan dari China Development Bank (CDB) dan percepatan pembangunan mega proyek tersebut. (Baca: Kereta Cepat, Proyek Properti, dan Pembangunan yang Tergopoh- gopoh)

 Emoticons0051

JAKARTA, KOMPAS.com – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri menilai beberapa proyek pembangunan infrastruktur tidak dipikirkan secara matang oleh pemerintah Jokowi-JK. Ia mencontohkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Dalam sebuah diskusi on air di Jakarta, Sabtu (6/8/2016) Faisal mengatakan, Jokowi terlihat sebagai sosok yang ingin mewujudkan pembangunan fisik yang bisa terlihat secara kasat mata dalam waktu cepat.

“Karena tidak dipikirkan secara matang, malah jalannya menjadi tergopoh-gopoh,” ujar Faisal.

“Misalnya kereta cepat Jakarta-Bandung. Ndak ada progress-nya sejak diresmikan. Kan tidak dipikirkan secara matang, dan rentan terhadap intervensi,” imbuh akademisi Universitas Indonesia (UI) itu.

Catatan Kompas.com yang terangkum dalam liputan khusus “kereta cepat Jakarta-Bandung”, proyek yang digarap perusahaan patungan China dan konsorsium badan usaha milik negara (BUMN) ini menuai banyak kontroversi.

Mulai dari tender proyek hingga akhirnya dimenangkan oleh China, dan kemudian dibentuk PT kereta cepat Indonesia-China (KCIC), serta pemancangan tiang pertama (ground breaking), hingga kini pembangunannya seret.

Menteri Perhubungan kala itu, Ignasius Jonan enggan menghadiri seremonial ground breaking yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Di sisi lain, Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno selalu setia mengawal berjalannya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Banyak pihak juga telah melempar kritik terhadap mega proyek senilai 5,1 miliar dollar AS atau setara Rp 67,83 triliun tersebut (kurs 13.300). Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menilai Jokowi terburu-buru mengambil keputusan penting tersebut.

Dikhawatirkan, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hanya akan menjadi mainan baru Jokowi dan bernasib serupa Esemka.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung juga mendapat kritikan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). Direktur WALHI Zaenal Muttaqien mengatakan, pemaksaan kehendak Jokowi atas pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung bisa menjadi preseden buruk dalam tata kelola pemerintahan.

“Mengenai keselarasan lingkungan, kereta cepat telah melanggar prosedur pembuatan amdal, kemudian dalam hal pembebasan lahan negara, aturan pelepasan aset masih menyisakan masalah, begitu pun dalam aturan hukum lainnya,” kata Zaenal.

(Baca: WALHI: Lewat Kereta Cepat, Jokowi Langgar Nawacita)

Bahkan, megaproyek ini pun mendapat sorotan dari Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyusul belum dikeluarkannya izin pembangunan oleh Menteri Perhubungan kalau itu, Ignasius Jonan, padahal sudah dilakukan ground breaking pada 21 Januari 2016.

“Ada kalanya Presiden juga harus bicara sendiri. Rakyat ingin dengar, setelah menterinya bicara, Presidennya bicara untuk betul-betul menegaskan tidak ada hal yang tak sesuai aturan. Ini penting. Kalau tidak klop sana sini, bikin klop, dan sangat bisa bikin klop semuanya itu,” kata SBY.

(Baca: SBY: Malu Sama Rakyat Kalau Antar Menteri Tidak Klop)

Proyek properti

Akan tetapi, di samping menuai kritikan, proyek kereta-cepat Jakarta-Bandung memperoleh dukungan. Lembaga donor Asian Development Bank (ADB) misalnya yang menilai, terlepas dari nilai investasinya yang tinggi, Indonesia perlu membangun infrastruktur koridor ekonomi.

“Kereta api cepat ini untuk mobilitas, bukan hanya sekedar ‘Indonesia punya kereta cepat‘. Tujuannya, memperbaiki mobilitas,” kata Wakil Presiden ADB Bambang Susantono.

(Baca: ADB: Ini Bukan Sekadar “Indonesia Punya Kereta Cepat”)

Meski begitu, Faisal melihat proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bukanlah proyek untuk meningkatkan konektivitas perkeretaapian.

“Bagi saya, kereta cepat itu bukan proyek kereta api. Tetapi proyek properti, untuk memajukan properti satu-dua perusahaan besar,” ucap Faisal, tanpa menyebut nama perusahaan yang dimaksud.

Jonan terdepak, izin keluar

Dalam perombakan kabinet jilid-II, pada Rabu (27/7/2016)Ignasius Jonan menjadi salah satu yang terdepak. Jabatan Menteri Perhubungan lantas diisi oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Budi Karya Sumadi.

Sepekan menjabat, Budi memutuskan untuk mengeluarkan izin pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri BUMN Rini, usai rapat dengan Budi pada Kamis (4/8/2016).

“Pada dasarnya pembangunan sudah bisa dilakukan secara fullminggu depan,” kata Rini.

(Baca: Menteri Rini: Izin Pembangunan Kereta Cepat Keluar Minggu Depan)

Dalam sebuah diskusi awal pekan ini, Faisal melihat perombakan kabinet yang dilakukan Jokowi bukan semata-mata urusan kinerja. Dia menilai Jokowi menyingkirkan orang-orang yang dianggap mengganggu jalannya berbagai proyek.

 new-chin-year-dragon-02

Bisnis.com, JAKARTA- Perusahaan konstruksi dan investasi milik negara, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., memperkirakan  pencapaian kontrak baru senilai Rp40 triliun sampai akhir Agustus 2016.

Sampai pekan pertama Agustus 2016, perolehan kontrak baru emiten berkode saham  WIKA itu sebesar Rp22,73 triliun atau sekitar 43,04% dari target kontrak Rp52,8 triliun sepanjang tahun ini.

Direktur Keuangan Wijaya Karya Steve Kosasih memaparkan perusahaan kemungkinan membukukan kontrak baru senilai Rp17 triliun dari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung pada akhir Agustus ini.  “Kontrak baru kita bisa sampai Rp40 triliun sampai akhir Agustus,” katanya di Gedung BEI, Rabu (3/8).

Dengan perkiraan perolehan kontrak baru itu serta kontrak bawaan (carry over) senilai Rp32 triliun, total kontrak yang digarap oleh perusahaan sebanyak Rp73,47 triliun atau sekitar 88,94% dari target seluruh kontrak (baru dan bawaan) sebesar Rp86 triliun pada 2016.

Sampai Agustus, proyek yang telah diperoleh antara lain pembangunan

hotel, kantor & conventionl hall grup Puncak Surabaya,

automatic people mover system Bandara Soekarno             Hatta,

renovasi Velodrome Jakarta,

Bendungan Kuwil Manado,

rumah susun atlet Kemayoran dan sebagainya.

Perusahaan juga menggarap sejumlah proyek jalan seperti jalan tol Balikpapan-Samarinda, Bawen-Solo seksi 2 dan jalan raya seperti Maros-Bone dan sebagainya.

new-chin-year-dragon-02

dollar small

 

JAKARTA okezone– Mega proyek kereta cepat Jakarta –Bandung tengah dikejar PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) pembangunannya agar sesuai target. Bahkan perseroan menargetkan hingga akhir tahun fisik pembangunannya sudah rampung minimal 10 persen.

“Mudah-mudahan hingga akhir tahun, sudah sampai 10 persen untuk pembangunan fisik,”kata Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo di Jakarta.

Bintang menambahkan, rencananya akhir bulan ini perseroan akan mendapatkan kontrak baru senilai Rp15 triliun dari proyek kereta cepat tersebut. Hal itu untuk menindaklanjuti keluarnya izin pembangunan di trase jalur kereta cepat sepanjang 53 km yang baru dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bulan lalu.

Sebagai informasi, pada Maret lalu, izin pembangunan prasana kereta cepat yang dikeluarkan Kemenhub kepada KCIC baru sepanjang 5 km, yaitu pada segmen km 95 hingga 100.

Hal itu sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Perkeretaapian Nomor: HK.601/SK.05/DJKA/3/16 tentang Pemberian Izin Pembangunan Prasarana Perkeretaapian Umum untuk Trase Jalur Kereta Api Cepat antara Jakarta dan Bandung Segmen CK 95+000 sampai dengan CK 100+000.

Dirinya menyebut pembiayaan pembangunan proyek kereta cepat hingga akhir tahun masih menggunakan ekuitas PSBI. Konsorsium tersebut akan menanggung 15 persen dari keseluruhan dana pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau sekitar Rp10,6 triliun di mana Wika menanggung 28 persen di antaranya.

Diharapkan, akhir Juli ini, KCIC bisa merampungkan proses perjanjian pinjaman dengan China Development Bank untuk menanggung 75 persen pembiayaan untuk proyek senilai USD5,5 miliar itu.

Sebagai informasi, WIKA bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JMSE), dan PTPN VIII, tahun lalu membentuk perusahaan konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Bersama dengan China Railway International Co. Ltd, PSBI membentuk PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang memperoleh mandat untuk membangun dan melaksanakan proyek penyelenggaraan jasa kereta cepat trase Jakarta-Bandung.

(mrt)

 new-chin-year-dragon-02

Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Cepat Indonesia China meminta Kementerian Perhubungan mempercepat proses perizinan kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan mengharapkan adanya percepatan pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung dengan dimulai keluarnya izin dari Kemenhub.

“Kami sudah mempercepat pembebasan lahan untuk melengkapi pengajuan izin yang saat ini baru 137 kilometer. Semua sudah kami sampaikan ke Kementerian Perhubungan dua bulan lalu dan cukup intens melakukan pembahas an sekarang sudah clear,” katanya di Jakarta, Kamis (30/6/2016) malam.

Secara teknis, Hanggoro menjelaskan pembahasan izin lahan sudah sesuai dengan arahan Kemenhub di mana jarak jalur KA harus sesuai acuan China yakni 5 meter bukan 4,6 meter. Dengan langkah itu, tegasnya, kecepatan KA Jakarta-Bandung bisa dimaksimalkan hingga 300 km per jam.

Sesuai Surat Keputusan Direktur Jenderal Perkeretaapian No. HK.601/SK.05/DJKA/3/16 tentang Pemberian Izin Pembangunan Prasarana Perkeretaapian Umum untuk Trase Jalur Kereta Api Cepat antara Jakarta dan Bandung Segmen CK 95+000 sampai dengan CK 100+000 kepada PT KCIC.
Hanggoro meyakini revisi itu akan mendorong penerbitan izin dari Kemenhub sesuai jalur awal yakni 142,3 kilometer.

Adapun kendala lain yang masih dihadapi KCIC adalah masalah penyuntikan dana untuk memulai pembangunan. Hanggoro menegaskan pihaknya masih membutuhkan beberapa per syaratan sebelum memulai rancangan pembiayaan (financial plan).

Saat ini, dia menjelaskan ada kendala pengucuran dana sesuai konsorsium dari China Development Bank yang menunggu guarantee dari empat BUMN.

“Pengucuran dana dari mereka membutuhkan approval persyaratan seperti hasil visibilities studies itu dari Indonesia dan financial modelnya,” tegasnya.

Dia menyebutkan empat BUMN memiliki kewajiban masing-masing yakni PT KAI sebesar 25%, PT Wijaya Karya Tbk 38%, PT Jasa Marga Tbk 12%, dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII 25%.

Seperti yang sudah disampaikan kepada CDB, PT Wijaya Karya Tbk siap menyuntikkan dana secara tunai, sebagian dari potensi pemanfaatan harus dicover oleh PT KCIC, sementara PTPN VIII akan melakukan inbreng aset tanah se – luas 1.270 hektare.

“Saat ini empat BUMN masih proses pembahasan harmonisasi, masih berunding tetapi kami targetkan secepatnya rampung dan modal bisa masuk,” tuturnya.

Hanggoro berharap izin dari Kemenhub bisa dirampungkan dengan cepat begitu pula modal dari empat BUMN.

Dia menegaskan pihak CDB menunggu komitmen konsorsium di Indonesia sebagai syarat pencairan dana.

“Kami sangat mengharapkan permodalan ini bisa didahulukan, sembari melengkapi proses pembebasan lahan, karena kalau menunggu semua proses pembebasan lahan itu akan semakin memakan waktu yang lama,” terangnya.

Saat ini, Kemenhub telah mengeluarkan izin pembangunan jalur KA cepat Jakarta-Bandung sepanjang 5 km.

TRANSFER TEKNOLOGI

Untuk mempercepat proses sertifikasi kelaikan, KCIC menyiapkan kerja sama pengalihan teknologi KA cepat Jakarta-Bandung dengan Badan Pengkajian Penerapan Tek –
no logi (BPPT).

Direktur Pusat Teknologi Sistem dan Prasarana Transportasi BPPT Rizqon Fajar menyatakan pihaknya akan menandatangani kerja sama dengan PT KCIC dan melakukan sinergi pembangunan KA cepat bersama Kemenhub dan Kementerian Perindustrian.

“Ada kerja sama ini sebagai jalan komunikasi kami dengan KCIC. Namun BPPT sesuai dengan tugas pokok melakukan pengkajian teknologi transportasi pertama di Indonesia,” tuturnya.

Sesuai MoU, pihak BPPT akan menugaskan sejumlah orang dalam tim untuk melakukan transfer teknologi guna meningkatkan kua litas SDM pembangunan transportasi.

Sementara itu, Dirjen Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahjono mengatakan pihaknya menawarkan kepada KCIC untuk mengurus izin pembangunan per km.
Namun, dia menjelaskan, KCIC meminta izin pembangunan diberikan secara keseluruhan.

“Kalau semuanya persyaratan pembebasan lahan harus bisa diselesaikan,” ujarnya.

 animated-rocket-and-space-shuttle-image-0026

Bisnis.com, JAKARTA –  PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memperkirakan total nilai proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan meningkat dari sebelumnya sekitar 5,1 miliar dolar, sejalan dengan revisi jarak tengah antar rel ganda (as track) dari sebelumnya 4,6 meter menjadi 5 meter.

“Konsekuensi dari revisi ‘as track’ tersebut bisa terjadi kenaikan biaya keseluruhan proyek tersebut,” kata Direktur Utama KCIC, Hanggoro Budi Wiryawan, di Jakarta, Kamis (30/6/2016).

Ia menjelaskan, KCIC baru saja merevisi “as track” menjadi 5 meter, sesuai dengan standardisasi desain kereta cepat di Tiongkok Dengan menambah lebar “as track” menjadi 5 meter maka kecepatan kereta bisa mencapai rata-rata 350 km per jam, dari sebelumnya diperkirakan 250 km per jam dengan jarak tengah antar rel 4,6 meter.

“Perubahan ini juga mengikuti instruksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan nanti akan dimasukkan dalam izin pembangunan kereta cepat untuk jarak 142,3 km dari Halim sampai Tegalluar,” katanya.

Ia menjelaskan, sesuai dengan rencana pembangunan anggaran pembiayaan kereta cepat tesebut mencapai 5,135 miliar dolar AS.

Sesuai dengan perjanjian kerja sama, konsorsium PT KCIC terdiri atas empat BUMN yaitu PT Wijaya Karya Tbk, PT Jasa Marga Tbk, PT Perkebunan Nusantara VIII, dan PT KAI dengan porsi pembiayaan mencapai 15 persen dari total nilai proyek atau sekitar Rp10,6 triliun.

Total dana Rp10,6 triliun itu dibagi empat yaitu WIKA 38 persen, PTPN VIII 25 persen, KAI 25 persen, Jasa Marga 12 persen.

“Kami berharap empat BUMN tersebut juga secepatnya dapat menyetorkan modalnya paling lambat Agustus-September 2016,” katanya.

Meski begitu, Hanggoro meyakini bahwa dengan peningkatan anggaran pembiayaan tersebut tidak akan menganggu pembangunan kereta cepat.

Ia juga menambahkan, proses pengerjaan segera bisa dilakukan karena pembebasan lahan sudah mencapai sekitar 60 persen atau setara dengna 84 kilometer.

new-chin-year-dragon-02

Jakarta detik-PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengirimkan para pekerjanya untuk berpartisipasi mempelajari konstruksi untuk diterapkan dalam pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Saat ini WIKA telah mengirimkan 8 orang pekerja ke China.

“Kita sudah mengirim kok, orang kita 8 dari KAI 12 jadi 20 orang udah di China belajar bikin LRT belajar sama mereka,” kata Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk, Bintang Perbowo kepada detikFinance, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Menurutnya para insinyur di China menguasai dalam pembangunan LRT karena lebih memiliki pengalaman.

“Yang kita nggak ngerti kan engineer dari Chinanya sudah menguasai, jadi mereka yang kerjakan kita belajar sama mereka, kita masuk organisasi pekerjaan sama mereka,” ungkap Bintang.

Saat ini, dari total panjang jalur 142 km, Kemenhub akan menerbitkan izin pembangunan baru hingga menjadi 56,8 km. Saat ini, izin pembangunan baru sepanjang 5 km.

“Sudah keluar lagi izinnya udah 53 km dari 140 km, 53 tambah 5 lah kira-kira 40%,” kata Bintang.

(ang/ang)

gifi

 

JAKARTA okezone – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memperkirakan dapat memeroleh kontrak baru dari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sekitar Rp20 triliun pada pekan ini.

”Masuknya minggu depan. Insya Allah Rp20 triliun, minimum Rp15 triliun,” kata Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo di Jakarta.

Kendati demikian, perseroan masih melakukan negosiasi perihal jumlah kontrak tersebut. WIKA mendapatkan penugasan dari pemerintah berdasarkan Peraturan Presiden No 107 Tahun 2015 tanggal 6 Oktober 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasaran dan Sarana Kereta Cepat Jakarta dan Bandung.

Untuk merealisasikan pembangunan proyek ini, WIKA berkonsorsium dengan PT KAI (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII membentuk perusahaan patungan, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia.

Kepemilikan saham WIKA di PBSI sekitar 38 persen, KAI dan PTPN VIII masing-masing 25 persen, dan Jasa Marga Tbk 12 persen. Dengan porsi saham yang diterima WIKA, maka BUMN konstruksi ini akan mengalokasikan dana secara bertahap untuk periode 2016-2018 senilai Rp4,037 triliun. WIKA mendapatkan pekerjaan pengembangan proyek kereta cepat dan TOD, khususnya di bidang pekerjaan umum dan gedung yang merupakan bisnis utamanya.

Untuk membangun kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142,3 kilometer (km), dibutuhkan dana mencapai Rp70,831 triliun. Proyek kereta api berkecepatan 250-300 kilometer per jam tersebut akan digarap oleh konsorsium BUMN Cina dan BUMN Indonesia, yakni PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC).

Disebutkan, dari jumlah tersebut, porsi KCIC sekitar Rp17,798 triliun (25 persen) dan sisanya Rp53,123 triliun (75 persen) diperoleh dari pinjaman. Belum lama ini, perseroan mendapatkan kontrak baru untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) untuk memenuhi kebutuhan energi Bandara Internasional Soekarno Hatta. Langkah ini diwujudkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Angkasa Pura II (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, dan Waskita.

Nilai proyek yang ditaksir mencapai Rp1 triliun ini akan mulai dibangun tahun ini dengan membutuhkan waktu 1,3 tahun untuk 60 megawatt tahap awal. Tahun ini, WIKA optimis bisa mencatatkan kinerja yang lebih baik. Perseroan membidik penjualan sebesar Rp26,5 triliun tahun ini.

Sementara laba bersih ditargetkan mencapai Rp750 miliar atau tumbuh 19 persen dibanding dengan pencapaian tahun 2015. Suradi mengaku optimis target tersebut dapat tercapai. Pasalnya, peluang kontrak baru yang bisa digarap perseroan tahun ini lebih besar.

“Kita optimis karena tahun ini kontrak baru kita targetkan mencapai Rp52,5 triliun,” kata Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk, Suradi.

Dia bilang, kinerja WIKA tahun ini akan tertopang dengan adanya proyek High Speed Rail (HSR) atau kereta api cepat Jakarta-Bandung. Tahun ini, perseroan membidik kontrak baru dari proyek ini sebesar Rp17 triliun. Per akhir Februari, WIKA telah mengantongi kontrak baru sebesar Rp1,25 triliun. Sementara menurut Suradi saat ini perseroan telah memiliki kontrak terendah sekitar Rp1,6 triliun.

(dni)

 new-chin-year-dragon-02

Jakarta detik-Kucuran pinjaman proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142 kilometer (km) belum cair. Alasannya, pihak kreditor yakni China Development Bank (CDB) meminta adanya jaminan atas utang yang diberikan.

CDB sendiri membiayai 75% dari total proyek kereta cepat. Total investasi High Speed Train (HST) itu mencapai US$ 5,5 miliar.

“Si pemberi uang ingin uang dijamin kembali, itu masih kita rundingkan, mungkin tinggal hanya beberapa hal saja kok jaminan. Besok kami bahas di Beijing untuk finalisasi,” kata Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), Bintang Perbowo, di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (11/5/2016).

WIKA sendiri merupakan salah satu anggota konsorsium BUMN Indonesia dalam proyek kereta cepat JKT-BDG. Meski belum cair, persoalan jaminan bisa diselesaikan dalam waktu dekat saat pihak Indonesia bertemu dengan kreditor di Beijing, China.

“Ya ada beberapa syarat, kalau syarat itu dipenuhi ya dicairkan,” sebutnya.

Bintang memastikan, aset BUMN tak akan dijaminkan pada proyek tersebut. Penjaminan dilakukan oleh perusahaan patungan milik konsorsium BUMN Indonesia dan China, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

“Ya aset si perusahaan itu, KCIC. WIKA nggak boleh beri penjaminan karena BUMN,” ujarnya.

Pihak konsorsium mentargetkan pinjaman segera bisa cair, karena KCIC akan mulai mengebut proses pekerjaan pembangunan prasarana kereta cepat pada Juni 2016.

“Setelah kita dari China, mungkin di dalam bulan ini juga harus sudah signing karena per 1 Juni kita sudahfull mengerjakan,” tuturnya.

(feb/dnl)

new-chin-year-dragon-02

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan menyuntik dana secara bertahap senilai Rp4,03T kepada Pilar Sinergi BUMN Indonesia, selaku pemegang saham Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), penyelenggara megaproyek High Speed Railway (HSR) Jakarta- Bandung.
Sumber : IPS RESEARCH

doraemon

JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Millik Negara (BUMN) memastikan saat ini proyek kereta api cepat rute Jakarta-Bandung telah memulai proses konstruksi. Sebelumnya, pembangunan kereta cepat mandek lantaran PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) belum mengantongi izin pembangunan sarana dan prasarana perkeretaapian umum dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, saat ini proses konstruksi kereta cepat sudah dimulai, dengan modal yang telah disetor oleh China Development Bank dan dari konsorsium kereta cepat. Diharapkan, financial closing dapat dilakukan sebelum akhir April 2016.

“Jadi konstruksi sudah mulai, finalisasi dari financial closing itu kita harapkan sebelum akhir April. Dan pembiayaan (loan) memang 100% dari China Development Bank,” katanya saat berbincang dengan wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Sekadar mengingatkan, dalam proposal pembiayaan yang diajukan China untuk proyek prestisius ini beberapa waktu lalu, China Development Bank memberikan pinjaman lunak dengan rincian 60% dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD) dan 40% dalam renminbi. Bunga yang harus ditanggung adalah 2% dalam USD dan 3,5% dalam renminbi.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Pontas Tambunan menyebutkan, total dana yang dibutuhkan untuk membangun kereta cepat sebesar USD5,135 miliar.

Sebanyak 70% dana tersebut merupakan pinjaman dari CDB, sedangkan sisanya jadi tanggungan konsorsium BUMN untuk kereta cepat. “Yang dimaksud 100% itu untuk loannya seluruhnya dari CDB. 70:30 dan equity kita 30%,” pungkasnya.

(izz)

reaction_1

ID: Hanggoro Budi Wiryawan mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan aspek-aspek untuk memulai pembangunan segmen CK 95+000 sampai CK 100+000 atau di sekitar titik groundbreaking di Walini, Kabupaten Bandung Barat.

“Kami bergerak ke persiapan (pembangunan), mungkin dalam satu atau dua minggu ini bisa dilakukan pembangunan. Kami berkoordinasi dengan pemda setempat dan aparat keamanan. Selain itu, kami menyiapkan mobilisasi berbagai peralatan,” tutur Hanggoro.

Sejauh ini, menurut mantan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub itu, semua pihak bersikap kooperatif guna mendukung proyek pembangunan HSR senilai US$ 5,1 miliar. “Kami harapkan tidak ada kendala. Dengan pemda pun kami berkoordinasi terus,” ujar dia.

Hanggoro mengemukakan, selain akan memulai pembangunan, KCIC selaku perusahaan pemegang izin usaha penyelenggaraan HSR lintas Halim-Tegalluar secara simultan bakal menuntaskan berbagai dokumen, seperti detail rancang bangun, untuk mendapatkan izin sisa pembangunan sepanjang 137,3 km.

Dia menargetkan pada akhir Maret ini dokumen-dokumen tersebut selesai, sehingga pada April 2016 Kemenhub bisa kembali menerbitkan sisa izin pembangunan proyek tersebut. Hermanto sebelumnya menyatakan, izin pembangunan akan diterbitkan Kemenhub secara bertahap, tergantung terpenuhinya persyaratan oleh KCIC.

Namun, dia menekankan, untuk setiap izin pembangunan yang dikeluarkan di titik tertentu, KCIC hanya bisa membangun di titik tersebut. Sebaliknya, untuk titik yang belum diterbitkan izinnya, KCIC belum bisa memprosesnya.

“Izin pembangunan itu bertahap. Yang kami keluarkan sesuai yang diajukan, yaitu km 95 sampai 100. Kemudian, kami minta KCIC supaya mengurus sisanya, terserah KCIC berapa lama,” ucap dia. (az/gor)

Baca selanjutnya di

http://id.beritasatu.com/home/akan-jadi-pertaruhan-presiden/141486

valentineEVERYsmall

JAKARTA, KOMPAS.com – Sudah dua bulan, pengerjaan proyekkereta cepat Jakarta-Bandung mangkrak. Penyebabnya tak lain lantaran izin pembangunan belum juga dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Direktur PT kereta cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan janji proyek senilai 5,135 milliar dollar itu bisa beroperasi pada 31 Mei 2019.

Tanggal tersebut merupakan tanggal berlakunya masa konsesi KA cepat. “Kami berkomitmen 31 Mei 2019 sudah harus operasi,” ujar Hanggoro usai penandatangan konsesi di Kantor Kemenhub, Jakarta, Rabu (16/3/2016).

KCIC menyadari dua bulan waktu pengerjaan proyek sudah terbuang lantaran izin pembangunan belum ada.

Namun setelah Kemenhub menyatakan akan mengeluarkan izin pembangunan pekan ini, KCIC akan segera mempercepat pengerjaan proyek.

Menurut Hanggoro, pihaknya akan menambah personil pekerja dan peralatan. Ditargetkan, awal 2019 proyek sepanjang 142 Km itu rampung.

“Kalau terlambat dua bulan dari groundbreaking sampai hari ini, kita harus bekerja ekstra keras menambah personil peralatan sehingga bisa kejar sehingga awal 2019 selesai,” kata Hanggoro.

Memperlambat

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko mengatakan, pihaknya akan berupaya mengeluarkan izin pembangunan dalam waktu dekat.

Namun izin itu baru untuk 5 Km saja. “Izin pembangunan juga mungkin paling lambat jumat (18/3/2016) bisa. Yang lima Km dulu,” ujar Hermanto di Kantor Kemenhub, Jakarta.

Seperti diketahui, trase kereta cepat Jakarta-Bandung dari Halim Perdanakusuma – Tegalluar sepanjang 142 Km. Namun izin pembangunan yang diserahkan PT KCIC hanya 5 Km.

Penulis : Yoga Sukmana
Editor : Aprillia Ika

animated-rocket-and-space-shuttle-image-0032

JAKARTA kontan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT kereta cepat Indonesia China (KCIC) akan menandatangi perjanjian konsesi kereta cepat Jakarta-Bandung hari ini.

“Agendanya itu penandatanganan konsesi,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata di Jakarta, Selasa (15/3) malam.

Dalam penandatangan konsesi KA Cepat nanti, Kemenhub akan diwakili oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko.

Sedangkan PT KCIC diwakili oleh Direktur Utama KCIC Hanggoro Budi Wiryawan. “Acaranya pukul 12.00 WIB di Kantor Kemenhub,” kata Barata.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko sempat menuturkan ada 9 syarat yang tercantum dalam konsesi yang belum disepakati oleh PT kereta cepat Indonesia China (KCIC).

Kesembilan syarat tersebut yakni masa konsesi 50 tahun dan tidak akan diperpanjang, tidak ada fee konsesi, tidak menggunakan dana APBN, PT KCIC harus tunduk kepada perundang-undangan yang berlaku, dan perjanjian konsesi tidak dapat dibatalkan sepihak oleh pemerintah dikemudian hari.

Kemudian, pemerintah tidak akan memberikan izin KA cepat lainnya dalam jarak lintas yang stasiun pemberhentiannya kurang dari 10 Km dari stasiun PT KCIC.

Syarat lain, pemerintah dapat memberikan izin operasi sarana kereta cepat lainnya pada koridor prasarana KCIC setelah mendapat izin persetujuan KCIC, dan pemerintah tidak akan memberikan jaminan terhadap kegagalan pembangunan yang disebabkan PT KCIC.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 66 Tahun 2013, izin konsesi merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan izin usaha penyelenggara prasarana perkeretaapian umum.

Selain itu, ada izin trase, badan usaha sudah ditetapkan badan usaha penyelenggara prasarana kereta api, dan rancangan teknis. Nantinya, setelah mendapat izin usaha penyelenggara prasarana perkeretaapian, maka badan usaha bisa mengajukan izin pembangunan.

Syaratnya terdiri dari rancang bangun, gambar teknis, data lapangan, jadwal pelaksanaan, spesifikasi teknis, analisis mengenai dampak lingkungan hidup, metode pelaksanaan, izin lain sesuai ketentuan perundangan, memiliki izin pembangunan, dan 10 persen lahan harus sudah dibebaskan. (Yoga Sukmana)

 

Summer sports icons - long jump icon

 sindonews: REALISASI proyek ambisius kereta cepat (high speed train/HST) Jakarta-Bandung yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak semulus rencana yang dibayangkan. Banyak ganjalan dalam pembangunan proyek kerja sama China tersebut.

Pro dan kontra mewarnai pembangunan kereta cepat pertama di Indonesia itu. Proses perizinan dan perjanjian konsesi yang seharusnya sudah rampung masih terlunta-lunta.

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengakui proses perizinan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) hingga kini belum selesai. Hal tersebut mulai dari izin pembangunan prasarana hingga penjanjian konsesi.

Dia menjelaskan, untuk izin pembangunan masih ada sejumlah dokumen yang belum dilengkapi PT KCIC. Izin pembangunan itu di antaranya terkait evaluasi teknis atas rancang bangun yang diajukan badan usaha yang membangun sarana dan prasarana perkeretaapian. “Sekarang kita lagi tunggu dokumentasinya, saya sudah terima tapi belum lengkap,” imbuhnya.

Kemudian, lanjut Jonan, terkait izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) banyak catatan yang harus dipenuhi PT KCIC. Meskipun sudah terbit ada catatan dan masukan yang harus diselesaikan. “Memang sudah terbit, dari saya ada banyak catatan, kita kasih masukan. Jadi izin dari KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) juga menentukan rancang bangun (kereta cepat) oleh badan usaha,” jelasnya.

Jonan tidak dapat memastikan kapan izin-izin tersebut bisa selesai. Cepat tidaknya perizinan tergantung pada respons PT KCIC menyelesaikannya. “Saya hanya regulator, masa saya kejar-kejar (KCIC mengurus izin)?” ujarnya.

Jonan menegaskan pihak China Railway International Co Ltd. harus melengkapi beberapa dokumen agar izin pembangunan keluar sehingga pemerintah bisa mulai membangun kereta cepat pertama di Asia Tenggara tersebut. Jika itu tak terpenuhi, sampai kapanpun kereta cepat tidak akan pernah bisa dilanjutkan.

Menurutnya, ada beberapa perjanjian yang masih kurang lengkap dan belum dipenuhi oleh pihak China. “Kalau dokumen tidak terpenuhi, ya jangan harap bisa membangun,” ucapnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (28/1/2016).

“Paling penting ada dua hal yang kurang dari mereka. Satu perjanjian konsesi, dimana lagi diproses dan negosiasi. Banyak detailnya. Kedua,? izin pembangunan. Izin pembangunan yakni bukan izin administratif, yang cuma analisa teknis tapi adalah laporan analisis hidgrologi dan hidrolika itu harus ada. Termasuk mekanika tanah,” lanjutnya.

Jonan menyebutkan, batas waktu yang diberikan pemerintah Indonesia untuk China agar melengkapi dokumen tersebut tidak ditentukan. China belum memberikan jawaban apapun atas permintaan kelengkapan dokumen tersebut.

“?Belum ada tanggapan. Dan penyerahannya tidak ada batas waktu, pokoknya kalau lengkap ya kita kasih. Kalau tidak memenuhi, tidak akan kita kasih izin sampai kapanpun. Karena ini menyangkut keselamatan,” ungkapnya

Meskipun beberapa waktu lalu sudah melakukan groundbreaking, namun, Jonan menekankan belum tentu proyek kereta cepat bakal berlanjut. Semua bergantung pada dokumen yang belum memenuhi kelengkapan. “Oh kalau pembangunan tidak bisa. Kalau groundbreaking, ya groundbreaking saja. Karena izin trasenya sudah ada,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, DPR RI meminta pemerintah agar pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ditunda. Anggota Komisi V DPR Nizar Zahro mengatakan, walaupun sudah ada Peraturan Presiden (Perpres) No 107/2015 tentang Kereta Cepat Jakarta-Bandung, namun karena banyak perizinan yang belum didapat dan menabrak sejumlah perundang-undangan, seharusnya ditunda.

“Agar mematuhi PP No 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dan agar mematuhi PP 27/ 2012 tentang izin lingkungan,” ujar Nizar dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi V di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/1/2016).

Dia memandang, proyek tersebut akan menjadi beban keuangan negara dengan pinjaman dari China sebesar Rp79 triliun yang diangsur selama 60 tahun. Apalagi tahun 2015 tanggung jawab melalui APBN dengan angsuran pemerintah untuk cicilan utang sebesar Rp365 triliun. Selain itu, secara asas manfaat kurang karena hanya sepanjang 141 Km dan agak bertentangan dengan konsep presiden yang akan membangun tol laut.

“Eksodus pekerja lokal dari China juga bisa menghilangkan kesempatan pekerjaan bagi penduduk lokal karena ini pasti syaratnya adalah melibatkan pekerja dari China?,” jelas Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Partai Gerindra di Komisi V itu.

Nizar menambahkan, Menhub Jonan sendiri mengakui bahwa proyek tersebut masih belum mendapatkan sejumlah perizinan lantaran belum memenuhi sejumlah dokumen yang diminta sebagai syarat pembangunan. “Jadi atas pertimbangan tersebut proyek kereta cepat Jakarta-Bandung wajar ditunda,” tegasnya.

Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra pun meragukan proyek yang dinilainya sangat terburu-buru tersebut. Dia mengkritik pembangunan kereta cepat lewat media sosial Twitter, yang menurutnya akan menjadi beban negara. “Proyek grasa-grusu, tulisan di prasasti pun terlihat aneh,” tulisnya melalui akun Twitter @yusrilihza_mhd, Sabtu, 23 Januari 2016.

Tidak hanya kesalahan penulisan, dia juga menyoroti soal utang Rp79 triliun (Rp75 triliun) yang dilakukan empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Salah nulis prasasti mungkin hal kecil, tapi utang proyek ini hampir Rp79 triliun sama China bukan masalah kecil,” kicaunya.

Menurut Yusril, China berpeluang besar mengambil alih proyek besar tersebut apabila BUMN gagal mewujudkannya. Sebab itu, kerja sama dengan China bakal menimbulkan utang besar dan harus diangsur oleh negara hingga 60 tahun ke depan. Jika proyek itu lancar, maka utang tersebut harus dilunasi anak cucu.

“Ampat BUMN ngutang sama China dalam bentuk konsorsium untuk bikin proyek ini. Kalau gagal, saham keempatnya bakal ditelen China. Kalau macet, 4 BUMN terancam, bos,” tegasnya.

Anggaran Lebih Mahal

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung menelan biaya yang fantastis. Di mana nilai pembangunan yang dianggarkan dengan panjang lintasan sekitar 150 km menelan anggaran sebesar USD5,5 miliar atau senilai Rp75 triliun (kurs Rp13.680/USD).

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu Arief Poyuono  mengatakan bila dibandingkan dengan China sendiri, mereka dapat membangun dengan biaya jauh lebih murah.

“Jika ditaksir berarti untuk 1 km pembangunan infrastruktur high speed line 150 km adalah sebesar USD33,3 juta per km. Anggaran tersebut sangat tidak masuk akal,” ujarnya, dalam keterangan tertulis kepada Sindonews di Jakarta, Sabtu (30/1/2016).

Sebab, lanjut dia, saat China Railway Group membangun proyek kereta cepat jalur Haikou-Sanya di China sepanjang 308 km, hanya menelan biaya USD10 juta per km. Padahal, jalur Haikou-Sanya di China secara geologis jauh lebih sulit dibanding Jakarta-Bandung.

Selain itu, berdasarkan informasi dari berbagai sumber, bila dibandingkan dengan Iran, yang saat ini juga tengah membangun kereta cepat Teheran-Ishafan sepanjang 400 km, mereka hanya membutuhkan biaya USD2,73 miliar atau sekitar Rp37 triliun. Hal ini mencengangkan banyak pihak.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kedubes China untuk Indonesia Pai Peng menyatakan, ‎nilai investasi yang diumumkan tersebut bukan investasi total dari pembangunan obove-rail, dan juga bukan investasi total dari proyek kereta cepat Iran.

“Pada saat ini, mengingat kondisi dana, pihak Iran merencanakan lebih dahulu melaksanakan pembangunan salah satu bagian dari Kereta Cepat Teheran-Isfahan,” katanya, seperti dalam rilis di Jakarta, Sabtu (30/1/2016).

Berdasarkan informasi yang didapat pihaknya dari staf China Railway Engineering Corp, ‎mereka belum menandatangani kontrak kereta cepat senilai USD2,7 miliar dengan Iran. Negeri Tirai Bambu ini pun hanya menanggung pembangunan above-rail dalam pembangunan kereta cepat Iran, dan tidak termasuk pembangunan below-rail.

“Tetapi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung mencakup semua pembangunan termasuk pembangunan above-rail dan below-rail,” imbuh dia.

Sementara di Indonesia, Peng mengklaim bahwa skema teknik perlengkapan dan sistem yang dirancang oleh China dan Indonesia pun merupakan perlengkapan yang paling canggih.

Dibandingkan dengan tawaran pihak ketiga maupun sistem lainnya, investasi sistem perlengkapannya mempunyai cost-effectiveness terbaik.

‎”Kami pasti akan menggunakan teknik terbaik dalam rangka menyelesaikan pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan tepat waktunya dan terjamin kualitasnya‎,” tandasnya.

Terima Kritikan

Presiden Jokowi mendengar kritikan dari sejumlah pihak, termasuk DPR mengenai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Hal ini dinilai menjadi bahan masukan bagi pemerintah.

Juru bicara kepresidenan, Johan Budi mengatakan, setelah peletakan batu pertama (groundbreaking) di Kebun Teh Mandalawangi Maswati, Kabupaten Bandung Barat, beberapa waktu lalu, ada sejumlah masukan dari anggota DPR maupun kelompok masyarakat mengenai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. “Tentu ini didengar oleh presiden,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Menurut Johan, seharusnya menteri terkait proyek itu merespons masukan atau kritikan tersebut. “Dan proses ini sebenarnya jangan dimaknai mendadak. Yang saya dengar, proyek tersebut sudah dibicarakan sejak setahun lalu,” ucapnya.

Termasuk, lanjut dia, mengenai izin analisis dan dampak lingkungan (Amdal). Amdal terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sudah dibicarakan sejak enam bulan lalu. “Kemudian setelah groundbreaking ada suara-suara yang berbeda, tentu ini masukan buat presiden ya untuk kemudian menanyakan kembali ke menteri terkait,” tandasnya.

Presiden Jokowi sendiri mengatakan, pihaknya akan memaparkan masalah kereta cepat rute Jakarta-Bandung yang dinilai menuai polemik di masyarakat pada pekan depan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebutkan pemaparan kereta cepat yang sudah groundbreaking beberapa waktu lalu di Bandung, Jawa Barat itu akan dilakukan secara detail.

“Nanti semuanya akan disampaikan detail dan rinci dari awal sampai akhir, prosesnya rapat berapa kali, mengenai biaya, semuanya, mungkin minggu depan,” ujar Jokowi usai peresmian Masjid Fatahillah di Komplek Balaikota DKI Jakarta, Jumat (29/1/2016).

Namun, dia enggan mengungkapkan secara rinci pemaparan proyek kereta cepat yang diberitakan mampu menempuh jarak sekitar 35 menit Jakarta-Bandung tersebut. Menurutnya, hal itu akan disampaikan secara tuntas minggu depan. “Nanti akan disampaikan secara teliti detil,” pungkasnya.

(dmd)

reaction_1

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Transportasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Prihartono meminta PT kereta cepat Indonesia China (KCIC) segera mengerjakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Alasannya, agar proyek tersebut dapat selesai dalam era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Jika telah berganti pemerintahan, kebijakan dan komitmen terhadap proyek kereta cepat kemungkinan bisa berubah.

“Yang diminta Pak Hanggoro (Dirut KCIC) itu jaminan politik. Saya pikir wajar. Ini proyek jangka panjang. Jangan-jangan setelah pemerintahan ini, berubah lagi. Maka itu, KCIC harus cepat-cepat bekerja,” kata Bambang di kantor Bappenas, Jakarta, Jumat (12/2/2016).

Bambang mengatakan, belum tentu pemerintahan pasca-2019 memiliki komitmen sama untuk melanjutkan proyek kereta cepat.

Pemerintah sekarang juga akan kesulitan membantu pihak KCIC jika waktunya sudah mepet dengan masa berakhirnya pemerintahan.

“Sekarang kan 2016. Nanti 2018 sudah sibuk dukung-mendukung. Jadi, kalau bisa proyek ini selesai dalam masa periode 2015-2019. Diusahakan secepat mungkin,” imbuh dia.

Menurut Bambang, apabila KCIC cepat-cepat melakukan konstruksi maka pemerintah berikutnya akan mempertimbangkan kesungguhan investor dalam proyek tersebut.

Contohnya, kata dia, proyek Jembatan Suramadu yang dimulai pada era Presiden Megawati, tetapi diselesaikan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Sebaliknya, kalau belum kelihatan fisiknya, seperti Jembatan Selat Sunda, kan bisa dibatalkan. Maka dari itu, harus cepat-cepat,” ujar Bambang.

Penulis : Estu Suryowati
Editor : M Fajar Marta

reaction_1

JAKARTA, KOMPAS.com – Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan menelan biaya 5,5 milliar dollar AS atau Rp 76,4 triliun (kurs 13.900).

Namun sedari awal, pemerintah tidak merestui sepeser pun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) digunakan untuk membiayai proyek itu.

Bahkan dengan tegas pemerintah juga mengatakan tak akan memberikan jaminan finansial. Lantas siapa yang berani membiayai megaproyek kereta peluru tanpa jaminan itu?

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sahala Lumban Gaol mengungkapkan, mayoritas dana proyek berasal dari utang luar negeri yang berasal dari China Development Bank (CDB).

“Struktur pembiayaan proyek ini 75 persen (Rp 57 triliun) berasal dari pinjaman. Penawaran menarik muncul dari China dimana mereka menawarkan porsi pinjaman yang bersumber dari CDB,” ujar Sahala dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Nantinya, pinjaman dari CDB terdiri dari dua pinjaman yakni pertama 63 persen pinjaman dalam dollar AS dengan bunga 2 persen per tahun.

Kedua pinjaman dalam bentuk renmimbi sebesar 37 persen dengan bunga 3,64 persen per tahun.

CDB memberikan jangka waktu pengembalian utang itu hingga 40 tahun dengan tenggang waktu 10 tahun. Sementara 25 persen atau Rp 19 triliun dana proyek berasal dari modal PT kereta cepatIndonesia China (KCIC).

Itu pun dibagi dua yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) 15 persen dan China Railway Corporation sebesar 10 persen. Seperti diketahui, proyek KA cepat Jakarta-Bandung merupakan proyek bisnis murni antara BUMN Indonesia dan China.

Dari pihak Indonesia, diwakili oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Perusahaan tersebut merupakan konsorsium BUMN yang sahamnya dimiliki Wijaya Karya sebesar 38 persen, KAI 25 persen, PTPN VIII 25 persen dan Jasa Marga 12 persen.

Sedangkan pihak China wakili oleh China Railway Corporation. Ada pula perusahaan lain diantaranya yakni China Railway Engineer Corporation (CREC), China Railway Rollingstock Corporation (CRRC), dan Sinohydro Corporation Limited.

Kedua pihak tersebut membentuk perusahaan join venture bernama PT kereta cepat Indonesia China (KCIC). Komposisi sahamnya yakni 60 persen milik PT PSBI dan 40 persen milik China Railway Corporation.

Penulis : Yoga Sukmana
Editor : Aprillia Ika

RMOL. Peresmian pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung jadi polemik. Ada yang mendukung, ada juga yang mengkritik proyek yang dikerjakan oleh konsorsium BUMN Indonesia dan China yang tergabung dalam PT PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) itu.

Bagi Ketua Umum Gerakan Cinta Tanah Air Persatuan Nasionalis Indonesia (Getar PNI), Syamsuddin Anggir Monde, Presiden Joko Widodo blunder dan terkesan buru-buru melakukangroundbreaking atau upacara meresmikan proyek kereta cepat tersebut.

“Kalau cuma sekelas menteri lalu ditolak rakyat itu masih mending. Ini Presiden loh, pemimpin negeri ini. Wibawa negara jatuh, rakyat semakin hilang kepercayaan, ditinggalkan. Artinya Jokowi tidak becus memimpin,” kata dia dalam surat elektronik yang diterima redaksi (Sabtu malam, 30/1).

Syamsuddin tegaskan, adanya polemik tersebut membuktikan bahwa rakyat sudah hilang kepercayaan pada pemerintahan, utamanya Presiden Jokowi. Seharusnya, Jokowi bisa lebih teliti dalam memperhitungkan untung rugi sebuah proyek agar publik dapat menerimanya dengan baik.

“Dulu keliru menandatangani peraturan presiden menaikkan uang muka pembelian kendaraan bagi pejabat negara, salah menyebut tempat kelahiran Bung Karno, bisa jadi proyek kereta cepat ini asal tandatangan dan groundbreaking saja,” demikian Syamsuddin.[sam]

TEMPO.CO, Gresik – Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menolak dituding tak setuju soal pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Ia menegaskan, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) harus melengkapi izin usaha penyelenggara prasarana layaknya rute kereta api.

“Saya kan di PT KAI selama enam tahun dan punya jalur di sana juga. Saya selalu bilang ke pemrakarsanya, semua studi engineering, termasuk studi tanah, harus lengkap,” kata Jonan seusai peresmian Bandar Udara Harun Thohir di Bawean, Jawa Timur, Sabtu, 30 Januari 2016.

Studi tanah itu di antaranya mengenai hidrologi dan hidraulika untuk mekanika tanah. Jonan menggambarkan, daerah rencana trase pembangunan kereta api cepat itu bisa jadi merupakan daerah yang rawan longsor. Jadi studi teknik yang lengkap dibutuhkan untuk mengetahui potensi dan risiko di sana.

“Jadi kita bisa evaluasi dan diskusi bagaimana konstruksi pembangunannya dan sebagainya. Makanya izin pembangunannya belum ada. Kita lihat studinya nanti,” ucapnya.

Kementerian Perhubungan sebelumnya menyatakan pembangunan proyek kereta cepat tidak bisa dilanjutkan karena belum mengantongi izin pembangunan.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko dalam diskusi di Jakarta, Senin, 25 Januari lalu, menuturkan hal itu berdasarkan peraturan yang berlaku. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Perizinan Penyelenggara Prasarana Perkeretaapian Umum menyatakan terdapat sebelas dokumen yang harus dipenuhi PT KCIC. Sebelas dokumen itu adalah surat permohonan, rancang bangun, gambar teknis, data lapangan, jadwal pelaksanaan, spesifikasi teknis, analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), metode pelaksanaan, izin lain sesuai dengan ketentuan perundangan, ada izin pembangunan, dan 10 persen lahan sudah dibebaskan.

Biaya megaproyek kereta cepat Jakarta-Bandung itu mencapai US$ 5,585 miliar atau sekitar Rp 72,605 triliun dengan kurs Rp 13 ribu. Sebanyak 75 persen atau US$ 4,1 miliar di antaranya diperoleh dari pinjaman pemerintah Cina kepada KCIC bertenor 40 tahun dengan grace period 10 berbunga 2 persen.

Konsorsium badan usaha milik negara—PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero)—menguasai 60 persen saham di KCIC, sehingga mereka menanggung 60 persen atau US$ 2,5 miliar.

ARTIKA RACHMI FARMITA

chinadaily news: The high-speed rail project remains a priority for the Indonesian government amid reports thatsaid it had been “halted” and did not come through official channels, the Indonesian Embassyin Beijing told China Daily on Friday.

Santo Darmosumarto, counselor of social and cultural affairs at the Indonesian Embassy inBeijing said the project was definitely ongoing as the Indonesian government just issued apresidential decree in January listing the project as one of their 225 priority projects for 2016.

“I think the media has been too sensational about the project,” Darmosumarto said, andstressed that such project involves a process and regulations that have to be complied with.

Related story: Indonesia rail project will act as catalyst for growth by Deng Yanzi fromChina Daily

Indonesia’s first high-speed railway, being built by China, will be a significant boost to thecountry’s economy and act as a catalyst for other key infrastructure developments regionally,according to experts following the project.

Titissari Rumbogo, a planning and public policy scholar at the University of Indonesia, toldChina Daily the line will have a strong “multiplier effect” for economic growth in countriesthroughout Southeast Asia.

“It will be especially important in job creation, both in terms of construction and for localfactories that are expected to produce train components,” said Rumbogo.

The 150-kilometer line, slated to be completed by 2019, will connect the capital city Jakartaand the third-biggest city Bandung, stopping at four stations on the west side of Java duringits first phase.

It will also involve the creation of many new residences along the route, according to BintangPerbowo, president director of the Indonesian state construction firm, PT Wijaya Karya.

“With these new areas being opened up, people will choose to live there. There will also bethe future development of a new city,” Bintang told the Jakarta Post.

Harun al-Rasyid Lubis, executive director of Indonesia’s Infrastructure Partnership &Knowledge Center, said the project was just the beginning of a wider national railwaynetwork, and urged the Indonesia government to extend the high-speed rail to Surabaya ineastern Java.

The high-speed railway is not only the first in Indonesia, but also in Southeast Asia, wherenew infrastructure development is currently in hot demand, and many view the ambitiousproject as becoming a blueprint for further regional infrastructure cooperation.

“China’s success in this high-speed rail project will open up opportunities for it in otherprojects in Indonesia and other countries,” said Emirza Adi Syailendra, a researcher at the S.Rajaratnam of International Studies at Nanyang Technological University in Singapore.

Despite being Southeast Asia’s largest economy, Indonesia has missed most of its economictargets set for 2015, resulting in its slowest growth since 2009.

The Jakarta government is now banking on infrastructure development and foreigninvestment as part of a renewed push for economic growth, as its traditional raw materialsectors struggle in current global economic conditions.

President Joko Widodo said in a cabinet meeting earlier this month that he wanted to seeinfrastructure development accelerate this year, particularly railway projects, Jakarta Postreported.

Emirza wrote in a recent note that a well-timed completion of the Jakarta-Bandung railway willalso play well for Widodo’s administration as a major economic accomplishment, especially asit is slated for completion in a national election year.

JAKARTA kontan. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) siap mengerek kinerja anak usahanya pada tahun ini. Emiten konstruksi pelat merah ini mengalokasikan Rp 1,5 triliun dari total belanja modal (capex) 2016 kepada enam anak usaha.

Tahun ini, WIKA menyiapkan belanja modal Rp 10 triliun. WIKA juga akan mendorong PT Wika Realty dan PT Wika Gedung untuk terus berkembang. Manajemen berharap, kedua anak usaha itu segera mencatatkan sahamnya di bursa, mengikuti kesuksesan PT Wika Beton Tbk (WTON).

Khusus Wika Realty, perusahaan ini akan mengembangkan kawasan transit oriented development (TOD). Ini merupakan salah satu konsep pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan memaksimalkan angkutan massal seperti busway, kereta api kota (MRT), kereta api ringan (LRT), serta jaringan pejalan kaki/sepeda.

Rencananya, Wika Realty akan mengembangkan TOD di kawasan Ciwalini, Bandung Barat. “Kami mengkaji konsep pengembangan kawasan TOD dulu,” ujar Sekretaris Perusahaan WIKA, Suradi Wongso pada KONTAN, Jumat (22/1).

Selain kawasan Ciwalini Bandung Barat, kelak Wika Realty juga didorong membangun kawasan TOD di Kuala Tanjung dan Teluk Lamong. Manajemen yakin proyek tersebut bergulir tahun ini.

Wika Realty bakal menggarap TOD Ciwalini seiring bergulirnya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Ini adalah konsorsium gabungan antara PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia yang menguasai 60% saham China Railway International yang memiliki 40% saham.

Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo bilang, melalui TOD, perekonomian daerah yang dilewati proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan tumbuh dan berkembang. Selain pusat bisnis, daerah tersebut akan menjadi pusat hunian, pusat pemerintahan, pendidikan dan wisata yang menarik bagi masyarakat.

“Ini adalah kesempatan emas bagi BUMN untuk menunjukkan kinerja terbaiknya,” ujar dia. KCIC telah menunjuk konsultan untuk merancang TOD, antara lain Aedas, Arup, Atkins dan Surbana Jurong.

Mereka menyiapkan rencana pengembangan dan optimalisasi penggunaan lahan. Aedas merupakan salah satu konsultan perencanaan global, arsitektur dan desain praktek yang beroperasi di Eropa, Amerika dan Asia.

Salah satu hasil desain Aedas yang cukup tenar adalah West Kowloon Express Rail Link (XRL) di Hong Kong, Dubai Metro di UAE, serta lebih dari 30 stasiun MRT di Singapura dan Hong Kong.

Sedangkan Arup merupakan perusahan desainer global, engineering, perencana dan konsultan yang memenangi penghargaan desain Singapore Sport Hub, Marina Bay Sands, The Helix, Singapore Flyer, Sydney Opera House dan Stadion Nasional Beijing.

ATKINS pernah menggarap masterplan Meixi Lake TOD. Sementara Surbana Jurong adalah konsultan milik Temasek Holdings dengan rekam jejak profesional selama 50 tahun di Singapura.

JAKARTA – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menunjuk tiga konsultan kelas dunia untuk merumuskan masterplan megaproyek kereta cepat (high speed railway/HSR) Jakarta- Bandung. Tiga konsultan tersebut adalah WS Atkins Plc, Aedas, dan Surbana Jurong Pte Ltd.

Direktur Utama Wika Bintang Perbowo mengatakan, sampai saat ini, kereta cepat merupakan proyek infrastruktur yang belum pernah dikerjakan oleh perusahaan domestik. Rancangan kereta cepat ini bukan hanya soal rel dan kendaraan transportasi, tapi juga terkait transit oriented development (TOD) atau fasilitas pendukung.

“Kita buat dalam masterplan TOD seperti kawasan residensial, komersial, dan rumah sakit. Kita membuat bagaimana caranya TOD ini juga tidak membunuh proyek-proyek di sekitarnya,” jelas Bintang kepadaInvestor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Bintang mengatakan, pengembangan TOD ini lumayan kompleks. Bahkan, proses pengerjaannya diprediksi lebih lama dibanding pengerjaan HSR itu sendiri. Sebagai pembanding, konstruksi fisik HSR membutuhkan waktu tiga sampai empat tahun, sementara TOD bisa memakan waktu 10 hingga 15 tahun.

Berdasarkan situs masing-masing konsultan ini, WS Atkins Plc merupakan perusahaan konsultan rekayasa dan desain yang berkantor pusat di Inggris. Perusahaan tersebut tercatat di London Stock Exchange sejak 1996.

Perusahaan ini memilik cabang di Amerika Utara, Timur Tengah, dan Asia Pasifik. Pada 2009, Atkins pernah terpilih sebagai penyedia jasa engineering design untuk Olimpiade London 2012.

Sementara itu, Aedas merupakan perusahaan arsitektur dan desain global yang telah berdiri sejak 2002. Perusahaan ini telah menyelesaikan lebih dari 100 proyek di seluruh dunia. Sejumlah proyek infrastruktur yang pernah digarap Aedas adalah Dubai Metro di Uni Emirat Arab, Express Rail Link West Kowloon Terminus di Hongkong, dan kantor pusat Sinar Mas Land di Jakarta.

Lebih jauh, Surbana Jurong merupakan perusahaan konsultan rekayasa desain asal Singapura, yang dikendalikan oleh Temasek Holdings dan CapitaLand. Masterplan proyek global yang dikerjakan Surbana Jurong, antara lain Kigali City di Rwanda, kawasan terintegrasi MHK World di Kuala Lumpur, serta Fujian Shishi Resettlement Housing di Tiongkok.

Bintang menerangkan, dalam masterplan TOD HSR nantinya akan ada penyesuaian terhadap lingkungan sekitar. Misalnya, pemberdayaan terhadap masyarakat sekitar Walini, Bandung, sebagai kawasan tempat HSR ini digarap. “Mungkin di Walini kita bisa bikin resort dan sebagainya, tapi perlu ada upaya khusus, istilahnya memberi kembali kepada penduduk sekitar. Di masterplan itu ada hal-hal seperti ini,” terang dia.

Adapun groundbreaking proyek senilai US$ 5,5 miliar ini dijadwalkan berlangsung pada 21 Januari 2016. Proyek HSR ditargetkan berkontribusi sekitar Rp 17 triliun terhadap target kontrak baru Wijaya Karya tahun ini yang sekitar 52 triliun. Sedangkan, penjualan yang akan dibukukan dari HSR tahun ini sekitar Rp 2 triliun.

Proyek HSR dikerjakan oleh konsorsium bernama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Di KCIC, kepemilikan saham konsorsium BUMN Indonesia sebesar 60%, sedangkan sisa 40% milik BUMN Tiongkok.

Pada porsi Konsosium BUMN Indonesia, Wijaya Karya sebagai pemimpin konsorisum menguasai 38%, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) memiliki saham12%, dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) masing-masing memiliki porsi 25%.

Recurring Income

Bintang menerangkan, sebagai BUMN konstruksi, saat ini Wika bakal fokus untuk mencari pendapatan berulang (recurring income) dari proyek yang digarap. Strategi ini berarti fokus utama perusahaan tidak selalu mencari kontrak baru sebanyak-banyaknya, tapi lebih kepada mencari proyek dengan potensi memberikan recurring income. “Yang penting adalah tumbuh secara berkelanjutan. Recurring income kami selama ini dari anak usaha realty, tapi kontribusinya masih terlalu kecil,” kata dia.

Bintang berpendapat, selain dari HSR, recurring income dapat diperoleh dari berbagai proyek seperti pembangikit listrik, pelabuhan, dan air bersih. Perseroan menargetkan recurring income dapat berkontribusi 50% terhadap beban usaha pada 2018-2019.

Kenapa terhadap beban usaha, lanjutnya, karena kontribusi tersebut akan menentukan perhitungan harga pengerjaan proyek yang ditawarkan perseroan dalam tender konstruksi. Sebagai contoh, saat ini beban usaha perseroan memiliki porsi 2,7% dari keuntungan perseroan.

Jika perseroan sudah mendapatkan 50%, atau sekitar 1,35% dari beban usaha, maka cost proyek dapat ditawarkan lebih rendah. “Di dalam perhitungan cost proyek, ada penurunan sekitar 1% saja itu sudah lumayan. Ketika kami bisa menawarkan harga dengan lebih murah, kami harap bisa lebih banyak menang tender,” pungkas Bintang.

Tahun ini, Wika menargetkan kontrak baru hingga mencapai Rp 52,3 triliun. Target tersebut melonjak 106,7% dibanding realisasi kontrak baru tahun lalu Rp 25,3 triliun. Kontrak dari infrastruktur dan bangunan ditargetkan berkontribusi 72,46%, bidang industri 4,52%, energi infrastruktur 13,87%, dan properti 9,14%.

Dengan target kontrak baru tersebut, maka total order book atau kontrak di tangan tahun ini bakal sebesar Rp 86 triliun. Angka tersebut berasal dari kontrak baru Rp 52 triliun dan kontrak carry over tahun lalu Rp 33,7 triliun. (ID)

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Perhubungan Ignasius Jonan tidak hadir dalam pelaksanaan ground breaking kereta cepat Jakarta-Bandung di Walini, Bandung Barat oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (21/1/2016) pagi.

Banyak pihak yang menanyakan ketidakhadiran Jonan karena seharusnya Kementerian Perhubungan memiliki andil besar dalam memberikan perizinan pembangunan proyek kereta cepat yang telah digadang-gadang sejak dua tahun lalu itu.

Staf Khusus Menteri Perhubungan, Hadi Mustofa menjelaskan, ketidakhadiran Menteri Jonan di acara tersebut karena tengah sibuk. Kesibukan Jonan bukan untuk menyelesaikan perkara lain melainkan juga berkaitan dengan proyek kereta cepat tersebut. Jonan tengah menyelesaikan perizinan pembangunan kereta cepat.

“Menhub Ignasius Jonan tidak hadir pada groundbreaking KA Cepat Jakarta-Bandung hari ini karena harus fokus menuntaskan aspek perizinan, agar pembangunan bisa segera dilaksanakan tidak hanya groundbreaking saja,” kata Hadi seperti keterangan yang diterima Liputan6.com, Kamis (21/1/2016).

Dijelaskan Hadi, PT Kereta Cepat Indonesia Cina sudah mengantongi izin trase dari Menhub sehingga bisa melaksanakan groundbreaking. Namun untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, PT kereta Cepat Indonesia China harus memperoleh Izin Pembangunan.

Izin Pembangunan menurut Hadi bukan izin administratif, namun merupakan evaluasi teknis rancang bangun dan analisis aspek keselamatan prasarana kereta api. “Masih ada hal teknis yang belum dipenuhi PT Kereta Cepat Indonesia Cina sehingga belum semua perizinan bisa dikeluarkan,” tegasnya.

Hadi manambahkan, pada prinsipnya Menhub sangat senang ada pihak swasta bersinergi dengan BUMN membangun kereta cepat di Jawa, sehingga dana APBN bisa digunakan untuk pemerataan pembangunan fasilitas transportasi di luar Jawa.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi meresmikan groundbreaking proyek kereta cepat kerja sama Indonesia-China serta pengembangan Sentra Ekonomi Koridor Jakarta-Bandung di Perkebunan Mandalawangi Maswati, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (21/1/2016).

Turut hadir dalam acara ini antara lain Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, para menteri Kabinet Kerja, Duta Besar Republik Rakyat China, Gubernur Provinsi Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Muspida Provinsi Jawa Barat.

Tak hanya itu, para direksi BUMN, yaitu PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JMSE), PTPN VIII, serta direksi dan anggota Konsorsium Kereta Cepat Indonesia (KCIC) juga ikut hadir dalam acara ini.

Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo menjelaskan proyek kereta cepat kerja sama Indonesia-China serta pengembangan Sentra Ekonomi Koridor Jakarta-Bandung ini merupakan tindak lanjut dari dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) No. 107/2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Api Cepat antara Jakarta dan Bandung pada 6 Oktober 2015.

Adalah PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), konsorsium gabungan antara PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia dan China Railway International Co. Ltd., yang mendapat mandat untuk membangun dan melaksanakan proyek penyelenggaraan jasa kereta cepat trase Jakarta-Bandung.

Kepemilikan saham KCIC dapat dirinci, yaitu 40 persen dimiliki oleh China Railway International Co. Ltd., sementara 60 persen dimiliki PSBI yang merupakan gabungan dari WIKA dengan komposisi penyertaan saham 38 persen, KAI 25 persen, PTPN VIII 25 persen, dan JSMR 12 persen. (Yas/Gdn)

 

Jakarta beritasatu – Ground breaking proyek kereta cepat (high speed railway/HSR) Jakarta-Bandung membawa sentimen positif terhadap lonjakan kontrak baru PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau Wika Beton tahun ini. Perseroan diperkirakan mendapatkan kontrak baru hingga Rp 7 triliun dari proyek tersebut.

Sinarmas Sekuritas menyebutkan, proyek yang menelan waktu pengerjaan selama tiga tahun ini membutuhkan rel sepanjang 142 kilometer. Sebagian rel dalam bentuk jembatan layang (elevated) sekitar 70 km. Sedangkan teknologi kereta ini didatangkan dari Tiongkok dan disebut sebagai kereta teknologi paling aman di dunia.

“Dengan penunjukan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) selaku kontraktor utama proyek ini, Wika Beton akan kebagian berkah. Kami perkirakan beton pracetak girder box proyek ini akan disuplai Wika Beton,” tulis tim riset Sinarmas Sekuritas dalam riset harian, Rabu (20/1).

Sebagian besar bahan konstruksi proyek ini akan disuplai dari dalam negeri. “Kami menilai Wika Beton akan menjadi emiten yang paling diuntungkan atas pengembangan HSR ini, seiring dengan penunjukan induk usaha perseroan, PT Wijaya Karya Tbk sebagai kontraktor utama proyek ini,” jelas tim riset Sinarmas Sekuritas.

Proyek kereta cepat ini diperkirakan menelan investasi hingga Rp 34 triliun. Sedangkan dana senilai Rp 9 triliun kemungkinan dibelanjakan untuk pengadaan beton pracetak, seperti girder box. Berdasarkan perkiraan Sinarmas Sekuritas, Wika Beton akan mengambil porsi pengadaan girder box hingga Rp 7 triliun. “Angka tersebut setara dengan lonjakan order book sebesar 200%, dibandingkan realisasi tahun lalu,” ungkap tim riset Sinarmas Sekuritas.

Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham WTON dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 1.225. Revisi naik ini mencerminkan ekspektasi lonjakan kontrak baru dan utilisasi pabrik beton perseroan.

Adapun pemegang saham terbesar proyek ini adalah investor asal Tiongkok mencapai 40%. Sedangkan sisanya dikuasai Wika sekitar 22,8%, PT Perkebunan Nusantara dan PT Kereta Api Indonesia masing-masing 15%, dan sisanya PT Jasa Marga Tbk (JSMR) sebesar 7,2%.

Pandangan hampir senada diungkapkan analis Credit Suisse Securities Ari Jahja. Menurut dia, pengembangan kereta cepat menjadi pemberitaan utama sepanjang bulan ini, menyusul rencana ground breaking. Pengembangan proyek ini diharapkan menjadi sentimen positif bagi perusahaan sektor konstruksi, seperti Wika Beton.

Credit Suisse mempertahankan rekomendasi outperform saham WTON dengan target harga Rp 1.040. Saham ini ditetapkan sebagai pilihan teratas untuk sektor konstruksi atas pengalamannya dalam menggarap proyek berskala besar.

Terkait perolehan kontrak baru tahun lalu, dia menjelaskan, lampaui perkiraan tahun lalu atau setara dengan 9% di atas ekspektasi. Wika Beton meraih kontrak senilai Rp 3,5 triliun atau naik sekitar 109% dari realisasi periode sama tahun lalu.

Investor Daily

Parluhutan/PAR

Investor Daily

 

Jakarta -Proyek kereta cepat atau high-speed railways (HSR) Jakarta-Bandung akan dibangun tahun depan. Proyek yang menghubungkan dua kota ini bisa memberi sentimen positif kepada beberapa perusahaan.

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yang terdiri dari pihak Indonesia dan China. Dari pihak Indonesia, yang mewakili adalah PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

PSBI ini terdiri dari empat perusahaan pelat merah, yaitu PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Kereta Api Indonesia Tbk (KAI), dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII.

Menurut hasil riset Sucorinvest, proyek ini akan menghasilkan tambahan pendapatan WIKA mulai akhir 2016, berlanjut selama masa konstruksi yang diperkirakan berlangsung selama 3 tahun.

Anak usaha WIKA, yaitu PT Wika Beton Tbk (WTON), memprediksi akan meraup pendapatan hingga Rp 7 triliun selama proyek itu berlangsung.

“Selain grup WIKA, emiten yang juga dapat sentimen positif dari proyek ini adalah PT Sumarecon Agung Tbk (SMRA),” kata riset Sucorinvest, Senin (19/10/2015).

Sebab, perusahaan properti tersebut punya beberapa proyek perumahan dan mal yang akan dimulai akhir 2015 sampai 2018. Lokasinya berada di Gedebage, satu lokasi dengan stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung.

Selain dilalui oleh kereta cepat, lokasi proyek Summarecon itu juga bisa diakses melalui Tol Padaleunyi (Padalarang-Cileunyi). Summarecon punya tanah (land bank) hingga 331 hektar di Bandung.

Pada perdagangan hari ini, harga saham WTON turun tipis 5 poin (0,50%) ke level Rp 995 per lembar. Sementara saham WIKA naik 25 poin (0,85%) ke level Rp 2.980 per lembar.

Sedangkan saham SMRA menguat 85 poin (6,54%) ke level Rp 1.385 per lembar.

(ang/dnl)

 

Bisnis.com, JAKARTA—China Railway Internasional mengaku akan berkomitmen untuk menyelesaikan proyek kereta cepat Jakarta—Bandung dan tidak lari dari tanggung jawab bila proyek tersebut mengalami sejumlah hambatan.

Chairman of Board China Railway International Co. Ltd Yang Zhongmin mengatakan perusahaannya sangat unggul dari sisi teknologi, pengalaman, dan sumber daya manusia. Dirinya juga menjamin akan melakukan transfer teknologi dan pengetahuan kepada mitra lokal.

“Kami sangat unggul di Tiongkok dan di sini membentuk konsorsium yang unggul juga dengan BUMN Indonesia. Kami memegang kuat komitmen ini dan tidak akan lari dari tanggung jawab kami,” katanya seusai penandatanganan Joint Venture Agreement bersama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia, Jumat (16/10/2015).

China Railway International menanggung 40% dari total investasi yang saat ini nilainya tengah dihitung bersama mitra dalam negeri.

Yang mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pembicaraan bisnis dengan China Development Bank (CDB) untuk memperoleh komitmen pinjaman 75% dari total investasi.

China Railway International selama ini telah menjadi mitra penting dan terpercaya dari CDB, sehingga akan relatif memudahkan kesepakatan bisnis.

Menurutnya, rencana penetapan delapan titik pemberhentian juga tidak akan mempengaruhi kecepatan pengoperasian kereta ini nantinya yang menurut rencana maksimal dapat dipacu hingga 250 km/jam.

Yang juga mengatakan akan melanjutkan studi untuk memperpanjang rute layanan nantinya hingga Surabaya. Pihaknya juga berencana untuk membangun industri komponen di Indonesia .

Indonesia akan diproyeksikan sebagai pusat pabrik rolling stock untuk pasar Asean bila nantinya negara Asean lainnya tertarik untuk membangun proyek yang sama setelah melihat contoh sukses di Indonesia. China akan menggandeng INKA untuk proyek jangka panjang tersebut.

JAKARTA.   Konsorsium antara BUMN Indonesia yaitu PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) bersama-sama dengan perusahaan China Railway International Co Ltd dari Republik Rakyat China dibentuk untuk membangun kereta cepat Jakarta-Bandung.

“Ini adalah episode baru dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur transportasi perkeretaapian,” kata Chairman PSBI Sahala Lumban Gaol dalam acara penandatanganan “joint venture” antara kedua belah pihak, Jumat (16/10/2015).

Menurutnya, kerja sama yang dibangun antara pihak BUMN Indonesia dengan pihak perusahaan perkeretapian China itu menjadi model bisnis yang mengutamakan komersialisasi serta tidak memberatkan APBN.

Selain itu, lanjutnya, kerja sama konsorsium tersebut juga dinilai tidak akan mengganggu pemerintah RI, karena tidak mengggunakan jaminan dari pemerintah karena skemanya adalah murni antarbisnis.

Dia berharap pembangunan kereta cepat hasil kerja sama tersebut tidak hanya sebatas kereta cepat Jakarta-Bandung, tetapi diharapkan juga bisa menyebar kepada pembangunan di daerah lainnya.

Konsorsium gabungan untuk membangun kereta cepat tersebut dinamakan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), dengan saham kepemilikan dibagi antara PSBI dan pihak China.

Secara terperinci, sekitar 40% dari saham KCIC dimiliki oleh China Railway International, sedangkan 60% persen dimiliki PSBI.

PSBI itu sendiri merupakan perusahaan yang merupakan gabungan dari empat BUMN yaitu PT Kereta Api Indonesia, PT Wijaya Karya, PTPN VIII dan PT Jasa Marga.

Komposisi penyertaan saham pada PSBI adalah Wijaya Karya menguasai 38% atau Rp1,710 triliun, KAI dan PTPN VIII sebesar 25% atau Rp1,125 triliun dan Jasa Marga sebesar 12% atau Rp540 miliar.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, jika megaproyek kereta cepat menimbulkan kerugian konsorsium BUMN Indonesia, pemerintah tidak akan mengalokasikan bantuan anggaran sepeserpun.

“Mereka harus selesaikan urusannya sendiri,” kata Bambang di Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Kamis (15/10/2015).

Mengutip Perpres No. 107/2015 mengenai Sarana dan Prasarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Bambang mengatakan, pendanaan dan risiko finansial dari megaproyek yang mayoritas didanai dari pinjaman China itu, sepenuhnya ditanggung konsorsium BUMN.

Bahkan, kata Menkeu, pemerintah juga tidak akan menanggung, jika konsorsium BUMN mengalami kesulitan untuk mengembalikan pinjaman China itu. “Pokoknya tidak ada dari APBN,” ujar Bambang.

http://industri.bisnis.com/read/20151016/45/482774/kereta-cepat-ri-china-bentuk-perusahaan-konsorsium

Sumber : BISNIS.COM

Tuesday, 13 October, 2015 | 06:32 WIB
High-Speed, Slow Tracks

TEMPO.CO, Jakarta – The government should reject the planned Jakarta-Bandung high speed railway megaproject. The Rp80 trillion project is more of a showpiece than public transportation. Given the current uncertain economic condition, the government can ill-afford to do any grandstanding. Such a huge sum of money would be better spent building a 400-kilometer toll road in Sumatra, four ports in Kalimantan or railroads in Papua, Kalimantan and Sulawesi, as well as three dams. The multiplier effect on the people’s economy from all of those projects would be far greater than that from the Jakarta-Bandung railway.

Clearly, the 150-kilometer distance from the capital city to Bandung would not allow a 350-kilometer-per-hour ‘bullet train’ to reach its maximum speed because it would have to stop at four stations down from eight stations as originally planned. This would mean the high-speed train would only operate at ‘fairly fast’ or ‘normal’ speeds. Moreover, the benefits from such a massive investment are not clear. It would be better to improve and upgrade the existing Jakarta-Bandung line, and to increase the speed of the conventional trains already in service. After all, the Cipularang toll road, which has greatly reduced automobile travel time, has been in operation since 2005.

Another important issue here is that of funding. From the outset, President Joko Widodo has been right to reject the use of state budget funds to pay for this project. Subsequently, State-Owned Enterprises (SOEs) Minister Rini Soemarno formed a consortium of SOEs to build and seek investors to underwrite it. It is this consortium that will enter into loan agreements with state enterprises from donor countries, strongest among them are China and Japan. Reportedly, the SOE consortium plans to borrow US$2.51 billion, or Rp35.14 trillion at the exchange rate of Rp14,000 to the US dollar.

The long, 40-year loans will come with sweeteners, such as a 10-year grace period before payments are due, along with attractive interest rates. Naturally, the SOEs will put some capital of their own into the project and provide the land for the railroad tracks and new housing as part of the Jakarta-Bandung railroad business.

If the project makes money, there would be no problem. But the business may incur losses if targets are missed. It will certainly not be easy for the consortium of four SOEs Wijaya Karya, Jasa Marga, Kereta Api Indonesia and Perkebunan Nusantara VIII under the banner of Pilar Sinergy BUMN Indonesia to achieve their target of 61,000 passengers per day.

According to data from the Transportation Studies Institute, every day around 145,000 people travel between Jakarta and Bandung. Of these, 85 percent use private vehicles. Only between 2,000 and 2,500 people travel by train. In fact, fewer than 20,000 people use public transportation. Even if 50 percent of public transport commuters switch to the high-speed train, this would only mean 10,000 passengers far below the consortium’s target. And train tickets would be around Rp200,000-Rp220,000, which is not cheap compared to current public transportation fares.

If the passenger numbers target is not reached, the project will lose money quickly. If the losses are large and result in disruptions to the SOE’s operations, the government, as its majority shareholder, will unlikely allow business to continue. Last week, for example, the government asked for approval from the House of Representatives (DPR) to provide more than Rp34 trillion of state asset participation funds to 23 SOEs, including loss-making government companies. So in the case of the Jakarta-Bandung railway, although the government has declared from the start that it will not use state budget funds, if the project does incur huge losses, it is bound to do something to bail the project out.

Additionally, the consortium may face problems servicing its overseas debts. With the rupiah exchange rate fluctuating, borrowing large amounts of foreign currency while revenues are in rupiah is a huge risk. The debt repayments could multiply in size if the rupiah continues to be as unstable as it is now.

The Jakarta-Bandung high-speed railway project should be canned and replaced with a longer route, such as Jakarta to Surabaya. With a distance of 1,000 kilometers, the ‘bullet train’ can truly become a super-fast train. It even makes better business sense, given the higher passenger numbers than on the Jakarta-Bandung route. (*)

 

Read the complete story in this week’s ediion of Tempo English Magazine

Jakarta -Pemerintah sudah menunjuk empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggarap kereta cepat Jakarta-Bandung. Dua di antara empat BUMN itu adalah perusahaan terbuka.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 107 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat antara Jakarta dan Bandung.

Empat BUMN yang disinggung dalam Perpres tersebut adalah PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII.

Menurut Kepala Riset NH Korindo Reza Priyambada, proyek tersebut akan memberikan efek positif terhadap kinerja dan saham kedua perusahaan. Namun sejauh mana efek positifnya itu masih harus melihat detil dari proyek tersebut.

“Berapa potensi yang dihasilkan, balik modalnya kapan, belum jelas. Ada potensi rebound. Jasa Marga pengalaman di jalan tol. WIKA di konstruksi, ini positif,” katanya kepada detikFinance, Selasa (13/10/2015).

Menurutnya, beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh investor dalam proyek ini adalah apakah proyek ini bisa menguntungkan, dan sejauh mana komitmen perusahaan untuk menyelesaikan proyeknya.

“Sentimen positif kalau kita sudah tahu benefitnya (keuntungannya), ketika proyek sudah ada hasilnya. (Saat ini) pengaruh ke sahamnya belum terlihat,” ujarnya.

Sedangkan menurut Analis Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe, pendanaan proyek yang nilainya cukup besar yaitu hingga Rp 80 triliun masih bisa dipenuhi dari pinjaman bank.

Konsorsium bisa meminjam dana ke perbankan pelat merah yang baru-baru ini dapat pinjaman hingga US$ 3 miliar (Rp 39 triliun) dari China.

“Kalau soal besaran investasi bisa lah pinjam ke Bank Mandiri, BRI, BNI, kan sudah dapat dari China,” katanya.

Empat BUMN itu pun sudah patungan untuk membentuk perusahaan patungan bernama PT Pilar Sinergi BUMN. Perusahaan baru ini akan berkongsi dengan perusahaan China dalam menggarap proyek kereta cepat ini.

(ang/dnl)

mapi 1$1 SAKU … 230514_070617

JAKARTA kontan. Perusahaan sektor ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) bergerak agresif tahun ini. MAPI merencanakan sejumlah ekspansi untuk mencapai target pertumbuhan penjualan 13%.

Salah satu rencana terdekat MAPI adalah melego saham perdana anak usaha, PT MAP Boga Adiperkasa. MAP Boga membawahi empat anak perusahaan segmen food and beverage (F&B), yakni PT Sari Coffee Indonesia (Starbucks), PT Sari Pizza Indonesia (Pizza Express), PT Premier Doughnut Indonesia (Krispy Kreme) dan PT Sari IceCream Indonesia (Cold Stone, Codiva).

BACA JUGA :
Tahun ini, MAPI bidik penjualan Rp 16,1 triliun
MAPI siapkan dua anak usahanya untuk IPO
Sebelumnya, perusahaan investasi asal Amerika Serikat bernama General Atlantic juga telah menanam investasi di MAP Boga lewat obligasi senilai Rp 1,08 triliun yang diterbitkan MAPI. Obligasi ini dapat dikonversi menjadi saham MAP Boga.

MAPI juga berencana menggelar initial public offering (IPO) untuk PT MAP Active, yang kini sedang menjalin kerjasama dengan CVC Capital Partners. “Dengan ekspansi positif, pendapatan MAPI di segmen F&B bisa meningkat,” ujar Christine Natasya, analis Mirae Asset Sekuritas, kepada KONTAN, Selasa (6/6).

Christine menyatakan, pendapatan dari segmen F&B akan bertambah setelah IPO. Pada kuartal satu 2017, segmen F&B berkontribusi 14% dari total pendapatan MAPI, naik ketimbang 12% pada tahun 2015 dan 2016. “Menggenjot F&B ini menjadi strategi MAPI ke depan. Penambahannya akan banyak di kota-kota besar,” ungkap Christine.

Ekspansi ke Vietnam lewat gerai Zara juga akan menambah pundi-pundi pendapatan MAPI selanjutnya. “Perkembangan lebih pesat, karena pertumbuhan di Vietnam makin tinggi, pemerintah setempat juga gencar membangun infrastruktur,” ujar Christine.

Christine menyatakan, Vietnam termasuk negara dengan tingkat penetrasi pasar yang rendah. Hal tersebut akan membuat produk milik MAPI bisa lebih ekspansif.

Riska Afriani, analis OSO Sekuritas, mengatakan, berkaca dari kinerja kuartal satu, kinerja MAPI akan lebih baik pada kuartal dua. Masuknya Ramadan dan Lebaran di kuartal dua akan menambah pendapatan MAPI. “Prospek tahun ini lebih baik, kami yakin target MAPI tercapai,” ujar Riska.

Tahun ini, MAPI menganggarkan belanja modal Rp 750 miliar untuk ekspansi toko. Separuh dari gerai baru ini berlokasi di Jakarta dan separuh di luar Jakarta, termasuk Vietnam.

MAPI menargetken same store sales growth (SSSG) tahun ini naik menjadi 5% dari tahun lalu 3%. “Kontribusi pendapatan dari Thailand dan Vietnam juga meningkat,” ungkap Riska.

Laura Taslim, analis Mandiri Sekuritas, mengatakan, proses listing dari MAP Boga seharusnya membantu membuka kunci valuasi dari MAP Boga untuk lebih transparan. Hal ini bisa meningkatkan apresiasi investor untuk kinerja MAPI di segmen F&B.

Laura merekomendasikan buy MAPI dengan target harga Rp 6.400. Riska merekomendasikan buy dengan target harga Rp 7.140 per saham.

 

dollar small

kontan JAKARTA. Terjawab sudah misteri pembeli Domino’s Pizza, merek dagang asal Amerika Serikat, yang di Tanah Air dimiliki oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk. Pembeli tersebut adalah Everstone Capital, private equity yang banyak mendanai sektor real estat.

Selanjutnya, Everstone Capital akan mendekap mayoritas saham Domino’s Pizza hingga 51%. Mitra Adiperkasa tinggal mengempit 49% saja. Pelepasan dilakukan bulan ini. “Saat ini sedang dalam tahap finalisasi perjanjian,” kata Wakil Presiden Direktur Mitra Adiperkasa, Virendra Prakash Sharma, tanpa menyebutkan nilai pelepasan saham ini, Rabu (21/5).

Sekadar informasi, Everstone Capital adalah perusahaan yang memiliki kantor di tiga negara, yakni Mauritius, Singapura, dan India. Ini adalah perusahaan investasi yang didirikan oleh Atul Kapur dan Sameer Sain pada tahun 2006. Laman resmi Everstone Capital menyebutkan, total dana kelolaan perusahaan ini sebesar US$ 2 miliar.

Namun, seperti yang telah KONTAN beritakan pada 8 Mei 2014 lalu, Mitra Adiperkasa juga akan melepas kepemilikan saham di Burger King. Ini juga merupakan merek dagang asal AS. Pelepasan resmi saham ini akan dilakukan bulan depan.

Sayang, perusahaan berkode MAPI di Bursa Efek Indonesia ini belum mau mengungkapkan siapa pembeli Burger King, termasuk, harga jual kepemilikan saham Burger King kepada pembeli yang masih dirahasiakan identitasnya tersebut.

Mitra Adiperkasa hanya menegaskan bahwa di Burger King nanti, perusahaan juga akan menjadi pemilik saham minoritas. “Kami masih melakukan pembicaraan secara intensif dengan mitra,” kilah Direktur Mitra Adiperkasa Susiana Latif.

Alasan Mitra Adiperkasa melepas kedua merek ini karena ingin melakukan efisiensi. Selain itu, perusahaan ingin fokus pada merek-merek di sektor fesyen (pakaian) serta food & baverage (makanan dan minuman) yang sudah terkenal. “Di kondisi yang cukup sulit seperti saat ini, kami harus bisa menentukan pilihan dalam berekspansi,” kata Sekretaris Perusahaan Mitra Adiperkasa Fetty Kwartati.

Perusahaan itu mengakui, Domino’s Pizza dan Burger King belum mendatangkan pendapatan yang berarti. Padahal, keduanya telah beroperasi sejak 2007 dan 2006.

Kedua merek tersebut hanya berkontribusi 2%-3% terhadap pendapatan. Sementara kalau kontribusi di kategori food & baverage mencapai 20%-25%. Sebagai pembanding, kontribusi Starbuck di kategori food & baverage adalah 50%.

Mitra Adiperkasa berpendapat, ketidakmampuan Domino’s Pizza dan Burger King mendatangkan keuntungan karena jumlah gerai terbatas. Susiana memberi gambaran, Domino Pizza di India bisa meraup untung lantaran memiliki 150 gerai. Sementara, Mitra Adiperkasa baru mengoperasikan 60 gerai saja.

Demikian pula dengan Burger King. Di India, jumlah gerai ini mencapai 60 gerai dan bisa memberi keuntungan. Namun, di sini, Mitra Adiperkasa cuma mengoperasikan 47 gerai.

Editor: Anastasia Lilin