Pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II diproyeksikan menelan investasi
senilai Rp 16 triliun.
Konstruksinya segera dimulai pasca penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan
tol (PPJT) antara PT Jasa Marga Jalan layang Cikampek selaku Badan Usaha Jalan Tol
(BUJT) dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek
II dirancang sepanjang 36,4 kilometer. Basuki mengharapkan jalan tol ini mampu
menjadi solusi dalam mengurai kepadatan lalu lintas di sekitarnya dan memperlancar
distribusi yang mampu mengurangi biaya logistik nasional. (nlt)

Perjanjian Proyek Tol Jakarta-Cikampek II (elevated) dan jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) resmi ditandatangani oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Dengan dibangunnya kedua tol itu, nantinya akan mempercepat program 1.000 km yang dicanangkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Hari ini ada dua ruas tol yang akan dilakukan pembangunannya maka ini akan mempercepat progres 1.000 km jalan tol,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Kementerian PUPR Jakarta, Senin (5/12/2016).

Basuki optimis program 1.000 km jalan tol akan cepat selesai, mengingat proyek tol Trans Sumatera dan Trans Jawa sudah hampir selesai dikerjakan.

“Tol Trans Sumatera, Bakaehuni-Terbanggi kemudian jalan tol Padang-Medan-Binjai akan kita operasikan dan Indralaya dan mudah-mudahan Bawen-Salatiga dioperasikan, Solo-Ngawi sudah, Ngawi-Kertosono kita operasikan 2017 ini,” lanjutnya.

Kemudian lanjut Basuki, Legundi-Bunder akan menambah panjang ruas tol sebanyak 38 km. “Saya yakin program 1000 km jalan tol dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) akan tercapai,” tambahnya.

http://economy.okezone.com/read/2016/12/05/320/1558983/2-tol-baru-dibangun-program-1-000-km-semakin-dekat
Sumber : OKEZONE.COM

ets-small

JAKARTA, KOMPAS.com – Pembangunan Jalan Layang Tol Jakarta-Cikampek atau Jalan Tol Jakarta-Cikampek 2 (Elevated) akan dimulai pada 2017 mendatang.

Pekerjaan ini didahului dengan pelebaran Jalan Tol Jakarta-Cikampek. PT Jasa Marga Jalanlayang Cikampek selaku badan usaha jalan tol (BUJT) memastikan hal tersebut.

“Pelebaran justru dilakukan di awal. Begitu desain kontraktornya sudah fix, langsung kami laksanakan awal tahun depan,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga Jalanlayang Cikampek Djoko Dwijono, di Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Konstruksi jalan tol sepanjang 36,84 kilometer ini akan dilakukan di atas Jalan Tol Jakarta Cikampek yang sudah ada, mulai dari Simpang Susun Cikunir sampai dengan Simpang Susun Karawang Barat.

Rencana pelebaran jalan di Tol Jakarta Cikampek dalam rangka pembangunan Jakarta-Cikampek II (Elevated).

Dengan begitu, maka nantinya Jalan Tol Layang Jakarta Cikampek akan melewati sepuluh kawasan.

Ke-10 kawasan itu adalah:

  1. Cikunir
  2. Bekasi Barat
  3. Bekasi Timur
  4. Tambun
  5. Cibitung
  6. Cikarang Utama
  7. Cikarang Barat
  8. Cibatu
  9. Cikarang Timur
  10. Karawang Barat

Pembangunannya yang melewati beberapa kawasan tentunya menimbulkan kendala. Ada beberapa hal yang diakui Djoko akan menjadi kendala atau tantangan.

Djoko menjelaskan, begitu selesai melebarkan jalan, pengerjaan selanjutnya adalah meletakkan pier di tengah-tengah jalan tol eksisting.

“Seperti yang teman-teman pernah lihat mungkin di Cawang ke Tanjung Priok, nah itu buat fondasinya agak susah dan banyak. Itu karena 36 kilometer kan dibagi 60 meter-an akan ada sekitar 600 pier, ya,” tambah dia.

Selain itu, kendala berikutnya adalah sinkronisasi dengan proyek pembangunan lainnya di sekitar Jalan Tol Jakarta-Cikampek seperti pembangunan light rail transit (LRT).

Djoko mengakui, pihaknya tengah mencari konsultan yang bisa menggabungkan rencana-rencana pembangunan di sekitarnya supaya Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek ini tetap bisa sesuai standar pelayanan minimum (SPM).

Tantangan lainnya adalah ketersediaan lahan gerbang Cikarang Utama, cable stayed Grand Wisata, dan Jembatan Lengkung Kemala Lagoon yang ada di jalur pembangunan Jalan Tol Layang tersebut.

Hal berikutnya yang menjadi tantangan adalah 34 overpass eksis yang dilintasi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek dan juga relokasi berbagai utilitas, seperti 11 saluran udara tegangan ekstra tinggi (sutet), 128 penerangan jalan umum (PJU), 83 rambu, 15 kabel serat optik, serta 10 pipa gas dan minyak.

 new-chin-year-dragon-02

Jakarta detik – Proses lelang investasi jalan tol Jakarta-Cikampek Elevated(melayang) telah berakhir. Konsorsium PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Ranggi Sugiron Perkasa ditetapkan sebagai pemenang.

Dari data monitoring jalan tol yang diterbitkan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, jalan tol ini akan memiliki panjang 36,4 kilometer (km) yang akan dikerjakan dengan sistem build, operate, transfer (bot).

Dari data tersebut, dicantumkan, nilai investasi untuk jalan tol layang ini mencapai Rp 14,13 triliun dengan biaya konstruksi mencapai Rp 9,5 triliun.

Pihak Jasa Marga selaku pemrakarsa proyek ini sebenarnya telah melakukan kajian awal untuk pembangunan jalan tol ini. Proses pembangunan jalan tol ini diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih 15 bulan.

Pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek Layang sudah sangat mendesak. Berdasarkan data Jasa Marga, volume lalu lintas di ruas tol Jakarta-Cikampek pada bulan Maret 2016 tercatat 18.657.532 kendaraan, tumbuh 5% dari periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 17.659.441 kendaraan. (dna/drk)

new-chin-year-dragon-02

Bisnis.com, JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk. membuka peluang bagi perusahaan lain untuk menggarap proyek tol Jakarta-Cikampek Elevated sepanjang 36,4 km.

Anggiasari Hindratmo, Direktur Keuangan Jasa Marga, mengatakan saat ini perseroan melihat peluang penjajakan baik dengan calon mitra lokal maupun asing.

“Kalau sendiri kami gak kuat, kami lihat ada penjajakan ,” jelasnya kepada Bisnis.com seusai rapat dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (6/9/2016).

Proyek Jakarta-Cikampek Elevated merupakan inisiatif dari Jasa Marga guna mengurai kemacetan di ruas tol tersebut. Sebagai inisiator, Jasa Marga mendapat hak mencocokkan harga atau right to match dalam proses tender.

Dengan hak ini, Jasa Marga berpeluang besar memenangkan lelang. Saat ini, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) baru membuka tahap prakualifikasi lelang tol Jakarta-Cikampek Elevated. BPJT menaksir biaya konstruksi untuk tol ini mencapai Rp9,5 triliun.

Di sisi lain, perusahaan bersandi saham JSMR itu juga tengah menyiapkan pendanaan untuk ruas tol Jakarta-Cikampek Elevated. Anggiasari menyebut, sebagian kecil pendanaan ruas tol tersebut akan menggunakan dana hasil penerbitan saham baru.

Total target dana penerbitan saham baru mencapai Rp1,8 triliun dengan Rp1,25 triliun diantaranya merupakan penyertaan modal negara (PMN). Adapun, sisanya dari investor publik.

new-chin-year-dragon-02

Jakarta detik- Macet parah yang kerap terjadi di dalam ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, disiasati PT  Jasa Marga (Persero) Tbk dengan membuat rest area darurat di beberapa titik.

Direktur Operasi II Jasa Marga, Subakti Syukur mengungkapkan, penambahan rest area darurat ini dilakukan sebagai salah satu upaya peningkatan SPM (standar pelayanan minimal).

“Kalau lihat di hari puncak libur rest area selalu penuh, bikin macet. Saking penuhnya kita atur dengan membuat parkir B. Kita sudah mulai buat di KM 18. Menjelang tahun baru 2017 sudah bisa dioperasikan,” jelas Subakti di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (17/10/2016).

“Tapi ini hanya untuk masa libur saja. Jadi hanya untuk toilet, solat, dan tempat duduk untuk berhenti (istirahat), tidak ada tenant yang menjual makanan. Kita buat di KM18, KM 59, dan KM 41, begitu juga sebaliknya. Itu yang kita lakukan untuk perbaikan SPM,” tambahnya.

Secara keseluruhan untuk peningkatan layanan, termasuk mengurangi kemacetan di dalam tol, operator jalan tol pelat merah tersebut menggelontorkan dana Rp 200 miliar di tahun 2017.

“Khusus untuk 2017 bahkan kita siapkan Rp 200 miliar untuk tambah pelayanan. Kita tambah gardu di beberapa pintu tol, pasang CCTV, pelebaran bahu jalan, dan sebagainya,” terang Subakti. (dna/dna)

ets-small

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimistis proyek pembangunan jalan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek bisa dimulai lebih cepat di tahun ini. Tol yang akan dimulai dari Jatibening ini khusus diperuntukkan bagi kendaraan pribadi.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengungkapkan, tahapan pra kualifikasi tender proyek jalan tol layang Jakarta-Cikampek telah selesai. Kini, fase selanjutnya memasuki tender.

“Sekarang sudah pemasukan tender karena pra kualifikasi sudah selesai. Mudah-mudahan bisa dimulai tahun ini,” ujarnya saat ditemui di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (26/8/2016).

Target ini lebih cepat dibanding perkiraan PT Jasa Marga Tbk, sebagai peserta lelang proyek yang menargetkan konstruksi tahun depan.

Basuki menambahkan, proyek pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek akan memakan waktu 2-3 tahun karena tidak ada pembebasan lahan.

“Nanti mobil-mobil kecil saja yang akan naik ke atas (lewat tol layang). Sedangkan jalur truk masih di bawah. Tapi kita belum dapat hitungan bisa nurunin berapa persen kemacetan,” terang Basuki.

Sebelumnya pada 24 Agustus 2016 lalu, Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengungkapkan, jalan tol layang Jakarta-Cikampek akan membentang sepanjang 45 km. Dimulai dari Jatibening menuju arah Cikampek. Saat ini proses lelang di Kementerian PUPR masih dalam tahap prakualifikasi.

“Masih prakualifikasi, mudah-mudahan selesai minggu ini karena kalau tidak salah tinggal diumumkan saja. Panjangnya 45 km dari Jatibening,” ujar dia.

Adityawarman menjelaskan, setelah tahapan prakualifikasi, fase selanjutnya adalah penawaran dan nama pemenang lelang proyek jalan tol layang yang diharapkan dapat diumumkan akhir 2016.

Perusahaan konsorsium Jasa Marga seperti diketahui ikut dalam tender proyek tersebut bersaing dengan kontraktor lain, meskipun ide berasal dari BUMN ini.

Lebih jauh Adityawarman mengatakan, proyek jalan tol layang Jakarta-Cikampek diperkirakan memakan waktu 15 bulan. Dalam pembangunannya pun, memperhatikan manajemen trafik, kebersihan, dan ketertiban.

“Waktu penyelesaian proyek hampir 15 bulan. Kalau kita menang, kita susun manajemen proyeknya, manajemen trafik, mencari kontraktor yang bisa menjaga kebersihan, ketertiban berlalu lintas. Kita juga akan bekerja 2 shift, siang dan malam karena trafik di Jakarta-Cikampek sudah padat,” tutur dia.

Menurut dia, pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek dilakukan untuk menambah kapasitas. Pembangunan ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan di sepanjang rute Jakarta-Cikampek. (Fik/Gdn)

Emoticons0051

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebagai inisiator pembangunan jalan layang (elevated) tol Jakarta-Cikampek, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menginginkan kontraktor yang nantinya menang tender memprioritaskan kebersihan dan ketertiban lalu lintas saat pengerjaan proyek.

Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman mengatakan, seperti proyek-proyek pada umumnya, penggalian dan pengangkatan tanah haruslah dilakukan pada malam hari atau di luar jam kerja agar tidak mengganggu para pengguna jalan.

“Tidak boleh mengeluarkan seenaknya pengangkutan tanah, ini nanti syarat kontraktor yang akan menggarap, harus punya komitmen menjaga kebersihan dan tertib lalu lintas,” ujar Adityawarman di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/8/2016).

Selain mengatur pola waktu pengangkutan tanah, kontraktor juga harus bekerja di luar jam kerja kantor.

Tujuannya agar tidak semakin memperparah kemacetan akibat adanya proyek pembangunan tersebut.

“Ini proyek adanya di daerah padat, jangan sampai ini malah menganggu. Sebenarnya kalau terganggu sih sudah pasti, tapi bagaimana kita meminimalisir gangguan ini,” tandas Adityawarman.

Menurut Adityawarman, pemerintah dalam hal ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pemegang saham mayoritas tengah melakukan proses pra kualifikasi untuk mencari calon investor proyek jalan layang tol yang pengerjaannya ditargetkan awal tahun 2017.

“Prosesnya kurang lebih 15 bulan, awal tahun 2017 bisa mulai konstruksinya dan 2018 sudah beroperasi,” ucapnya.

Sekadar informasi, proyek yang rencananya akan menelan biaya investasi hingga Rp 12 triliun ini akan membentang dari Jatibening hingga kilometer (Km) 45 jalan tol Jakarta-Cikampek.

Proyek elevated tersebut disebut-sebut akan mampu mengurai kemacetan yang terjadi di gerbang tol Cikarang Utama saat jam sibuk.

 new-chin-year-dragon-02

Bisnis.com, JAKARTA—PT Jasa Marga (Persero) Tbk tengah mengkaji kemungkinan pemakaian struktur baja untuk proyek Jakarta—Cikampek Elevated yang diprakarsai perseroan dan kini tengah memasuki tahap pelelangan.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Adityawarman mengatakan hal tersebut sesuai dengan permintaan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang ingin meningkatkan pemakaian baja pada proyek infrastruktur, termasuk jalan tol.

“Kita sedang melakukan perhitungan dengan para ahli, karena itu jembatannya hampir 48 km atau 50 km. Kalau memang kenyataannya pakai baja lebih murah kenapa tidak? kedua kita juga bisa memanfaatkan produksi baja Indonesia yang sekarang lagi turun,” ujarnya, Jumat (01/07)

Meski demikian, pihaknya belum bisa memperkirakan seberapa besar efisiensi biaya konstruksi yang dapat dilakukan bila konstruksi jalan tol menggunakan baja. Namun bila kontruksi dengan baja menghasilkan biaya yang lebih mahal ketimbang beton, maka dia akan membicarakannya kembali dengan Menteri PUPR. Sejauh ini, estimasi biaya investasi tol layang ini dengan menggunakan struktur beton berkisar antara Rp12 triliun hingga Rp17 triliun.

“Kalau mahal ya mungkin kita akan lapor ke Pak menteri karena akan menaikkan investasi kami karena IRR- nya turun, kira-kira begitu. Hari ini saya belum bisa informasikan karena masih dihitung, tapi kira-kira bisa lebih murah,” ujarnya.

Adit menambahkan saat ini perseroan telah mengambil dokumen yang diperlukan untuk mengikuti babak prakualifikasi. Dokumen tersebut rencananya akan dikembalikan kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk dievaluasi oleh panitia lelang guna menentukan badan usaha yang berhak mengikuti tender selanjutnya.

Dari studi kelayakan yang dilakukan JSMR, tol Jakarta—Cikampek Elevated ini akan dibangun mulai dari Jatiwaringin, Gerbang Pondok Gede Timur hingga Karawang KM 48. Perseroan telah memastikan bahwa trase tersebut tidak akan saling mengganggu dengan proyek lainnya yang akan dibangun di daerah tersebut, seperti LRT Jabodetabek dan kereta cepat Jakarta—Bandung.

Berdasarkan data situs JSMR, volume lalu lintas di ruas tol Jakarta—Cikampek pada bulan Maret 2016 tercatat 18.657.532 kendaraan, tumbuh 5% dari periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 17.659.441 kendaraan. Dengan dibangunnya tol Jakarta—Cikampek II Elavated ini diharapkan dapat menambah kapasitas jalan sehingga mampu menampung lebih banyak kendaraan dan mengurai kemacetan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono mengatakan sebelumnya pihaknya telah meminta Badan Pengatur Jalan Tol untuk mempercepat proses pelelangan ruas tol Jakarta—Cikampek Elevated. Pasalnya, volume kendaraan ada di Jabodetabek telah melebihi kapasitas jalan yang ada.

Lebih lanjut, dia mengatakan pemerintah belum memutuskan apakah akan menggunakan baja untuk ruas tol tersebut. Untuk itu pihaknya masih menunggu hasil kajian dari badan usaha.

“Belum diputuskan apakah akan pakai baja atau tidak, tetapi bisa saja dibikin hybrid atau perpaduan antara struktur beton dan baja,” ujarnya.

Pemerintah mengumumkan pelelangan investasi empat ruas jalan bebas hambatan baru pada Rabu (22/6) dengan total panjang 190 km. Empat ruas tol tersebut terdiri atas dua ruas pemrakarsa badan usaha yakni Jakarta—Cikampek Elevated II dan Krian—Legundi—Blunder, sedangkan dua ruas lain prakarsa pemerintah yakni tol Serang—Panimbang dan Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

Kepala Panitia Lelang Pengusahaan Jalan Tol Eka Pria Anas mengatakan tahap prakualifikasi atau tahap paling awal dari proses lelang akan dilaksanakan hingga 13 Juli mendatang. Selama tahapan ini para calon investor yang berminat pada proyek tersebut dapat mengambil dokumen lelang, mengisi kelengkapannya dan mengembalikan dokumen tersebut lengkap dengan kelengkapan dokumen yang disyaratkan.

Sejauh ini sejumlah badan usaha telah mengambil dokumen lelang untuk keempat ruas tersebut, antara lain PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan Tbk, PT Nindya Karya, dan PT Citra Marga Nusaphala Persada, dan PT Astratel Nusantara.

 

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah kemungkinan besar pada bulan ini melelang empat ruas tol baru dari 10 ruas yang diprakarsai badan usaha jalan tol (BUJT).

Kepala Bidang Investasi Sekretariat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Sudiro Roi Santoso mengatakan berdasarkan kajian pihaknya, ada empat ruas tol yang berpotensi dilelang lebih dulu yakni Jakarta Cikampek elevated, Krian-Legundi-Bunder, Serang-Panimbang, dan Cileunyi-Sumedang-Dawuan.

“Rencananya begitu penlok dari gubernur keluar, Serang-Panimbang bisa kita lelang dalam waktu dekat dan ditambah Cisumdawu yang porsi swasta,” katanya kepada Bisnis.com di Jakarta pada Minggu (5/6/2016).

Adapun tol Cisundawu terdiri dari enam seksi, dengan sua seksi pertama dibiayai APBN dan pinjaman China sementara empat seksi selanjutnya akan ditawarkan ke swasta.

Dirjen Bina Marga Hediyanto W. Husaini menyatakan memang tengah mempersiapkan lelang investasi tol Cisumdawu seksi III-VI senilai Rp5,15 triliun.

“Biaya konstruksi tol seksi swasta ini lebih murah dibandingkan dengan seksi pemerintah, yakni sekitar Rp80 milar per kilometer dibandingkan dengan porsi pemerintah yang mencapai Rp200 miliar per kilometer,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna menyatakan ada dua ruas tol yakni Legundi-Bunder dan Jakarta Layang merupakan ruas yang paling siap untuk dilelang.

Dia memastikan proses lelang Krian-Legundi-Bunder dan Jakarta-Cikampek Layang dilakukan pada tahun ini. Jadwal pelelangan itu rencananya akan dilakukan pada pertengahan tahun. Sementara itu, ruas Serang-Panimbang yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Banten masih menunggu penetapan lokasi.

Terkait hal tersebut dua BUMN telah menyatakan ketertarikannya untuk ikut serta. Direktur Utama PT Waskita Karya M. Choliq mengatakan pihaknya siap untuk mengikuti lelang investasi tol Cisundawu. Namun, pihaknya belum menghitung biaya investasi yang akan disiapkan.

“Kita ikut (lelang) dong, tapi masih jauh itu. Disurvei saja belum, tender belum, jadi kita belum hitung investasinya,” ujarnya.

Senada dengan Choliq, Direktur Operasional PT Wijaya Karya Gandira Gutawa juga menyampaikan minatnya untuk mengikuti tender Cisumdawu. Namun, pihaknya masih menunggu pembebasan lahan oleh pemerintah. “Kita minat ikut, sendiri juga sanggup. Tapi masih tunggu lahannya siap dulu.”

Lebih lanjut Roi memaparkan pihaknya juga tengah mengkaji kemungkinan lelang dua ruas tol lain di Banten yang diprakarsai pengembang properti setelah empat ruas tol yang akan segera dilelang.

Pertama, ruas Semanan-Balaraja sepanjang 31,7 km dengan nilai investasi Rp11,31 triliun yang diusulkan Grup Alam Sutera, sementara ruas Kamal-Teluknaga-Balaraja sepanjang 48,3 km dengan nilai investasi Rp18 triliun diusulkan Salim Group dan Agung Sedayu Group.

Kedua proyek tol di Banten ini diusulkan mengingat kebutuhan transportasi di kawasan tersebut yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, tol ini juga diusulkan untuk menunjang sektor properti serta kawasan industri baru yang bermunculan di kawasan tersebut.

Sejauh ini, menurut Roi, kedua ruas tol itu memang belum mendapat persetujuan, tetapi dari sisi kelayakan dia menilai proyek tersebut layak secara finansial termasuk lalu lintas harian. “Kalau ramainya cukup ya, lingkungan Jabodetabek kita masih membutuhkan banyak jaringan jalan.”

Rencananya ruas tol Semanan-Balaraja akan terhubung dengan ruas Serpong-Balaraja yang nantinya juga akan terhubung dengan enam ruas tol dalam Kota Jakarta.

Sementara Kamal-Teluknaga-Balaraja akan terhubung dengan tol Sedyatmo ke Bandara Soekarno Hatta untuk meningkatkan potensi kawasan di wilayah utara Provinsi Banten.

new-chin-year-dragon-02

JAKARTA okezone- Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat saat ini tengah tancap gas untuk pembangunan proyek infrastruktur. Saat ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono telah melakukan penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol, perjanjian penjaminan, dan perjanjian regres proyek jalan tol Batang-Semarang.

Setelah proyek jalan tol Batang-Semarang, pemerintah telah bersiap untuk membangun sejumlah proyek jalan tol lainnya. Proyek ini pun dibangun dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

“Yang sudah, tinggal tanda tangan tadi Manado-Bitung, Samarinda-Balikpapan, Serpong-Balaraja, yang keempat itu ini Batang-Semarang,” kata Basuki saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (27/4/2016).

[Baca juga: Perjanjian Disepakati, Tol Batang-Semarang Siap Dibangun]

Diperkirakan, total dana pembebasan lahan dalam empat proyek ini mencapai Rp5,3 triliun. Selain itu, juga terdapat beberapa proyek pembangunan jalan tol yang akan dilelang, yaitu Tol Serang-Penimbang dan Cikampek-Jakarta.

“Saya memprioritaskan ini, Cikampek-Jakarta elevated, sekarang kan sudah macet kayak begitu. Dari Karawang Barat sampai dengan Jati Asih, makanya saya kejar-kejar terus,” ungkap Basuki.

Untuk diketahui, anggaran pembangunan jalan tol ini tidak lagi sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Melalui skema KPBU, pemerintah pun menggandeng pihak swasta untuk dapat melakukan pembangunan pada berbagai daerah di Indonesia.

“Selain empat ruas tol ini, kemudian SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Umbulan, Lampung, dan Semarang Barat juga akan digunakan dengan KPBU,” tukasnya.

(rai)

dollar small

Bekasi – Perseroan Terbatas Jasa Marga merencanakan proyek perluasan tol dalam rangka mengurai kemacetan lalu lintas kendaraan pada masa libur kerja.

“Wacana tersebut masuk dalam program kerja jangka panjang Jasa Marga dalam mengatasi masalah kepadatan kendaraan di ruas jalan tol,” kata Kepala Humas PT Jasa Marga Dwimawan Heru di Bekasi, Rabu (30/3/2016).

Menurut dia, beberapa jaringan tol baru yang saat ini sedang digarap pemerintah di antaranya, Jaringan Tol Lingkar Luar Jakarta II, Jaringan Tol Jakarta-Cikampek II, dan ruas layang Jakarta-Cikampek (Elevated).

Tol JORR II diproyeksikan dapat mengurai kepadatan kendaraan pada jalan bebas hambatan di daerah sekitar Jakarta sekaligus mempermudah akses menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Sementara itu, proyek Jakarta-Cikampek II saat ini sedang digarap pemanfaatan lahannya.

“Prosesnya masih berjalan dengan Jasa Marga sebagai pemerakasa proyek jaringan Tol Jakarta-Cikampek II dan ‘elevated’,” katanya.

Tol Jakarta-Cikampek II diproyeksikan dapat memecah kepadatan kendaraan yang selama ini terjadi di ruas Tol Cikampek.

Tidak hanya itu, Jasa Marga pun menjadi pemerkarsa atas ruas layang Jakarta-Cikampek (Elevated) yang akan dibangun dengan memanfaatkan media Tol Jakarta-Cikampek.

“Akan tetapi, untuk saat ini saya tidak ingin bicara terlalu banyak terkait dengan proyek jaringan jalan ini,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan evaluasi pada situasi lalu lintas sepanjang liburan Paskah pada tanggal 24 sampai dengan 27 Maret 2016, situasi Tol Jakarta-Cikampek mengalami kepadatan kendaraan akibat kapasitas badan jalan yang tidak sesuai dengan volume kendaraan.

“Hasil data kami, jumlah kendaraan yang melintas mencapai 99.042 kendaraan. Situasi ini melebihi prediksi kami yang hanya 94.000 kendaraan,” katanya.

Menurut dia, terjadi peningkatan kendaraan sekitar 21 persen dari situasi normal mencapai 81.534 kendaraan.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2284580/jasa-marga-garap-sejumlah-perluasan-jaringan-tol
Sumber : INILAH.COM

valentineEVERYsmall

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) nampaknya geram dengan rencana proyek pembangunan LRT yang tak kunjung rampung dan terus dibahas.

Memimpin rapat terbatas (ratas) mengenai LRT dan Asian Games 2018, Presiden Jokowi dengan tegas menyatakan bahwa ratas ini harus menjadi rapat terakhir. Sehingga, pembangunan LRT dan sarana transportasi penunjang lainnya dapat segera dikerjakan di Jakarta, Bandung dan Palembang.

animated-rocket-and-space-shuttle-image-0032

“Ini sudah rapat yang kelima untuk LRT, jangan ada tambahan rapat lagi. Harusnya sore hari ini sudah rampung semua. Kita ingin mempercepat pembangunan LRT baik di Jakarta di jabodetabek, di Palembang, maupun Bandung Raya. Biar ini bisa kita selesaikan semuanya,” tegas Jokowi membuka rapat di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/3).

Bahkan kepada kepala daerah yang hadir, Jokowi meminta agar antar sarana transportasi yang akan dibangun tersebut dibuat terintegrasi. Seperti, mulai dari MRT, LRT, bus trans, kereta api.

“Saya juga ingin agar semua terintegrasi ke airport (bandara). Lihat di Palembang, di sini pun nanti LRT-nya yang ke airport atau nanti kereta api atau kereta cepat ke airport. Semua sudah harus dikalkulasi, dihitung, sehingga ini menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memakai moda transportasi yang disenangi,” katanya.

animated-rocket-and-space-shuttle-image-0026

Jokowi mengatakan pembangunan alternatif moda transportasi ini sangat mendesak karena berdasarkan data setidaknya Rp 35 triliun kerugian diderita setiap tahunnya karena kemacetan. Dengan perincian Rp 28 triliun kerugian karena kemacetan di Jakarta dan Rp 7 triliun karena kemacetan dari Bandung ke Jakarta.

Momentum Asian Games
Lebih lanjut Jokowi mengharapkan momentum penyelenggaraan Asian Games pada tahun 2018 mendatang harus dijadikan dorongan untuk membangun alternatif moda transportasi yang telah direncanakan.

“Percepatan ini juga harus dilakukan karena ada momentum Asian Games 2018 akan datang, supaya kita harapkan terutama LRT bisa selesai semua dan masalah-masalah yang ada bisa diselesaikan baik mengenai trasenya, mangenai spesifikasi teknis LRT-nya, masalah biaya, dan sumber daya penggeraknya, dan juga masalah perizinan berkaitan dengan tata ruang dan persinggungan dengan flyover dan mungkin trase jalur LRT dan MRT kita harapkan semua terintegrasi,” ungkapnya.

long jump icon

Seperti diketahui, Jokowi memimpin langsung ratas mengenai percepatan pembangunan LRT dan persiapan Asian Games 2018, di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (29/3).

Dalam rapat dihadiri, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (MenkumHAM) Yasonna Laoly, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (MenPUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Mulyana dan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin.

 

Novi Setuningsih/FMB

Suara Pembaruan